Share

Bab 3651

Author: Hazel
"Sekarang jumlah kita pada dasarnya sudah lengkap, sudah waktunya bahas rencana selanjutnya. Tirta, apa rencanamu?" tanya Tabib Suci.

"Menurutku, daripada menunggu dengan pasif, lebih baik kita inisiatif menyerang. Kita memang nggak punya waktu dan tempat yang menguntungkan, tapi bukan berarti kita nggak punya kesempatan untuk musnahkan Pegunungan Belantara," kata Tirta.

Sebelum yang lainnya sempat mengatakan sesuatu, Tirta melanjutkan, "Tapi, berdasarkan pemikiranku, cukup aku dan Jade saja yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3652

    "Untuk masalah sekecil ini, apa masih perlu aku yang turun tangan?" jawab wanita di dalam lautan kesadaran dengan sangat santai."Bukan begitu, Senior. Ini memang bukan apa-apa bagimu, tapi ini bukan masalah kecil bagiku," kata Tirta yang merasa terpukul. Apakah orang hebat memang selalu berbicara dengan begitu sederhana dan tenang?"Kamu nggak cocok dengan Pedang Tulang ini, ada orang lain di tempat ini yang lebih cocok. Lebih baik serahkan benda ini pada orang yang lebih tepat," kata wanita itu, lalu kembali diam dan tidak memberikan respons apa pun.Wanita ini bahkan mampu membantu Tirta menaklukkan Pedang Penumpas Dewa, tetapi kali ini dia memilih tidak turun tangan menghadapi Pedang Tulang ini. Jelas sekali, dia tidak ingin terlalu bergantung pada kekuatan dari luar. Bagaimanapun juga, dia memilih bersembunyi di pikiran Tirta karena dia melihat potensi dalam diri Tirta dan berharap Tirta dapat membantu memulihkan tubuhnya.Oleh karena itu, wanita itu tentu saja tidak ingin Tirta m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3651

    "Sekarang jumlah kita pada dasarnya sudah lengkap, sudah waktunya bahas rencana selanjutnya. Tirta, apa rencanamu?" tanya Tabib Suci."Menurutku, daripada menunggu dengan pasif, lebih baik kita inisiatif menyerang. Kita memang nggak punya waktu dan tempat yang menguntungkan, tapi bukan berarti kita nggak punya kesempatan untuk musnahkan Pegunungan Belantara," kata Tirta.Sebelum yang lainnya sempat mengatakan sesuatu, Tirta melanjutkan, "Tapi, berdasarkan pemikiranku, cukup aku dan Jade saja yang masuk jauh ke dalam Pegunungan Belantara. Untuk sementara, Kak Tabib Suci dan Selvi cari tempat yang aman dan tunggu di sana.""Ini .... Baiklah," jawab Tabib Suci yang padahal sebenarnya tidak setuju. Namun, setelah memikirkan dia mungkin tidak banyak membantu dan malah akan menjadi beban bagi Tirta, dia hanya bisa menganggukkan kepala dan menyetujuinya."Nggak bisa. Aku nggak takut bahaya, aku mau ikut bersamamu," kata Selvi tanpa ragu sedikit pun."Selvi, sekarang bukan waktunya untuk keras

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3650

    "Ya, kamu fokus saja mengobati kakak seperguruanmu. Sisanya serahkan pada kami."Selvi dan Jade buru-buru mengangguk setuju.Bzzz! Tirta tidak membuang waktu untuk berbasa-basi. Dia langsung mengeluarkan puluhan tanaman obat spiritual berusia puluhan ribu tahun dari Cincin Penyimpanan.Awalnya, di Cincin Penyimpanan ada 60 hingga 70 batang tanaman obat spiritual berusia puluhan ribu tahun. Setelah sebagian kecil diberikan kepada orang lain dan sebagian lagi diserap Genta, kini hanya tersisa belasan.Inilah tanaman obat spiritual berusia puluhan ribu tahun terakhir yang dimiliki Tirta.Namun, Tirta sama sekali tidak merasa sayang menggunakannya. Asalkan cedera Tabib Suci bisa disembuhkan, sekalipun harus menghabiskan puluhan tanaman obat spiritual berusia puluhan ribu tahun lagi, dia tetap tidak peduli.Bzzz! Setelah puluhan tanaman obat spiritual itu muncul, energi spiritual pekat yang dipancarkannya membuat tanah yang sudah porak-poranda akibat pertempuran besar tadi seolah berubah me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3649

