Share

72. Overthinking

Penulis: Kristiana0909
last update Tanggal publikasi: 2026-04-18 08:00:51

"Ayah, Bunda duduk sama aku di belakang, ya?" Kata Leander ketika Gavriel sampai di dekatnya.

Gavriel menganggukkan kepalanya. Melihat Leander yang sudah bersorak kegirangan, Gavriel hanya bisa tersenyum tapi lirikan matanya tetap mengarah ke Gadis yang menjadi diam kembali. Gavriel tak akan bertanya pada Gadis jika bukan Gadis sendiri yang menceritakannya kepadanya. Kini saat mereka memasu

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • From Bully to Love Me   99. Banyu akhirnya tahu

    Pukul dua belas malam Gadis sudah sampai di stasiun Balapan untuk menunggu kereta Turangga yang akan membawanya menuju ke Surabaya. Jam keberangkatan masih satu jam lagi. Sengaja Gadis mengambil kereta malam agar pagi hari pukul empat dirinya telah sampai di Stasiun Gubeng. Tentu saja pilihan Gadis kali ini adalah menginap di hotel yang ada di sekitaran stasiun Gubeng saja. Toh pagi hari ia juga harus menjemput Gavriel dan teman-temannya di Bandara. Ada rasa syukur di dalam diri Gadis karena selama tinggal di Surabaya, ia juga memiliki teman meskipun tidak banyak dan terlalu dekat.Sambil menunggu kereta datang, Gadis mencoba membuka gadget miliknya untuk mengecek data-data yang sudah diemail Papanya untuk dirinya. Meskipun ia akan melakukan travelling bulan depan, orangtuanya tetap memintanya ikut membantu pekerjaan mereka. Karena dirinya juga membutuhkan penghasilan, Ga

  • From Bully to Love Me   98. Kita Kawal Gadis ke Surabaya

    Elang menatap kostum serta atribut yang akan digunakan Gavriel besok pagi ini dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Setelah dua hari mencari, akhirnya ia menemukan persewaan costum ini di salah satu tempat persewaan yang ada di daerah Jakarta Utara. Tentu saja tanpa bantuan Aditya dan Wilson, ia tak akan menemukannya."Lo beneran laknat jadi manusia, Lang. Tega-teganya lo lakuin hal ini ke teman lo sendiri."Elang yang sudah pernah merasakan punishment gila di hidupnya tidak terima dikatakan seperti itu oleh Wilson."Lo enak banget ngomong begitu karena lo yang paling beruntung belum pernah kalah dalam taruhan kita selama ini. Coba lo jadi gue, beneran bukan lagi cuma tukar nasib tapi kaya ngerasain neraka dunia yang sebenarnya."

  • From Bully to Love Me   97. Demi Gadis, Aku Rela di Bully

    Satu jam sebelumnya...Setelah jam makan siang berakhir, Gavriel kembali sibuk dengan pekerjaannya namun suara handphone khusus urusan pribadinya yang terus menerus membunyikan notifikasi pesan membuatnya mau tidak mau harus segera membacanya. Ia takut ada sesuatu yang penting. Helaan napas panjang adalah hal yang Gavriel lakukan kala melihat ternyata Group Lapak Dosa miliknya sedang sangat ramai. Ketiga temannya benar-benar membuatnya frustasi karena mereka memutuskan untuk berisik di jam-jam rawan 'tensi tinggi' seperti ini.Gavriel mulai membacanya dan ketika sebuah gambar celana dalam wanita warna ungu berbahan renda terpampang nyata di sana, matanya langsung membelalak lebar. Gavriel tak pernah menyimpan celana dalam wanita di rumahnya meskipun itu milik kakaknya (Ella), lalu celana dalam ini milik siapa? Apa iy

