Compartir

Ciuman yang Membakar

Autor: Rainey Alta
last update Fecha de publicación: 2026-06-19 08:00:32

Wajah Roselyn seketika memanas. Ia buru-buru melonggarkan pelukan, lalu mendongak. 

Tampak sepasang mata merah yang menatap balik dengan ekspresi yang berusaha keras tampak biasa saja. Namun, tubuh pria itu menolak. Kedua telinganya merah seketika.

Kaelus pun menunduk perlahan. Jarak mereka menyusut, hingga napasnya yang hangat sudah bisa dirasakan Roselyn di ujung

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Pagi Usai Penyatuan

    Ketika binar mentari pagi menyelinap di antara celah pembatas sihir di langit menara, Roselyn perlahan membuka mata. Sentuhan hangat sinar matahari terasa lembut.Sontak rasa nyeri di area pinggang, mengingatkan Roselyn pada kegilaan manis yang mereka lalui di bawah hamparan bintang semalam. Sambil mengulas senyum tipis, Roselyn mengulurkan tangan, meraba sisi ranjang di sebelah.Kosong. Kasur di sisi itu sudah mendingin.Wanita itu buru-buru duduk tubuh dan duduk. Semburat kekecewaan terpancar di matanya. Sejenak ia berpikir jika dirinya telah ditinggal sendiri usai bercinta, sama seperti di kehidupan sebelumnya.Sret.Roselyn menoleh ke suara tersebut. Setangkai bunga mawar merah yang mekar sempurna, dengan kelopak ya

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Malam Pengantin

    Langkah kaki Kaelus dan Roselyn tampak beriringan. Mereka terburu-buru menyusuri tangga melingkar di sudut terdalam kastil.Roselyn sesekali harus mengangkat sedikit gaun birunya agar tidak tersandung, sementara tangan kekar Kaelus menggenggam jemarinya dengan erat. Mereka terus naik.Wanita berambut cokelat itu berhenti sejenak, menengok ke celah kotak di dinding, terlihat menara pengawas dari luar. Padahal tempat itu merupakan batas tempat tertinggi yang bisa diakses oleh para prajurit."Kael, apa masih jauh?"“Kau lelah, Rose? Mau aku gendong?"“Ti–tidak usah." Sang Grand Duchess memalingkan wajah, tetapi suaminya dapat melihat jelas telinganya memerah.

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Dansa Pertama

    Ketenangan langsung memenuhi seisi hall utama setelah pelayan memperlihatkan lukisan Roselyn di taman mawar. Para ksatria Valthorne yang berjaga pun kembali meletakkan tangan mereka pada gagang pedang, bersiap jika sewaktu-waktu menerima perintah.Sebab, dengan penghinaan seperti itu, Derrick bisa saja langsung diseret ke penjara bawah tanah. Dan andaipun itu terjadi, tidak akan ada satu pun orang yang berani menentang.Di sisi lain, Roselyn masih termenung Ditatapnya potret tersebut dengan ekspresi kesal. Ia bisa merasakan bagaimana Derrick sengaja memancing emosi Kaelus agar suaminya itu mengamuk di hari pernikahan mereka sendiri.Namun, alih-alih marah, Kaelus justru melepaskan kekehan ringan. Sontak ketegangan perlahan mencair.Sang Grand Duke menegakkan tubuh, lalu

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Lady in White

    Lonceng kastil Valthorne berdentang tujuh kali, suaranya memecah kabut pagi yang menyelimuti seluruh Utara. Hari yang dinanti, sekaligus hari yang paling dihindari oleh faksi kaisar, akhirnya tiba.Aula utama Valthorne telah disulap menjadi tempat pemberkatan yang sakral. Namun, berbeda dengan pernikahan di Ibu Kota yang dipenuhi hiasan mewah, altar pernikahan Utara cukup sederhana.Tidak banyak bunga yang siapkan. Memang hanya gelintir bunga yang bisa bertahan hidup di tanah Valthorne yang membeku.Untungnya, sebagai ganti, tanaman rambat palsu dilingkarkan ke pilar-pilar. Kristal kecilnya di setiap daunnya berkilauan, mirip tempat magis yang ada di legenda.“Anda terlihat sangat cantik, Lady," ucap seorang pelayan tua, sembari memasangkan veil.

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Tipu Muslihat

    Satu jam sebelumnya.Makan malam itu benar-benar sebuah bencana bagi Vivianne. Alih-alih menikmati hidangan, ia justru harus duduk berjam-jam menghadapi ocehan Vogard Sirius.Karena Kaelus mendadak mangkir dengan alasan pekerjaan yang menumpuk. Alhasil, Vivianne terpaksa menjadi tumbal untuk menggantikan sang adik menyambut tamu.Sepanjang perjamuan, Vogard tidak berhenti mendesak untuk dipertemukan dengan sang putri.Muak dengan suasana perjamuan yang menyesakkan, Vivianne pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar."Sampai kapan aku harus menghadapi pria tua itu?" gumam Vivianne Valthorne seraya memijat pelipis."Mohon bersabar, Lady Vivianne. Count Sirius hanya

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Serangga yang Bercinta

    Langkah kaki Derrick bergema pelan di sepanjang koridor kastil yang sunyi. Pria bermata biru itu berjalan sendirian.Hawa dingin malam itu begitu menusuk, tetapi tidak mampu mendinginkan kekesalan yang sejak dua hari lalu membakar dada.Sudah dua malam ia dan Count Vogard menginap di kastil ini, tetapi sehelai rambut Roselyn saja belum berhasil dilihat.Setiap kali mereka berkumpul di ruang makan, kursi di sebelah Kaelus selalu kosong.“Sialan, sibuk apa yang sampai dua hari? Cecunguk itu pasti sengaja menyembunyikan Roselyn,” gumamnya sambil mengepalkan tangan.Ia tidak mencintai Roselyn, setidaknya itu yang diyakini. Wanita itu terlalu penurut, mudah ditebak, dan bisa dimiliki tanpa berusaha. Sayangn

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Pria yang Menemanimu

    Kabin utama kapal itu jauh dari kata sempit. Dinding kayu yang dipoles mengkilap memantulkan cahaya temaram dari lampu gantung yang bergoyang lembut mengikuti irama ombak. Beberapa pria berseragam hitam berjaga di depan pintu tanpa sepatah kata.Sementara itu, Roselyn sudah selesai membersihkan dir

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Gadis Tanpa Keluarga

    Kabin utama kapal itu jauh dari kata sempit. Dinding kayu yang dipoles mengkilap memantulkan cahaya temaram dari lampu gantung yang bergoyang lembut mengikuti irama ombak. Beberapa pria berseragam hitam berjaga di depan pintu tanpa sepatah kata.Sementara itu, Roselyn sudah selesai membersihkan dir

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Fajar di Pelukanmu

    Roselyn menutup pintu kamarnya dengan hati-hati. Ia menahan diri, meski jiwanya menjerit ingin membanting pintu itu sampai hancur.Sarung tangan sutranya ditanggalkan, perhiasan dilepas satu per satu. Mutiara dan permata mahal itu jatuh berserakan di atas meja rias tanpa dipedulikan. Ia duduk sejen

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Salju yang Hangat

    Hening yang mencekam menyelimuti balkon, hanya menyisakan suara napas Roselyn yang masih tersengal dan patah-patah. Di hadapannya, Kaelus berdiri mematung seperti patung es yang tidak tersentuh waktu.Roselyn menunduk, mencoba mengatur detak jantungnya yang masih menggila. "Maaf karena harus memper

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status