Share

•11•

Cowok itu masih bergelung dengan selimutnya. Seakan enggan untuk meninggalkan kasur ternyamannya. Dia adalah Gavin. Tukang molor. Eh, ralat. Susah dibangunin. Eh, sama saja ya?

Gavin mengucek matanya, sinar matahari menembus pada kedua iris mata cokelatnya. Tak ingin berlama-lama, karena dia tahu konsekuensinya. Dia mengacir kekamar mandi untuk melakukan ritual paginya.

Kemudian cowok itu bersiap - siap.

Baju rapih ceklist✅

Dasi plus sabuk ceklist✅

Rambut acak - acakkan tapi tetep tampan ceklist✅

Naya membalas perasaannya ...

"Belum anjer!" serunya ketika ia bergumam.

"Eh, kalo belum berati masih bisa berjuang dong, yakan?" tanya nya pada dirinya sendiri.

"Ah iya dong!" Gavin kembali berseru.

Menatap sebentar kearah cermin, kemudian mengedipkan sebelah mata

cofeeortee

any feedback to appreciate me, thanks for reading this❤️

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status