Share

Crazy Things

Author: Kim Soraya
last update publish date: 2026-08-29 00:10:42

Besoknya, hal yang tidak pernah Nayara duga terjadi. Nayara yang biasanya ke mana-mana selalu sendiri, kini justru dekat dengan Keisha.

Keisha masih sering melamun hari itu. Kadang tatapannya kosong, namun senyum cerianya langsung muncul kembali beberapa detik kemudian. Seolah ia tak membiarkan dirinya larut terlalu lama dalam kesedihannya sendiri.

Saat jam istirahat, mereka duduk di tangga belakang sekolah. Menghindari tempat yang terlalu ramai karena Keisha masih malu dengan kejadian kemarin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Forced to be Yours (Maid)   Crazy Things

    Besoknya, hal yang tidak pernah Nayara duga terjadi. Nayara yang biasanya ke mana-mana selalu sendiri, kini justru dekat dengan Keisha. Keisha masih sering melamun hari itu. Kadang tatapannya kosong, namun senyum cerianya langsung muncul kembali beberapa detik kemudian. Seolah ia tak membiarkan dirinya larut terlalu lama dalam kesedihannya sendiri.Saat jam istirahat, mereka duduk di tangga belakang sekolah. Menghindari tempat yang terlalu ramai karena Keisha masih malu dengan kejadian kemarin. "Na, pokoknya lu harus bantuin gue dapetin cowok, ya." Celetuk Keisha sambil mengunyah roti. "Siapa aja pokoknya. Yang pasti bukan Ravin. Gue udah malu banget karena kejadian kemarin dan ogah kenal lagi sama dia." Lanjutnya dengan pipi mengembung dan manyun karena cemberut. Nayara melirik sekilas. "Hah?""Lu bantuin gue nyari cowok, ya. Pliss. Kan sekarang kita bestie dadakan." Pinta Keisha dengan senyum manis sambil bergelayut manja ala bestie sesungguhnya. Nayara menghela napas pelan. "Is

  • Forced to be Yours (Maid)   Keisha Menyatakan Cinta?

    Besoknya, ketika Nayara baru melangkahkan kaki keluar dari kelasnya, Keisha datang dari kelas sebelah dan langsung meraih tangannya. "Nayara!" Serunya. Nayara menoleh dan mengerutkan kening melihat Keisha yang berlari ke arahnya dengan grasak-grusuk dan napas terengah-engah. Raut wajahnya antara panik dan nekat."Gue akan ikutin saran lu." Ujar Keisha cepat. "Gue akan deketin Ravin duluan." Ucapnya dengan tekad penuh. Nayara terdiam lama dengan kerutan yang semakin dalam di keningnya sebelum menyahut ragu. "Oke...?" "Tapi lu harus temenin gue. Gue nggak berani sendiri. Lu kan udah kenal lama sama Ravin." Pinta Keisha buru-buru. Tanpa menunggu respon Nayara, ia langsung meraih tangan Nayara dan membawanya turun menuju ruang fotografi. Keisha menghentikan langkah di depan ruang fotografi dan mengatur napasnya. "Lu tunggu di sini aja, ya. Stay beberapa langkah di belakang gue." Pintanya. "Oke." Sahut Nayara yang entah kenapa langsung setuju dan tak bisa menolak. Keisha menarik nap

  • Forced to be Yours (Maid)   Rasa Lelah

    Nayara berpikir urusan kemarin sudah selesai. Ternyata masalah seakan tak ada habis untuknya. Karena besoknya, gosip liar yang entah berasal dari mana, memenuhi sekolah dengan gaduh. "Ravin kok ngikutin Nayara mulu, ya?""Jangan-jangan, dia suka sama Nayara dan mau rebut Nayara dari Arkana?""Wah, fix. Cinta segitiga sih ini." Gosip tak masuk akal itu menyebar cepat. Saking cepatnya, Nayara mendengarnya dari orang lain lebih dulu. Bukan dari pelaku gosipnya. Dan tentu saja bahkan hanya Nayara yang mendengarnya. Gosip itu juga sudah sampai ke telinga Arkana. Siang itu, Arkana buru-buru mengejar langkah Nayara di koridor belakang sekolah. "Akhir-akhir ini seru banget, ya." Ujarnya setelah berhasil menyamai langkah Nayara. Nayara menghentikan langkah dan menoleh malas. "Maksud lu apa?" Ia mengerutkan kening gusar. Hanya Arkana satu-satunya yang berhasil membuatnya memberikan respon lebih daripada sekadar bersikap datar. "Ck, lu sadar nggak, sekarang orang-orang ngomong apa tentang

