ホーム / Romansa / Forced to be Yours (Maid) / Nayara & Ravin... Maybe?

共有

Nayara & Ravin... Maybe?

作者: Kim Soraya
last update 公開日: 2026-07-25 12:56:39

Nayara mulai sering melihat sosok yang sama hampir di manapun ia berada. Sosok itu bukan Arkana. Melainkan cowok lain yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya.

Awalnya Nayara berpikir itu hanya kebetulan. Tapi setelah tiga hari berturut-turut, Nayara mulai merasa bahwa itu bukan hanya sebuah kebetulan. Masalahnya cowok itu hampir selalu ada di setiap sudut yang Nayara pijak.

Di hari keempat, saat Nayara baru keluar kelas dengan ransel yang menggantung di satu pundak, ia kembali melihat Ravin tak jauh dari sana.

Ekspresi Nayara tetap datar saat Ravin sengaja menyamakan langkah. Langkah mereka sejajar dengan hening yang tercipta sejenak. Sampai Ravin membuka suara. Untuk pertama kalinya. Untuk seorang gadis.

"Lu... Nayara, kan?"

Nayara melirik sekilas dengan kerutan di keningnya. "Iya." Sahutnya singkat.

"Gue Ravin. Ketua ekstrakurikuler fotografi kalau lu belum tau." Ravin berusaha tidak terlihat kikuk.

Hening. Tak ada sahutan lagi dari Nayara karena memang ia sendiri merasa tidak ada yang perlu dikatakan lagi.

"Gue sering ngambil foto lu." Ravin memberanikan diri mengatakan itu. Dan itu berhasil membuat Nayara menghentikan langkah.

"T- tapi bukan yang aneh-aneh. Maksudnya gue– candid." Jelas Ravin karena panik sambil mengacungkan kameranya.

"Kenapa gue?" Tanya Nayara ingin tahu.

"Kenapa lu?" Ravin tampak berpikir sebelum menjawab, "Karena lu punya ekspresi unik yang jarang orang punya."

Nayara terdiam sambil memberikan tatapan menilai. Bukan tatapan marah atau takut atau merasa Ravin orang aneh. Ia hanya heran karena ada orang yang berpikir bahwa dirinya memiliki ekspresi yang unik dan sering mengambil potretnya. Itu hal yang jarang ia dengar.

"Terus? Kenapa lu ikutin gue sampe sini?" Nayara kembali bertanya.

Ravin meneguk ludah sejenak. "Kalau lu nggak keberatan, gue pengen izin resmi aja." Ucapnya kikuk.

Nayara berpikir sebentar. "Boleh aja. Asal jangan upload foto gue di sosmed lu." Tegasnya yang malah membuat Ravin sontak tergelak. Nayara menatapnya aneh.

"Oke. Deal ya. Berarti gue nggak harus ambil foto lu diam-diam lagi mulai sekarang." Ravin menyampaikan kesepakatan.

~~

Sejak hari itu, Ravin tidak pernah menjelma sebagai penguntit lagi. Ia mengikuti langkah Nayara dengan lebih leluasa dan Nayara tahu itu. Ia hanya tidak peduli.

Setiap Nayara ke kantin, Ravin akan berada beberapa meter di dekatnya, Nayara duduk sendirian di taman sekolah, Ravin duduk dua bangku dari sana. Nayara tak pernah mengusir, hanya tidak pernah benar-benar membuka diri.

"Lu nggak capek ngikutin gue mulu?" Tanya Nayara suatu hari saat Ravin kembali menyamakan langkah dengannya.

"Capek sih. Soalnya lu jalan cepet banget." Ravin nyengir lucu. "Tapi lebih capek kalau nggak ngikutin lu." Ungkapnya.

Nayara mengerutkan kening bingung. "Dasar aneh."

"Kok aneh, sih? Kan gue jujur." Ravin tertawa sembari menyusul langkah Nayara.

Arkana beberapa kali tanpa sengaja memperhatikan interaksi mereka.

