Share

Bab 898

Author: Hazel
Saat Tirta memasuki vila, Arum, Ayu, dan Melati sudah selesai memilih kamar mereka. Mereka bertiga sedang turun dari tangga.

Melati mendekat, lalu bertanya dengan penasaran, "Tirta, kamu tadi ngobrol apa sama Kak Farida?"

"Bukan apa-apa, kami cuma diskusi soal gimana cara bikin vila ini jadi lebih bagus," jawab Tirta santai. Tentu saja dia tidak akan menceritakan hal yang sebenarnya.

Arum menanggapinya dengan tidak terlalu peduli, "Cuma soal itu? Kami sudah selesai pilih kamar. Tirta, kamu nggak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2802

    Althea merasa tidak tenang jika tidak menanyakan keberadaan ketiga kultivator itu.Kamala melihat mereka memang tidak berniat jahat, bahkan mereka memperhatikan Tirta dengan tulus. Jadi, dia baru menceritakan kejadian sebenarnya, "Ketiga orang itu dibunuh Tirta ... eh, salah ... sepertinya bukan dia. Tadi ... sepertinya seorang senior yang sangat hebat tiba-tiba muncul di tubuh Tirta.""Senior itu membunuh tiga kultivator tingkat pembentukan jiwa dalam sekejap dengan tubuh Tirta, lalu ... senior itu menghilang. Oh iya. Sebenarnya tadi Tirta terluka parah. Seharusnya senior itu yang mengobatinya," lanjut Kamala.Mendengar cerita Kamala, Elisa dan lainnya kaget. Althea bertanya, "Senior yang sangat hebat membunuh tiga kultivator tingkat pembentukan jiwa dalam sekejap? Ini ...."Luvia langsung tahu alasannya. Dia berbicara dengan ekspresi kagum, "Pantas saja kita tiba-tiba nggak bisa merasakan energi tiga orang itu. Ternyata senior di dalam tubuh Tirta yang bertindak. Kultivator tingkat p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2801

    Itulah sebabnya Genta menghabiskan waktu yang agak lama. Kalau tidak, Vikrama dan lainnya pasti mati lebih cepat.Setelah memastikan tidak ada kesalahan, Genta baru mendarat dan menghampiri Kamala.Kamala melihat tiga kultivator tingkat pembentukan jiwa dibunuh tanpa bisa melawan. Dia yang ketakutan bertanya dengan suara bergetar, "Kamu ... Tirta, 'kan?""Tentu saja bukan, tapi kamu nggak usah tahu. Dia sangat lelah. Kamu jaga dia dan biarkan dia istirahat dengan baik," pesan "Tirta". Selesai bicara, dia memejamkan mata dan tubuhnya jatuh ke arah Kamala.Kamala berteriak. Awalnya dia tidak berani memapah Tirta karena takut. Alhasil, Tirta langsung jatuh ke dalam pelukan Kamala.Wajah Tirta terbenam di dada Kamala yang lembut. Tirta masih tidak sadarkan diri. Dia tidak bisa mengerahkan tenaga sedikit pun.Kala ini, dada Kamala menjadi penopang agar Tirta tidak jatuh. Untung saja, dada Kamala berisi. Kalau tidak, Tirta pasti langsung jatuh ke lantai.Posisi ini sangat aneh. Kamala merasa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2800

    Melihat kejadian yang mengerikan itu, Cakra berteriak dengan ekspresi panik, "Ah .... Senior, aku salah. Aku rela menyerahkan semua hartaku untuk menebus kesalahanku. Aku juga bersedia mengabdi padamu! Tolong berikan aku kesempatan sekali untuk memperbaiki kesalahanku!"Selangkangan Cakra basah. Dia sangat ketakutan sampai-sampai kencing di celana. Inti jiwa di dalam tubuh Cakra gemetaran dan hampir keluar dari tubuhnya."Tirta" mencibir, lalu menanggapi, "Memangnya aku butuh pecundang sepertimu untuk mengabdi padaku? Apa kamu pantas?""Tirta" menjulurkan jarinya lagi dan melenyapkan Cakra. Seketika Cakra menghilang dari dunia ini.Genta sangat marah kepada mereka. Jadi, dia juga tidak ingin menyerap inti jiwa mereka biarpun kultivasi mereka tidak rendah.Genta membunuh dua orang dalam sekejap. Sekarang, hanya tersisa Zelia.Zelia makin takut. Dia yang ingin hidup berusaha menghadapi niat membunuh Genta yang mengerikan sambil bicara terbata-bata, "Senior ... aku nggak ada apa-apanya ..

