Mag-log inShanaya yang berada di belakang tidak bisa berkutik, tetapi dia tetap bisa berbicara dengan tegas, "Benar. Aku nggak peduli dengan identitasmu aslimu dan tujuanmu. Kalau kamu berani mengecewakan Nova, aku ... juga nggak akan melepaskanmu biarpun harus bertarung mati-matian denganmu!""Tetua Shanaya, kamu tenang saja. Aku memang bukan orang baik, tapi aku selalu menepati janjiku pada wanita. Kalau aku mengecewakan Nova, aku pasti akan dihukum Tuhan!" balas Tirta. Dia mengulurkan tangannya dan bersumpah.Selain itu, Tirta juga membuka segel di tubuh Shanaya dan Nova."Oke. Kalau begitu, mulai sekarang aku sudah jadi kekasihmu. Aku percaya padamu ...," kata Nova sambil memandangi Tirta.Sepertinya Nova ingin melihat Tirta berbohong atau tidak, tetapi Tirta sama sekali tidak menghindar. Tirta juga tidak mundur atau merasa bersalah. Dia tidak takut sedikit pun."Kalau begitu, kita makamkan Tetua Nayara," usul Tirta. Dia tersenyum, lalu tiba-tiba teringat sesuatu. Tirta melanjutkan, "Tunggu
Rafif adalah seorang pemimpin sekte, tetapi malah diremehkan Tirta. Dia merasa dipermalukan. Rafif menunjukkan ekspresi geram. Namun, dia hanya bisa berteriak dengan perasaan tidak berdaya, "Pesan terakhir .... Hei, jangan terlalu sombong! Aku lebih baik bunuh diri daripada dibunuh olehmu! Kamu akan mati bersamaku!"Kemudian, Rafif mengerahkan kekuatannya secara paksa untuk menghancurkan jiwa dan pusat energinya.Bam! Cahaya yang menyilaukan terpancar bagaikan matahari kecil yang meledak. Kekuatan yang dipancarkannya sangat mengerikan seperti hendak menghancurkan segala sesuatu dalam jarak ratusan kilometer.Kekuatan ini tidak boleh diremehkan. Bukan hanya bisa membuat orang terluka parah, bahkan bisa melukai jiwa orang. Jika Tirta tidak beruntung, mungkin dia benar-benar akan mati bersama Rafif.Jika Tirta membiarkan kekuatan ini terus menyebar, Shanaya dan Nova juga akan mati. Namun, Tirta tidak khawatir. Dia langsung berencana membuka gerbang ketiga dari Teknik Rahasia Delapan Gerb
Tirta juga tidak berani meremehkan mereka. Dia bergumam, "Apa daya, sepertinya aku cuma bisa menggunakan busur itu."Tirta menyipitkan matanya dan menyimpan kertas emas. Sebuah busur hitam kuno yang terlihat biasa muncul di tangan Tirta. Sepertinya tidak ada yang menakjubkan dari busur itu.Ngung! Ngung! Namun, langit dan bumi berguncang saat Tirta menarik tali busur. Bahkan cahaya matahari tidak terlalu terang lagi.Esensi energi yang dahsyat terpancar. Kekuatannya tidak bisa dilawan dan menyelimuti seluruh wilayah Sekte Hala. Kondisi ini jauh lebih mengerikan daripada saat mengaktifkan formasi perlindungan."Apa itu?" tanya Rafif yang merasa tidak tenang. Dia hendak pergi.Akan tetapi, sekarang Rafif sudah mengaktifkan formasi. Jika tidak bisa membunuh Tirta, Rafif tidak bisa pergi. Rafif pasti akan diserang balik oleh energi yang sangat kuat jika menghentikan formasi secara paksa.Bam! Kekuatan spiritual alami yang luar biasa menyelubungi tempat Tirta. Efeknya sangat besar sehingga
"Jangan .... Guru ... jangan tinggalkan aku sendirian ...," ucap Nova sambil menangis tersedu-sedu. Air matanya mengalir deras dan bahunya bergetar. Pandangannya juga menjadi kabur.Namun, Nova tidak memiliki kultivasi yang hebat. Jadi, dia tidak mungkin bisa membangkitkan orang mati. Nova sangat menderita dan tidak berdaya melihat orang terdekatnya meninggal.Melihat teman baiknya meninggal, Shanaya juga sangat terpukul. Dia menahan kesedihannya sembari menghibur, "Hais ... semua orang harus mengalami perpisahan dan kematian. Nova, kamu ... jangan terlalu bersedih. Kalau kamu sedih, gurumu pasti nggak bisa tenang di alam baka."Pada saat bersamaan, ekspresi Rafif sangat masam melihat jurus mematikannya yang paling kuat tidak berefek. Dia menegaskan, "Kalau hari ini aku nggak membunuhmu, ke depannya pasti akan timbul masalah besar!"Seketika Rafif menjauh dengan kecepatan yang sangat tinggi.Whoosh! Terdengar suara deru. Tirta mengejar Rafif dengan menaiki Pedang Terbang seraya berkome
