Home / Romansa / ENAK, PAK DOSEN! / 430. Susu Lebih Oke

Share

430. Susu Lebih Oke

Author: OTHOR CENTIL
last update Last Updated: 2025-12-25 09:15:59

”Hm, projek apa lagi yang dipikirkan anak ini?” batin Damar bingung.

Ia mengenal betul tabiat putranya. Jika Sagara sudah menjentikkan jari seperti itu, biasanya akan ada kegaduhan baru yang muncul.

“Kenapa firasatku makin nggak enak? Sagara pasti akan membuat ulah lagi!”

Sagara tidak menjawab kebingungan ayahnya. Ia justru berbalik badan dengan langkah yang ringan, seolah beban berat di pundaknya baru saja menguap.

“Makasih sarannya, Yah! Aku pergi dulu, mau jemput masa depan!” teriaknya sambil berlari keluar ruangan, meninggalkan Damar yang masih terpaku di kursi kebesarannya.

Apapun rencana gila yang ada di kepala putranya, Damar setidaknya bisa bernapas lega karena Sagara tidak lagi merengek di hadapannya.

Ia kembali fokus pada tumpukan berkas di meja, mencoba mengabaikan drama percintaan anak muda yang sempat membuang waktunya.

Sedangkan Sagara?

Ia melenggang pergi keluar kantor dengan langkah seringan kapas sambil bersiul-siu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ENAK, PAK DOSEN!   458. Patah Tulang Rusuk

    “Apa pencegahan ini efektif 100%, Dok?” tanya Clayton dengan suara sedikit menekan. Ia khawatir, dosis yang akan diberikan kurang, sehingga tidak bisa mencegah apa yang seharusnya tidak terjadi. “Saya nggak mau ada celah sedikit pun. Saya mau jaminan kalau nggak akan ada ‘masalah’ yang tumbuh di rahim adik saya.” Dokter itu menghentikan gerakannya sejenak, lalu menatap Clayton dengan ekspresi tenang namun jujur. “Dalam dunia medis, tidak ada yang benar-benar 100% sempurna, Sir,” awab dokter itu dengan hati-hati. “Namun, karena tindakan ini dilakukan sangat cepat—kurang dari empat jam setelah kejadian—tingkat keberhasilannya bisa mencapai 95 hingga 99 persen. Ini adalah prosedur paling efektif yang bisa kita lakukan dalam masa jendela darurat.” Mendengar angka yang tidak mencapai angka sempurna itu, rahang Clayton mengeras. 1 persen kemungkinan gagal baginya adalah ancaman besar. “Baik, Dok. Tapi, saya tetap m

  • ENAK, PAK DOSEN!   457. Celap Celup Sosis

    “Ngomong-ngomong, Abang kok paham banget prosedur ginian? Abang pemain lama, ya? Sama kayak Sagara, predator ulung? Iya, ‘kan?” “Gak!” “Alah, ngaku aja deh, Bang! Abang sering bawa cewek ke sini buat suntik anti hamil, iya, ‘kan? Hayo ngaku!” “Gak ada, Ra! Gue hanya tahu aja dari temen!” “Boong! Hayo, ngaku, gak! Abang suka celap celup sosis juga, ‘kan? Hayo, ngaku!” Pertanyaan itu membuat Clayton membeku sejenak. Ia terdiam dengan ekspresi yang sulit ditebak, sementara tangannya yang tadi mencengkeram lengan Ara perlahan melonggar. Ada kilatan rasa bersalah sekaligus canggung di matanya yang tajam, mengingat ia memang tidak jauh beda dengan Sagara. “Gak usah banyak tanya, deh! Fokus aja biar rahim lo tetap bersih dari bibir sialan itu!” sahut Clayton dingin, mencoba mengalihkan pembicaraan sambil membuang muka ke arah meja administrasi. Kini, Ara h

