Share

Bab 34

Penulis: Penadiary
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-19 23:05:13

Neilson menghentikan gerakan tangannya. Ia terdiam sejenak, namun tatapannya tidak langsung tertuju pada Lyra. Seluruh ruangan kelas ikut membisu, seakan mereka menahan napas bersama, menunggu keputusan yang akan keluar dari bibir Neilson.

Beberapa detik kemudian, Neilson akhirnya mengangkat kepalanya. Sorot matanya tetap datar, tak menunjukkan emosi apa pun. Ketika ia berbicara, suaranya tenang dan dingin, memotong keheningan tanpa ragu.

“Terserah padamu.”

Lyra sedikit merasa lega, ia segera mengangguk. “Terima kasih, Mr.Neil.”

Lyra berjalan ke belakang kelas dan berdiri di sana, napasnya masih belum sepenuhnya stabil. Neilson kembali melanjutkan pelajaran, seolah insiden barusan tak pernah terjadi.

Beberapa menit berlalu. Sambil mencatat, Lyra mulai menggeser-geser kakinya. Otot betisnya terasa nyeri akibat lari tergesa sejak pagi tanpa jeda. Rasa perih itu perlahan merayap, membuat wajahnya menegang dan konsentrasinya pecah, meski suara Neilson tetap terdengar tenang menjelaskan ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 68

    Lyra berlari menghampiri gaun itu lalu meraihnya dengan tangan gemetar. Kainnya robek di beberapa bagian, bahkan terlihat jelas bekas guntingan yang kasar dan disengaja. Dadanya terasa sesak saat matanya menelusuri setiap kerusakan itu. Ia mendongak menatap seluruh mahasiswa di ruangan dengan mata berair. “Kenapa ... kenapa gaunku bisa seperti ini?” tanyanya dengan suara bergetar, hampir pecah. Seorang mahasiswa melangkah sedikit ke depan dan menjawab dengan hati-hati. “Waktu kami masuk, keadaannya sudah begitu.” Nada suaranya terdengar ragu, seolah takut disalahkan atas apa yang terjadi. “Ruang busana dari tadi masih terkunci,” lanjutnya lagi. “Baru saja dibuka, dan kami langsung melihat gaun itu sudah rusak.” Ia menoleh singkat ke arah yang lain, meminta dukungan tanpa kata. Beberapa mahasiswa mengangguk pelan sebagai saksi. Tidak ada yang berani menatap Lyra terlalu lama, seakan kerusakan gaun itu juga meninggalkan rasa bersalah di wajah mereka. Lyra terduduk kaku sambil memel

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 67

    Neilson menyapu pandangannya ke seluruh kelas. Para mahasiswa menahan napas, sebagian melipat tangan di depan dada, sebagian lain menunduk sambil berdoa dalam hati. Lyra menggenggam kedua tangannya di atas meja, jantungnya berdebar tak karuan menunggu keputusan.Melihat raut wajah penuh ketegangan itu, Neilson menunduk sejenak lalu mengangkat wajahnya kembali. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya sebelum ia membuka suara.“Semua karya yang ada di ruangan ini,” katanya tenang, “akan tampil di runway show saya.”Beberapa detik kelas sunyi, seolah semua orang mencerna kata-kata itu. Lalu suasana mendadak pecah oleh sorak bahagia yang memenuhi ruangan. Beberapa mahasiswa bertepuk tangan, sebagian lain saling berpelukan, lega karena kerja keras mereka tak berakhir sia-sia, semua karya benar-benar mendapatkan kesempatan yang sama untuk ditampilkan.Wina spontan memeluk Lyra erat. Lyra membalas pelukan itu dengan senyum lebar, matanya berbinar. Akhirnya, karya yang mereka kerjakan dengan s

