Compartilhar

Cowok & Kamera

Autor: Kim Soraya
last update Data de publicação: 2026-07-25 12:00:30

Hari-hari terasa sama saja bagi Nayara. Tidak ada yang berubah meski gosip tentang hubungannya dan Arkana semakin liar dan meski Arkana terlihat semakin menyebalkan hampir setiap harinya.

Dan kalau kalian masih ingat Keisha, si cewek imut menggemaskan yang menjelma sebagai cegil-nya Arkana, juga belum berubah. Ia masih gencar mendekati Arkana dan mencari perhatian dari cowok menyebalkan itu.

"Arkana, kamu nggak mau pulang bareng aku?"

"Arkana, kamu mau latihan basket nggak?"

"Arkana, bukain botol minum aku, dong."

"Arkana, kantin yuk."

Dan masih banyak lagi. Arkana jarang menolak secara kasar, namun juga tak pernah benar-benar merespon. Sementara Nayara? Ia tidak pernah peduli tentang Arkana maupun Keisha. Ia bahkan tak pernah melirik kedua insan itu sama sekali.

Keisha yang merasa Nayara hampir tak pernah meliriknya, berpikir bahwa Nayara bukan saingannya. Ia tidak jahat. Ia tidak pernah melabrak atau melakukan hal-hal yang membuat Nayara tidak nyaman.

Hanya saja Nayara tidak berniat dekat dengan siapapun di sekolah itu sebelum benar-benar mengenal mereka. Terbukti, ia bahkan hampir tidak punya teman yang benar-benar dekat dengannya.

~~

Di sisi lain, ada seorang cowok yang merupakan ketua ekstrakurikuler fotografi dan terbilang cukup handal dalam memegang kamera bernama Ravindra. Ia akrab disapa Ravin.

Cowok tinggi, lumayan populer meski lebih suka menyendiri menghabiskan waktu bersama kameranya yang hampir selalu ia bawa ke mana-mana.

Ia jarang mengobrol, jarang tersenyum pada orang yang tak dikenalnya, dan selalu fokus dengan kamera yang ia kalungkan di leher.

Dan entah sejak kapan, lensa kameranya sering mengarah ke satu sosok. Dan sosok itu adalah Nayara.

Sosok Nayara yang sedang duduk sendirian di taman, Nayara yang sedang jalan sendirian di koridor, Nayara yang memakai hoodie sambil minum minuman dingin, sampai Nayara yang sedang berdebat kecil dengan Arkana dari kejauhan.

Alasannya simpel. Ia merasa setiap gambar Nayara yang ia ambil selalu menghasilkan foto yang aesthetic. Nayara adalah gadis sederhana yang kesederhanaannya terbilang cukup unik.

Untuk seseorang yang terbiasa menilai penampilan dan sikap seseorang, Ravin mengakui bahwa Nayara memiliki aura yang jarang orang punya. Hal itu membuatnya kagum.

Awalnya ia hanya kagum dengan hasil potret Nayara yang ia ambil. Namun lama-kelamaan, ia juga kian mengagumi sosok tersebut. Meskipun Nayara jarang tersenyum, Ravin tetap diam-diam mengagumi gadis itu.

Ravin sering menghabiskan waktu di kursi yang terletak di bawah pohon atau di ruang fotografi untuk melihat hasil jepretan yang ia ambil di kameranya.

'Puk'

Ravin buru-buru menutup layar kamera saat seseorang menepuk pundaknya. Ia menoleh dan mendapati Gino yang datang dengan handuk di leher. Pria itu terlihat jelas baru kembali dari lapangan olahraga.

Dan sekarang ia tengah menatap penasaran pada Ravin dan kameranya. "Apaan tuh? Pasti ada sesuatu ya? Jarang jarang lu sembunyiin kamera dari gue." Komentar Gino sambil menyipitkan mata dan tersenyum penuh makna.

"Nggak ada apa-apa, bro. Nanti aja gue tunjukkin. Lu ganti baju sana." Usir Ravin. Meski ia sangat protektif terhadap kameranya, tapi Gino adalah salah satu orang terpercaya untuk ia memamerkan karya seni dari kameranya.

"Santai, bro. Nanti tunjukkin ke gue ya hasil fotonya." Pinta Gino sebelum berjalan keluar untuk pergi ke ruang ganti.

