EDEN: The Daughter of the Moon

EDEN: The Daughter of the Moon

last updateÚltima atualização : 2023-09-06
Por:  K. K. WinterCompleto
Idioma: English
goodnovel18goodnovel
9.8
38 classificações. 38 avaliações
136Capítulos
123.7Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

After years of mistreatment and anguish she escaped the hell and found a true friend. Finally, Eden wanted more from life. Or at least until she came across another obstacle in her quest to freedom - Lucius Lockhart. The rumored vile monster, who claimed he was her second-chance mate. Although hesitant, Eden gave in and put all her trust in the Moon Goddesses' choice. However, when she had to come clean with Lucius and reveal secrets she hid, he wanted revenge. For her. Returning to her tormentors was the last thing she wanted. With her mate at her side, Eden might survive the reunion, but will she?

Ver mais

Capítulo 1

ONE

“Nah... Ini dia keponakan yang saya ceritakan kemarin, Tuan.” Ucap Herman, saat Aisyah baru saja melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang tamu tersebut.

Dua lelaki dengan penampilan seperti preman, duduk di ruang tamu sembari menatap Aisyah dari atas sampai bawah dengan intens.

Merasa risih dengan tatapan dua pria itu, Aisyah bergegas melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar. Namun, suara teriakan Herman membuat gadis itu mengurungkan niatnya.

“Jangan kemana-mana, Aisyah! Duduk di sini!” Titah Herman sembari menunjuk kursi di sampingnya.

“Maaf, Paman. Badan Aisyah terasa lengket, Aku mau bersih-bersih dulu.” Tolak Aisyah dengan lembut.

“Duduk, Aisyah! Atau_” Ucapan Herman tertahan sesaat.

Tampak seorang wanita berjalan dari arah dapur dengan membawa nampan berisi tiga cangkir teh hangat.

“Duduklah dulu, Aisyah. Ada hal penting yang harus kami bicarakan sama kamu!” Ucap Rina, istri Herman.

Aisyah pun pasrah. Ia duduk dengan rasa penasaran menyelimuti jiwanya. Apa yang akan di sampaikan oleh Paman dan Tantenya itu?

“Jadi ini... Gadis yang ingin kau gunakan untuk menebus semua hutangmu pada Bos kami??” Tanya salah satu preman itu, menatap lekat wajah Aisyah.

Hah?

Aisyah terperanjat. Mata gadis itu sontak mengerjab, ia terkejut mendengar penuturan pria dengan penampilan seperti preman itu.

“Penebus hutang??” Tanyanya dengan sorot mata penuh kekecewaan.

“Iya, Syah. Anggap saja semua ini balas budi kamu terhadap Paman, karena selama ini Paman sudah mau menampung kamu dan adikmu di rumah ini. Jadi, kamu harus bersedia menikah dengan juragan Bram untuk melunasi hutang Paman!” Ucap Herman dengan entengnya.

Himpitan ekonomi membuat Herman dan istrinya gelap mata. Sehingga rela mengorbankan keponakannya sendiri sebagai alat penebus hutang.

Aisyah menahan rasa perih di dadanya saat Herman mengatakan hal seperti itu.

“Menikah? Pak Bram juragan tanah itu, yang istrinya udah tiga??” Tanyanya dengan suara bergetar.

“Ya! Dan kamu akan menjadi istri ke empatnya!” Ungkap Herman lagi.

Dada Aisyah semakin terasa sesak. Ia harus menjadi istri ke empat juragan tanah itu?

Aisyah menggeleng cepat, “Enggak Paman! Aisyah gak mau!” Tolaknya dengan tegas.

Menjadi istri kedua saja sama sekali belum pernah terbayangkan, apalagi harus menjadi istri ke empat. Meskipun Bram itu juragan tanah terkaya di kampung itu, tapi tetap saja, ia tidak akan mau melakukan hal gila itu.

“Ini bukan penawaran, Aisyah! Ini perintah!! Mau tidak mau, kamu harus terima. Kecuali... Kamu bisa membayar hutang Paman senilai seratus juta itu!” Ungkap Herman.

Hati Aisyah begitu sakit. Herman memaksanya untuk menikah dengan Bram, juragan tanah itu. Jika tidak, ia harus melunasi hutang sebanyak itu. Uang dari mana?

“Paman sudah gila! Uang dari mana sebanyak itu?? Lagi pula Paman berhutang sebanyak itu untuk apa??” Tanya Aisyah, ia tatap Herman dengan penuh rasa kecewa.

“Kamu turutin saja permintaan Paman kamu, Aisyah. Jangan membantah! Kalau kamu tidak ingin hidup kita penuh penderitaan!! Lagi pula juragan Bram itu kan hartanya banyak, kamu gak perlu lagi capek-capek kerja setelah menikah nanti...” Ujar Rina.

Aisyah terperangah. Ia tatap Rina, wanita itu juga sama dengan Herman. Memaksakan kehendak mereka. Tak menyangka dengan perkataannya.

“Nggak, Tante! Bagaimana mungkin Tante tega menyuruhku menjadi istri ke empat juragan Bram?” Air mata Aisyah seketika keluar.

