Share

Bab 122 Hikmah

Author: Nisa Hikaru
last update publish date: 2026-09-07 01:03:31

Lega. Itulah perasaan yang tergambar dari raut wajah Kania. Prasangka buruk yang sempat ia tujukan pada Fahmi, kini sudah terbuang.

Saat mengetahui fakta soal percintaan masa lalu sang suami, kaget bercampur sakit hati menjadi satu. Kania lebih memilih diam, ia masih bersikap seperti biasa terhadap Rafli, namu diam-diam ia mencari tahu hingga bisa menginjakkan kaki di rumah sakit ini.

Dalam rencananya, ia belum akan menemui Fahmi, karena berdasarkan info yang ia tahu, tema
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 134 Hari Pertama Bekerja

    Langkah kaki Nabila dan Fahmi sudah sampai di Instalasi Kebidanan dan Kandungan. Nabila segera mengisi daftar hadir di mesin pemindai jari. Kehadirannya di sini belum mencuri perhatian, di koridor mereka hanya berpapasan dan menyapa saja. “Udah absennya,” ucap Nabila saat selesai melakukan absen. Ia hendak berbalik badan mengajak suaminya kembali ke ruang poli. Niat hatinya mau masuk ke ruang jaga, namun rasanya maju mundur. “Nggak masuk dulu? Menyapa teman-teman,” ucap Fahmi menawarkan istrinya untuk menyapa rekan-rekan kerjanya. Nabila tersenyum kikuk. “Eh, iya ya, tapi…” Fahmi tersenyum, ia mengerti maksud istrinya. Wanitanya itu pasti merasa tidak enak hati. “Aku tunggu di sini aja,” ucapnya. Fahmi memberikan ruang untuk Nabila agar merasa lebih leluasa menyapa rekan-rekannya. Ia juga paham, kehadirannya di sini mungkin akan dianggap berlebihan. Nabila mengangguk dengan senyum tipis di wajahnya, ia pun berjalan masuk ke dalam rua

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 133 Tingkah Lucu

    Gedung rumah sakit yang berdiri gagah, halaman parkirnya yang luas, pohon-pohon rindang teduh tertanam di sekitarnya, taman yang terletak di samping kiri, dan hamparan rumput hijau lapangan sepak bola tepat di belakang. Pintu lobby yang terbuka tutup otomatis, pengunjung, karyawan, tenaga kesehatan, dan tenaga medis silih berganti keluar masuk. Suasana pagi ini cukup sibuk seperti biasanya dipenuhi oleh pasien rawat jalan, sedangkan di IGD nampak tenang. Aroma rumah sakit yang khas, suara derap langkah perawat dan dokter, roda brankar dan kursi roda yang berdecit melawan lantai keramik. Aroma dan suara-suara itulah yang ternyata membuat rindu. Langkah Fahmi dan Nabila sudah jauh meninggalkan mobilnya yang terparkir di area khusus dokter. Pintu lobby terbuka otomatis saat keduanya hendak masuk, senyum sapa ramah dari sekuriti menyambut kedatangan mereka. Dengan hal yang sama pula, Fahmi dan Nabila membalas. Banyak mata yang terpaku pada kedatan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 132 Berangkat Bekerja Bersama

    Sarapan sederhana yang sehat itu sudah habis disantap oleh Fahmi dan Nabila. Kini, keduanya bersiap berangkat menuju tempat kerja, aroma-aroma rumah sakit sudah sampai di hidung mereka. Tak dapat dipungkiri, ada kerinduan pada gedung yang telah menyatu dengan jiwa mereka berdua. Gedung rumah sakit dan nyawanya yang mengisi hari-hari Fahmi dan Nabila. Rasanya sudah seperti mendarah-daging. Nabila membawakan snelli suaminya ke dalam mobil, jas putih itu habis dicuci di binatu beberapa hari yang lalu. Sebetulnya, Fahmi ingin membawa benda itu dengan tangannya sendiri, namun sang istri dengan halus dan tulus mau membawakannya. “Mas, aku juga mau melayani suami seperti ini, bukan hanya di ranjang,” ucap Nabila halus. Ia menatap lekat wajah tampan suaminya. Fahmi tersenyum tipis yang manis. Ia senang juga diperlakukan seperti ini. “Terima kasih, ya…” ucapnya lembut. Nabila mengerling manja, lalu ia berjalan menuju mobil yang sedang dipanas

