Share

Bab 12 Pesan

Author: Nisa Hikaru
last update publish date: 2026-06-09 16:15:46

Pikiran Nabila berkelana mencari tahu dan mengingat-ingat, apakah sosok abdi negara di hadapannya ini pernah ia kenal.

Dari nama yang tercantum di baju seragamnya, Aldo Setiawan, Nabila merasa pernah mendengar nama itu.

“Pak Polisi, kok bisa kenal saya?” tanya Nabila pelan. Sebetulnya ia sudah lelah, ingin cepat sampai rumah.

Aldo tertawa kecil. “Kita ini satu SMP loh, masa kamu lupa? Pernah satu kelas juga,” jawabnya mencoba membantu Nabila untuk mengingat masa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Pengabdi Uji
kalau udh jadi suami ga akan sedingin itu kok percayalahh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 131 Kembali Bekerja

    Omongan asal bunyi dari mulut Anita selalu membuat orang-orang kesal. Nabila ingat sekali saat pertama kali berjumpa dengan sepupu Fahmi tersebut di toilet mal. Anita dengan sengaja mendorong Nabila di wastafel, sehingga membuat pakaian dan hijabnya basah. Entah apa yang ada di pikiran Anita saat dengan sengaja melakukan hal tersebut. Kini, saat acara syukuran rumah baru Fahmi dan Nabila, Anita kembali berulah lagi. Mulutnya dengan santai mengucap kata yang tidak enak didengar, apalagi tadi Farida—mama Nabila—turut mendengarnya langsung. Hampir saja Farida emosi mendengar omongan tersebut, namun ia langsung ditahan oleh sang suami. Waktu acara pernikahan Fahmi dan Nabila, Anita dan Ayub berhalangan hadir, karena suaminya sedang sibuk PPDS. Beruntung sekali, jika tidak, entah apa yang akan diperbuat oleh Anita. Ada saja kata-kata tak mengenakkan yang meluncur dari mulutnya dengan santainya. “Dibius aja si Anita tuh sama Ayub, biar diem,” ujar Bibi Fatmah

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 130 Acara Syukuran Rumah

    Sudah hampir 12 jam Nabila dan Fahmi berada di rumah baru mereka. Ibu mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, tinggal keduanya saja di sini. Koper dan kotak yang memuat barang-barang milik keduanya masih berada di ruang keluarga, belum bergeser sedikit pun. Pasangan pengantin baru ini masih santai menikmati waktu berdua di rumah mereka. Nabila menyandarkan kepalanya di dada sang suami, sesekali ia menyentuh janggut tipis yang bergelayut di dagu Fahmi. Fahmi hanya mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek, sedangkan sang istri terusan di atas lutut dengan tali bertaut di pundak. Aroma harum menguar dari kepala Nabila yang tepat berada di bawah wajah Fahmi. Dokter obgyn ini menikmati wangi tersebut, sungguh membuatnya terlena. Mata Fahmi melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 17.03, masih ada waktu kurang lebih satu jam lagi menuju maghrib. Sepertinya waktu seperti ini bisa dimanfaatkan untuk…“Mas…” Nabila menoleh menatap s

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 129 Pindah Rumah (2)

    “Hayo… mikirin apa kamu?” Pertanyaan itu lantas langsung membuat Nabila tersipu malu. Wajahnya memerah menahan malu, bisa-bisanya ia terlena lupa mengendalikan ekspresinya. ‘Arrgghhh… malu banget!’ Seru Nabila dalam hatinya. Kedua tangannya spontan menutupi wajah. Gerakan ini justru membuatnya semakin terlihat jika sedang memikirkan hal yang mengarah ke… eh, bukan-bukan. Nabila menurunkan kedua tangannya yang menutupi wajah. Ia mencoba memandang sang suami yang sedang menatapnya dengan ekspresi menggoda dan iseng. “Nggak mikirin apa-apa kok,” jawabnya malu-malu. Fahmi tertawa renyah, ingin rasanya memeluk wanita mungil di sebelahnya itu. Ia menoleh ke belakang, tak ada siapa pun. Mamah dan ibu mertuanya ternyata masih berada di teras. Alih-alih memeluk, Fahmi mendaratkan kecupan hangat di pipi sang istri. Nabila tiba-tiba merasa membeku saat kecupan itu berhasil mendarat di pipinya. Ia kembali ke masa saat awal-awal dij

