Accueil / Romansa / ENAK, PAK DOSEN! / 58. Karena Aku Mencintainya

Share

58. Karena Aku Mencintainya

Auteur: OTHOR CENTIL
last update Dernière mise à jour: 2025-09-02 12:15:27

Maya memperhatikan gerak-gerik Helen. Dia tersenyum penuh kemenangan. “Baru kali ini aku bisa membalas perkataan besanku yang dulunya mengatakan Damar tidak subur. Rasakan kali ini dengan kenyataannya.” batinnya.

“Ma, sudahlah tenang dulu.” Caroline kemudian meminta asisten rumah tangga yang baru saja menyajikan minuman juga makanan di atas meja supaya mengajak Shanum pergi dulu dari sini.

Pembahasan ini tentu saja akan sangat panjang. Dan ini di luar kendalinya.

“Tenang bagaimana? Apa kamu tahu hal ini?” kejar Helen kepada sang anak.

Carol mengangguk. “Iya, aku tahu sejak dulu.”

“Ya Tuhan! Damar! Tolong jelaskan semua ini! Kamu sudah pernah menikah sebelumnya? Kamu ... Kamu punya anak haram!” bentak Helen meninggikan intonasi suaranya.

“Belum. Tapi jangan sebut Shanum anak haram, Ma! Dia anak yang suci.” Damar menjawab secara singkat. Padahal dia ingin memberitahukan hal ini nanti nanti saat semuanya sudah berhasil dikendalikan.

“Jika begini caranya, mu
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Romauli Sirait
wajarlah Helen marah. mayang dan damar yang tak punya hati
goodnovel comment avatar
Mira
maaf kak, blom baca Ampe kebawah..........
goodnovel comment avatar
Mira
ceritanya sering bolak balik.dibilang damar mandullah terus Carol masih bisa punya anak. kan Helen udah tau kalo rahim Carol udah diangkat.jgn bikin bingung dong Thor. kayaknya kakak sering kurang fokus nulis, mungkin lg bikin beberapa judul bersamaan
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • ENAK, PAK DOSEN!   476. Gak Ada Kata Batal

    Ara memutar bola mata malas. Ia yakin, di otak Sagara isinya hanya seputar sel4ngkangan saja. “Udah, gue mau pulang! Kita udah sepakat. Kalau hamil, kita nikah. Kalau gak hamil—”“Kita ulang sampai hamil, terus kita bisa nikah. Fix! No debat!” potong Sagara dengan nada final. Ia menyeringai tipis, sepasang matanya yang sayu namun tajam mengunci pergerakan Ara, seolah-olah kata ‘batal’ tidak pernah ada dalam kamusnya.Di koridor, Damar menarik napas panjang. Ia menangkap binar obsesi yang terlalu pekat dari suara putranya. Ia melirik Diana yang tampak ragu.“Yang, telinga kita bisa panas kalo kelamaan di sini. Udah, ayo masuk,” bisik Damar.“Tapi, Mas. Apa kita nggak ganggu mereka?” Diana meremas jemarinya cemas. “Kayaknya mereka lagi panas banget pembahasannya. Aku rasa momennya gak pas, Mas.”Damar menggeleng tegas, urat di pelipisnya sedikit berdenyut. “Justru kalau kita nggak masuk, Ara bakal kabur. Kedekatan kita semua akan lebih cepat terjalin kalau kita segera masuk. Kita harus

  • ENAK, PAK DOSEN!   475. Kuat Beronde-ronde

    Di sebuah restoran tak jauh dari rumah sakit, suasana begitu kontras dengan ketegangan di kamar rawat. Diana dan Damar duduk berhadapan di sebuah private room. Meski usia pernikahan mereka sudah menginjak 18 tahun, namun kemesraan mereka tidak pernah luntur.“Kayak pengantin baru aja, Yang, harus disuapin segala,” goda Damar. Namun, ia tidak menolak saat sendok berisi makanan diarahkan ke mulutnya. Ia sangat bersyukur, hampir dua dekade bersama, hubungan mereka tetap harmonis tanpa pertengkaran yang berarti.“Ini salah satu cara agar hubungan kita tetap langgeng, Mas. Kalau nggak gini, ya dingin hubungan kita. Jadi ... aaaaa! Buka mulutnya, Mas,” pinta Diana manja.“Aku lebih suka buka baju, Yang!” bisik Damar nakal.“Ish! Mas!” Diana mencubit lengan suaminya, wajahnya merona merah.Sambil menikmati hidangan, raut wajah Damar kembali serius. “Ngomong-ngomong, anak-anak sepakat nikah nggak ya, Yang? Kok aku takut Ara nggak mau, atau Ara malah ngajakin Sagara pindah agama.”“Nggak usa

