Home / Romansa / From Your Eyes Only / Banyak Yang Tak Bisa Sekolah Tinggi Karena Biaya, Tapi Tetap Berdiri Tinggi Karena Kerja Keras dan Harga Diri

Share

Banyak Yang Tak Bisa Sekolah Tinggi Karena Biaya, Tapi Tetap Berdiri Tinggi Karena Kerja Keras dan Harga Diri

Author: Netganno
last update Last Updated: 2025-08-11 07:49:38
Pagi itu, sinar matahari menyusup lembut dari sela tirai tipis di kamar perawatan VIP Jakarta Eye Centre, Kemayoran. Aroma lavender dari diffuser dan suara mesin pendingin udara yang menyala menjadi latar bagi pagi di hari terakhir Julio di rumah sakit ini.

Julio sudah duduk di pinggir ranjang, rapi dengan kaos polo berwarna abu-abu pucat dan celana jogger yang nyaman. Sepasang sneakers putih bersih bertengger di dekat kaki tempat tidurnya, dan kacamata hitam Ray-Ban yang kini menjadi sahabat setia untuk beberapa bulan ke depan, melindungi mata Julio dari sinar matahari. Kacamata itu tersangkut santai di kancing atas bajunya.

Ia mengecek jam tangannya. Pukul 09.20. Papa dan Mama-nya berjanji akan datang sebelum makan siang untuk membawanya pulang. Tapi yang datang saat ini justru seseorang yang tak ia kenal.

Pintu geser otomatis terbuka perlahan. Seorang pemuda bertubuh ramping melangkah masuk. Pakaiannya formal, tapi lusuh. Kemeja putih lengan panjangnya sudah tampak menguning di
Netganno

Hai teman2. Hore.. mulai minggu ini, jadwal update akan bertambah satu hari di hari Sabtu agar weekend teman2 lebih berwarna ditemani Julio . Jadi jadwalnya Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Pantengin terus ya Kisah Julio ini dan temukan bromance antara Julio dan Ario yang buat kita tertawa setelah menangis.. Happy reading.

| 22
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (50)
goodnovel comment avatar
aya
setelah julio bisa melihat lagi. nyatanya mata Bayu tetap merindukan sosok Laras kakaknya. apakah setelah ini Julio bakal mencari tau tentang Laras?
goodnovel comment avatar
aya
syukurlah transplantasi mata julio berjalan lancar tidak ada kendala suatu apapun. semoga setelah ini Julio bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi .
goodnovel comment avatar
Dita Akyas
moga kalian cocok jd PatNer selama 6 bulan dan dengan sifat nya Ario bisa mengimbangi Julio .. Ario ini lugas bgt semoga bisa mengimbangi gmn mau nya Julio .. meskipun ga S1 tapi dia bisa diandalkan Julio.. nah loh nah loh Julio mulai binggung kan kamu selalu ada bayangan Laras..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • From Your Eyes Only    24 : Hanya doa yang tulus dari hati yang mampu mengetuk pintu langit

    Julio POVLangit mendung seperti ikut bersedih, hujan yang turun deras ibarat air mata yang mengiringi kesedihanku. Aku melangkah perlahan memasuki kantor polisi, didampingi Pak Hutabarat, pengacara keluarga ku. Dia akan mendampingi diriku karena mama takut aku ditetapkan sebagai tersangka dari kasus kecelakaan di Kuningan itu.Hati dan pikiranku terasa seperti tanah longsor, kacau, rapuh, hancur di banyak titik. Sejujurnya, aku tidak siap melihat reka ulang hari itu. Hari di mana semuanya berubah. Hari ketika mataku gelap dan hatiku retak oleh kejadiaan yang tak bisa kuputar kembali.Di ruang pemeriksaan,terlihat duduk di depan layar proyektor sepasang suami istri yang tampak lebih hancur dariku. Sang ibu bernama Mega duduk dengan sorot mata penuh sesal dan wajah yang sembab. Suaminya meremas-remas tangan istrinya, seolah mencoba menahan air pasang yang sewaktu-waktu bisa memecah seluruh ruang ini dengan tangisan.Beberapa menit kemudian, seorang perwira masuk. Tegap, tapi tatap

  • From Your Eyes Only   23 :  Jodoh berjalan di lintasan tak terduga dan saat semesta menginginkannya, tak ada yang bisa memisahkan dua hati yang terikat.

    Di depan Kantor Polisi Kuningan, Laras berdiri kaku di balik pagar. Panggilan telepon dari penyidik beberapa jam lalu masih terngiang di telinganya - permintaan untuk menghadiri reka ulang kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya, Bayu. Langkahnya berat saat memasuki kantor itu dan hatinya berdetak tak beraturan.Saat Laras melangkah perlahan melewati halaman parkir kantor polisi, langkahnya tiba-tiba terhenti. Matanya menangkap sesuatu, benda usang yang begitu akrab, seolah menyimpan gema masa lalu yang belum sempat dia tutup. Sepeda tua dengan setang bengkok, catnya pudar dan roda yang penuh debu, berdiri sendiri di sudut tanah berkerikil itu. Terlupakan. Tersisih.Itu sepeda peninggalan ayah mereka. Sepeda yang menjadi sahabat setia Bayu, menemani setiap perjalanan kecilnya, menyusuri pagi saat mengantar donat , mengejar senja saat pulang sekolah sambil mengambil kembali donat-donat yang tidak terjual , membawa mimpi-mimpi Bayu untuk memperbaiki hidup mereka berdua . Sepeda yang s

