Share

Bab 31 Undangan

Author: Nisa Hikaru
last update publish date: 2026-06-27 20:50:08

“Gi–gimana cara ngasiinnya?” begitulah pertanyaan yang terlontar dari mulut Nabila saat melihat tumpukan undangan yang ditunjukkan Fahmi padanya.

Nabila bingung bagaimana cara memberikannya pada rekan-rekan kerja di rumah sakit. Yang ia khawatirkan adalah bagaimana reaksi orang-orang saat melihat undangan tersebut. Sudah dapat dipastikan akan mengundang kehebohan.

Ia belum siap dengan reaksi orang-orang terhadap pernikahannya itu.

“Kasih sama orangnya langsung,”
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 128 Pindah Rumah

    Barang-barang bawaan Nabila dan Fahmi sudah diturunkan dari mobil. Dibantu sopir mobil pick up yang merupakan karyawan catering milik Farida, dokter obgyn tampan itu membawa masuk semua barangnya. “Mama tadi bilang sama Andi, buat bantuin kalian angkut-angkutin barang,” ujar Farida. Ia, anak perempuannya, dan besan masih berada di teras rumah. “Oh iya, Ma, nanti Nabila titip sesuatu buat Bang Andi,” balas Nabila berniat untuk memberikan sesuatu seperti uang untuk beli kopi. “Nggak usah, udah Mama siapin untuk dia.” Farida mengibas pelan tangannya ke udara dengan senyum khas ibu-ibunya. Nabila tersenyum nyengir. “Makasih Mamaku yang cantik…” ucapnya manja. Farida tertawa. Kemarin ia masih terbaring di rumah sakit, sekarang kondisi kesehatannya sudah jauh lebih baik. Bahkan, ia bersikukuh untuk ikut anak dan menantunya pindah ke rumah baru. “Jangan lupa makan, Ma…” Nabila mengingatkan. Mamanya in

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 127 Rencana Pindah Rumah

    “Jadi, apa agenda kalian untuk mengisi beberapa hari sisa cuti ini?” tanya Halimah pada anak dan menantunya saat sedang sarapan bersama di meja makan. Nabila melirik sang suami yang sedang memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya. Kemudian, ia melihat ke arah ibu mertuanya, dan wanita berusia 60an itu tersenyum pada menantunya. Sebetulnya, Nabila merasa agak tidak enak hati pada keluarga sang suami, karena bulan madunya dengan Fahmi batal. Orang tua Fahmi sudah mengeluarkan banyak biaya dari pernikahan hingga ke bulan madu yang tak pernah terlintas di pikirannya itu. Saat tiba di rumah semalam pun, Nabila harap-harap cemas mertuanya akan marah, namun ternyata tak seperti pikirannya. “Nabila, kamu nggak apa-apa kan, bulan madunya batal?” tanya Halimah dengan lembut. Pertanyaan tersebut mengundang atensi kedua adik perempuan Fahmi. Mereka melirik pada istri sang kakak, bagi keduanya, pasti ada rasa kecewa momen yang ditunggu-tunggu m

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 126 Hikmah yang Kedua

    Marsha menaruh kembali sendok dan garpunya di pinggir piring, selera makannya sudah benar-benar hilang. Semestinya, pembicaraan ini dilakulan di cafe atau coffee shop saja, seporsi mie tektek yang cukup banyak itu jadi tak termakan. Sedangkan, di coffee shop, Marsha bisa memesan segelas americano hangat dengan sepotong brownies atau cream puff. Perempuan dengan tinggi badan 170 cm itu, menghela napasnya. Hanya itulah yang dapat ia lakukan, mau marah bagaimana, cuma buang-buang energi saja. Dengan helaan napas itulah, Marsha mengikhlaskan hal itu terjadi padanya. Miris memang. Padahal ia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dari Rafli, namun rasa cintanya yang begitu dalam, membuat logikanya sedikit buntu. “Makasih sudah menjelaskan semuanya, aku mau pulang…” Marsha mengatakan kalimat itu dengan lirih dan pelan. Ia beranjak dari duduknya, matanya tak lagi menoleh ke arah Rafli, ia berjalan melewati Fahmi dan Nabila. “Fahmi, makasih sudah mengawasi kami, tenang aj

