Share

Bab 121 Kejelasan

Penulis: Nisa Hikaru
last update Tanggal publikasi: 2026-09-05 09:29:25

“Dokter Fahmi…”

Suara yang terasa tidak asing, namun sudah cukup lama tidak terdengar. Fahmi menghentikan pandangannya, ia menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Seorang perempuan berhijab yang sudah Fahmi kenali saat masih menjadi dokter umum, berdiri tak jauh di belakangnya. Perempuan itu tersenyum ramah dan sopan padanya.

Perempuan itu adalah Kania, istrinya Rafli. Saat di kantin tadi siang, Fahmi sempat bertemu dan Kania juga menyapanya. Terakhir pertemuan an
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
siap2 Rafa diinterogasi Ama istrimu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 161 Teriakan

    Seperti biasanya, Fahmi menjemput Nabila setelah selesai bertugas di rumah sakit lain. Pria 35 tahun itu menggandeng tangan sang istri sembari berjalan menuju mobil terparkir. Angin sore itu berembus cukup kencang, langit nampak agak gelap berselimut awan mendung. “Kayaknya mau hujan,” ujar Fahmi sambil menengok ke arah langit. Nabila agak terkesiap saat mendengar ujaran sang suami, ia sedang kurang fokus gara-gara dua hal yang menimpanya tadi. Pertama, soal mahluk halus dan benda pelindung alias jimat dari Murni tadi. Kedua, Gladys, mahasiswa PKL dengan penampilan agak mencolok yang akan membantunya asistensi di poli mulai besok. “Kenapa, Mas?” tanya Nabila bingung. “Mau hujan,” jawab Fahmi, lalu ia menoleh pada Nabila. “Kenapa, Sayang? Seperti ada sesuatu yang mengganjal,” selidiknya. Nabila tersenyum kecil. “Nggak kok, Mas,” jawabnya berusaha menutupi apa yang sedang berkeliling di dalam kepalanya. “Beneran?” Fahmi menco

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 160 Mahasiswa PKL

    Benar-benar di luar dugaan, tiba-tiba Nabila mau diberi jimat oleh salah seorang mahasiswa PKL di rumah sakit. Mahasiswa tersebut bernama Murniyati, ia berasal dari sebuah desa di kabupaten yang bertetanggaan dengan kota ini. Diketahui, Murni berkepribadian yang agak berbeda dari yang lain, ia lebih suka sendirian, dan terkadang kadang terlihat seperti berbicara sendiri. “Dia tuh kayak punya indra keenam gitu, Kak, bisa lihat-lihat hantu. Apa ya namanya itu?” ucap Julia—salah seorang mahasiswa PKL. Ia sengaja dipanggil oleh Nabila dan Isti untuk mengulik seperti apa sosok Murni. “Indigo,” jawab Isti.“Nah, iya itu!” balas Julia cepat. “Dia pernah kasih-kasih jimat sama kalian?” tanya Nabila penasaran. “Nggak pernah sih, Kak. Baru kali ini kita tahu dia punya barang begituan,” jawab Julia sembari mengingat-ingat apakah Murni pernah memberi atau memperlihatkan benda semacam jimat. Nabila menghela napasnya pelan. “Nggak enak ba

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 159 Benda Pelindung

    Saat sedang melakukan peregangan tipis-tipis, Nabila cukup kaget dengan kedatangan seorang mahasiswa PKL yang menurutnya tiba-tib langsung ada di depannya. Mahasiswa itu menanyai dirinya yang sedang mengandung, lalu menyodorkan sebuah benda kecil yang terlipat rapi. Entah benda apa itu, sebelumnya tak pernah Nabila jumpai. Benda itu masih berada di tangan mahasiswa tersebut, ia tersenyum menatap Nabila. Senyum yang terasa janggal. “Apa itu?” tanya Nabila ragu dan bingung. Dahinya pun mengerut. “Ini pelindung, biar Kakak dan janin terjaga dari hal-hal buruk,” jawab mahasiswa tersebut. “Misalnya?” Nabila penasaran mengulik kegunaan benda tersebut. “Dari gangguan mahluk halus. Kakak tahu sendiri kan, ibu hamil itu rentan sekali dengan gangguan-gangguan seperti itu,” jawab si mahasiswa, lalu matanya menyisir ke sekitar ruangan. “Di ruangan ini, di sekitar instalasi juga tidak aman untuk ibu hamil. Mereka senang dengan keberadaa