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 131 Kembali Bekerja

    Omongan asal bunyi dari mulut Anita selalu membuat orang-orang kesal. Nabila ingat sekali saat pertama kali berjumpa dengan sepupu Fahmi tersebut di toilet mal. Anita dengan sengaja mendorong Nabila di wastafel, sehingga membuat pakaian dan hijabnya basah. Entah apa yang ada di pikiran Anita saat dengan sengaja melakukan hal tersebut. Kini, saat acara syukuran rumah baru Fahmi dan Nabila, Anita kembali berulah lagi. Mulutnya dengan santai mengucap kata yang tidak enak didengar, apalagi tadi Farida—mama Nabila—turut mendengarnya langsung. Hampir saja Farida emosi mendengar omongan tersebut, namun ia langsung ditahan oleh sang suami. Waktu acara pernikahan Fahmi dan Nabila, Anita dan Ayub berhalangan hadir, karena suaminya sedang sibuk PPDS. Beruntung sekali, jika tidak, entah apa yang akan diperbuat oleh Anita. Ada saja kata-kata tak mengenakkan yang meluncur dari mulutnya dengan santainya. “Dibius aja si Anita tuh sama Ayub, biar diem,” ujar Bibi Fatmah

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 130 Acara Syukuran Rumah

    Sudah hampir 12 jam Nabila dan Fahmi berada di rumah baru mereka. Ibu mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, tinggal keduanya saja di sini. Koper dan kotak yang memuat barang-barang milik keduanya masih berada di ruang keluarga, belum bergeser sedikit pun. Pasangan pengantin baru ini masih santai menikmati waktu berdua di rumah mereka. Nabila menyandarkan kepalanya di dada sang suami, sesekali ia menyentuh janggut tipis yang bergelayut di dagu Fahmi. Fahmi hanya mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek, sedangkan sang istri terusan di atas lutut dengan tali bertaut di pundak. Aroma harum menguar dari kepala Nabila yang tepat berada di bawah wajah Fahmi. Dokter obgyn ini menikmati wangi tersebut, sungguh membuatnya terlena. Mata Fahmi melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 17.03, masih ada waktu kurang lebih satu jam lagi menuju maghrib. Sepertinya waktu seperti ini bisa dimanfaatkan untuk…“Mas…” Nabila menoleh menatap s

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 129 Pindah Rumah (2)

    “Hayo… mikirin apa kamu?” Pertanyaan itu lantas langsung membuat Nabila tersipu malu. Wajahnya memerah menahan malu, bisa-bisanya ia terlena lupa mengendalikan ekspresinya. ‘Arrgghhh… malu banget!’ Seru Nabila dalam hatinya. Kedua tangannya spontan menutupi wajah. Gerakan ini justru membuatnya semakin terlihat jika sedang memikirkan hal yang mengarah ke… eh, bukan-bukan. Nabila menurunkan kedua tangannya yang menutupi wajah. Ia mencoba memandang sang suami yang sedang menatapnya dengan ekspresi menggoda dan iseng. “Nggak mikirin apa-apa kok,” jawabnya malu-malu. Fahmi tertawa renyah, ingin rasanya memeluk wanita mungil di sebelahnya itu. Ia menoleh ke belakang, tak ada siapa pun. Mamah dan ibu mertuanya ternyata masih berada di teras. Alih-alih memeluk, Fahmi mendaratkan kecupan hangat di pipi sang istri. Nabila tiba-tiba merasa membeku saat kecupan itu berhasil mendarat di pipinya. Ia kembali ke masa saat awal-awal dij

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 8 Bukan Hari yang Tenang

    Kaget bukan main. Kondisi Nabila saat ini membuatnya menjadi lebih sensitif. Sentuhan seperti tadi tentu membangkitkan rasa takutnya. Nabila menghela napas saat melihat sosok yang ia kenal berada di hadapannya. Kemudian, ia tersadar kunci kartu itu jatuh, lalu segera memungutnya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 7 Melawan Takut

    Bukan pertanyaan bodoh. Inilah yang ada di kepala Nabila. Ia ingin tahu apa yang menjadi alasan Fahmi menyelematkannya tadi. Fahmi masih menatap Nabila, lalu ia membuangnya pada arah lurus ke depan. “Karena harus ditolong,” jawabnya dengan logis dan tenang. Nabila mengembuskan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 6 Tolong

    Suara Fahmi terdengar rendah dan sangat dingin, membuat semua orang di dalam lift seketika menoleh ke belakang dengan terkejut.Nabila langsung mencengkeram scrub pria itu erat-erat, jemarinya bergetar hebat. Jantungnya berdetak kacau sampai terasa sakit.Wajah Fahmi terlihat te

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 5 Insiden

    Fahmi bersandar di kursi kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat di dada. Wajah tampannya nampak tenang sekali, tapi senyum tipisnya terasa mengintimidasi bagi Nabila. Nabila benar-benar menyesal telah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu, namun mau bagaimana lagi, emosinya lebih dulu b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status