แชร์

48. Babak belur

ผู้เขียน: Kristiana0909
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-06 09:00:23

Waktu sudah menunjukkan tengah hari kala Gadis sampai di Bontang. Ia memasuki lobby apartemen dan langsung menghubungi Anwar. Hanya lima menit menunggu hingga Anwar datang dan menyerahkan kunci apartemen kepada Gadis.

"Pak Anwar, apakah bapak punya kontak rent car di sini?"

"Kenapa harus sewa, Bu? Mobil punya pak Adit

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • From Bully to Love Me   119. Mengulang Lamaran

    Gavriel : Gue sama Gadis langsung ke lokasi. Tolong koper gue sama Gadis bawain ke bandara. Kita ketemu di sana aja. Ini ada ikan sama ayam bakar buat lo bertiga dari Mama. Nanti kalo sudah sampai resto, biar dikirim sama babang ojek online ke villa.Elang yang baru saja membaca pesan dari Gavriel hanya bisa menghela napas panjang. Rasa-rasanya ia ingin menjadi Gavriel yang cukup mengeluarkan titahnya saja, maka apa yang ia inginkan akan terkabul."Bangke bener deh temen lo, Dit... enak di dia susah di kita.""Dia kaya gitu karena enggak mau kecewain lo. Kalo dia balik dulu ke sini buat siap-siap dan ambil kopernya doang itu buang-buang waktu. Nanti sampai sana restorannya sudah tutup."Wilson yang

  • From Bully to Love Me   118. Akhirnya diterima keluarga kamu

    Satu jam setelah pembicaraan Gadis dan Gavriel di kamar, kini Gadis sedang berjalan-jalan sore bersama Ella di sekitar rumah. Meskipun awalnya Gadis menolak untuk ikut, tapi Moanna yang menggeret tangannya akhirnya membuat Gadis mau tidak mau harus meninggalkan Nayunda yang sedang membuat sambal. Sepertinya Ella menyadari kenapa Gadis sangat canggung kala harus meninggalkan Gavriel dan Nayunda di rumah."Kamu enggak usah merasa enggak enak begitu. Aku yakin Gavriel pasti bantuin Mama. Biarin dia punya waktu sama Mama berdua buat bicara dari hati ke hati."Gadis tersenyum mendengar perkataan Ella ini. Gadis tak tahu luka batin apa yang sebenarnya Ella rasakan hingga perempuan ini masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya. Bahkan hubungan Ella dengan Mamanya terlihat memiliki tembok pembatas yang sangat tinggi.

  • From Bully to Love Me   117. Berani melamar, berani menikah cepat

    Gadis menatap Gavriel dari atas sampai bawah dengan mulut yang terbuka lebar. Otaknya langsung konslet karena melihat penampilan Gavriel yang membuatnya kehabisan kata-kata. Apa yang sebenarnya terjadi hingga laki-laki ini berpenampilan ala Marilyn Monroe. Sadar arti tatapan Gadis kepadanya, Gavriel langsung sewot kepada kakaknya."Mbak, kamu itu kalo diajakin mampir toko baju ya mampir. Ini aku mesti ganti pakai baju apa?""Ogah, ngapain mampir. Biarin aja Gadis tahu kegilaan kamu sama teman-teman kamu itu kaya apa kalo sudah ngumpul jadi satu."Gadis menghela napas panjang. Kini ia menaruh pisau yang ada di tangannya.Ia tinggalkan area dapur dan menarik tangan Gavriel untuk menjauhi Nayunda yang masih menatap anaknya itu dengan tatapan penuh ketidakpercayaan. Begitu sa