Sampai suatu saat, Arkana melihat Nayara sedang duduk di bangku taman yang tidak jauh dari kantin. Yang membuat pandangan Arkana berfokus ke arah sana adalah karena di samping Nayara ada Ravin. Arkana tahu cowok itu adalah ketua ekstrakurikuler fotografi, tapi tak begitu kenal karena tak pernah bertegur sapa.

Nayara dan Ravin hanya duduk berdampingan tanpa terlihat saling melempar senyuman, tak terlihat mesra, tak terlihat begitu akrab. Tapi entah kenapa, sesuatu yang aneh di dalam dada Arkana kembali muncul.

"Heh, lu ngapain bengong? Kesambet ya?" Tegur salah satu teman di geng Arkana. "Lu kenapa, Kan?" Sambung yang lain.

Arkana menggeleng dan beranjak dari bangkunya. "Gapapa. Gue ke sana bentar, ya." Ia berjalan lurus menuju taman.

Di sisi lain, di lorong lantai dua, Keisha memperhatikan Arkana yang jelas terjangkau oleh pandangannya.

Ada yang berbeda dalam dirinya hari ini. Biasanya ia akan selalu ceria melihat Arkana. Biasanya ia selalu mengejar dan menempel di sekitar cowok itu.

Tapi kali ini, raut wajahnya terlihat pasrah dan tidak secerah biasanya. Salah satu teman sekelasnya menyenggol pundaknya.

"Lu masih ngejar Arkana?"

Keisha tersenyum kecut. "Kayaknya... nggak lagi." Ia menatap jauh ke arah taman. Ia tidak sedang memperhatikan suasana taman. Melainkan memandang ke arah Arkana dan Nayara secara bergantian.

"Hahaha. Ternyata lu bisa nyerah juga ya? Apa yang membuat lu akhirnya capek?" Tanya temannya lagi.

Keisha mendengus sebelum menjawab, "Soalnya gue udah sadar diri. Dia nggak pernah lihat gue seperti dia melihat cewek itu." Ungkapnya sambil menunjuk ke arah Nayara yang masih duduk tak bergeming dari tempatnya.

Temannya mengikuti arah telunjuknya. "Cewek hoodie itu?" Tanyanya memastikan. Keisha mengangguk pelan. Ia benar-benar terlihat pasrah dan memilih mundur sebagai kandidat pengejar Arkana.

~~

Sore harinya saat jam pulang sekolah, Nayara berjalan melewati area parkiran seorang diri. Ia menoleh ketika Ravin tiba-tiba muncul di sampingnya.

"Lu mau pulang?" Tanya Ravin sambil terus melangkah karena motornya memang terparkir tak jauh dari sana.

"Iya. Takut hujan. Gue nggak bawa payung soalnya." Sahut Nayara seadanya.

"Ngapain butuh payung? Kan lu pake hoodie tebal." Sahut Ravin sambil tergelak pelan. Ia tiba-tiba memperlambat langkah saat sudah dekat dengan motornya yang terparkir.

"Nayara... lu beneran pacaran sama Arkana?" Tanyanya tetap hati-hati.

Nayara menghentikan langkah dan menoleh. "Nggak." Jawabnya tegas dan singkat. Cukup menjelaskan bahwa rumor itu tidak benar.

Ravin mengangkat alis heran. "Semua orang bilang begitu."

Nayara mengangkat bahu. "Orang-orang juga pernah bilang bumi itu datar, tapi gue nggak langsung percaya." Timpalnya.

Ravin tertawa kecil. Ia meraih helm dan naik ke motornya. "Lu nggak mau pulang bareng aja?" Tawarnya.

"Nggak. Kosan gue jauh. Makasih ya." Tolak Nayara. Ravin melakukan motornya keluar dari pekarangan sekolah setelah berpamitan dengan Nayara.

