Accueil / Zaman Kuno / Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai / Bab 28. Akulah Duchess yang Sebenarnya

Partager

Bab 28. Akulah Duchess yang Sebenarnya

Auteur: Te Anastasia
last update Date de publication: 2026-02-28 17:14:35

"Tuan Duke, maafkan saya. Apa yang harus saya lakukan? Saya benar-benar tidak tahu apa-apa. Sekarang ini malah Nyonya Duchess yang marah pada Anda."

Luciana bertingkah sok kebingungan atas kemarahan Alice pada Allard. Topengnya yang tebal menutup karakter aslinya yang menyebalkan.

Gadis itu ingin melihat bagaimana respon Allard. Tetapi dibela sejauh ini oleh Allard, itu semua sudah cukup menjadi kemenangan untuk Luciana atas melawan Alice.

Melihat Allard yang tetap diam, Luciana meraih le
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Elis Sulistianty
kasian si Xander hya di manfaatkan ma si luci
goodnovel comment avatar
Bayybyy chee
(⁠。⁠ŏ⁠﹏⁠ŏ⁠)(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠✧⁠*⁠。
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai   UJUNG KISAH YANG BAHAGIA

    Kabar kelahiran anak kembar putra mahkota Raszberg sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Di hari pertama, kerajaan Raszberg diserbu oleh hadiah-hadiah dari para warga Raszberg hingga luar desa. Para warga membawakan hasil panen mereka, membawakan buah-buahan, bunga, hingga hadiah-hadiah lainnya atas kebahagiaan yang mereka turut rasakan. Raja dan ratu, juga keluarga kerajaan lainnya sangat terheran-heran dengan antusiasnya para warga. Semua adalah bukti kebaikan yang selama ini Alice tanamkan untuk semua orang. "Hadiah terus berdatangan, Yang Mulia ... gudang penyimpanan makanan sampai penuh," ujar Madam Becta melapor pada Ratu Caroline yang sedang bersama Raja Ronan menemani Alice dan bayinya. Allard yang berada di sana, pria itu menatap Madam Becta. "Perintahkan koki untuk memasak dengan porsi yang besar, untuk memberi makan para warga yang datang," ujarnya. "Baik, Yang Mulia." Madam Becta segera bergegas kembali pergi meninggalkan ruangan itu dan mengerjakan perintah All

  • Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai   Bab 437. Kelahiran si Kembar Arthur dan Archer

    Setelah semua orang menunggu di depan pintu kamar dengan wajah cemas dan khawatir yang tak terbendung. Tak lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang sangat keras. Suara itu membuat Allard terkesiap, seolah seluruh kekuatannya seperti dicabut paksa. "Ayah! Itu suara bayi menangis! Adik sudah keluar!" pekik Xander dengan mata melebar. Allard terdiam membeku, pasalnya ia masih mendengar suara erangan Alice di dalam sana. "Alice...." Dibandingkan mengkhawatirkan bayinya, Allard justru mengkhawatirkan Alice. Tak lama kemudian disusul suara tangisan bayi lagi yang menggema. "Ya Tuhan," lirih Raja Ronan mengusap wajahnya kasar sambil duduk di sebuah kursi setelah mondar-mandir sejak tadi. Wajahnya dan matanya memerah karena terharu. "Suara tangisannya ramai sekali di dalam, Ayah!" pekik Tricia heboh. "Adik kita benar-benar ada dua, Kak!" "Iya! Asyik ... aku tidak sabar ingin melihat mereka, kira-kira adik laki-laki atau perempuan ya?" gumam Xander penasaran. "Semoga perempu

  • Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai   Bab 436. Hari yang Dinanti-nanti

    Hari sudah larut malam, Alice tidak kunjung bisa tidur. Wanita itu mondar-mandir di dalam kamarnya. Walaupun sang suami menemani, namun Alice tidak kunjung tidur. Ia berjalan ke arah jendela lalu kembali ke meja rias, sesekali meringis memegangi perutnya. Allard pun juga berjalan di belakang Alice, mengikutinya sambil merangkulnya. "Apakah masih sakit, Sayang?" tanyanya, mencekal lembut pundak Alice dari belakang. "Heem. Sakitnya datang dan pergi," jawab Alice mengusap keningnya. Lalu mendongak menatap Allard dan memeluknya. "Tapi tidak apa-apa...." "Istirahat dulu, duduk atau berbaring dulu," bujuk Allard dengan penuh perhatian. Sudah berapa kali Allard meminta Alice untuk minum air putih. "Tidak. Semakin tidak nyaman saat aku duduk dan berbaring. Aku ingin jalan-jalan," pintanya. "Apa tidak semakin sakit nantinya, hm?" Allard membungkukkan badannya di hadapan Alice, pria itu menyilakkan rambut panjang Alice. Sekali lagi Alice menggelengkan kepalanya hingga mau tak mau Allard

  • Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai   Bab 435. Kekhawatiran Allard

    Suasana di istana Raszberg kembali tenang usai kejadian kecelakaan yang menimpa Allard telah berlalu beberapa minggu yang lalu. Di dalam ruangan keluarga di istana putra mahkota, Alice berada di sana ditemani oleh Xander dan Tricia. Kedua anak itu jarang datang ke istana utama, karena mereka mengikuti kegiatan belajar khusus yang Alice jadwalkan untuk mereka sejak awal. Tetapi saat ada waktu luang, Xander dan Tricia akan menghabiskan waktunya seharian bersama Alice dan Allard. "Bu, adik bayinya kapan lahir? Kenapa lama sekali?" tanya Tricia dengan polos sambil mengusap-usap perut Alice. "Iya, Bu. Kami penasaran, mereka ini laki-laki atau perempuan," cicit Xander menempelkan telinganya di perut Alice.Alice tersenyum manis mengusap kepala Xander dan Tricia. "Sepertinya ... adik kalian perempuan," jawab Alice. "Yeay! Asik ... Tricia jadi punya bermain boneka!" seru Tricia heboh. "Yahhh ... padahal kalau laki-laki lebih seru, Bu. Harusnya yang adil, Bu. Kan ada dua, satu perempuan

  • Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai   Bab 434. Dan Sekarang Aku Memelukmu

    Rasa lelah membuat Alice tertidur pulas dari malam hari, hingga ia bangun pukul sembilan pagi di keesokan harinya. Bersama Alice, kini Allard tidur memeluknya. Saat Alice terbangun, Allard belum bangun.Alice terdiam mengerjapkan kedua matanya menatap Allard yang masih lelap di dalam alam mimpinya. "Allard...." Alice berucap tak bersuara. Wanita itu memeluk erat tubuh suaminya. Mengingat kejadian kemarin, Alice benar-benar merasa sangat takut.Setelah ia menyadari lebih dalam lagi tentang hari dan perasaannya, Alice sangat mencintai suaminya. Ia takut kehilangan Allard. "Kenapa masih menangis?" bisikan lembut itu terdengar di telinga Alice bersamaan dengan usapan telapak tangan besar Allard di kepala belakang Alice. "Aku ... aku masih sedih bila mengingat kemarin. Aku takut," lirih Alice membenamkan wajahnya dalam dekapan Allard. Allard mengusap punggung Alice dengan lembut. "Bagaimana bisa ada tanah longsor? Bagaimana bisa kau mengalami luka ini, Allard?" tanya Alice mendongak

  • Duchess Alice, Tuan Duke Tak Ingin Bercerai   Bab 433. Sayang, Maafkan Aku

    "Allard, aku sangat takut ... aku sangat takut kau pergi meninggalkan aku, Allard...." Alice menangis memeluk suaminya. Wanita itu tidak bisa menahan untuk tidak menangis tergugu menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Allard. Di tengah udara yang sangat dingin, Alice berada di hutan di tengah kehamilannya yang besar untuk mencari suaminya. Allard merasa terharu, sekaligus tidak tega dan kaget atas apa yang Alice lakukan di sini demi dirinya. "Aku tidak apa-apa, Sayang," bisik Allard, ia menunduk menangkup kedua pipi Alice dan menatap sepasang mata sembab istrinya. "Allard...." Sambil terisak, Alice mengulurkan tangannya menyentuh kening Allard yang terluka. "Mengapa kau ada di sini, Sayang? Tempat ini berbahaya untukmu. Kau sedang hamil, Alice...." Allard menoleh pada Arshen yang masih memakai mentelnya. "Berikan mantelmu!" Mau tak mau Arshen melepaskannya dan pria itu melepaskan mentel setengah basah yang Alice pakai, lalu menggantikan dengan milik Arshen. "Ayo kita pulang," b

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status