Home / Romansa / Duda Tampan Bertemu Janda Cantik / TERBAYANG SOSOK WANITA CANTIK

Share

TERBAYANG SOSOK WANITA CANTIK

Author: Rini Alnabil
last update Last Updated: 2026-01-24 09:22:12

BAB: 9

TERBAYANG SOSOK WANITA CANTIK

Shankar sedikit memaksa Shenna untuk bisa mengantarkan ke rumahnya karena terlihat Shenna akan memesan sebuah taksi untuk segera pulang dari kafe tersebut. Namun lagi-lagi Shenna menolaknya. Shenna berpikir dia baru saja mengenali lelaki tersebut dan dia pun seakan tidak mau merepotkan Shankar.

"Baik, aku mengerti," dengan kedua tangan yang di rapatkan dan di simpan di dadanya Shankar terlihat meminta maaf kepada Shenna. Shankar pun akhirnya dia memberikan sebuah nomor telepon kepada Shenna.

"Maaf, ini nomor aku dan kalau ada apa-apa boleh kamu hubungiku. Aku khawatir nanti mantan kamu datang ke rumahmu. Nanti kamu hubungi aku ya, setelah kamu tiba di rumah. Maaf kalau tawaranku ini mengganggu pikiranmu," ucap Shankar dengan lirih.

Terlihat Shankar memperlihatkan nomor pribadinya kepada Shenna dan Shenna pun menge-save nomor Shankar di ponselnya.

Shenna hanya tersenyum tipis dan berlalu dari hadapan Shankar.

Nampak setelah sebuah taksi datang menghampiri Shenna, wanita tersebut terlihat menyeret langkah kakinya ke arah taksi tersebut dan sebelumnya dia mengucapkan kata terima kasih kepada Shankar karena sudah menolongnya.

"Sekali lagi terima kasih sudah menolongku," ucap Shenna.

Shankar terlihat tersenyum ragu dan sedih karena dia berpikir, pertemuan dengan Shenna hanya saat ini saja dan dia tidak lagi bertemu dengan wanita yang buat dia tersentuh hatinya walau pandangan pertama.

Shankar menatap punggung Shenna tatkala tubuh indah itu memasuki sebuah mobil taksi. Shankar hanya membuang napas kasar.

Tiba-tiba ponsel Shankar bergetar dan nampak di layar ponsel sang teman Helmi menelepon. Shankar pun terlihat melirik ke arlojinya yang menempel di pergelangan tangan kanannya. Shankar tersentrak karena hari sudah mulai sore dan dia pun sepertinya lupa kalau dia harus bersiap-siap pergi ke acara pernikahan temannya Helmi.

"Kamu dimana Shan--? Kenapa keluar hotel lama banget. Cepat pulang karena kita harus siap-siap pergi ke acara pernikahan," dengan suara serak dan sepertinya Helmi juga baru terbangun dari mimpi indahnya.

Shankar pun dengan cepat berlalu dari kafe tersebut untuk menuju hotel dimana Helmi disana tengah menunggunya.

°°°

Shankar ketika tiba di hotel terlihat dia menceritakan semua kejadian yang baru saja dia alami. Terlihat Helmi mengernyitkan dahinya dan dia seakan heran dibuatnya.

"Cerita kamu persis kayak cerita sinetron. Hahaha---," Helmi terdengar tertawa terbahak.

Shankar menatap heran kepada Helmi seakan kesal dengan tingkah temannya yang menertawakan dirinya begitu puas

"Loh, kenapa persis cerita sinetron? Memangnya ada yang salah." tanya Shankar terdengar ketua karena temannya itu seakan mengejeknya.

"Kamu pikir saja sendiri, wanita pingsan dan setelah itu kamu berkenalan, hehehe--," Helmi tertawa terkekeh sambil merapikan rambutnya yang terlihat berantakan.

Shankar pun terlihat berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dengan masih berpikir dengan ucapan temannya itu.