Situasi seperti ini bukan hanya membuat Rafif terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi. Jelas-jelas dia sudah mengerahkan teknik rahasia untuk meningkatkan kemampuannya, tetapi dia tetap tidak bisa mengalahkan Tirta.Bukan hanya serangan telapak tangan Rafif dikalahkan, bahkan barang berharga yang diberikan penguasa agung rusak sampai-sampai hampir menjadi barang rongsokan.Rafif tidak tahu Tapak Penakluk Naga adalah teknik andalan klan Genta. Kertas emas juga merupakan barang suci yang mencatat Mantra Evolusi Semesta. Tentu saja Tirta bisa mengalahkan Rafif dengan mudah.Kenyataannya sudah begitu jelas. Rafif terpaksa harus percaya. Hal ini karena Tirta sudah mendekati Rafif dalam sekejap."Arus Balik Galaksi!" seru Rafif. Dia membentuk segel tangan dengan cepat sehingga meninggalkan bayangan di ruang hampa.Rafif mengerahkan seluruh kultivasinya sampai maksimal. Dia menggunakan salah satu teknik andalannya dan kekuatannya sangat besar.Galaksi luas yang misteriu
Tujuh tetua berseru kaget."Eh? Kenapa kemampuan pemuda ini begitu mengerikan? Ini nggak mungkin!""Aneh sekali!""Sudah jelas kekuatan dari serangannya tadi setara dengan kemampuan kultivator tingkat pembentukan dewa tahap akhir. Nggak mungkin kita bisa melawannya!"Rafif yang berdiri di belakang juga terkejut. Dia bergumam, "Sudah kuduga, pemuda ini nggak biasa. Nggak disangka, kekuatan tempurnya begitu mengerikan!"Dalam sekejap, Tirta bergerak secepat kilat dan melancarkan serangan dengan kekuatan dahsyat. Ruang hampa berguncang dan hancur. Ditambah dengan kertas emas yang dikendalikan dengan kesadaran spiritualnya, Tirta langsung membunuh empat tetua.Darah menyembur dan bau amis darah merebak. Kemampuan yang ditunjukkan Tirta membuat semua orang ketakutan.Tiga tetua yang tersisa tidak berani bertindak lagi. Mereka mundur sembari berseru, "Cepat mundur! Kalau nggak, kita akan dibunuh pemuda ini! Dia itu siluman!"Tirta tidak mengejar mereka, melainkan menopang kertas emas di tang
Sama seperti sebelumnya, Alicia sontak meraih tangan Tirta dan mengisapnya dengan kuat. Makin diisap, dia merasa makin nyaman dan kecanduan.Tirta sampai curiga mulut Alicia adalah mesin penyedot debu. Isapannya benar-benar kuat. Seluruh jari Tirta sampai masuk ke mulutnya.Sementara itu, Susanti tida
"Jangan pernah menurunkan kualitas bahan-bahan ini dan nggak boleh lebih ataupun kurang. Kalau nggak, efeknya jadi nggak ada. Resepnya cukup diingat saja, jangan sampai bocor. Ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan para pemegang saham.""Kalau resep ini bocor, mereka pasti akan cari kesempatan u
"Kenapa Kak Nabila? Kamu nggak enak badan?" tanya Tirta dengan tatapan yang agak aneh. Wajah Nabila tampak bersemu merah. Kedua matanya terlihat berseri-seri dengan pesona yang sulit untuk diungkapkan."Mau kuperiksa nggak?" Awalnya Tirta tidak berpikir ke arah lain. Bagaimanapun, dia baru saja seles
"I ... ini nggak mungkin. Aku pasti salah lihat!" Joko mengucek mata. Terlihat Tirta masih berdiri dengan kokoh di tempatnya, sedangkan Jack sudah mati."Tir ... Tirta, kamu baik-baik saja?" Setelah tersadar dari keterkejutannya, Nabila segera maju untuk memeriksa kondisi Tirta. Terdengar isak tangis