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 125 Pengakuan Rafli

    Dengan perlahan, Nabila menikmati mie tektek miliknya, sang suami pun begitu. Fahmi berusaha menelan makanannya, meskipun di depannya ada dua orang yang sudah membuatnya sebal. Pegawai warung tenda itu berjalan membawa pesanan Marsha, lalu menaruhnya di atas meja. Dengan senyum ramah, ia mempersilakan pembelinya untuk makan. “Makasih, ya, Mas…” ucap Marsha ramah. Si pegawai mengangguk, lalu berjalan kembali ke arah gerobak. Marsha memandangi mie tektek yang tersaji di hadapannya. Semangkuk mie dengan topping sayur sawi dan sebutir telur yang diorak-arik, aromanya memang sedap, uap-uap panas mengepul di atasnya. “Kenapa dilihatin aja? Kamu masih nggak suka makanan kaki lima kayak gini?” tanya Rafli. Nada pertanyaannya terdengar serius, ia masih ingat bahwa mantan kekasihnya ini tak begitu suka makan di tempat makan seperti ini. Marsha diam, ia tak menjawab pertanyaan Rafli. Untuk beberapa saat Marsha masih dalam diamnya ters

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 124 Pertemuan Tak Sengaja (2)

    Rafli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Perutnya yang masih terasa belum kenyang, dan berencana untuk menambah satu porsi mie tektek lagi, tiba-tiba mendadak kenyang saat bertemu dengan Fahmi. Suami dari ners Kania itu tersenyum kikuk memandang teman satu lingkarannya. Bagai dijebak perangkap, bersua dengan Fahmi secara tak sengaja ini benar-benar membuatnya cukup malu. “Kalian nggak bulan madu?” tanya Rafli langsung. Takut Fahmi yang malah menanyainya lebih dulu. “Nanti bulan depan,” jawab Fahmi lugas tanpa ragu. Bahkan, jawabannya itu spontan membuat sang istri menoleh menatapnya kaget. Nabila terkejut dengan jawaban Fahmi, namun ia langsung berpikir, sepertinya sang suami hanya menjawab secara spontan saja agar Rafli tak banyak bertanya. “Oh…” Rafli mengangguk-angguk. Ia pun duduk kembali, tangannya meraih botol air mineral dan meneguk isinya yang tinggal seperempat itu. “Kamu sendiri ngapain di sini sendir

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 123 Pertemuan Tak Sengaja

    Air wudhu sudah terbasuh pada bagian-bagian tubuh, hal wajib membersihkan diri sebelum menghadap yang Maha Segalanya. Fahmi merapikan celananya yang tergulung saat mengambil wudhu tadi, lalu berjalan menuju shaf yang sudah terisi, tersisa beberapa yang kosong. Cukup banyak jamaah salat maghrib yang didominasi oleh pengunjung, karyawan, tenaga kesehatan, dan tenaga medis. Sebagian dari jamaah yang sadar akan kehadiran Fahmi langsung menyapa dengan ramah dan sopan. Kehadirannya pun tak luput dari pandangan ketua masjid yang hendak melangkah menuju posisi imam, namun segera berbalik. “Masya Allah, ada pengantin baru…” ucap ketua masjid ramah. Ia lalu menyalami Fahmi. Fahmi membalas dengan senyum ramah dan menyambut jabatan tangan tersebut. “Silakan, Dok…” ketua masjid mempersilakan Fahmi untuk memimpin ibadah salat maghrib. “Bapak saja,” tolak Fahmi halus. Ketua masjid tersenyum. “Mari, Dok, sudah lama nggak diimamin sama Dokt

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 4 Pemberian Perempuan Lain

    ‘Ah, apa hanya aku saja terlalu heboh? Atau mungkin dia tidak antusias?’ pikiran Nabila mulai berlebihan, namun cepat-cepat ia mengusirnya. “Gimana, Nabila?” tanya Khairul, ia ingin tahu bagaimana respon anak gadisnya. Nabila menoleh ke arah Khairul, tatapannya bingung, lalu i

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 3 Pertemuan

    Nabila, nanti malam keluarganya Om Abdul mau ke rumah kita, silaturahmi. Sekalian pertemukan kamu sama Fahmi. Begitulah isi pesan dari Khairul yang membuat Nabila kaget. “Malam ini?” Nabila mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Terasa dar der dor sekali.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 2 Berdebar

    "Dokter Fahmi?!” Nabila berseru, ia tak salah lihat nama yang tertulis di CV tersebut adalah atasannya. Khairul dan Farida saling menatap, lalu melihat ke arah anak gadisnya. “Kamu kenal?” tanya Khairul semakin antusias. Nabila mengangguk. “Iya, beliau ini atasanku di rumah sakit. Aku asist

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 1 Parfum dan Perjodohan

    “Enak ya jadi Nabila, bisa deket-deket terus sama dokter Fahmi,” ujar salah satu perawat di ruang jaga.“Bagi tipsnya dong, Bu Bidan Nabila,” sahut perawat lain.Nabila, gadis yang tengah memakai scrub dan kerudung berwarna merah muda itu hanya menggelengkan kepalanya sambil ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status