Terdengar Shankar bernyanyi di dalam kamar mandi dan sepertinya dia tengah bahagia karena perkenalannya dengan wanita cantik. Walau terasa singkat tapi buat hati Shankar berkesan. Shankar sambil menyabuni tubuhnya dia terlihat memejamkan matanya dan mencoba mengingat wajah wanita cantik yang tadi dia temui di sebuah kafe.

Bayangan wanita berwajah cantik tersebut dengan bola mata yang berwarna hitam pekat dan berlesung pipi seakan mengajak Shankar untuk tersenyum dan butuh perlindungan.

Shankar pun membuang napas kasar tatkala bayangan lelaki sang mantan dari Shenna yang tengah menarik kasar tangan dari Shenna. Shankar terlihat mengepalkan tangannya dia seakan kesal dan dihinggapi rasa emosi ingin kembali melakukan bogem mentah.

"Awas saja kalau kamu sakiti lagi wanita itu! Aku akan buat perhitungan," batin Shankar.

Lelaki keturunan India itu kemudian mengguyur tubuhnya di bawah air shower dengan memijat rambut dan tubuhnya.

•••

TOK--

TOK--

"Shan--cepat! Lama banget sih, kayak cewek aja kalau mandi lama," teriak Helmi diluar sana.

Entah Shankar tidak mempedulikan ucapan Helmi atau dia tengah fokus mandi di guyuran shower namun yang jelas dia tengah menikmati semburan air shower yang mengguyur ke tubuh atletisnya, juga sambil membayangkan sosok wanita yang baru saja dia kenal.

~~~

Setengah jam lebih Shankar berada di kamar mandi. Terlihat Helmi menatap sinis kepada temannya itu. Shankar tertawa terbahak melihat sang temannya karena Shankar pun paham kalau Helmi tengah kesal kepada dirinya karena Shankar lama di dalam kamar mandi.

"Maaf, aku tadi sakit perut jadi lama di kamar mandinya. Hehehe--," Shankar memberikan sebuah alasan. Tapi nampak Helmi seakan tidak peduli dengan alasan Shankar.

"Yasudah cepat ganti baju dan aku tunggu di lobi." ucap Helmi sambil berlalu dari dalam kamar hotel dengan bibir cemberut.

Shankar pun nampak melirik ke arah ponselnya karena dia berharap ingin sekali di berikan kabar oleh Shenna. Shankar terlihat menghela napas secara perlahan. Dalam diri Shankar dihinggapi rasa khawatir oleh wanita yang baru saja dia kenal karena dia takut kalau Shenna kembali di sakiti oleh mantan suaminya.

"Harusnya tadi aku minta nomor telepon dari Shenna, bukannya aku yang memberikan nomor duluan. Tapi kayaknya tidak mungkin kalau aku meminta nomornya. Apa mungkin Shenna akan memberikan nomornya padaku, sedangkan kita baru saja kenal." batin Shankar terlihat ragu kalau Shenna akan menghubunginya. Shankar pun duduk di depan meja rias sambil meremas rambutnya dengan kasar.

Shankar terlihat dengan lesu mengambil baju yang berada di dalam lemari yang sudah di siapkan dari semanjak dia datang ke hotel tersebut. Shankar pun seakan malas untuk pergi mengantar Helmi ke acara pernikahan. Shankar melihat arlojinya yang masih belum dia pakai yang tergeletak di meja dan jam saat ini menunjukkan pukul 6 sore. Shankar berpikir masih ada waktu 2 jam untuk pergi ke acara pernikahan karena acara pesta tersebut di adakan pukul 7 malam.

Karena ada waktu yang tersisa Shankar terlihat menyeduh kopi agar pikirannya agak rileks dan tidak terlalu memikirkan Shenna.

TING----

TING----

Beberapa pesan muncul dari ponsel Shankar dan nampak pesan tersebut dari Helmi. Setelah membaca isi pesan tersebut Shankar hanya tertawa lepas dan sedikitpun dia tidak marah atau tersinggung dengan sindiran dan ucapan kesal dan kasar dari temannya itu. Disana terlihat gambar Helmi yang sedang duduk di lobi dan muka yang cemberut karena menunggu Shankar yang lama tidak terlihat.

"Sabar cinta. Hahaha,," Shankar menuliskan sebuah pesan tapi dengan nada lembut namun penuh ejekan.

