FAZER LOGINBagaimana jika kamu terjebak dalam pilihan sulit. Antara keselamatan anggota keluargamu atau masa depanmu. Antara kasih sayang keluarga atau kebencian orang asing. Penasaran baca aja males bikin deskripsi *.*
Ver maisSementara itu, di rumah sakit yang sama. Geovano termenung cukup lama. Matanya menyorot datar pada gerombolan keluarganya yang mengerubungi tubuh kaku kakek kesayangannya. Hatinya berusaha menolak kenyataan pahit yang ia terima, tetapi perasaan kesedihan seolah tidak bereaksi. Tersembunyi dengan dirinya yang perlahan kesulitan menghirup oksigen.Geovano tidak pernah mengerti kenapa salah satu kebahagiaannya harus mengalami nasib yang begitu buruk dihari ulangtahunnya. Dimana seharusnya mereka berkumpul dan mengungkapkan banyak doa baik untuk dirinya seperti tahun-tahun sebelumnya, namun kini justru berkumpul karena merelakan salah satunya.Abraham baru saja kembali dari luar kota setelah menerima kabar bahwa kakeknya meninggal. Masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi anggota keluarga, sorot matanya justru beralih pada Geovano yang terdiam disudut ruangan tanpa ada yang memperdulikan keberadaan lelaki tersebut. Abraham menghembuskan napas panjang sebelum memilih berjalan ke arah sepupunya
5 tahun silam .…Mengenakan pakaian kuli seperti biasa, Jonas tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah hari terakhir ia melihat keluarga kecilnya yang bahagia.Diliputi kemiskinan tidak lantas membuat mereka menyerah, sebaliknya Jonas berusaha mencukupi segala kebutuhan meski tubuhnya hampir tidak mampu menahan beban tanggungjawab sebagai suami juga ayah bagi 2 anaknya.Jonas, pria berusia awal lima puluhan itu masih bisa menikmati kopi panas buatan istri tercinta meski sebelumnya perempuan itu mengeluh tidak memiliki uang untuk membayar bulanan sekolah putri mereka, juga beberapa bahan di dapur yang kosong. Namun Jonas seolah tidak tergesa-gesa untuk segera mencari bantuan, ia justru mencoba meredakan emosi sesaat istrinya dan meminta bersabar karena hari itu, gaji dari kuli selama sebulan pertamanya akan cair.Berangkat dengan hati yang cukup gembira karena akhirnya ada harapan untuk mendapatkan uang, Jonas berjanji kepada putri pertamanya untuk membelikan sebuah boneka yang telah
Abraham memahami maksud dan tujuan Geovano, tapi ia masih memiliki keraguan. “Jadi, kamu mau menyelidiki anak sopir itu?”Geovano mengangguk yakin. “Kamu ragu karena dia tidak termasuk keluarga kita, padahal sopir itu telah bekerja pada kakek saat kita masih sekolah.”Abraham menghembuskan napas pasrah. Jika sudah seperti ini, Geovano tidak bisa dibantah. Lagipula, tujuan Geovano tidak termasuk melanggar batas, apalagi menyelidiki kasus kakek mereka yang mengalami kecelakaan secara mendadak.“Tidak ada salahnya. Aku akan mengikuti permainanmu.”Geovano tersenyum menang. Abraham bukan tipe orang yang mudah yakin dengan keputusan, itu mengapa Geovano selalu menjabarkan maksud dan tujuan. Meski sebenarnya 11 12 dengan Abraham, Geovano masih sedikit lebih unggul tentang prinsip diri.“Lanjutkan pekerjaan lebih dulu. Aku akan memikirkan cara lain untuk mempermudah penyelidikan kita.”Abraham mengangguk saja. Ia paling tidak suka terlalu berpikir trik-trik aneh seperti yang Geovano gemari.
Senyuman tidak pernah terkikis dari bibir Geovano. Pria itu semakin bersemangat menjalani hari setelah pagi ini mendapatkan banyak dukungan untuk cintanya terhadap Alena. Diakui atau tidak, Geovano belum melakukan apapun tetapi semangatnya sudah membara. Seumur hidup, baru kali ini Geovano begitu bersemangat menjalani hari.Beberapa karyawan yang dilewati Geovano juga terheran-heran. Bukan apa-apa, pria itu hampir jarang memperlihatkan senyuman secerah itu kepada orang lain apalagi orang kantor. Sangat aneh dipandangan mereka dan keheranan itu perlahan berubah menjadi sumber ketakutan.“Pak Geo tidak makan sesuatu yang salah, kan?”Ivve, ketua bagian pemasaran menarik Abraham yang berjalan di belakang tidak jauh dari Geovano. Sekedar mencari tahu bagian mana yang salah dari keanehan Geovano hari ini.Abraham tersenyum kaku. “Aku baru melihatnya beberapa menit yang lalu sebelum masuk. Sepertinya suasana hatinya saaaangat baik sehingga terjadilah hal di luar kendali.”Ivve menutup mulut
Rose menggeleng. “Saya tidak tahu kemana nyonya pergi.”Geovano mengangguk dan meminta Rose segera pergi. Alena benar-benar selalu mencari masalah dengannya. Tidak bisakah gadis itu berdiam diri dan menikmati semua fasilitas yang ada di dalam rumahnya tanpa melakukan sesuatu yang membuat Geovano be
Alena mengernyitkan kening. Jadi … Geovano mengajaknya ke rumah keluarganya?Alena segera turun dan mengikuti pelayan yang menjemputnya. Bisa dilihatnya rumah mewah milik keluarga Geovano yang bahkan lebih luas dari rumah yang Geovano tinggali. Pria itu benar-benar kaya!Alena tersenyum kaku begitu
“Ibu, kemana kakak? Dia belum kembali sejak kemarin.”Danastri, perempuan berusia 45 tahun itu mengambilkan sepotong paha ayam ke piring Freya sembari berujar, “Kakakmu mungkin tidak kembali. Makanlah. Ibu sudah berusaha menghubunginya tapi tidak kunjung dijawab.”Freya sedikit tidak percaya tapi i
“Luna.”Pelayan yang baru saja keluar dari kamar majikannya itu menoleh dan mendapati pelayan utama yang memanggilnya. “Ya, Rose?”“Apa nyonya beristirahat?”“Ya, baru saja tertidur setelah melihat kami bekerja.”Rose tampak manggut-manggut dengan jawaban Luna. “Baiklah, kau bisa pergi.”Luna kemud












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.