Share

Bab 858

Penulis: Hazel
"Bakal berbekas kalau infeksi? Serius? Jangan-jangan kamu cuma mau ambil keuntungan dariku? Kamu bicara begitu untuk menakutiku, 'kan?" tanya Yanti yang masih belum berbalik. Namun, dia merasa yang dikatakan Tirta masuk akal.

Yanti terluka dan pakaiannya rusak. Dia pasti tidak bisa mengejar harimau lagi untuk sekarang. Dia terpaksa mengesampingkan masalah ini dulu.

"Kalau aku ingin ambil untung darimu, ngapain aku repot-repot ngarang kebohongan? Di sini nggak ada siapa-siapa. Aku bisa langsung m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantafff lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2782

    Murid Sekte Asura yang jantungnya dicabut berlari keluar dari Organisasi Publikasi dengan tubuh terhuyung-huyung. Wajahnya tampak panik.Murid itu berlari sambil menjerit, "Guru ... ada yang membunuh semua murid Sekte Asura dan mencabut jantungku! Tolong kembali secepatnya dan bantu kami balas dendam ...."Di tengah kegelapan malam, suara murid itu makin melemah. Dia juga berlari makin lambat.Murid itu menjerit sekitar belasan menit. Dia tidak melihat jalan dengan jelas karena terlalu takut mati. Alhasil, murid itu tersandung batu yang menonjol.Murid itu langsung jatuh ke tanah. Srak! Meridian yang disegel terbuka, lalu darah mengalir dari lubang di dada murid itu. Dia ingin bangkit, tetapi tubuhnya lemas.Murid itu bisa merasakan dia makin dekat dengan kematian. Dia ingin melampiaskan kesedihannya dengan menangis sekuat-kuatnya. Hanya saja, dia sama sekali tidak bisa bersuara.Air mata murid itu terus mengalir. Pandangannya menjadi kabur, lalu dia perlahan kehilangan kesadaran.Whoo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2781

    Melihat semua murid itu dibunuh Tirta, anggota Organisasi Publikasi berbicara dengan emosional. Namun, suara mereka sangat lemah. Hanya saja, mereka merasa tidak rela.Tirta tetap tidak bisa menenangkan dirinya. Dia membalas, "Kalian nggak usah membalas kebaikanku. Sayangnya, aku datang terlambat. Kalau nggak, kalian nggak akan disiksa sampai begini."Tirta menambahkan, "Tapi, aku bisa menyelamatkan kalian. Jadi, kalian nggak akan mati."Anggota Organisasi Publikasi menanggapi, "Dik, nggak usah. Semua ini nggak ada hubungannya denganmu. Terima kasih sudah bantu kami balas dendam. Guru orang-orang ini sangat hebat, sebaiknya kamu bawa temanmu kabur secepatnya."Anggota Organisasi Publikasi tertawa, lalu melanjutkan, "Kalau ada kehidupan selanjutnya, lebih baik jadi hewan daripada orang lemah. Biar nggak ditindas."Sebagian besar anggota Organisasi Publikasi tidak mengenal Tirta. Mereka sudah kehilangan semangat hidup setelah mengalami penderitaan yang luar biasa dan melihat keluarga mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2780

    Energi di dalam tubuh Tirta bergejolak. Bum! Dia langsung meninju kepala Lingga hingga hancur.Buk! Mayat Lingga yang tidak berkepala jatuh ke lantai. Sebelum mati, dia tidak menyangka kemampuan Tirta begitu hebat. Tirta membunuh Lingga demi orang-orang yang dianggapnya pecundang rendahan.Kemampuan Lingga memang masih kalah dari seniornya, tetapi dia sudah mencapai tingkat pembentukan fondasi tahap ketujuh puncak. Hanya tersisa satu langkah lagi untuk memasuki tingkat pembentukan fondasi tahap kedelapan.Murid yang tersisa tidak berani mengancam Tirta lagi setelah melihat kedua senior mereka dibunuh dalam sekejap. Mereka segera berlari ke luar aula utama.Salah satu murid berseru, "Cepat ... cari guru! Kita nggak bisa melawan orang ini!"Suara murid itu menunjukkan dia sangat ketakutan. Mereka semua tidak terlihat sombong lagi seperti saat menyiksa anggota Organisasi Publikasi sebelumnya.Pria paruh baya tadi sudah kehilangan akal sehatnya. Dia menangis dan juga tertawa. Pria itu menj