Sebenarnya Rina memiliki anak kandung seorang gadis, yaitu Syahnaz. Namun, ia memilih Aisyah sebagai penebus hutang walaupun Syahnaz memiliki wajah yang jauh lebih cantik. Alasan utamanya karena Aisyah hanya keponakannya. Selain itu, Aisyah tidak memiliki masa depan cerah, ia hanya bekerja di sebuah konveksi dan juga cafe yang gajinya tak seberapa. Sedangkan Syahnaz, saat ini sedang merintis karier di perusahaan luar kota.

Dengan semua pertimbangan itu, tentu saja Rina tidak akan rela mengorbankan Syahnaz yang merupakan anak kandungnya sendiri. Apalagi kepada seorang pria tua beristri tiga seperti juragan Bram.

“CUKUP!!” Sentak salah satu dari anak buah juragan Bram.

Pria itu menatap Aisyah, “Aku tak suka melihat wanita menangis! Kalau kamu tidak mau menikah dengan juragan Bram, maka menikah saja denganku!” Ucap pria bertato dengan pakaian lusuh, serta celana yang sobek di bagian lututnya.

Pria itu adalah Galih Pratama, anak buah juragan Bram.

Semua yang ada di ruangan itu, sontak terkejut setelah mendengar apa yang di lontarkan Galih barusan.

“Galih?” Ucap Rais, teman Galih. Mengernyitkan kening.

“Apa maksud kamu, Galih?” Tanya Rais lagi, “Bisa di pecat juragan kamu, kalau sampai kamu menikahi gadis itu!” Sambungnya.

Sementara itu, Galih hanya tertawa sumbang, meremehkan Rais di hadapannya.

Herman tertawa miris mendengar ucapan pria itu, “Kamu ini gimana? Orang keponakan saya mau saya jadikan penebus hutang, kok malah kamu yang minta dia menikah denganmu? Memangnya kamu sanggup membayar semua hutangku pada juragan Bram?” Tantang Herman dengan nada mengejek.

“Gampang! Itu bisa di atur!!” Jawab Galih dengan tenang.

“Galih?” Rais masih bingung.

“Kamu diam saja, Rais! Ayo kita pulang...” Kata Galih, ia bangkit dari duduknya. Pria itu melirik sekilas pada Aisyah yang masih terpaku dengan ucapannya.

“Tunggu! Aku juga gak mau menikah denganmu!!” Seru Aisyah, membuat Galih menatap gadis itu sekejap.

“Pilihan ada di tangan kamu! Kamu rela menjadi istri ke empat juragan Bram? Atau menjadi istriku??” setelah mengatakan hal itu, Galih langsung beranjak keluar meninggalkan kediaman Herman.

Rina menatap suaminya. Wanita itu ketar ketir terhadap penawaran Galih barusan pada keponakannya.

“Pak, gimana ini? Kok malah jadi preman itu yang mau nikahin Aisyah? Nggak jadi kaya dong kita!” Tanya Rina.

Herman tertawa kecil, “Kamu ini, Ma. Mana mungkin dia beneran mau nikahin Aisyah. Punya uang dari mana dia untuk melunasi hutangku? Gaji dia di juragan Bram aja, paling cuma cukup untuk untuk makan dan minum sehari!” Kata Herman.

“Iya juga sih, Pak. Pokoknya Aisyah harus menikah dengan Juragan Bram! Biar hidup kita gak susah lagi!” Ucap Rina seraya menatap Aisyah dengan sinis.

“Astaghfirullah... Tante kenapa setega itu sama aku? Apa tante rela melihat aku di jadikan istri ke empat dari lelaki yang seusia dengan Paman?” Tanya Aisyah, kecewa.

“Ingat ya, Aisyah! Selagi ada uang, hidup kita bisa tenang! Pokoknya kamu gak ada hak untuk menolak!” Tegas Rina.

Hati Aisyah mencelos mendengar ucapan wanita itu. Sungguh, ini sama sekali tak pernah terbayangkan oleh gadis itu sebelumnya.

Aisyah berdiri dari duduknya. Ia melangkah pergi dari hadapan Herman dan Rina. Meninggalkan mereka dengan perasaan penuh kekecewaan. Berjalan menuju kamarnya.

Gadis itu membaringkan tubuhnya ke kasur lapuk yang sudah berpuluh tahun tak pernah di ganti. Uang hasil jerih payahnya selama ini, ia berikan untuk Rina. Namun, semua itu seolah tak ternilai di mata mereka. Bahkan Herman dan Rina, tega menjual dirinya hanya terobsesi ingin menjadi kaya.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Classificações

10
97%(37)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
3%(1)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.8 / 10.0
38 classificações · 38 avaliações
Escrever uma avaliação

avaliaçõesMais

Heather W
Heather W
Titus is the star of this book
2025-05-15 23:31:09
2
0
Crystal
Crystal
this has the potential to be an enjoyable book series if only the author would write more of Eden & Co.
2023-10-03 18:09:00
3
0
Ayemere Ayemere
Ayemere Ayemere
My name is Priestess Raven. I'm a Gypsy Queen, I'm a forseerer, and fortune reader. I use the elements in my magik. I also keep a open mind when I meet people.    Stop suffering today!!! Why should other people enjoy life yet you are faced with some of the life’s problems and diseases.
2023-09-08 10:02:25
0
0
Shammie Mahmood
Shammie Mahmood
It’s wonderful
2023-08-14 15:18:03
2
0
Josephine
Josephine
I love your book so much! It is so good!
2023-07-16 09:19:28
3
0
136 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status