Share

Bab 153

Author: Janice Sinclair
Kiana melaju kencang di jalanan dan tiba di Universitas Yasel dalam waktu kurang dari 40 menit.

Satpam di gerbang melihat sebuah mobil merah berhenti di depan gerbang sekolah, lalu seorang wanita mengenakan gaun berwarna cokelat keemasan dengan jaket jas yang senada keluar. Wanita itu memiliki rambut panjang bergelombang, mengenakan kacamata hitam, dan tampak berseri-seri serta elegan.

Setelah mengetahui wanita itu adalah wali dari siswa yang telah membuat masalah, satpam pun membawanya ke kanto
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 528

    Mungkin karena pukulan Nia berhasil, atau mungkin karena Jordi tersadar kembali, pria itu pun melepaskan cengkeraman tangannya di saat Nia hampir kehabisan napas.Nia jatuh tersungkur ke lantai. Meski dia sangat ketakutan hingga tidak berdaya, dia buru-buru merapatkan tubuhnya ke dinding dan berusaha menjauh dari pria itu."Nia, apa kamu begitu takut padaku?" tanya Jordi sambil menyipitkan mata."Ya, aku takut padamu," jawab Nia dengan suara serak."Kalau kamu takut padaku, mengapa kamu berani mengkhianatiku?""...""Sudah kubilang, jangan pernah muncul di hadapanku lagi!""Aku sudah bersembunyi darimu, tapi kamulah yang mendatangiku!""Nia!"Nia mendongak dan menatap Jordi. Dia tidak ingin menangis atau terlihat lemah, tetapi dia sedang berhadapan dengan Jordi, pria yang teguh dan kejam. Dia benar-benar takut padanya. Air matanya secara naluriah mengalir keluar."Jordi, kumohon, lepaskanlah aku."Jordi menggertakkan giginya. "Dulu saat kamu berani berselingkuh dengan pria lain, apa ka

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 527

    Jordi tidak menyangka bahwa akan ada hari di mana dia begitu gembira menerima pujian dari seorang gadis kecil sampai-sampai muncul pemikiran 'seandainya saja dia putriku'."Siapa dia?"Saat itu, Christin kembali dan melihat Jordi, yang jarang tersenyum, justru berseri-seri gembira melihat seorang gadis kecil yang gemuk. Dia langsung merasa tidak nyaman dan bergegas maju dengan marah.Saat Yuyu melihat Christin, yang jauh lebih tinggi darinya, dia menyapanya dengan sopan, "Halo, Kak.""Siapa kakakmu? Apa otakmu bermasalah? Jangan seenaknya mengaku bersaudara denganku!"Kata-kata itu sangat kasar. Yuyu tidak tahan mendengarnya."Itu namanya sopan santun. Kamu mungkin nggak punya sopan santun, tapi bukan berarti orang yang sopan itu otaknya bermasalah!""Kamu bilang otakku bermasalah?"Christin berkacak pinggang dengan marah, "Dasar bodoh. Kamu jelek sekali, tapi masih berani datang audisi. Apa kamu nggak merasa malu?""Kamu mengejekku!""Lantas, kenapa?"Christin bukan hanya mengejeknya,

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 526

    Nia takut Jordi akan melihatnya, jadi dia membiarkan Yuyu masuk sendirian dan meminta Dodo menunggu di luar. Dia bersembunyi di sudut. Hanya saja, dia masih merasa gelisah dan merasa sesuatu akan terjadi.Nia lulusan jurusan tari. Dia telah mengajari Yuyu menari sejak dia bisa berjalan. Meskipun masih kecil, dia telah mengembangkan dasar yang sangat kuat dalam bidang tari.Begitu giliran Yuyu tiba, gadis kecil itu menarik napas dalam-dalam dan dengan tenang naik ke panggung. Dia dengan sopan menyapa para juri, lalu memperkenalkan diri, dan mulai menari.Tarian rakyat yang dia tampilkan dikoreografikan dengan cermat oleh Nia dan telah dilatih berkali-kali di rumah. Oleh karena itu, bahkan tanpa musik, dia bisa menari dengan akurat dan indah, yang seketika menarik perhatian para juri.Jordi duduk di pojok. Christin telah lulus audisi pertama. Audisi kedua juga diadakan hari ini. Christin harus mempelajari sebuah tarian dalam waktu terbatas. Siapa yang mengingat gerakan terbanyak dan tari