  • From Bully to Love Me   116. Belanja Bersama

    Gadis yang melihat Nayunda sedang bertelepon di halaman belakang rumah ini menjadi bingung harus melakukan apa sekarang. Karena toh ia masih merasa bahwa dirinya dan Nayunda memiliki benteng pemisah yang cukup tinggi. Jika dulu mantan Mama mertuanya langsung memintanya membahasakan dirinya dengan sebutan 'tante' maka Nayunda masih menggunakan kata 'saya' untuk menyebut dirinya. Sikap ini bisa Gadis artikan sebagai sebuah bentuk bahwa Ayunda memang menerimanya sebagai seorang tamu di keluarganya namun belum untuk menjadi calon menantu. Mengingat dirinya cukup minim wawasan menghadapi wanita seperti Mama Gavriel, kali ini mungkin Alena bisa membantunya. Toh, perempuan itu lumayan sering menonton film serta drama. Pasti wawasannya lebih banyak tentang bagaimana menghadapi keluarga pasangan yang belum menerima kehadiran kita. Tanpa banyak mengulur waktu, akhirnya Gadis mencoba mencari kontak Alena dan langsung mengiriminya pesan.

  • From Bully to Love Me   115. First Meet With Nayunda

    Gadis rasanya ingin kabur dari rumah ini andai ia bisa. Sayangnya ia tidak mungkin pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan pada ibu Gavriel yang kini tengah berada di dapur dan membuatkan minuman untuknya. Gadis yakin meskipun ia disuguhi dengan berbagai macam makanan dan minuman, kali ini dirinya tidak akan bisa untuk menikmatinya. Apalagi jika mengingat kejadian beberapa saat yang lalu kala Mamanya Gavriel yang kini Gadis tahu bernama Nayunda memergokinya berada di dalam kamar anak laki-lakinya. Mungkin masih lebh baik jika menemukan dirinya bersama Gavriel berada di dalam kamar berdua karena jelas itu cukup untuk membuat alibi jika Gavriel yang mengajaknya untuk masuk ke rumah ini. Namun yang ada dirinya datang sendiri ke tempat ini tanpa memberitahukan kepada Gavriel terlebih dahulu. Entah apa yang akan mamanya Gavriel pikirkan tentang dirinya selain ia adalah penyusup serta maling. Karena hanya dua kemungkinan itu paling mud

  • From Bully to Love Me   114. Hari Penyiksaan Gavriel

    "Omo... omo... cantik sekali calon bencong Taman Lawang satu ini," puji Wilson kala melihat Gavriel sudah selesai ber-makeup.Aditya berusaha menahan tawanya kala melihat Gavriel yang sudah menggunakan wig, kostum hingga make up ala Marilyn Monroe. Bukannya marah, Gavriel justru mencoba mendalami perannya kali ini. Anggap saja sebagai latihan sebelum terjun ke medan perang. Gavriel angkat tangan kanannya seakan memperagakan sedang menghentikan kendaraan."Ayo sini, Bang..... lima puluh... lima puluh... sekali sodok langsung pakai tongkat bisbol."Lepas sudah tawa Aditya kali ini, sedangkan Elang yang ada di dekat Gavriel sudah memvideokan kelakuan temannya ini. Video ini lumayan bisa menjadi video penhibur untuk dirinya dikala ia se

  • From Bully to Love Me   15. Bantu gue

    Wilson, Aditya dan Elang menatap Gavriel yang sedang sibuk berjalan mondar mandir di depan mereka bertiga. Sejak dua jam yang lalu, Wilson sudah memanggil mereka bertiga untuk datang ke ruang kerjanya yang ada di club ini. Andai saja Wilson

  • From Bully to Love Me   26. Akhirnya dia setuju

    Gavriel menoleh untuk melihat jam di sudut dinding kamar perawatan Gadis. Kala melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Gadis juga tak kunjung menutup matanya, membuat Gavriel merasa sedikit khawatir.

  • From Bully to Love Me   24. Ternyata dia tak sejahat itu

    Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.

  • From Bully to Love Me   23. Lebih cepat satu langkah

    Alena memilih menyembunyikan wajahnya dibalik koran yang pura-pura sedang ia baca. Ia memilih memperhatikan Rachel dari jauh sejak ia akan memasuki kamar hotel setelah cek-in. Tidak ia sangka jika selingkuhan suami Gadis ini akan menginap d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status