Share

Bab 53

Author: Sherlys01
last update publish date: 2025-10-24 19:00:39

Eva mendongak dan wajahnya terlihat sedih, "kenapa kamu nggak bilang? Seharusnya kamu nggak perlu menanggung rasa sakit itu sendirian. Seandainya kamu kasih tahu aku hal ini, bisa saja aku coba memelukmu setiap malam..."

William terkekeh kecil, lalu mengusap pipi Eva, "karena aku nggak mau membuatmu khawatir. Aku nggak mau kalau masalahku ini malah membebanimu."

Eva menggelengkan kepalanya, "enggak akan membebani. Aku juga nggak mau kalau keadaanku ini malah membuatmu menderita.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 218

    Michael langsung bangkit berdiri. "Apa-apaan nada bicaramu itu, hah? Masih saja bersikap nggak sopan di hadapan orang tua!"William tidak mengubrisnya sama sekali, bahkan ia tidak menoleh sedikit pun. Pandangannya masih lurus ke arah kakek. "Kakek, kenapa Kakek nggak beri tahu aku kalau akan ada perkumpulan keluarga?"Kakek tersenyum tipis. "Kalau Kakek kasih tahu, kamu pasti nggak mau datang ke sini."William memicingkan matanya. "Jadi Kakek sengaja?"Karena merasa diabaikan, Michael mulai naik darah dan menunjuk William. "Hei, anak kurang ajar! Aku sedang berbicara denganmu!"William menatap Michael dengan tajam. "Lalu? Aku sedang berbicara dengan kakek di sini. Apa Anda tidak bisa lihat?""Kamu—"Kakek menghentakkan tongkatnya. "Sudah, diam dulu. Kenapa sih kamu itu selalu berisik setiap kali bertemu dengan anakmu sendiri?"Michael menoleh ke arah Kakek. "Ayaahh! Apa ayah nggak lihat bagaimana anak itu berbicara

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 217

    Di malam hari, William dan Eva masih belum tertidur. William sedang bersandar di kepala kasur sambil mengusap lembut kepala Eva yang berada di dadanya. "Sayang," ucap William dengan lembut.Eva menaikkan alisnya. "Hm?""Kakek minta kita untuk datang ke vila besok pagi. Kamu mau ikut, kan?"Eva mengangguk. "Tentu saja. Aku juga sudah kangen sama Kakek dan mau lihat keadaannya juga. Semoga saja Kakek nggak terlarut dalam kesedihan begitu lama."William mengecup lembut puncak kepala Eva. "Kakek itu orang yang sangat kuat dan juga tegar. Jadi aku yakin kalau Kakek bisa menerimanya."Eva tersenyum tipis. Ia sangat menikmati setiap sentuhan William dan dapat membuatnya menjadi lebih tenang. Ia menggesekkan kepalanya di dada William."Tapi aku jadi kepikiran… kenapa Kakek mau bertemu dengan kita, ya? Entah kenapa rasanya agak tiba-tiba…" William tidak langsung menjawab. "Mungkin untuk keperluan warisan. Sekarang Nenek sudah nggak ada, jadi ada kemungkinan kalau Kakek juga ingin menyelesaik

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 216

    Setelah perkuliahan selesai, Eva mengunjungi ruang kelas tempat berkumpulnya tim Aetherion. Di sana, sudah berkumpul semua anggota tim dan saling berdiskusi di meja panjang.Rico mengeluarkan ponselnya. "Aku sudah mendaftarkan tim kita kepada panitia. Aku juga sudah mendapatkan bocoran dari beberapa tim yang akan ikut serta nanti."Aprilia menaikkan kedua alisnya. "Oh ya? Dari mana kamu mendapatkannya?""Tentu saja dari website mereka. Belum lama ini sudah muncul sebuah website yang membahas seputar informasi mengenai turnamen nanti. Sudah dibaca oleh puluhan ribu orang."Semua orang menoleh ke arah Rico."Seriusan?" ucap Aprilia dengan dahi berkerut.Anggota keempat menggaruk kepalanya dengan kasar. "Berarti nanti kita jadi tontonan dari seluruh dunia, dong?"Rico menghembuskan napas panjang. "Bukan itu yang jadi masalahnya, tapi ini..." Ia memperlihatkan layar ponselnya kepada anggota yang lain.Eva memiringkan kepalanya. "Apa itu?"Di layar ponsel itu menampilkan sebuah logo yang b