  • ENAK, PAK DOSEN!   474. Bebas Coblos Tiap Hari

    Sagara menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal, matanya yang tajam tidak sedetik pun lepas dari gerak-gerik Ara. Tangan kirinya yang tak terinfus bergerak gelisah, meremas seprai hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol, sementara napasnya masih terasa sedikit berat akibat luka di dadanya.“Syarat apa lagi sih, Ra? Lo kaya gak ikhlas gitu deh nikah sama gue,” katanya dramatis.Ara pun mengangkat bahunya tak acuh. “Ya emang gue gak ikhlas nikah sama lo. Pernikahan ini ‘kan gak gue pengenin. Lagian, kita nikah kalo gue hamil. Kalo gak, gak ada pernikahan!”“Ck, oke, oke.” Setelah berdecak, Sagara mendesak Ara. “Terus kalah jadi nikah, syarat apa sih yang Lo kasih ke gue?”“Banyak sih, Gar.” Ara terkekeh pelan. Ia melihat betapa frustasinya Sagara. Tapi, apa ia peduli? Tidak! Sagara telah membuat hidupnya berantakan Dan kini ia pun harus mengeruk keuntungan dari kesempatan yang diambil Sagara tersebut. “Hah? Banyak? Lo sengaja buat gue kesel ya?”“Iya!”“Ampun deh, Ra! Ja

  • ENAK, PAK DOSEN!   473. Tawaran Gila

    Sagara akhirnya melunak, ia meminta Ara duduk, lalu mengajaknya bicara dari hati ke hati, “Hm. Maka dari itu, lo ikut gue. Beres kan?”“Gue ngerasa nggak pantes buat belajar hal-hal suci kalau status gue aja udah sehancur ini.”Sagara tertegun. Candaan di kepalanya seketika hilang saat melihat gurat kesedihan dan rasa rendah diri di wajah Ara. Ia meraih dagu Ara, memaksa gadis itu menatap matanya.“Denger ya,” suara Sagara berubah berat dan serius. “Tuhan gue itu Maha Pengampun, sama aja sih sama Tuhan Lo. Di agama gue, nggak ada kata terlambat buat memperbaiki diri. Dan soal ‘kotor’ seperti yang lo bilang ….”Sagara mengusap ibu jarinya di pipi Ara. “Lo nggak kotor, kok. Gue yang salah karena nggak bisa nahan diri, tapi gue bakal perbaiki itu dengan halalin lo. Jadi ….”“Apa?” Ara memandang Sagara dengan ragu.“Kita mulai dari nol bareng-bareng. Gue juga bukan cowok alim, gue juga masih berantakan. Jadi, kita belajar bareng supaya jadi pasangan yang bisa menebus dosa dengan benar. Gi

  • ENAK, PAK DOSEN!   472. Unfaedah

    Jenuh melihat perdebatan ‘unfaedah’ antara Sagara dan Ara yang nggak kunjung usai, Diana menyenggol lengan suaminya.“Mas, ayo cari makan. Laper tahu,” bisik Diana sambil menggoyangkan lengan suaminya dengan manja.Sambil mengusap kepala Diana yang dibalut hijab pashmina, Damar menyahut santai, “Anak-anak gimana, Yang? Aku nggak yakin mereka bakal nemu titik temu kalau kita tinggal. Ada baiknya kita tunggu aja keputusan mereka dulu.”Diana cemberut. Ia memajukan bibirnya hingga nyaris bisa dikuncir. “Tapi apa iya kita harus nungguin mereka debat kusir terus? Ayolah, Mas. Kita kasih mereka waktu berdua. Aku yakin Ara bisa mikir dewasa, dan Saga ... yah, dia cuma kecil di umur doang, otaknya mah udah jauh. Dia bakalan bisa nakhlukkin Ara. Secara, dia udah dapat tubuhnya Ara. Gampang mah kalau soal hati,” bujuk Diana.Kini, Damar menghela napas, melirik Sagara darj celah pintu—yang masih sibuk memandangi Ara dengan tatapan ‘lapar’. “Ya sudah, ayo. Kita beliin makanan juga buat mereka. N

  • ENAK, PAK DOSEN!   471. Gak Fair

    Diana dan Damar di depan ruang perawatan Sagara mendadak cemas. Mereka berdua sibuk mondar mandir. Sesekali, mereka melirik ke dalam sana, berusaha mendengarkan apa yang dikatakan oleh dua anak muda tersebut. Namun, mereka tidak bisa mendengarkan apapun, hanya saling menduga-duga saja. “Yang, kira-kira, apa ya yang membuat Ara datang nemuin Sagara? Apa karena rasa peduli atau memang dorongan dari orang lain?” tanya Damar dengan serius. Matanya masih mengamati pintu ruang perawatan putranya yang tertutup rapat. “Aku sih mikirnya karena Ara merasa bersalah, Mas. Clayton kan udah nyuruh anak buahnya untuk mukulin Sagara. Jadi, dari situ mungkin Ara simpati. Secara gak langsung, Clayton hampir membunuh Sagara, ‘kan. Ya gak sih, Mas?” timpal Diana. “Menurutku, itu adalah alasan logisnya mengapa Ara datang ke sini.” “Iya juga ya, Yang. Rasa simpati, dan rasa bersalah.” Damar mengangguk. Kemudian, ia tersenyum miring, “Tapi, ini

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status