Ravin segera melepas kartu SD kamera dan menyimpannya di dalam tas kecilnya untuk mengamankan. Tentu saja ia tidak bisa berbagi karya itu pada Gino atau siapapun. Ia tidak akan bisa menjelaskan alasan terdapat foto Nayara dalam jumlah yang banyak. Ia takut siapapun akan salah paham.

~~

Suatu hari, saat Arkana berpapasan dengan Nayara, ia tanpa sengaja melihat ke arah Ravin yang berdiri tak jauh dari sana sambil mengangkat kamera yang difokuskan pada Nayara.

Arkana reflek menghentikan langkah dan menatap tajam pada Ravin yang tidak menyadarinya.

Ravin kembali menekan tombol klik dan mengambil gambar Nayara. Arkana masih berdiri di tempat, menatap Ravin tajam, sebelum berbalik arah dan kembali bergabung dengan gengnya.

Ekspresi Arkana bukan cuek seperti biasanya. Ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Dan untuk pertama kalinya, ia sadar ada sesuatu yang bergemuruh di dadanya.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Forced to be Yours (Maid)   Rasa Lelah

    Nayara berpikir urusan kemarin sudah selesai. Ternyata masalah seakan tak ada habis untuknya. Karena besoknya, gosip liar yang entah berasal dari mana, memenuhi sekolah dengan gaduh. "Ravin kok ngikutin Nayara mulu, ya?""Jangan-jangan, dia suka sama Nayara dan mau rebut Nayara dari Arkana?""Wah, fix. Cinta segitiga sih ini." Gosip tak masuk akal itu menyebar cepat. Saking cepatnya, Nayara mendengarnya dari orang lain lebih dulu. Bukan dari pelaku gosipnya. Dan tentu saja bahkan hanya Nayara yang mendengarnya. Gosip itu juga sudah sampai ke telinga Arkana. Siang itu, Arkana buru-buru mengejar langkah Nayara di koridor belakang sekolah. "Akhir-akhir ini seru banget, ya." Ujarnya setelah berhasil menyamai langkah Nayara. Nayara menghentikan langkah dan menoleh malas. "Maksud lu apa?" Ia mengerutkan kening gusar. Hanya Arkana satu-satunya yang berhasil membuatnya memberikan respon lebih daripada sekadar bersikap datar. "Ck, lu sadar nggak, sekarang orang-orang ngomong apa tentang

  • Forced to be Yours (Maid)   Kesalahpahaman Total

    Semakin lama memendam rasa, Ravin merasa semakin tidak kuat menahan gejolak di hatinya itu sendirian. Hari ini, ia akhirnya benar-benar nekat Nayara sedang jalan seorang diri ke arah taman belakang sekolah, tempat favoritnya untuk menenggelamkan diri dari keramaian. Telinganya dengan jelas menangkap suara langkah seseorang mengikuti ritme langkahnya dari belakang. Pelan, dan hati-hati. Terlalu hati-hati untuk disebut kebetulan. "Nayara." Panggil Ravin pelan. Nayara menghentikan langkah. Ia sebenarnya sudah tahu kalau Ravin membuntutinya sedari tadi. Dan kali ini, ia membalikkan tubuh dengan wajah datar. Tak lagi pura-pura tak sadar. "Kenapa?" Ravin mendekat dua langkah. "Gue cuma mau ngobrol sebentar." Nayara menghela napas pelan. "Ngobrol apa lagi?" Ravin hendak membuka mulut. Tapi belum sempat ia berbicara, Nayara sudah keburu mengatakan sesuatu. Nada suaranya datar dan tenang seperti biasa. "Kenapa lu masih deketin gue? Lu belum confess ke Keisha? Kenapa? Ngga

  • Forced to be Yours (Maid)   Skenario Arkana

    Koridor terlihat ramai seperti pagi biasanya. Pagi ini pun sama. Nayara berjalan seorang diri di antara kerumunan orang-orang di koridor. "Oi." Suara itu membuat Nayara menghentikan langkah tapi tak langsung menatap sosok tersebut. "Beliin gue minum." Arkana berdiri di depannya dengan ekspresi tengil dan tangan dimasukkan ke saku celana. Ekspresi santai seolah tak sedang memberi perintah seenaknya. Beberapa orang yang tadi hanya sibuk dengan circle masing-masing langsung menoleh dan berbisik satu sama lain. "Bener kan mereka pacaran.""Ih lucu banget. Disuruh beli minum dong." "Gitu aja gue salting." Nayara menatap Arkana dingin. "Kenapa harus gue? Emang lu nggak bisa beli minum sendiri?" Ia tentu tak terima. Arkana mendekat sedikit. "Kalau lu nurut, gue akan bilang ke semua orang kalau kita nggak pacaran dan rumor itu nggak benar." Ia berbisik pelan. Nayara mengatupkan rahang. Ia benci posisi ini. Tapi akhirnya ia memilih tak menolak. "Minuman apa?"Arkana nyengir kecil. "N

  • Forced to be Yours (Maid)   Nayara & Ravin... Maybe?