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 215

    Di kampus, Eva masih mengikuti kegiatan perkuliahan. Walaupun pengajuan cutinya sudah diterima, ia masih mengikuti semua kegiatan kampus sampai akhir bulan. Meskipun demikian, Eva tetap menikmati seluruh pembelajaran mata kuliahnya.Seusai mata kuliah pertama, Eva dan Clara pergi ke kantin untuk makan bersama di tempat duduk favoritnya. Selama di kampus, Eva masih melihat adanya tatapan sinis ke arahnya, tetapi hal ini masih jauh lebih baik dibandingkan dengan masalah-masalah yang sudah ia hadapi. Ia yakin bahwa masalah ini akan menghilang seiring berjalannya waktu.Clara menyuap makanannya. "Sudah lama ya kita nggak makan bareng begini."Eva mengangguk. "Iya, entah sudah berapa lama sejak terakhir kali kita mengobrol.""Oh ya, bagaimana dengan pengajuan cutimu?"Eva menelan makanannya. "Sudah diterima. Mulai bulan depan, aku sudah bisa cuti."Pergerakan tangan Clara langsung berhenti di udara. "Begitu, ya… berarti mulai bulan depan,

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 214

    Malam hari, pukul 10. Eva sudah tertidur di kamar, sedangkan William masih membuka matanya. Ia memperhatikan wajah Eva dengan tersenyum. Bahunya bergerak naik turun mengikuti napasnya yang teratur.Begitu ia yakin kalau Eva sudah tertidur dengan nyenyak, ia perlahan-lahan turun dari kasur dan pergi keluar kamar. William duduk di ruang kerjanya dan langsung membuka laptop miliknya. Tangan kanannya memegang sebuah ponsel, lalu menerima panggilan.Terdengar suara yang sangat familiar dari seberang telepon.'Yooo, malam, Bro! Gimana keadaanmu sekarang?'"Biasa-biasa saja. Bagaimana hasilnya?"Surya mendecak. 'Kamu ini kenapa terlalu to the point banget, sih? Sekali-kali sapalah sahabatmu ini…'"Untuk apa aku sapa? Bahkan suaramu saja masih ceria seperti biasa."Perkataan itu membuat Surya seperti tertusuk. 'Aduh… dingin sekali kata-katamu ini… awas saja ya, nanti aku bakal adukan hal ini pada kakak ipar. Lihat s

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 213

    Eva menunduk sedih. Ia merasa bingung harus berkata apa lagi. Tetapi William juga tidak memaksanya untuk langsung berbicara. Ia hanya menangkup wajah Eva dengan tangan besarnya dan mengusapnya lembut.Ia mengusap wajah Eva dengan lembut dan penuh perhatian. Seolah-olah ingin mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan dia tidak sendiri. Sentuhan ini membuat Eva menghembuskan napas gemetar."Maaf…" ucap Eva akhirnya. "Aku jadi salah tingkah begini."William menggelengkan kepalanya. "Nggak apa-apa. Aku juga tahu kalau kamu masih perlu waktu untuk memproses semuanya. Kamu sudah melewati banyak hal dengan baik."Eva perlahan-lahan menatap William. Padahal dia sendiri juga baru saja mengalami kehilangan seseorang yang ia sayangi, tetapi pria ini masih bisa bersikap tegar dan menghibur dirinya. Bayangan akan malam itu mulai memenuhi pikirannya, di mana William hanya duduk sendirian saja di ruangan yang gelap.William yang di saat itu d

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 208

    Di sebuah lorong, di depan ruang ICU. William sedang duduk di salah satu kursi. Sedangkan Eva sedang tertidur pulas di pangkuannya. William mengusap rambut Eva dengan lembut.Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel miliknya. William mengangkat telepon tersebut dan terdengar suara Surya dar

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 207

    Eva menatap William dengan rasa penasaran yang tinggi. "Apa ... hasil yang sudah kamu temukan?"William diam sejenak. Tidak lama kemudian, ia menghembuskan napasnya. "Saat ibuku sedang sekarat, ada seseorang yang ingin melahirkan tetapi sedang kekurangan darah, sehingga proses melahirkan

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 206

    Setelah kondisi nenek sudah mulai stabil kembali, William mengajak Eva berjalan-jalan di taman. Mereka berdua memutari taman tersebut yang memiliki banyak bunga-bunga yang indah. William mendorong kursi roda Eva ke tempat bunga-bunga yang sangat disukai oleh istrinya tersebut.Begitu sampa

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 205

    Sophia langsung terdiam. Ia merasa takut jika kakek tersebut sudah marah. Padahal dirinya sudah lama berada di keluarga Vanderbilt, tetapi ia tetap kesulitan untuk membujuk ataupun menyenangkan kakek ini, apalagi neneknya. Jika ia bertindak lebih jauh, bisa saja ia diusir dari keluarga ini dan ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status