Sontak Helmi dibuat kesal dengan chat tersebut. Helmi pun langsung menelpon Shankar.

"Sabar ya, aku segera ke bawah. Barusan perutku bermasalah lagi dan kembali ke kamar mandi. Hehehe,," Shankar kembali memberikan sebuah alasan.

"Cepat,,! Cepat,,!"

TUT---- TUT-- TUT----

Sambungan telepon tiba-tiba terputus dari sebrang sana. Dan sepertinya Helmi yang memutuskan sambungan telepon tersebut.

"Aku paling suka buat Helmi kesal karena walaupun kita buat kesalahan kita selalu akur dan tidak pernah saling benci dan bertengkar," batin Shankar tersenyum. Sepertinya dia bangga dan bahagia mempunyai teman yang tidak mudah tersinggung dan peduli terhadapnya dirinya.

"Aku berharap Shenna memberiku kabar," batin Shankar penuh harap.

Bersambung...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    KESAL DAN CEMBURU

    KESAL DAN CEMBURU Shenna terlihat berjalan dengan cepat dan ingin menjauh dari sosok Sherli yang mencoba untuk memaksa dirinya agar masuk ke dalam mobilnya. Entah mengapa terasa berdebar dada Shenna saat ini dan sepertinya dia ketakutan dibuatnya. BRUKBadan Shenna bertabrakan dengan Bagas dan Shenna pun nampak terkejut dengan sosok lelaki yang tengah berada di hadapannya itu, karena lelaki tersebut adalah Bagas. Lelaki yang sudah menjebaknya di dalam kamar hotel. Sementara Bagas hanya tersenyum n4kal ke arah Shenna dan nampak dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Shenna namun terlihat Shenna seakan tidak peduli dan menolaknya."Shenna apa kabar, kamu kok ada di sini?" ucap Bagas terdengar mendekat ke arah Shenna."Jangan mendekat!" Shenna secara perlahan memundurkan langkah kakinya."Kamu jangan sombong, Shenna Sayang," Bagas tertawa terkekeh dan hal tersebut buat Shenna semakin mu4k dibuatnya."Kalau kamu berani macam-macam aku akan teriak," ancam Shenna. "Jangan begi

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    SHENNA BERTEMU SHERLI

    SHENNA BERTEMU SHERLI Shenna nampak sedang berada di dalam mobil travel dan kebetulan mobil yang dia tumpangi kosong, hanya ada tiga orang di sana. Shenna nampak matanya menyusuri perjalanan, sepanjang jalan yang dia tempuh. Shenna tidak mau menyia-nyiakan kesempatan perjalanan ke kota metropolitan itu. Gedung dan apartemen yang menjulang tinggi seakan takjub mata memandang dan perjalanan yang macet menambah suasana jemu, tapi mungkin seru. Karena selama dia tinggal di kota kelahirannya yaitu kota Bandung, di setiap jalan jarang terjadi kemacetan dan suasana terasa sejuk dengan pepohonan berwarna hijau. Beda ketika dia sekarang tengah berada di kota yang panas dan kemacetan lalu lintas terjadi di setiap sudut jalan yang dia lalui. "Neng, udah sampai," ucap sang supir. Mobil yang di tumpangi oleh Shenna pun akhirnya berhenti di seberang sebuah Mall. Shenna terlihat tersenyum ramah ke arah sang supir karena sudah memberitahu dirinya dengan sampainya di tempat tujuan. Shenna terlihat

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    AKAL LICIK

    AKAL LICIKJeevika anak dari Shankar terlihat mengernyitkan dahinya karena dia tengah membaca isi pesan chat dari ponselnya dengan nomor yang tidak dikenal. Sang Papa yaitu Shankar terlihat seperti dihinggapi rasa heran dengan sang anak yang terlihat gelisah dari raut wajahnya. Kemudian Shankar pun menghampiri sang anak yang sedang duduk di teras halaman rumah."Anak Papa lagi ngapain?" Shankar mencium lembut kening sang anak. Terlihat Jee memberikan ponselnya kepada sang Papa lalu memperlihatkan isi pesan chat yang ditulis oleh nomor yang tidak di kenal. Nampak Shankar terlihat kesal dengan pesan yang tertulis di sana. "Jee anak manis dan juga cantik. Jee harus hati-hati karena Papa sekarang sedang dekat dengan wanita dan siapa tahu wanita tersebut merebut hati Papa sepenuhnya dan akhirnya Jee tidak diberikan kasih sayang lagi oleh Papa," terlihat pesan tersebut dibaca oleh Shankar dari ponsel Jee. Terasa mendidih darah Shankar saat membaca isi pesan tersebut karena isi pesan terse