  • From Your Eyes Only   22 : Perempuan tak perlu saling menjatuhkan, karena hanya kita yang tahu, betapa beratnya menjadi kita

    Susan’s POVAku menutup telepon setelah berbicara dengan Pak Hutabarat. “Saya sendiri yang akan mendampingi Tuan Muda Julio, Bu Susan. Saya akan berangkat sekarang ke Polsek Kuningan,” katanya dengan suara tegas dan logat Batak yang kental.“Pastikan Julio tidak dijadikan tersangka ya, Pak…” ucapku, menahan kegelisahan yang sedari tadi mendera.“Tenang, Bu. Saya akan pastikan semuanya aman. Ibu tidak perlu khawatir.”Telepon berakhir. Aku menarik napas panjang lalu melangkah cepat ke lobby rumah sakit untuk menunggu Pak Narto, sopirku. Aku harus segera kembali ke kantor, hari ini Johan, suamiku, akan bertemu salah satu pemilik perusahaan Jepang yang akan menyerahkan pembangunan pabrik Casing Laptop pada perusahaan kontraktor Wicaksono milik kami. Kontrak bernilai jutaan dolar itu akan segera terealissai. Tapi sejujurnya, pikiranku sama sekali tidak di sana. Saat ini semua pikiranku berputar di Julio. Tentang mata barunya. Tentang kecelakaan itu. Tentang kemungkinan dia dijadikan

  • From Your Eyes Only    21. Dalam Setiap Jantung Ibu, Ada Doa Yang Tak Pernah Lelah Menyebut Nama Anak

    Susan POVAku dan Julio melangkah keluar dari ruang konsultasi dr. Yvonne. Rasanya separuh beban di dadaku terangkat. Syukurlah, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi transplantasi mata Julio berjalan baik. Tak ada komplikasi berarti, hanya penyesuaian tubuh terhadap organ baru.Perubahan-perubahan aneh yang Julio rasakan, dari pola tidur yang berubah, selera makan yang mendadak suka pempek, hingga munculnya gambaran samar wajah perempuan, semuanya dijelaskan dengan tenang oleh dokter. Ia menyebut perubahan itu mungkin karena cellular memory, memori sel yang kadang ikut terbawa dalam organ donor. Katanya, meski belum terbukti secara medis , kasus seperti ini pernah terjadi di berbagai belahan dunia.Aku mengangguk, seolah cukup dengan penjelasan itu. Tapi di dalam hati, aku menyimpan keyakinan lain yang tak akan aku utarakan pada Julio. Tentang roh yang masih tinggal di dunia selama empat puluh sembilan hari, menuntaskan urusan yang belum selesai. Mungkin setelah itu, semua keanehan

  • From Your Eyes Only   20. Ada Hal-Hal Di Dunia Ini Yang Tidak Bisa Dijelaskan Dengan Logika, Cukup Dirasakan & Biarkan Hati Yang Memahami

    Julio POVPagi ini aku dijadwalkan check-up di Rumah Sakit MMC. Janji temuku dengan dr. Yvonne pukul sembilan tepat. Sejak menjalani transplantasi mata, ada satu kebiasaan baru yang terus terjadi: aku selalu terbangun pukul dua dini hari dan anehnya, tubuhku langsung aktif, seperti sudah cukup tidur semalaman.Tapi itu bukan satu-satunya perubahan. Sejak operasi itu, ada banyak hal yang terasa berbeda. Dulu aku cenderung menghindari makanan kaki lima, perutku sensitif, terlalu “kelas atas,” kata Ario. Tapi sekarang? Aku jatuh cinta pada bubur ayam Mas Edi. Bahkan kemarin, saat Ario membelikan nasi goreng seharga dua puluh ribuan di samping apartemenku, aku ikut memesan juga, dan ternyata... rasanya lebih nendang daripada nasi goreng buatan chef pribadi di apartemen ini.Sikapku juga berubah. Aku jadi lebih murah hati, lebih punya empati, terutama ke Ario. Dan aku yakin, sifat itu bukan milik ‘Julio ’ yang dulu. Lalu ada satu hal aneh lagi. Kemarin malam, saat mendengar podcast tentang

  • From Your Eyes Only   19: Setiap Kata Baik dan Harapan Tulus Adalah Doa Yang Diam-Diam Mengetuk Langit

    Laras POVMelihat wajah Riris yang sedih, aku tahu , ada sesuatu yang membebani pikirannya. Riris selalu seperti itu, dia adalah sahabatku sejak SD, rumah kami bertetangga, dia selalu tahu bagaimana menghiburku dan katanya aku juga selalu tahu bagaimana menghiburnya.“Ris... kamu kenapa? Ada masalah?” tanyaku lirih “Jangan takut karena aku lagi sedih.Aku tetap akan mendengar kalau kamu ada masalah. Cerita aja. Apa toko kamu benar-benar tutup? Kalau kamu kehilangan pekerjaan, bantuin aku aja. Kan aku udah bilang, kamu bisa ikut jualan donat.”Riris memandangku , tangannya meremas ujung bajunya, tapi dia tetap diamAku menatapnya lebih dalam dan mengulang pertanyaanku padanya“Ris... ada apa?”Aku melihatnya menghela nafas berat sekali lagi , lalu dia berkata tapi suaranya terdengar liriih“ Ra… tadi pagi Bossku bilang… kalau toko kami di Mall Ambasador akan dia tutup karena dia nggak kuat lagi bayar sewanya sedangkan pemasukannya kadang minus. Untuk bayar gaji ku aja dan satu orang r

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status