    Nayara mulai sering melihat sosok yang sama hampir di manapun ia berada. Sosok itu bukan Arkana. Melainkan cowok lain yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya. Awalnya Nayara berpikir itu hanya kebetulan. Tapi setelah tiga hari berturut-turut, Nayara mulai merasa bahwa itu bukan hanya sebuah kebetulan. Masalahnya cowok itu hampir selalu ada di setiap sudut yang Nayara pijak. Di hari keempat, saat Nayara baru keluar kelas dengan ransel yang menggantung di satu pundak, ia kembali melihat Ravin tak jauh dari sana. Ekspresi Nayara tetap datar saat Ravin sengaja menyamakan langkah. Langkah mereka sejajar dengan hening yang tercipta sejenak. Sampai Ravin membuka suara. Untuk pertama kalinya. Untuk seorang gadis. "Lu... Nayara, kan?" Nayara melirik sekilas dengan kerutan di keningnya. "Iya." Sahutnya singkat. "Gue Ravin. Ketua ekstrakurikuler fotografi kalau lu belum tau." Ravin berusaha tidak terlihat kikuk. Hening. Tak ada sahutan lagi dari Nayara karena memang ia sendiri merasa t

  • Forced to be Yours (Maid)   Cowok & Kamera

    Hari-hari terasa sama saja bagi Nayara. Tidak ada yang berubah meski gosip tentang hubungannya dan Arkana semakin liar dan meski Arkana terlihat semakin menyebalkan hampir setiap harinya. Dan kalau kalian masih ingat Keisha, si cewek imut menggemaskan yang menjelma sebagai cegil-nya Arkana, juga belum berubah. Ia masih gencar mendekati Arkana dan mencari perhatian dari cowok menyebalkan itu. "Arkana, kamu nggak mau pulang bareng aku?""Arkana, kamu mau latihan basket nggak?""Arkana, bukain botol minum aku, dong." "Arkana, kantin yuk."Dan masih banyak lagi. Arkana jarang menolak secara kasar, namun juga tak pernah benar-benar merespon. Sementara Nayara? Ia tidak pernah peduli tentang Arkana maupun Keisha. Ia bahkan tak pernah melirik kedua insan itu sama sekali. Keisha yang merasa Nayara hampir tak pernah meliriknya, berpikir bahwa Nayara bukan saingannya. Ia tidak jahat. Ia tidak pernah melabrak atau melakukan hal-hal yang membuat Nayara tidak nyaman. Hanya saja Nayara tidak be

  • Forced to be Yours (Maid)   Tsundere Full Set

    Keesokan harinya saat jam istirahat tiba.Nayara jalan seorang diri lengkap dengan hoodie kebesaran yang setia menutup setengah wajahnya. "Berhenti!" Satu suara yang sangat ia kenal. Nayara mendongak dan menatap Arkana dingin. "Mau ngapain lagi? Gue udah bukan maid lu." Tantangnya. Arkana menyisipkan tangan ke saku celana. "Gue nggak pernah mecat lu." Balasnya santai. Nayara tersenyum sinis. "Gue yang mengundurkan diri." "Dan gue nggak setuju." Sahut Arkan cepat. Tatapannya lurus ke depan. Sekeliling mereka mulai melambat. Telinga-telinga yang terbiasa menguping sengaja memperlambat langkah untuk menyaksikan momen seru yang tak bisa ditinggal. "Eh, itu Arkana ya?" "Cewek itu siapa? Kok Arkana ngobrol sama dia?" "Itu cewek yang belakangan ini suka bawain tasnya nggak sih?"Di antara kerumunan itu, muncul seorang gadis cantik nan imut yang biasa dipanggil Keisha. Gadis yang sejak beberapa hari lalu paling giat mengejar Arkana.Keisha menghentikan langkah dan menatap Nayara dari

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status