Share

BAB 478:

Author: Liazta
last update publish date: 2026-09-07 23:47:53

Pintu utama ballroom perlahan terbuka.

Alunan musik lembut mengiringi langkah Alicia yang memasuki ruangan. Gaun pengantin putihnya menjuntai anggun di atas karpet merah, sementara veil tipis yang membingkai wajahnya membuat kecantikannya tampak semakin memukau.

Ratusan pasang mata sontak tertuju kepadanya.

Namun, di antara seluruh tatapan yang menyambutnya, hanya ada sepasang mata yang benar-benar dicari Alicia.

Mata Devan.

Pria itu seketika terdiam.

Ia bahkan lupa berkedip.

Untuk beberapa saa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 479

    Genggaman Devan pada jemari Alicia tak pernah terlepas, bahkan setelah keduanya kembali duduk berdampingan di meja akad.Alicia menundukkan wajahnya dengan malu-malu. Pipinya merona setiap kali Devan meliriknya dengan tatapan penuh kekaguman, seolah-olah hingga detik ini pun pria itu masih belum percaya bahwa wanita yang dicintainya kini benar-benar telah menjadi istrinya.“Kenapa menunduk terus, hm?” bisik Devan tepat di telinganya. “Suamimu yang tampan ini ada di sebelahmu, lho.”Bulu kuduk Alicia seketika meremang. Ia menahan tawa, lalu menyenggol lengan Devan dengan sikunya.“Devan, malu dilihat orang banyak...”“Biarkan saja. Kita sudah sah.”Devan menyunggingkan senyum penuh kemenangan sebelum mengangkat tangan Alicia dan mengecup lembut punggung tangannya.Alicia semakin salah tingkah.Prosesi penandatanganan buku nikah dan pemasangan cincin pun akhirnya selesai. Tak lama kemudian, keluarga besar mulai berkumpul mengelilingi kedua pengantin baru itu.Ada Luna, Thomas, Sofia, Ra

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 478:

    Pintu utama ballroom perlahan terbuka.Alunan musik lembut mengiringi langkah Alicia yang memasuki ruangan. Gaun pengantin putihnya menjuntai anggun di atas karpet merah, sementara veil tipis yang membingkai wajahnya membuat kecantikannya tampak semakin memukau.Ratusan pasang mata sontak tertuju kepadanya.Namun, di antara seluruh tatapan yang menyambutnya, hanya ada sepasang mata yang benar-benar dicari Alicia.Mata Devan.Pria itu seketika terdiam.Ia bahkan lupa berkedip.Untuk beberapa saat, Devan hanya memandang wanita yang berjalan perlahan ke arahnya dengan tatapan penuh kekaguman.Alicia tampak begitu cantik.Riasan lembut menyempurnakan wajahnya. Bibirnya yang dipoles indah membentuk senyum malu-malu, sementara kelembutan yang terpancar dari seluruh dirinya membuat dada Devan terasa sesak.Hampir dua minggu.Selama itulah ia harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya.Dan sekarang, setelah penantian panjang itu, Alicia akhirny

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 477

    Suasana di dalam ballroom utama yang penuh dengan tatanan bunga melati segar seketika hening mencekam. Ratusan pasang mata tamu undangan serta jajaran saksi tertuju lurus pada meja akad nikah.Mahar pernikahan disusun di atas meja. Pengawalan juga sangat ketat.Jika sultan yang menikah, mahar pasti tidak kaleng-kaleng.Di sana, Devan duduk tegap dalam balutan beskap putih berhias payet perak nan megah. Wajahnya yang tampan tampak begitu tenang, namun di dalam dadanya, detak jantungnya bergemuruh hebat. Di hadapannya, Rayan—abang kandung Alicia yang kini bertindak sebagai wali nikah menggantikan posisi sang ayah—duduk dengan raut wajah sarat emosi.Sesuai surat kuasa wali yang telah ditandatangani, Rayan mengambil alih tugas sakral ini. Ayah mereka, Tonny Usman, pria bajingan yang telah menghancurkan masa kecil Alicia, kini meringkuk dingin di balik jeruji besi tahanan. Tak ada tempat bagi pria itu di hari paling bahagia putri bungsunya.Rayan mengulurkan tangannya. Devan menyambut dan

