Share

Malam Pengantin

Author: Rainey Alta
last update publish date: 2026-06-27 08:00:15

Langkah kaki Kaelus dan Roselyn tampak beriringan. Mereka terburu-buru menyusuri tangga melingkar di sudut terdalam kastil.

Roselyn sesekali harus mengangkat sedikit gaun birunya agar tidak tersandung, sementara tangan kekar Kaelus menggenggam jemarinya dengan erat. Mereka terus naik.

Wanita berambut cokelat itu berhenti sejenak, menengok ke celah kotak di dinding, terli

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Dinginnya Jeruji Utara

    Brak!Tubuh Duke Derrick D'Arest dan Count Vogard Sirius dilempar dengan teramat kasar ke atas lantai batu. Suara dentang rantai besi yang membelenggu pergelangan tangan mereka berdenting nyaring, memecah kesunyian ruang bawah tanah kastil Valthorne yang pengap."Jaga sikap kalian! Beruntung Grand Duchess tidak langsung memenggal kepala kalian di aula tadi," geram salah seorang ksatria Valthorne sebelum menarik pintu jeruji besi dengan bantingan keras.Prat!Pintu sel itu terkunci rapat. Kedua bangsawan agung dari Ibu Kota itu kini benar-benar terkurung di tempat yang paling tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.Vogard, yang tubuh tuanya tidak siap menerima perlakuan sekasar itu, terbatuk-batuk sembari memegangi pinggang

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Pagi Usai Penyatuan

    Ketika binar mentari pagi menyelinap di antara celah pembatas sihir di langit menara, Roselyn perlahan membuka mata. Sentuhan hangat sinar matahari terasa lembut.Sontak rasa nyeri di area pinggang, mengingatkan Roselyn pada kegilaan manis yang mereka lalui di bawah hamparan bintang semalam. Sambil mengulas senyum tipis, Roselyn mengulurkan tangan, meraba sisi ranjang di sebelah.Kosong. Kasur di sisi itu sudah mendingin.Wanita itu buru-buru duduk tubuh dan duduk. Semburat kekecewaan terpancar di matanya. Sejenak ia berpikir jika dirinya telah ditinggal sendiri usai bercinta, sama seperti di kehidupan sebelumnya.Sret.Roselyn menoleh ke suara tersebut. Setangkai bunga mawar merah yang mekar sempurna, dengan kelopak ya

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Malam Pengantin

    Langkah kaki Kaelus dan Roselyn tampak beriringan. Mereka terburu-buru menyusuri tangga melingkar di sudut terdalam kastil.Roselyn sesekali harus mengangkat sedikit gaun birunya agar tidak tersandung, sementara tangan kekar Kaelus menggenggam jemarinya dengan erat. Mereka terus naik.Wanita berambut cokelat itu berhenti sejenak, menengok ke celah kotak di dinding, terlihat menara pengawas dari luar. Padahal tempat itu merupakan batas tempat tertinggi yang bisa diakses oleh para prajurit."Kael, apa masih jauh?"“Kau lelah, Rose? Mau aku gendong?"“Ti–tidak usah." Sang Grand Duchess memalingkan wajah, tetapi suaminya dapat melihat jelas telinganya memerah.

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Dansa Pertama

    Ketenangan langsung memenuhi seisi hall utama setelah pelayan memperlihatkan lukisan Roselyn di taman mawar. Para ksatria Valthorne yang berjaga pun kembali meletakkan tangan mereka pada gagang pedang, bersiap jika sewaktu-waktu menerima perintah.Sebab, dengan penghinaan seperti itu, Derrick bisa saja langsung diseret ke penjara bawah tanah. Dan andaipun itu terjadi, tidak akan ada satu pun orang yang berani menentang.Di sisi lain, Roselyn masih termenung Ditatapnya potret tersebut dengan ekspresi kesal. Ia bisa merasakan bagaimana Derrick sengaja memancing emosi Kaelus agar suaminya itu mengamuk di hari pernikahan mereka sendiri.Namun, alih-alih marah, Kaelus justru melepaskan kekehan ringan. Sontak ketegangan perlahan mencair.Sang Grand Duke menegakkan tubuh, lalu

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Lady in White

    Lonceng kastil Valthorne berdentang tujuh kali, suaranya memecah kabut pagi yang menyelimuti seluruh Utara. Hari yang dinanti, sekaligus hari yang paling dihindari oleh faksi kaisar, akhirnya tiba.Aula utama Valthorne telah disulap menjadi tempat pemberkatan yang sakral. Namun, berbeda dengan pernikahan di Ibu Kota yang dipenuhi hiasan mewah, altar pernikahan Utara cukup sederhana.Tidak banyak bunga yang siapkan. Memang hanya gelintir bunga yang bisa bertahan hidup di tanah Valthorne yang membeku.Untungnya, sebagai ganti, tanaman rambat palsu dilingkarkan ke pilar-pilar. Kristal kecilnya di setiap daunnya berkilauan, mirip tempat magis yang ada di legenda.“Anda terlihat sangat cantik, Lady," ucap seorang pelayan tua, sembari memasangkan veil.

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Tipu Muslihat

    Satu jam sebelumnya.Makan malam itu benar-benar sebuah bencana bagi Vivianne. Alih-alih menikmati hidangan, ia justru harus duduk berjam-jam menghadapi ocehan Vogard Sirius.Karena Kaelus mendadak mangkir dengan alasan pekerjaan yang menumpuk. Alhasil, Vivianne terpaksa menjadi tumbal untuk menggantikan sang adik menyambut tamu.Sepanjang perjamuan, Vogard tidak berhenti mendesak untuk dipertemukan dengan sang putri.Muak dengan suasana perjamuan yang menyesakkan, Vivianne pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar."Sampai kapan aku harus menghadapi pria tua itu?" gumam Vivianne Valthorne seraya memijat pelipis."Mohon bersabar, Lady Vivianne. Count Sirius hanya

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Fajar di Pelukanmu

    Roselyn menutup pintu kamarnya dengan hati-hati. Ia menahan diri, meski jiwanya menjerit ingin membanting pintu itu sampai hancur.Sarung tangan sutranya ditanggalkan, perhiasan dilepas satu per satu. Mutiara dan permata mahal itu jatuh berserakan di atas meja rias tanpa dipedulikan. Ia duduk sejen

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Salju yang Hangat

    Hening yang mencekam menyelimuti balkon, hanya menyisakan suara napas Roselyn yang masih tersengal dan patah-patah. Di hadapannya, Kaelus berdiri mematung seperti patung es yang tidak tersentuh waktu.Roselyn menunduk, mencoba mengatur detak jantungnya yang masih menggila. "Maaf karena harus memper

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Kaelus Valthorne

    Tiga hari dalam kurungan kamar adalah waktu yang cukup bagi memar di tubuh Roselyn untuk berubah warna dari ungu pekat menjadi kuning pudar. Berkat elysium dari sang paman, luka di dahinya hanya menyisakan garis merah tipis.Vogard pun memastikan garis itu tertutup bedak sebelum menyeret putrinya k

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Luka yang Membiru

    Roselyn berlari keluar tanpa menoleh lagi. Hawa dingin malam itu terasa menusuk kulitnya yang hanya terbalut gaun tipis. Namun, itu tak sebanding dengan jantung yang nyaris copot. Berdebar antara cemas dan puas karena baru saja menendang ego sang Duke.Empat jam menuju rumah pun terasa seperti siks

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status