  • From Bully to Love Me   96. Penemuan Harta karun di Halaman Belakang

    Elang bangun siang hari ini karena sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar Gavriel benar-benar menyiksa kedua matanya. Saat ia membuka mata, jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Ia hanya bisa berdiri lalu berjalan menuju ke arah kamar mandi yang ada di kamar ini. Dengan tubuh yang terasa masih belum segar, ia segera mencari handuk baru serta sikat gigi baru. Ia mandi di bawah guyuran air shower yang sukses membuat badannya terasa lebih segar kembali. Ia sedikit heran kenapa tidak ada yang membangunkannya? Gavriel benar-benar keterlaluan karena pergi ke kantor tanpa berpamitan kepadanya lebih dulu. Pasti pria satu itu sudah selesai menikmati makan siangnya saat ini di kantor.Selesai mandi dan membalutkan handuk di pinggangnya, Elang keluar dari kamar mandi dan segera mencari celana dalam baru milik Gavriel yang belum pernah dipakai. Begitu mendapatkannya, ia seg

  • From Bully to Love Me   95. Hadiah Perceraian

    Gadis menatap langit-langit kamarnya yang ada di rumah orangtuanya. Sambil menatap langit-langit kamar, kepala Gadis sibuk memikirkan bagaimana cara untuk meminta ijin kepada orangtuanya agar tidak turut serta untuk menghadiri acara rapat pertunangan Angi dengan Joe. Rencana rapat ini juga sekaligus sebagai acara perkenalan Joe dengan keluarga Bimantara karena Gadis yakin jika Joe pasti sudah mengenal keluarga besar Angi dari pihak Mamanya lebih dulu.Tok...Tok....Tok...Suara ketukan di pintu kamarnya membuat Gadis kembali bangun dari posisi rebahannya dan segera berjalan ke arah pintu kamarnya. Saat ia membukanya, tampak sosok Mamanya yang sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum

  • From Bully to Love Me   94. Kabar Buruk

    Gavriel menghela napas panjang kala ia baru saja selesai melakukan absen di kantor pagi ini. ia bersyukur karena dirinya tidak terlambat datang ke kantor meskipun tadi pagi pukul empat pagi, dirinya baru memejamkan mata. Saat berjalan ke arah ruangannya, Alena memanggilnya. Mau tidak mau Gavriel menyambangi Alena yang tengah menikmati secangkir kopi pagi ini di meja kerjanya."Gimana semalam? Sukses enggak?""Lancar berkat bantuan lo. Cuma gue heran aja lo dapat cake kaya gitu dari mana? Enggak mungkin itu cake beli dadakan, pasti lo pesan.""Gue sudah pesan dari seminggu sebelumnya. By the way, gimana, Gadis sudah kasih jawaban belum?"Kala mendapatkan pertanyaan seperti ini, Gavriel kemb

  • From Bully to Love Me   55. Jadi saksi perceraianku, ya?

    Gadis membuka kedua matanya kala merasakan sebuah bibir yang sejak satu menitan yang lalu menempel kuat di bibirnya hingga mereka bermain lidah bersama akhirnya terlepas. Pemandangan wajah Gavriel yang berjarak kurang dari sejengkal di depannya memb

  • From Bully to Love Me   46. Ternyata ada sang sutradara

    Group Lapak DosaElang : Dari kemarin gue nunggu update kabar anak gue. Kok lo malah ngilang gitu, Gav?

  • From Bully to Love Me   10. Tidak sempurna

    Gadis menatap pasangan muda yang sedang berfoto bersama kedua anaknya. Dari apa yang terlihat oleh matanya, pasangan itu seusia dirinya dan Dipta. Melihat mereka bahagia dengan keluarga kecilnya entah kenapa ada perasaan iri dalam dirinya. Kenapa ia dan Dipta tidak bisa seperti itu? Terlebih sejak

  • From Bully to Love Me   8. Saran Alena

    Gadis membolak-balikan tubuhnya di atas ranjang sejak semalam. Ingin rasanya ia marah namun tidak bisa setiap kali mengingat permintaan suaminya padanya. Benar dugaannya, Pradipta memintanya untuk merawat kedua orangtuanya di Surabaya. Meksipun awalnya Gadis menolak, namun kala Pradipta mengungkit-

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status