  • Forced to be Yours (Maid)   Kesalahpahaman Total

    Semakin lama memendam rasa, Ravin merasa semakin tidak kuat menahan gejolak di hatinya itu sendirian. Hari ini, ia akhirnya benar-benar nekat Nayara sedang jalan seorang diri ke arah taman belakang sekolah, tempat favoritnya untuk menenggelamkan diri dari keramaian. Telinganya dengan jelas menangkap suara langkah seseorang mengikuti ritme langkahnya dari belakang. Pelan, dan hati-hati. Terlalu hati-hati untuk disebut kebetulan. "Nayara." Panggil Ravin pelan. Nayara menghentikan langkah. Ia sebenarnya sudah tahu kalau Ravin membuntutinya sedari tadi. Dan kali ini, ia membalikkan tubuh dengan wajah datar. Tak lagi pura-pura tak sadar. "Kenapa?" Ravin mendekat dua langkah. "Gue cuma mau ngobrol sebentar." Nayara menghela napas pelan. "Ngobrol apa lagi?" Ravin hendak membuka mulut. Tapi belum sempat ia berbicara, Nayara sudah keburu mengatakan sesuatu. Nada suaranya datar dan tenang seperti biasa. "Kenapa lu masih deketin gue? Lu belum confess ke Keisha? Kenapa? Ngga

  • Forced to be Yours (Maid)   Skenario Arkana

    Koridor terlihat ramai seperti pagi biasanya. Pagi ini pun sama. Nayara berjalan seorang diri di antara kerumunan orang-orang di koridor. "Oi." Suara itu membuat Nayara menghentikan langkah tapi tak langsung menatap sosok tersebut. "Beliin gue minum." Arkana berdiri di depannya dengan ekspresi tengil dan tangan dimasukkan ke saku celana. Ekspresi santai seolah tak sedang memberi perintah seenaknya. Beberapa orang yang tadi hanya sibuk dengan circle masing-masing langsung menoleh dan berbisik satu sama lain. "Bener kan mereka pacaran.""Ih lucu banget. Disuruh beli minum dong." "Gitu aja gue salting." Nayara menatap Arkana dingin. "Kenapa harus gue? Emang lu nggak bisa beli minum sendiri?" Ia tentu tak terima. Arkana mendekat sedikit. "Kalau lu nurut, gue akan bilang ke semua orang kalau kita nggak pacaran dan rumor itu nggak benar." Ia berbisik pelan. Nayara mengatupkan rahang. Ia benci posisi ini. Tapi akhirnya ia memilih tak menolak. "Minuman apa?"Arkana nyengir kecil. "N

  • Forced to be Yours (Maid)   Nayara & Ravin... Maybe?

    Nayara mulai sering melihat sosok yang sama hampir di manapun ia berada. Sosok itu bukan Arkana. Melainkan cowok lain yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya. Awalnya Nayara berpikir itu hanya kebetulan. Tapi setelah tiga hari berturut-turut, Nayara mulai merasa bahwa itu bukan hanya sebuah kebetulan. Masalahnya cowok itu hampir selalu ada di setiap sudut yang Nayara pijak. Di hari keempat, saat Nayara baru keluar kelas dengan ransel yang menggantung di satu pundak, ia kembali melihat Ravin tak jauh dari sana. Ekspresi Nayara tetap datar saat Ravin sengaja menyamakan langkah. Langkah mereka sejajar dengan hening yang tercipta sejenak. Sampai Ravin membuka suara. Untuk pertama kalinya. Untuk seorang gadis. "Lu... Nayara, kan?" Nayara melirik sekilas dengan kerutan di keningnya. "Iya." Sahutnya singkat. "Gue Ravin. Ketua ekstrakurikuler fotografi kalau lu belum tau." Ravin berusaha tidak terlihat kikuk. Hening. Tak ada sahutan lagi dari Nayara karena memang ia sendiri merasa t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status