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA

    PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA Shankar mendekap tubuh Shenna begitu erat tatkala berada di rumah Tante Jessi. Rasa rindu yang membuncah yang mereka pendam selama ini akhirnya tertumpahkan juga. Tante Jessi yang tengah melihat kedua sepasang kekasih yang sedang meluapkan kerinduannya seakan haru dibuatnya. Sang Tante seakan merasakan kegundahan hati dari kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu. Kemudian Tante Jessi pun melengos ke belakang untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamu spesialnya. Walaupun ada ART, tapi sang Tante seakan ingin memperlakukan tamunya dengan sambutan dia yang istimewa.Shankar dan juga Shenna terlihat duduk di atas kursi sofa. Keduanya nampak tersenyum dan terharu karena sudah lama tidak bertemu. Shankar memandang lekat ke arah sang kekasih dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sementara Shenna pandangan matanya menunduk dan terlihat tersipu malu. Pikiran Shenna sepertinya sedang berkecamuk tidak karuan karena dia tengah memikirkan para lelaki hid

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    SHENNA DI JEBAK

    SHENNA DI JEBAK"Oke, baiklah saya akan datang," ucap Shenna di sambungan teleponnya, ketika Bagas meneleponnya dan menjanjikan akan kembali memberikan Shenna kerjaan, yaitu menjadi model gaun pengantin produk temannya yang seorang desainer.Terlihat Shenna dandan begitu cantik karena akan bertemu dengan relasi bisnisnya dan dia tidak mau mengecewakan rekan bisnisnya tersebut. Singkat cerita tatkala sudah tiba di lokasi yaitu sebuah restoran nampak Bagas sudah duduk. Bagas pun terlihat begitu tampan dan berpakaian rapi. Shenna duduk di hadapan Bagas dan Bagas pun terlihat memanggil pelayan restoran untuk memesan minuman dan makanan. Bagas pamit dan terlihat melengos ke belakang dengan mengikuti pelayan tersebut. Sebelum pamit Bagas tersenyum lebar ke arah Shenna dan berkata. "Temanku akan datang sekitar 1 jam lagi karena perjalanan macet," ucap Bagas berbohong. Shenna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. °°°°"Silahkan!" Sang pelayan menyimpan pesanan di atas meja.

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    SHERLI KESAL

    SHERLI KESALShankar di sambungan teleponnya menghujani berbagai pertanyaan kepada Shenna dan sepertinya Shenna pun dibuat bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Shankar, karena kekasihnya tersebut seakan cemburu dan mengulangi pertanyaan yang sama. Padahal Shenna sudah berkata jujur kalau dirinya sudah memperagakan baju rancangan Elizabeth."Sayang, kamu tidak bohong kan sama aku?" tanya Shankar.Mungkin dalam hati yang paling dalam, sejujurnya Shankar sangat cemburu dengan foto gambar yang di kirim oleh nomor yang tidak dikenal. Tapi dia pun seakan menyadari kalau nomor tersebut adalah nomor Sherli. Foto Shenna yang terlihat mesra dan Bagas yang tengah menyenderkan kepalanya ke arah bahu Shenna. Tapi Shankar pun sepertinya akan lebih hati-hati, dia tidak mau gegabah untuk menuduh Shenna karena dia tahu sifat dari mantan tunangannya seperti apa. Sherli sosok yang licik dan Shankar sudah berpikir kalau ini hanya sebuah jebakan. Shankar berpikir Bagas dan Sherli punya rencana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status