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2799

    Setelah orang itu melontarkan ucapannya, suasana di sekitar menjadi tenang sampai-sampai terdengar suara detak jantung Zelia dan lainnya. Dug ... dug .... Detak jantung mereka makin lambat. Ketiganya sangat ketakutan.Hal ini karena mereka bisa merasakan dengan jelas pemilik suara memancarkan niat membunuh yang intens. Jadi, mereka merasa sesak dan ketakutan setengah mati.Yang paling menakutkan adalah jelas-jelas mereka hampir meraih kaki dan tangan Tirta. Namun, sekarang mereka sama sekali tidak bisa bergerak.Bahkan jari-jari mereka tidak bisa digerakkan, apalagi maju atau mundur. Mereka seperti ditahan oleh kekuatan tak kasatmata di udara. Seberapa mengerikan kekuatan orang itu sampai-sampai bisa melakukan hal seperti ini?Wajah Zelia memucat dan bibirnya bergetar. Dia yang bungkuk terlihat makin lemah. Zelia berucap, "Gawat, ada yang bersembunyi di sekitar sini. Selain itu, kita nggak menyadarinya. Jangan-jangan ....""Jangan-jangan ... orang itu kultivator tingkat pembentukan dew

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2798

    Vikrama tersadar dari keterkejutan terlebih dahulu.Vikrama menunjuk Tirta yang jatuh seraya berkata, "Nggak apa-apa. Kalian lihat, pemuda itu nggak mampu bertahan lagi. Dia nggak mungkin bisa melukai kita. Kita juga nggak perlu repot-repot bertindak lagi karena dia sudah membunuh Gundala."Tatapan Vikrama tetap tertuju pada Zelia dan Cakra. Sekarang mereka berdua adalah musuh Vikrama setelah musuh lain tumbang.Tirta tidak bisa mempertahankan tekniknya lagi setelah mengerahkan kekuatan terakhir untuk membunuh Gundala. Saat terjatuh, dia bergumam, "Sialan, sakit sekali .... Tapi, akhirnya aku bisa bantu Pak Aldari dan lainnya balas dendam ...."Efek samping dari esensi darah yang terkuras dan reaksi hebat dari luka di tubuhnya membuat Tirta kehilangan kesadaran. Kertas emas juga terbang kembali ke dalam tubuh Tirta.Melihat kondisi Tirta, Cakra makin antusias. Dia berseru, "Ternyata pemuda itu baru mencapai tingkat inti emas! Haha, bagus! Aku nggak menyangka pemuda itu punya dua barang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2797

    Gundala memperhatikan perubahan situasinya. Dia terkejut dan juga marah. Gundala membatin, 'Gawat, tiga orang ini bilang mereka berkultivasi dengan jalan yang benar. Tapi, tindakan mereka lebih kejam daripada Sekte Asura. Takutnya hari ini aku nggak bisa kabur kalau diincar mereka!'Serangan Gundala pada Tirta melambat. Dia memilih untuk menyimpan kekuatan dan berseru, "Teman-teman, pemuda ini membunuh juniorku dan murid dari sekteku. Aku punya dendam kesumat dengannya. Aku harap kalian mendukungku dan berpura-pura nggak melihat kejadian ini."Gundala menambahkan, "Kalau kalian lepaskan aku, ke depannya aku pasti nggak akan melupakan kebaikan kalian. Aku juga akan membalas kebaikan kalian berkali-kali lipat."Zelia terkejut sejenak, lalu tersenyum dan membalas, "Aku nggak menyangka pemuda tampan ini punya dendam denganmu. Pak Gundala balas dendam saja. Kami nggak akan ikut campur."Cakra mengelus janggutnya sambil menimpali, "Benar. Pak Gundala bertarung dengan pemuda itu saja. Kami ba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 688

    Suara Shinta terdengar di telinga Budi, Joshua, Toby, dan Hendrik. Itu bagaikan bom besar yang meledak tepat di depan mereka!Mereka semua ketakutan hingga wajahnya menjadi pucat pasi. Toby yang kemampuan menerima kenyataannya lemah, bahkan langsung jatuh terduduk.Lelucon macam apa ini? Siapa yang ti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 637

    Saking gusarnya, Agus ingin sekali membeli obat kuat!Agus tiba-tiba teringat pada ucapan Betari. Dia menepuk pahanya dan berkata, "Oh ya, untung saja kamu ingatin aku. Kalau Tirta bisa buat Pil Kecantikan yang khasiatnya begitu luar biasa, dia pasti bisa buat obat kuat yang meningkatkan stamina! Aku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 584

    Adapun Saad, Mauri, dan Susanti, mereka juga tidak menyangka Juna dan Hamdan akan tunduk. Sepertinya ini jauh lebih mudah daripada mereka mengutus pasukan untuk menangkap Juna dan Hamdan.Setelah memikirkan sikap Resnu terhadap Tirta, kini pandangan mereka terhadap Tirta lagi-lagi berubah. Sepertinya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 696

    "Minta maaf? Huh! Kalau minta maaf ada gunanya, apa gunanya polisi? Kalau minta maaf ada gunanya, untuk apa negara menetapkan begitu banyak aturan? Kamu rasa kamu bisa bertindak semena-mena dan menindas orang karena dirimu pemimpin ya?"Tirta mendengus dan memaki habis-habisan. Dia menendang Amal hin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status