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 158 Berjumpa Buah Hati

    Dari posisi rebah di atas ranjang periksa, di hadapannya terpampang jelas layar LCD yang memperlihatkan apa yang sedang ditangkap oleh USG. Sedikit demi sedikit Nabila paham apa yang digambarkan di layar tersebut. Di layar itu menampakkan buah hatinya yang tumbuh sempurna, berat badannya pun normal. Banyak syukur Nabila panjatkan atas karunia ini. Suaminya masih terus memeriksa, rasanya tak ingin cepat-cepat mengakhiri sesi ini. Satu hal lagi yang membuat Fahmi sangat penasaran, begitu juga Nabila, yaitu soal jenis kelamin. Transduser yang dipegang Fahmi terus mencoba mencari celah untuk menemukan jenis kelamin buah hati mereka, namun ternyata tak semudah itu. Janinnya bergerak menutupi bagian sensitif tersebut. “Abi, si Adek ngajakin main tebak-tebakan nih,” ucap Nabila. Ia tahu apa yang sedang ditelusuri sang suami. Fahmi tersenyum. “Iya, nih, Bunda. Kayaknya kita belum boleh tahu nih, mau ngasih kejutan si adek,” balasnya. Keduany

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 157 Tebak-tebakan

    Sembari berdiri di dekat kompor, Fahmi menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan dr. Agni saat sore tadi. Ia menjelaskan apa adanya, tanpa ada yang ditambah maupun dikurangi. Nabila yang habis menggoreng telur, mendengar dan menyimak tanpa menyela. Setelah mendengar semuanya, ia merasa malu. Malu, karena sudah berburuk sangka dan menimbulkan kecemburuan. “Jadi malu aku,” gumam Nabila dengan sedikit menunduk. Fahmi mendengar gumaman sang istri, ia hanya tersenyum tipis memaklumi. “Nggak apa-apa, Sayang, justru Mas suka kamu cemburu,” ucapnya. Nabila menoleh, memandang suaminya yang tengah tersenyum bersamaan ucapannya barusan. “Maaf, ya, Mas. Aku udah buruk sangka, sebetulnya mau bersikap biasa aja, tapi nggak tahu kenapa rasanya nggak tahan, tiba-tiba langsung cemburu dan mau nangis,” jelasnya dengan nada rendah dan bibirnya sedikit tertekuk. Fahmi melangkah lebih dekat pada istrinya, ia membawa tubuh mungil itu ke dalam dekap

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 156 Setelah Cemburu

    Terhitung sudah dua kali hari ini hidung Nabila mencium bau menyengat yang menusuk, hingga membuatnya mual. Bau yang kedua ini malah semakin membuat perutnya tak nyaman, ditambah rasanya hari ini begitu lelah. Mobil yang dikendarai suaminya sudah tiba di rumah mereka, dengan perlahan Nabila turun, ia tak mengindahkan makanan yang dibeli tadi saat di perjalanan pulang. Ia langsung membersihkan diri di kamar mandi, guyuran air dari shower begitu terasa menyegarkan. Nikmat sekali bisa mandi dengan air bersih dan segar itu. Rasa cemburu yang menyerangnya cukup membuat separuh tenaganya terkuras. Ia sebetulnya juga bingung, kenapa sampai sebegitunya bersikap, tapi entahlah seperti ada sesuatu yang mendorong dari dalam dirinya. Melihat suaminya sedang berinteraksi dengan perempuan lain, langsung tersulut cemburu. Selesai mandi, Nabila mengenakan pakaian ternyaman, yaitu homedress alias daster. Bahan katun rayon premium bermotif bunga-bunga kecil menyentuh kul

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 8 Bukan Hari yang Tenang

    Kaget bukan main. Kondisi Nabila saat ini membuatnya menjadi lebih sensitif. Sentuhan seperti tadi tentu membangkitkan rasa takutnya. Nabila menghela napas saat melihat sosok yang ia kenal berada di hadapannya. Kemudian, ia tersadar kunci kartu itu jatuh, lalu segera memungutnya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 7 Melawan Takut

    Bukan pertanyaan bodoh. Inilah yang ada di kepala Nabila. Ia ingin tahu apa yang menjadi alasan Fahmi menyelematkannya tadi. Fahmi masih menatap Nabila, lalu ia membuangnya pada arah lurus ke depan. “Karena harus ditolong,” jawabnya dengan logis dan tenang. Nabila mengembuskan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 6 Tolong

    Suara Fahmi terdengar rendah dan sangat dingin, membuat semua orang di dalam lift seketika menoleh ke belakang dengan terkejut.Nabila langsung mencengkeram scrub pria itu erat-erat, jemarinya bergetar hebat. Jantungnya berdetak kacau sampai terasa sakit.Wajah Fahmi terlihat te

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 5 Insiden

    Fahmi bersandar di kursi kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat di dada. Wajah tampannya nampak tenang sekali, tapi senyum tipisnya terasa mengintimidasi bagi Nabila. Nabila benar-benar menyesal telah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu, namun mau bagaimana lagi, emosinya lebih dulu b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status