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 128 Pindah Rumah

    Barang-barang bawaan Nabila dan Fahmi sudah diturunkan dari mobil. Dibantu sopir mobil pick up yang merupakan karyawan catering milik Farida, dokter obgyn tampan itu membawa masuk semua barangnya. “Mama tadi bilang sama Andi, buat bantuin kalian angkut-angkutin barang,” ujar Farida. Ia, anak perempuannya, dan besan masih berada di teras rumah. “Oh iya, Ma, nanti Nabila titip sesuatu buat Bang Andi,” balas Nabila berniat untuk memberikan sesuatu seperti uang untuk beli kopi. “Nggak usah, udah Mama siapin untuk dia.” Farida mengibas pelan tangannya ke udara dengan senyum khas ibu-ibunya. Nabila tersenyum nyengir. “Makasih Mamaku yang cantik…” ucapnya manja. Farida tertawa. Kemarin ia masih terbaring di rumah sakit, sekarang kondisi kesehatannya sudah jauh lebih baik. Bahkan, ia bersikukuh untuk ikut anak dan menantunya pindah ke rumah baru. “Jangan lupa makan, Ma…” Nabila mengingatkan. Mamanya in

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 127 Rencana Pindah Rumah

    “Jadi, apa agenda kalian untuk mengisi beberapa hari sisa cuti ini?” tanya Halimah pada anak dan menantunya saat sedang sarapan bersama di meja makan. Nabila melirik sang suami yang sedang memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya. Kemudian, ia melihat ke arah ibu mertuanya, dan wanita berusia 60an itu tersenyum pada menantunya. Sebetulnya, Nabila merasa agak tidak enak hati pada keluarga sang suami, karena bulan madunya dengan Fahmi batal. Orang tua Fahmi sudah mengeluarkan banyak biaya dari pernikahan hingga ke bulan madu yang tak pernah terlintas di pikirannya itu. Saat tiba di rumah semalam pun, Nabila harap-harap cemas mertuanya akan marah, namun ternyata tak seperti pikirannya. “Nabila, kamu nggak apa-apa kan, bulan madunya batal?” tanya Halimah dengan lembut. Pertanyaan tersebut mengundang atensi kedua adik perempuan Fahmi. Mereka melirik pada istri sang kakak, bagi keduanya, pasti ada rasa kecewa momen yang ditunggu-tunggu m

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 126 Hikmah yang Kedua

    Marsha menaruh kembali sendok dan garpunya di pinggir piring, selera makannya sudah benar-benar hilang. Semestinya, pembicaraan ini dilakulan di cafe atau coffee shop saja, seporsi mie tektek yang cukup banyak itu jadi tak termakan. Sedangkan, di coffee shop, Marsha bisa memesan segelas americano hangat dengan sepotong brownies atau cream puff. Perempuan dengan tinggi badan 170 cm itu, menghela napasnya. Hanya itulah yang dapat ia lakukan, mau marah bagaimana, cuma buang-buang energi saja. Dengan helaan napas itulah, Marsha mengikhlaskan hal itu terjadi padanya. Miris memang. Padahal ia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dari Rafli, namun rasa cintanya yang begitu dalam, membuat logikanya sedikit buntu. “Makasih sudah menjelaskan semuanya, aku mau pulang…” Marsha mengatakan kalimat itu dengan lirih dan pelan. Ia beranjak dari duduknya, matanya tak lagi menoleh ke arah Rafli, ia berjalan melewati Fahmi dan Nabila. “Fahmi, makasih sudah mengawasi kami, tenang aj

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 8 Bukan Hari yang Tenang

    Kaget bukan main. Kondisi Nabila saat ini membuatnya menjadi lebih sensitif. Sentuhan seperti tadi tentu membangkitkan rasa takutnya. Nabila menghela napas saat melihat sosok yang ia kenal berada di hadapannya. Kemudian, ia tersadar kunci kartu itu jatuh, lalu segera memungutnya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 7 Melawan Takut

    Bukan pertanyaan bodoh. Inilah yang ada di kepala Nabila. Ia ingin tahu apa yang menjadi alasan Fahmi menyelematkannya tadi. Fahmi masih menatap Nabila, lalu ia membuangnya pada arah lurus ke depan. “Karena harus ditolong,” jawabnya dengan logis dan tenang. Nabila mengembuskan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 6 Tolong

    Suara Fahmi terdengar rendah dan sangat dingin, membuat semua orang di dalam lift seketika menoleh ke belakang dengan terkejut.Nabila langsung mencengkeram scrub pria itu erat-erat, jemarinya bergetar hebat. Jantungnya berdetak kacau sampai terasa sakit.Wajah Fahmi terlihat te

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 5 Insiden

    Fahmi bersandar di kursi kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat di dada. Wajah tampannya nampak tenang sekali, tapi senyum tipisnya terasa mengintimidasi bagi Nabila. Nabila benar-benar menyesal telah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu, namun mau bagaimana lagi, emosinya lebih dulu b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status