Share

Bab 53

Penulis: Sherlys01
last update Tanggal publikasi: 2025-10-24 19:00:39

Eva mendongak dan wajahnya terlihat sedih, "kenapa kamu nggak bilang? Seharusnya kamu nggak perlu menanggung rasa sakit itu sendirian. Seandainya kamu kasih tahu aku hal ini, bisa saja aku coba memelukmu setiap malam..."

William terkekeh kecil, lalu mengusap pipi Eva, "karena aku nggak mau membuatmu khawatir. Aku nggak mau kalau masalahku ini malah membebanimu."

Eva menggelengkan kepalanya, "enggak akan membebani. Aku juga nggak mau kalau keadaanku ini malah membuatmu menderita.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 253

    William menunggu jawaban Nathan dengan sabar. Ia sengaja memberikan sedikit waktu untuk Nathan berbicara karena ia tahu bahwa hari ini adalah pertemuan pertama mereka secara pribadi. Ia yakin kalau Nathan juga merasa sangat gugup.Nathan mengusap punggung tangannya yang semakin berkeringat. Bahkan ia juga tidak berani menatap William secara langsung. Butuh waktu sedikit lama hingga akhirnya ia berhasil mengumpulkan semua keberaniannya."Itu karena… aku ingin tahu lebih banyak tentang Kakak."William menaikkan sebelah alisnya."A-aku tahu kalau tindakanku ini mungkin membuat Kakak merasa nggak nyaman. Tapi percayalah, aku mencari tahu informasi Kakak hanya untuk keperluan pribadi, seperti..."Nathan diam sejenak. Ia menelan ludahnya sendiri. "Seperti… bagaimana cara Kakak menghadapi masalah seorang diri?"Nathan merasakan jantungnya semakin berdebar kencang. Ia sudah bersusah payah untuk menyiapkan kata-kata yang tidak menyinggu

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 252

    Beberapa hari sebelum pertemuan dengan investor di perusahaan Vander Corp., William berada di sebuah ruangan VIP di restoran yang terkenal akan kemewahannya. Ia sedang duduk di meja yang tidak terlalu besar yang terletak di dekat pintu. Ia sedang mengetik laporan penelitian di laptopnya. Pandangannya lurus ke arah layar laptop dan ia juga mengenakan sebuah kacamata yang dilengkapi dengan pelindung sinar UV.Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka. William melirik ke arahnya sekilas, lalu pandangannya beralih kembali ke arah layar laptopnya. Seseorang datang mendekat ke mejanya."Aku sudah datang, Kakak. Kau sudah lama menungguku?"William tidak langsung menjawab. Ia menekan tombol sleep pada laptopnya, kemudian menutupnya. "Nggak juga. Aku juga baru sampai di sini sekitar 10 menit yang lalu.""Baru sampai tapi sudah sibuk dengan penelitianmu, eh?"William melepaskan kacamatanya. "Kenapa masih berdiri? Kamu mau kita ngobrol sambil berdiri

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 251

    Di depan ruang meeting, Michael merapikan jasnya. Senyuman tipis terlihat di wajahnya. Setelah sekian lama, akhirnya hari yang ia tunggu-tunggu telah tiba. Hari di mana semua rencananya akan berjalan dengan lancar dan hanya memerlukan satu langkah lagi."Kalau semua berjalan dengan lancar, akan kupastikan kamu juga akan mendapatkan bonus tambahan dariku. Jadi, kamu juga bekerjalah dengan baik," ucap Michael, sambil menoleh ke belakang dari balik bahu.Seorang asisten yang berdiri di belakang Michael hanya mengangguk dan tersenyum kecut. Entah apa yang ada di pikirannya, ia hanya menatap Michael dengan datar saja. Tidak ada ekspresi senang ataupun semangat karena bosnya akan memberinya bonus.Namun, Michael tidak memedulikan hal itu. Ia sudah terbiasa dengan sifat pendiam sang asisten. Selama asistennya sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik, baginya itu sudah cukup. Ia tidak peduli pada hal-hal yang ada di luar pekerjaannya."Ayo, kita masuk."