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 66

    Lyra segera menarik diri dari pelukan Neilson, mundur satu langkah dengan gerakan canggung. Pandangannya tanpa sadar beralih ke dada pria itu yang kini ternodai cairan telur, membuat rasa bersalahnya semakin menekan.“A-aku minta maaf,” ucapnya gugup. Dengan spontan Lyra mengulurkan tangan, berniat membersihkan telur itu tanpa berpikir panjang. Namun, sebelum jemarinya menyentuh dada Neilson lagi, pria itu lebih dulu menangkap pergelangan tangannya.Genggamannya tidak kasar, tetapi cukup kuat untuk menghentikan pergerakan gadis itu. Neilson menatapnya dingin, sorot matanya datar namun tajam.“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanyanya rendah, membuat Lyra kembali membeku di tempatnya.Lyra segera menarik tangannya kembali, jantungnya berdegup tak karuan. “M–maaf … maaf karena bersikap lancang,” ucapnya terbata-bata. Ia menunduk, tak berani menatap Neilson.Pandangannya kemudian beralih ke sekeliling dapur, lalu berhenti pada gulungan tisu di dekat wastafel. Ia segera meraihnya dan menyod

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 65

    Lyra melirik layar ponselnya sekali lagi. Aplikasi taksi daring itu masih menampilkan status pencarian, tak ada perubahan meski waktu terus berjalan. Ia menghela napas pelan, lalu menurunkan ponselnya seolah sudah mengambil keputusan.Tanpa berkata apa pun, Lyra melangkah mendekati Neilson. Pria itu sudah membukakan pintu mobil untuknya, berdiri di samping dengan sikap tenang. Ia masuk ke dalam mobil dengan gerakan hati-hati.Dari balik kaca jendela, pandangan Lyra mengikuti langkah Neilson yang memutar ke sisi pengemudi. Pandangannya tak lepas sampai pria itu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil dengan gerakan tenang.Begitu suara pintu tertutup terdengar, Lyra tanpa sadar melirik sekilas ke arah tubuh Neilson, lalu segera mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Ia buru-buru menarik sabuk pengaman dan mengaitkannya sendiri. Tangannya sedikit gemetar saat mengaitkannya. Ingatan tentang kejadian kemarin masih terlalu jelas di kepalanya, membuat dadanya terasa kacau. Ia tak ingin

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 64

    Setelah kelas berakhir, Lyra menghampiri dosennya untuk meminta maaf sekali lagi karena datang terlambat. Ia mengucapkan terima kasih saat dosen itu memberinya keringanan dan menerima penjelasannya tanpa memperpanjang persoalan. Setelah merasa lega, ia akhirnya keluar dari ruang kelas.Lyra berjalan bersama Wina menuju kantin. Namun, langkahnya melambat di lorong saat tanpa sengaja berpapasan dengan Neilson yang berjalan dari arah berlawanan.Neilson meliriknya sekilas. “Ke ruanganku sekarang,” katanya singkat tanpa menghentikan langkahnya. Ia melewati Lyra begitu saja, sama sekali tak menoleh lagi.Lyra terdiam sesaat sebelum menoleh ke arah Wina. Ia tersenyum tipis, seolah meminta pengertian. “Kamu ke kantin duluan saja,” ujarnya pelan. “Aku menyusul setelah kembali dari ruangan Mr.Neil.”Wina mengangguk tanpa banyak tanya, lalu melangkah pergi. Lyra berbalik memandang ke belakang, menatap punggung Neilson yang semakin menjauh. Dengan langkah cepat, ia pun menyusul pria itu menuju r

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 63

    Grey mengangkat sebelah alis, mengikuti arah tatapan Neilson yang tajam. Ia segera mengangkat kedua tangan, melepaskan rangkulan sekaligus cubitannya tanpa sedikit pun perlawanan. Bukannya merasa takut, senyum puas justru terukir di wajahnya, seolah menikmati dengan sengaja ekspresi kesal kakaknya. “Kamu tidak ada kelas?” tanya Neilson dingin sambil mengalihkan tatapannya ke arah Lyra. Nada suaranya datar, tetapi cukup tajam untuk membuat gadis itu tersentak. Lyra tersadar seketika bahwa ia memang sudah terlambat sejak tadi. Ia terlalu larut dalam situasi barusan sampai benar-benar melupakan waktu dan kelas yang seharusnya sudah selesai. “A–aku terlambat,” ucapnya singkat, wajahnya sedikit panik. Lyra menoleh ke arah Grey dan sedikit membungkuk. “Terima kasih sudah mengantarku,” katanya cepat. Tanpa menunggu respons, ia langsung berlari masuk ke gedung kampus, meninggalkan kecanggungan di belakangnya. Tanpa menunggu balasan, ia langsung berlari masuk ke gedung kampus, meningg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status