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 525

    Harus diakui, istri Faris memang sulit dihadapi. Meski dia tidak akan bunuh diri, terlibat dengannya adalah masalah yang merepotkan dan sangat sulit untuk melepaskan diri.Tanpa menanyakan situasinya dengan jelas, pria ini malah sembarangan ikut campur, jadi Kiana harus memberinya pelajaran. Agar pria itu tidak sembarangan mencampuri urusan orang lain lagi.Keduanya masuk ke lift. Pria itu masih belum pergi dan sedang menanyakan situasi kepada istri Faris."Kiana, aku khawatir akan terjadi sesuatu," kata Vanya dengan cemas."Tanyakan pada dirimu sendiri, apa kamu punya tanggung jawab terhadap Faris dan keluarganya?"Vanya menggelengkan kepalanya. Dia adalah korban. Mana mungkin dia punya tanggung jawab terhadap mereka?"Karena nggak punya tanggung jawab, maka sebaiknya kita nggak ikut campur. Makin kita baik hati pada mereka, mereka akan makin menganggap kita mudah ditindas!" Kiana melirik pria itu dan menyeringai tipis. "Asalkan kita nggak melakukan hal yang bertentangan dengan hati n

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 524

    "Apa yang kamu lakukan? Jangan gegabah!"Vanya terkejut dan segera melambaikan tangan kepada istri Faris."Kami adalah petani jujur dan pekerja keras yang datang ke kota untuk bekerja demi menghidupi keluarga kami, tapi kalian warga kota nggak memperlakukan para petani seperti kami sebagai manusia! Kenapa hidup kami begitu menyedihkan? Kalianlah yang mendorong kami ke jalan buntu!"Istri Faris menangis dan berteriak, yang dengan cepat menarik banyak perhatian.Anaknya masih kecil dan jelas ketakutan, lalu ikut menangis juga."Tapi bukan aku yang membuat suamimu terluka. Aku ....""Aku nggak peduli! Kamu harus bayar! Bukan hanya biaya pengobatansaja, tapi juga kompensasi. Kita sudah sepakat dua miliar. Kalian nggak boleh menipu kami!"Vanya jelas belum pernah bertemu orang yang begitu tidak masuk akal seperti ini. Untuk sesaat, dia bahkan tidak bisa menjelaskan dengan benar."Aku bisa bayar sebagian biaya rumah sakit untuk kalian ....""Kami nggak akan bayar sepersen pun!"Kiana menyela

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 523

    Kiana sedang minum air. Begitu mendengar kata-kata itu, dia hampir memuntahkannya."Uhuk, uhuk. Dia sendiri yang salah paham. Aku nggak bilang apa pun."Luis menoleh ke arah Kiana. "Pak Tristan bilang ke Wilson kalau kamu sudah meninggal. Aku sempat protes hal ini, tapi dia bilang ....""Bilang apa?""Ehem, ehem. Dia bilang yang sudah mati ya tetap mati. Orang yang sudah mati nggak akan tiba-tiba hidup kembali."Mata Kiana sedikit gelap. "Ya, dia benar. Baginya, aku sudah mati. Nggak akan hidup kembali lagi.""Kamu sudah terlalu dalam menyakitinya.""Ya, sangat dalam."Namun, dia tidak pernah menyesali keputusan yang telah dibuatnya.Nia akan membawa dua anak datang besok, tetapi dia akan menjemput Vanya dari rumah sakit, jadi dia tidak bisa berkumpul dengan mereka dulu. Nia dan anak-anak akan pergi ke audisi, kemudian mereka akan bertemu di apartemen Nia.Kalau Yuyu mendapatkan peran tersebut, mereka akan tinggal di Kota Yasel untuk sementara waktu. Kalau tidak, mereka akan kembali lu

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 82

    Karena tujuannya sudah tercapai, Kiana berencana naik feri keberangkatan pertama untuk kembali ke kota sore harinya.Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Tristan hanya bisa naik kapal keberangkatan terakhir."Aku tunggu kamu saja." Tentu saja, ini hanya sekadar basa-basi."Boleh juga." Tristan tidak

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 67

    Saat melewati gerbang kediaman Sumargo, dia melihat Keluarga Sumargo dan Rachel sedang makan malam bersama. Entah apa yang mereka bicarakan, semua orang tampak tergelak.Dia harus mengusik keharmonisan keluarga ini.Jadi, dia menggunakan akun whatsapp James untuk mengirim pesan pada Rachel.[Menging

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 84

    Akhirnya, mereka mengatakannya!Karena dia mengalami kecelakaan mobil, rahimnya terluka, dan tidak bisa punya anak!Namun…Namun, bagaimana mereka bisa mengatakannya dengan begitu percaya diri!"Aku nggak bisa punya anak karena demi menyelamatkan Yovan…""Cukup!" sela ibunya Yovan dengan wajah penuh

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 74

    Kalian kira sudah selesai begitu saja?Kiana tidak bisa menerima hinaan ini. Setelah menyiram wajah Yovan, dia kembali menuangkan anggur merah ke kepala pria itu. Rachel juga ikut disiram ketika dia berteriak dan berusaha menghentikan Kiana."Kiana, kamu gila? Cepat hentikan!" seru Rachel.Setelah t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status