Tanpa Nayara sadari, Arkana yang berada tak jauh dari sana memperhatikan interaksi keduanya dan mendengar dengan jelas bagaimana Nayara menolak mentah-mentah rumor tersebut.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Forced to be Yours (Maid)   Rasa Lelah

    Nayara berpikir urusan kemarin sudah selesai. Ternyata masalah seakan tak ada habis untuknya. Karena besoknya, gosip liar yang entah berasal dari mana, memenuhi sekolah dengan gaduh. "Ravin kok ngikutin Nayara mulu, ya?""Jangan-jangan, dia suka sama Nayara dan mau rebut Nayara dari Arkana?""Wah, fix. Cinta segitiga sih ini." Gosip tak masuk akal itu menyebar cepat. Saking cepatnya, Nayara mendengarnya dari orang lain lebih dulu. Bukan dari pelaku gosipnya. Dan tentu saja bahkan hanya Nayara yang mendengarnya. Gosip itu juga sudah sampai ke telinga Arkana. Siang itu, Arkana buru-buru mengejar langkah Nayara di koridor belakang sekolah. "Akhir-akhir ini seru banget, ya." Ujarnya setelah berhasil menyamai langkah Nayara. Nayara menghentikan langkah dan menoleh malas. "Maksud lu apa?" Ia mengerutkan kening gusar. Hanya Arkana satu-satunya yang berhasil membuatnya memberikan respon lebih daripada sekadar bersikap datar. "Ck, lu sadar nggak, sekarang orang-orang ngomong apa tentang

  • Forced to be Yours (Maid)   Kesalahpahaman Total

    Semakin lama memendam rasa, Ravin merasa semakin tidak kuat menahan gejolak di hatinya itu sendirian. Hari ini, ia akhirnya benar-benar nekat Nayara sedang jalan seorang diri ke arah taman belakang sekolah, tempat favoritnya untuk menenggelamkan diri dari keramaian. Telinganya dengan jelas menangkap suara langkah seseorang mengikuti ritme langkahnya dari belakang. Pelan, dan hati-hati. Terlalu hati-hati untuk disebut kebetulan. "Nayara." Panggil Ravin pelan. Nayara menghentikan langkah. Ia sebenarnya sudah tahu kalau Ravin membuntutinya sedari tadi. Dan kali ini, ia membalikkan tubuh dengan wajah datar. Tak lagi pura-pura tak sadar. "Kenapa?" Ravin mendekat dua langkah. "Gue cuma mau ngobrol sebentar." Nayara menghela napas pelan. "Ngobrol apa lagi?" Ravin hendak membuka mulut. Tapi belum sempat ia berbicara, Nayara sudah keburu mengatakan sesuatu. Nada suaranya datar dan tenang seperti biasa. "Kenapa lu masih deketin gue? Lu belum confess ke Keisha? Kenapa? Ngga

  • Forced to be Yours (Maid)   Skenario Arkana

    Koridor terlihat ramai seperti pagi biasanya. Pagi ini pun sama. Nayara berjalan seorang diri di antara kerumunan orang-orang di koridor. "Oi." Suara itu membuat Nayara menghentikan langkah tapi tak langsung menatap sosok tersebut. "Beliin gue minum." Arkana berdiri di depannya dengan ekspresi tengil dan tangan dimasukkan ke saku celana. Ekspresi santai seolah tak sedang memberi perintah seenaknya. Beberapa orang yang tadi hanya sibuk dengan circle masing-masing langsung menoleh dan berbisik satu sama lain. "Bener kan mereka pacaran.""Ih lucu banget. Disuruh beli minum dong." "Gitu aja gue salting." Nayara menatap Arkana dingin. "Kenapa harus gue? Emang lu nggak bisa beli minum sendiri?" Ia tentu tak terima. Arkana mendekat sedikit. "Kalau lu nurut, gue akan bilang ke semua orang kalau kita nggak pacaran dan rumor itu nggak benar." Ia berbisik pelan. Nayara mengatupkan rahang. Ia benci posisi ini. Tapi akhirnya ia memilih tak menolak. "Minuman apa?"Arkana nyengir kecil. "N

  • Forced to be Yours (Maid)   Nayara & Ravin... Maybe?