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 476

    Di dalam kamar mewah yang dipenuhi aroma harum rangkaian bunga melati dan mawar segar, Alicia duduk anggun di depan cermin besar. Gaun pengantin putih bersih dengan hiasan payet berkilauan membalut tubuh indahnya dengan sempurna. “Wow... Kak Cia cantik sekali!” celoteh Arabella tanpa berkedip sedikit pun. Gadis kecil itu menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap Alicia dengan penuh kekaguman. “Sudah pasti, dong. Kakakmu ini pengantin paling cantik di dunia!” puji Sofia seraya membetulkan bagian belakang gaun Alicia. “Tapi kalau tidak cantik, mana mungkin Devan yang matanya begitu selektif mau menikah dengannya?” Rebecca menggoda dari sisi cermin, senyum jahil tersungging di bibirnya. Alicia, yang wajahnya tengah dipoles oleh MUA kenamaan ibu kota, hanya mampu terdiam sembari tersenyum malu mendengar perdebatan ringan antara Mami, kakak ipar, dan adik sambungnya. Namun, di balik senyum kecil itu, pikirannya justru melayang pada masa lalu. Mereka tidak tahu betapa memalukanny

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 475

    Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Di dalam kamar mewahnya, Devan berdiri mematung di depan cermin berukuran besar. Ia sudah mengenakan setelan jas putih yang sangat rapi dipadukan dengan kopiah berwarna senada. Ketampanan dan aura gagahnya memancar begitu kuat.Beberapa tahun lalu, Devan pernah merasakan berada di posisi ini. Ia pernah merasakan jantungnya berdebar kencang menjelang acara akad nikah dimulai. Saat itu ia juga mengenakan jas dan peci yang sama. Namun sayangnya, masa lalu itu hanyalah kepalsuan dan kepahitan. Kali ini, semuanya sungguh nyata—cinta yang ia genggam adalah kebenaran.Alicia, aku sudah tidak sabar ingin menjadi suamimu, batin Devan seraya merapikan kerah jasnya. Apa kamu tahu? Setiap kali kamu di dekatku, kamu membuatku menderita menahan gairah. Tapi jauh darimu ternyata jauh lebih menderita lagi.Lebih dari seminggu tidak diizinkan bertemu akibat tradisi pingitan, wajar saja jika Devan mendadak seperti orang gila yang memendam rindu. Namun, ia harus ek

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 474

    Rayan benar-benar menepati janjinya. Seluruh persiapan pesta pernikahan mewah untuk Devan dan Alicia ditangani langsung olehnya dan Rebecca. Mulai dari pemesanan gedung megah, dekorasi bunga impor, catering, gaun pengantin, makeup artis, hingga daftar undangan kelas atas, semuanya diurus tanpa cela oleh pasangan pengantin baru itu. Seharusnya Devan merasa tenang menunggu hari pernikahannya. Namun nyatanya, pria itu menunggu dengan raut wajah gelisah, mengaduk-aduk makanan di piringnya tanpa selera. "Mami... bukankah resepsiku masih satu minggu lagi?" tanya Devan mendadak, memecah keheningan. Luna, yang sedang menikmati potong daging steak-nya dengan anggun, mendongakkan kepala dan menatap putra tunggalnya itu datar. "Iya. Lalu kenapa?" "Kalau begitu, kenapa aku sama sekali tidak boleh keluar?" Devan mengerang frustrasi, menyandarkan punggungnya ke kursi. "Seharusnya aku masih bisa bertemu dengan Alicia, kan? Cuma sebentar saja, Mi..." Mendengar keluhan itu, Luna seketika menghent

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status