  • ENAK, PAK DOSEN!   456. Pil KB Darurat

    “K–kita mau ke mana, Bang?”“Neraka!” sahut Clayton singkat tanpa ekspresi.Begitu sampai di sebuah tempat yang asing, Clayton memberi perintah, “Turun!”“Gak mau!” Ara memekik, “Lo bercanda, ya? Ngapain ngajak gue ke sini, Bang?”Ara memperhatikan bangunan di depan mobil abangnya dengan napas yang mulai memburu. Di sana, terpampang papan nama sebuah klinik bersalin. Pikirannya langsung melayang ke hal-hal mengerikan.Ia takut abangnya akan memaksanya melakukan prosedur untuk menggugurkan kandungan yang bahkan belum ia ketahui keberadaannya.“Turun gak?” gertak Clayton lagi sambil membuka pintu kiri.Ara menggeleng. “Gak mau! Abang mau apa? Mau gugurin kandungan ini? Gak, Bang! Gue gak mau!”Setelah memijat pelipis yang berdenyut, Clayton mengepalkan tangannya di kemudi, ia ingin sekali memukul sesuatu, tapi ia menahan diri. Meski hatinya sangat kesal, ia tetap tak sanggup menyakiti adiknya s

  • ENAK, PAK DOSEN!   455. Sisi Lain

    “Bang, please dengerin, Bang. Kalau gue hamil anak Sagara gimana, Bang? Gue subur hari ini! Gimana kalau anak gue nanti tahu, bila yang bunuh Daddy-nya adalah ... uncle-nya sendiri?”Sejenak, Clayton memutar badannya. Tangannya yang mengepal makin kencang. “Lo subur?”“Ya! Abang mau anakku lahir tanpa ayah, Bang? Abang mau ….”“Cukup, Ra! Diam!”Dunia seolah berhenti berputar. Clayton membeku di ambang pintu. Bahunya menegang hebat, dan kepalan tangannya di dalam saku celana bergetar. Kalimat “hamil anak Sagara” menghantam logikanya seperti gada besi. Jika benar ada benih Sagara yang tumbuh di rahim Ara, maka membunuh Sagara sekarang adalah tindakan yang paling ceroboh.Clayton sudah kehilangan akal sehatnya. Ia menyugar rambutnya dengan kasar, wajahnya memerah karena perpaduan antara frustrasi, syok, dan kemarahan yang mencapai titik didih. Baginya, setiap pilihan yang ada sekarang terasa salah, namun ego da

  • ENAK, PAK DOSEN!   454. Permohonan

    “Apa ini karma buat gue karena gue juga sering mainin perempuan? Adik gue jadi dimainin cowok, dan kini … shit! ... gue nyesel! Andai waktu bisa diulang!” batinnya menjerit pedih.Selama ini ia merasa menjadi pemenang setiap kali menaklukkan wanita, namun kini ia sadar betapa hinanya posisi itu ketika ia melihat adik kandungnya sendiri yang menjadi korban. Ia tak pantas disebut kakak!“Pakai baju lo yang bener,” ucap Clayton tanpa melihat wajah Ara, suaranya kini terdengar parau dan kehilangan tenaga. “Kita pulang sekarang sebelum gue bener-bener berubah pikiran dan bunuh dia di depan mata lo.”Ara hanya mengangguk patuh, meski hatinya masih berkecamuk. Namun, saat Clayton mulai melangkah lebar mengajaknya turun melalui tangga, Ara seketika meringis dan menghentikan langkahnya. Rasa perih di area intinya terasa semakin tajam dan menyengat setiap kali ia mencoba menggerakkan kakinya secara vertikal. Mustahil baginya untuk menuruni puluhan anak tan

  • ENAK, PAK DOSEN!   453. Hancur

    “Bang, gue gak seburuk itu!” ucap Ara lirih. Dengan tubuh yang masih gemetar, ia mencoba berjongkok di dekat Clayton, berusaha meraih tangan kakaknya untuk meminta maaf. Sayangnya, Clayton segera menepis tangan itu dengan kasar, menolak mentah-mentah untuk disentuh oleh adiknya sendiri. “Gak usah sentuh gue!” Lalu, Clayton memberikan tatapan sengit pada sang adik. “Gak seburuk itu gimana? Lo mungkin lebih buruk dari pelacur! Pelacur dibayar jasanya! Sementara lo? Dinikmatin gratisan!” bentak Clayton dengan nada menghina yang luar biasa dalam. “Gue gak ngerti, Ra. Lo yang cerdas, bisa-bisanya tidur sama Gara yang … gak jelas masa depannya! Lo sadar gak sih? Dia itu predator buas, kelas kakap, dan lo mau aja disentuh! Ini gila! Lo gila, dan buat gue gila! Ini kalo Papi tahu, lo bakalan abis di tangan beliau. Bayangin, anak cewek kesayangannya menyerahkan diri gitu aja sama buaya darat. Gak mikir ke sana lo, hah?”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status