    Nayara mulai sering melihat sosok yang sama hampir di manapun ia berada. Sosok itu bukan Arkana. Melainkan cowok lain yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya. Awalnya Nayara berpikir itu hanya kebetulan. Tapi setelah tiga hari berturut-turut, Nayara mulai merasa bahwa itu bukan hanya sebuah kebetulan. Masalahnya cowok itu hampir selalu ada di setiap sudut yang Nayara pijak. Di hari keempat, saat Nayara baru keluar kelas dengan ransel yang menggantung di satu pundak, ia kembali melihat Ravin tak jauh dari sana. Ekspresi Nayara tetap datar saat Ravin sengaja menyamakan langkah. Langkah mereka sejajar dengan hening yang tercipta sejenak. Sampai Ravin membuka suara. Untuk pertama kalinya. Untuk seorang gadis. "Lu... Nayara, kan?" Nayara melirik sekilas dengan kerutan di keningnya. "Iya." Sahutnya singkat. "Gue Ravin. Ketua ekstrakurikuler fotografi kalau lu belum tau." Ravin berusaha tidak terlihat kikuk. Hening. Tak ada sahutan lagi dari Nayara karena memang ia sendiri merasa t

  • Forced to be Yours (Maid)   Cowok & Kamera

    Hari-hari terasa sama saja bagi Nayara. Tidak ada yang berubah meski gosip tentang hubungannya dan Arkana semakin liar dan meski Arkana terlihat semakin menyebalkan hampir setiap harinya. Dan kalau kalian masih ingat Keisha, si cewek imut menggemaskan yang menjelma sebagai cegil-nya Arkana, juga belum berubah. Ia masih gencar mendekati Arkana dan mencari perhatian dari cowok menyebalkan itu. "Arkana, kamu nggak mau pulang bareng aku?""Arkana, kamu mau latihan basket nggak?""Arkana, bukain botol minum aku, dong." "Arkana, kantin yuk."Dan masih banyak lagi. Arkana jarang menolak secara kasar, namun juga tak pernah benar-benar merespon. Sementara Nayara? Ia tidak pernah peduli tentang Arkana maupun Keisha. Ia bahkan tak pernah melirik kedua insan itu sama sekali. Keisha yang merasa Nayara hampir tak pernah meliriknya, berpikir bahwa Nayara bukan saingannya. Ia tidak jahat. Ia tidak pernah melabrak atau melakukan hal-hal yang membuat Nayara tidak nyaman. Hanya saja Nayara tidak be

  • Forced to be Yours (Maid)   Tsundere Full Set

    Keesokan harinya saat jam istirahat tiba.Nayara jalan seorang diri lengkap dengan hoodie kebesaran yang setia menutup setengah wajahnya. "Berhenti!" Satu suara yang sangat ia kenal. Nayara mendongak dan menatap Arkana dingin. "Mau ngapain lagi? Gue udah bukan maid lu." Tantangnya. Arkana menyisipkan tangan ke saku celana. "Gue nggak pernah mecat lu." Balasnya santai. Nayara tersenyum sinis. "Gue yang mengundurkan diri." "Dan gue nggak setuju." Sahut Arkan cepat. Tatapannya lurus ke depan. Sekeliling mereka mulai melambat. Telinga-telinga yang terbiasa menguping sengaja memperlambat langkah untuk menyaksikan momen seru yang tak bisa ditinggal. "Eh, itu Arkana ya?" "Cewek itu siapa? Kok Arkana ngobrol sama dia?" "Itu cewek yang belakangan ini suka bawain tasnya nggak sih?"Di antara kerumunan itu, muncul seorang gadis cantik nan imut yang biasa dipanggil Keisha. Gadis yang sejak beberapa hari lalu paling giat mengejar Arkana.Keisha menghentikan langkah dan menatap Nayara dari

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status