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 250

    "Sial! Apa anak itu sama sekali belum melakukan pergerakan apa pun?"Michael melempar tablet miliknya ke atas meja kerjanya, merasa kesal karena ia masih belum menemukan tanda-tanda pergerakan dari William. Sudah beberapa hari ini ia terus mengawasi William secara diam-diam. Namun, hal-hal yang ia temukan hanyalah kepergiannya ke pasar, mal, maupun tempat-tempat umum lainnya.Michael menoleh ke arah lain. "Atau jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku sedang mengawasi gerak-geriknya?"Di detik berikutnya, Michael menggelengkan kepalanya. "Nggak. Itu nggak mungkin. Dia itu hanyalah anak yang jarang sekali bersosialisasi dengan orang lain.""Bisa dipastikan kalau dia nggak punya kenalan yang memiliki kemampuan intel yang hebat. Hanya seorang dosen biasa saja… pasti kenalannya juga nggak jauh-jauh dari seorang profesor, kan?"Michael bangkit berdiri dan hendak keluar dari ruang kantornya. Begitu ia hampir sampai di dekat pintu, pintu itu tiba-tib

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 249

    Di tengah malam, William sedang tertidur di meja kerjanya. Ia terbangun karena mendengar suara petir yang menyambar dengan kencang. Ia mengerjapkan matanya, lalu melihat ke sekeliling. William mengernyitkan dahinya, lalu memegang kepalanya yang mulai berdenyut."Sepertinya… aku ketiduran dalam waktu yang cukup lama," gumamnya pelan.William menoleh ke arah meja kerjanya yang penuh dengan lembaran kertas penelitian ataupun jurnal. Laptopnya pun masih menyala dan menampilkan penulisan-penulisannya tentang penelitiannya yang hendak dilakukan di masa yang akan datang. Ia merapikan mejanya dan menekan tombol sleep mode pada laptopnya karena ia masih memerlukannya ketika hari sudah pagi nanti.Seusai membereskan meja, William masuk ke dalam kamar. Begitu pintu kamar terbuka, alangkah terkejutnya dirinya saat melihat Eva tidak ada di kasurnya, melainkan ada di sudut kamar—sebelah kasur— sambil memeluk bantal dengan erat. Napasnya terengah-engah. Mata

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 248

    Di kediaman keluarga Brown, Chloe sedang duduk di sofa ruang tamu. Ia sedang menunggu kabar dari sang ibu. Apakah ibunya berhasil membujuk ayahnya untuk mempertemukan mereka dengan seorang pewaris keluarga Vanderbilt?Chloe menggoyangkan kakinya. Ia sesekali juga melirik ke arah arlojinya yang terbalut di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul empat sore. Ia mendengus kecil."Sudah jam segini, kenapa Ibu masih belum pulang juga, sih?"Beberapa detik kemudian, terdengar suara pintu rumah terbuka. Chloe langsung menoleh ke belakang dari balik bahunya. Terlihat Amelia sedang menaruh sepatu hak tingginya di rak sepatu. Chloe, yang merasa senang akan kepulangan ibunya, langsung menghampirinya."Ibu! Akhirnya Ibu pulang juga. Bagaimana keadaannya di sana? Ayah mau membantu kita, kan?"Amelia melirik sekilas ke arah Chloe. Ekspresinya terlihat datar, tetapi terdapat kekesalan dalam sorot matanya. Ia menghembuskan napas panjang."Nanti saja ki

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 59

    Eva berpikir sejenak, "hm... bagaimana kalau kita pergi Aquarium? Aku sebenarnya suka lihat ikan sejak kecil, tapi nggak pernah pergi ke Aquarium."William mengangguk, "boleh. Kalau begitu, aku akan mengajakmu pergi ke Aquarium terbesar di kota ini, jadi kamu bisa lihat-lihat sampai puas,

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 58

    "Nggak mau jelasin? Hm?"William terdiam, bola matanya bergerak ke arah kotak rokok dan beralih lagi ke arah tatapan Eva. William akhirnya menyerah, ia tersenyum tak berdaya."Ternyata... ketahuan juga ya?"Mendengar pengakuan dari William, dahi Eva langsung berkerut, "sayang

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 57

    "Jam tangan?" Clara melirik ke arah lain, "ohh, maksudmu jam tangan untuk pak William?"Eva mengangguk."Kenapa? Kamu mau beli?""Iya. Kebetulan tadi pagi hadiahnya sudah masuk ke rekeningku, jadi aku bisa beli juga. Tapi di akhir pekan nanti 'kan, pak William mau ajak aku jalan-jalan, kalau aku be

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 56

    Sesampanya di ruangan Ekskul MoLa, Eva segera menghampiri Rico dan anggota yang lainnya. Rico yang melihat kedatangan Eva langsung datang menghampirinya."Halo, Eva. Gimana kabarmu?"Eva tersenyum tipis, "kabarku baik-baik saja. Kalian lagi ngapain saja disini?""Kami lagi be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status