    "Aku harus kembali dan melihat kondisi Kak Tabib Suci."Para monster iblis tidak berani maju, sementara Tirta juga tidak punya waktu untuk mendatangi mereka dan membunuh semuanya. Dalam sekejap, dia menerobos udara kosong dan meninggalkan tempat itu.Setelah Tirta pergi cukup lama, barulah beberapa monster iblis berani maju satu per satu untuk memeriksa keadaan."Ternyata ini adalah keturunan salah satu iblis besar. Kekuatannya sudah mencapai tingkat semi pengguncang langit, tapi ternyata dibunuh semudah itu?""Nggak cuma itu. Sebenarnya kali ini ada empat keturunan iblis besar yang dikirim. Tapi sampai sekarang, nggak satu pun dari mereka yang pulang hidup-hidup!""Dilihat dari keadaan sekarang, sepertinya mereka semua tewas mengenaskan.""Kalau benar begitu, kekuatan manusia itu terlalu mengerikan.""Jangan-jangan dia sudah mencapai tingkat pengguncang langit?"Setelah menyaksikan sendiri, mereka pun terkejut sampai wajah mereka pucat pasi. Mereka benar-benar merasakan bagaimana rasa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3648

    "Nggak .... Sial, benar-benar sial. Seharusnya aku nggak menerima tugas ini! Belum sempat berjasa, malah nyaris kehilangan nyawa!"Melihat situasi seperti ini, keturunan rubah iblis ekor sembilan dan satu monster iblis lainnya menjadi semakin ketakutan. Mereka membakar esensi darah tanpa memedulikan apa pun demi melarikan diri menyelamatkan nyawa.Adapun Pedang Tulang itu, mereka sudah tidak memedulikannya lagi. Toh mereka sudah tidak punya kesempatan untuk mengambilnya, apalagi memiliki kemampuan untuk mengaktifkannya lagi."Pedang ini memang sangat bagus. Setelah membunuh kedua monster iblis ini, aku akan mengambilnya." Tirta terus memperhatikannya dengan saksama. Setelah itu, dia tidak berhenti dan langsung mengejar mereka.Saat ini, kedua monster iblis itu tentu saja melarikan diri ke arah yang berbeda. Mereka sangat paham bahwa sekalipun tetap bersama, peluang untuk bertahan hidup juga sangat kecil. Jadi, lebih baik mereka berpisah dan menyerahkan nasib masing-masing kepada takdir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3647

    Awalnya, mereka mengira setelah Pedang Tulang dikeluarkan, mereka bisa membunuh semua orang di tempat itu dengan mudah.Namun, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa dua pusaka milik Tirta ternyata mampu menahan Pedang Tulang dengan sempurna, membuat artefak itu sama sekali tidak bisa menunjukkan kekuatannya.Dalam situasi seperti ini, meskipun sangat tidak rela, mereka tetap tak mampu mengubah keadaan.Terlebih lagi, serangan tadi sudah membuat mereka kesulitan untuk terus mengendalikan Pedang Tulang."Mau lari ke mana?"Tirta sudah susah payah menunggu kesempatan ini. Mana mungkin dia membiarkan ketiga monster iblis itu melarikan diri? Saat itu juga, dia menghancurkan udara kosong dan menempuh ratusan kilometer untuk mengejar mereka!Bum! Bum! Bum!Cahaya pedang yang begitu rapat terus dilancarkan Tirta tanpa sedikit pun belas kasihan. Serangan yang terus mengalir tanpa henti ini memiliki kekuatan yang sama sekali tak berkurang. Di seluruh dunia awani, mungkin hanya Tirta yang mamp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status