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2779

    Pemuda itu menjelaskan dengan tatapan tajam, "Sayangnya, waktu itu guru takut 'Kitab Adikara' diambil sekte super besar. Jadi, dia merahasiakannya. Kali ini, guru merasa dia hampir mati. Dia terpaksa mengambil risiko untuk membawa pergi kitab itu.""Siapa sangka, 'Kitab Adikara' tiba-tiba menghilang. Selama ini, nggak ada orang lain lagi di tempat ini selain mereka. Pasti senior mereka yang mencuri 'Kitab Adikara'. Hanya saja, ada orang yang keras kepala dan kejam," lanjut pemuda itu.Pemuda itu meneruskan, "Dia tega melihat semua anggota organisasi ini mati dan para wanita ditindas di depannya, tapi dia tetap nggak mau menyerahkan kitab itu. Suruh junior lainnya tambah tenaga mereka lagi untuk lanjut siksa istri dan putri mereka. Aku yakin dia nggak mungkin terus merahasiakannya."Mendengar jeritan anggota Organisasi Publikasi yang marah dan menderita, Aldari menunduk. Air matanya mengalir. Dia menyalahkan dirinya, hatinya sangat sakit seperti diiris pisau.Namun, Aldari sama sekali t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2778

    Ketika Tirta masuk ke wilayah Organisasi Publikasi, dia juga menurunkan Kamala. Mereka berdua berjalan di tengah kegelapan dan mendengar jeritan histeris sesekali.Angin dingin berembus. Suara jeritan itu makin jelas. Ada suara pria dan juga wanita."Ah ....""Aku benar-benar nggak tahu .... Ampuni aku ....""Jangan bunuh aku ....""Putriku ... istriku .... Kalian memang binatang ...."Jeritan-jeritan itu terdengar sangat menyedihkan dan orang-orang itu pasti menyimpan kebencian yang mendalam. Siapa pun yang mendengarnya tentu bisa membayangkan orang-orang itu pasti mengalami penindasan dan penderitaan yang luar biasa.Tirta melepaskan kesadaran spiritualnya dan merasakan situasi di aula utama. Dia bergumam, "Jeritan itu berasal dari aula utama Organisasi Publikasi ...."Seketika amarah Tirta tersulut setelah melihat situasinya.Di aula utama, terdapat 30 orang. Pria dan wanita yang sudah tua atau masih muda ditelanjangi. Kaki dan tangan mereka diikat di pilar.Kaki dan tangan sepuluh

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2777

    Ekspresi Tirta tetap terlihat tenang. Dia membalas, "Aku mau membereskan urusan penting, jadi aku nggak sempat ladeni kalian. Kalau kalian tahu diri, cepat minggir. Kalau nggak, kalian pasti mati tragis."Di sini ada banyak kultivator. Jika mereka bersikeras ingin cari mati, Tirta tidak perlu bertindak. Dia hanya perlu menyerahkan mereka kepada Genta.Salah satu kultivator tua yang temperamental adalah yang paling kuat di antara semua kultivator ini. Dia sudah mencapai tingkat inti emas tahap kesembilan.Kultivator tua itu mendengus dan menegaskan, "Kamu itu bocah ingusan, tapi malah bersikap sombong! Beraninya kamu mengancamku! Mati saja!"Kultivator tua langsung menyerang Tirta. Bam! Telapak tangan seukuran rumah menyerang kepala Tirta.Tirta tetap bersikap tenang. Dia menggendong Kamala sambil melawan kultivator tua itu."Huh, idiot yang cari mati!" seru kultivator tua sembari tersenyum sinis. Akan tetapi, kekuatan yang tak kasatmata menghancurkan serangannya dan mengeluarkan inti e

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status