بيت / Romansa / From Your Eyes Only / What Doesn't Kill You Make You Stronger

مشاركة

What Doesn't Kill You Make You Stronger

مؤلف: Netganno
last update تاريخ النشر: 2025-08-13 07:22:05
Laras POV

Sehari lagi, aku menjalani hidup tanpa Bayu. Adik kecilku. Adik yang menjadi alasanku bertahan hidup selama ini. Alasanku bangun setiap hari pukul dua pagi. Alasanku bekerja tanpa henti. Mengorbankan masa remaja, sekolah, dan pertemanan semua demi hidup kami berdua.

Bayu lahir saat aku berumur 10 tahun. Kami bukan keluarga berada. Ayahku seorang guru SMP. Gajinya? Tidak lebih dari beberapa ratus ribu, kadang tak dibayar berbulan-bulan. Ibuku seorang ibu rumah tangga yang menerima pe
Netganno

Apakah kalian menangis?? Aku masih aja menangis saat membaca part tentang Laras yang kehilangan Bayu. Oh ya, sistem tentang jualan donat dgn menitipkannya di warung2, saya pelajari dari salah satu kolega guru disekolahku yang berjualan donat buatannya dengan sistem titip jual seperti yang dilakukan Laras. Donatnya di taruh di kotak putih persegi, satu kotak berisi 10 danat, teman2 pernah liatkah, kotak donat di warung-warung di dekat rumah kalian?

| 28
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (58)
goodnovel comment avatar
Liss02
Ayokk Laras kamu pasti bisa bangkit dari semua kesedihan ini... Kamu berhak bahagia...
goodnovel comment avatar
Liss02
Nahhhh betul apa yang dibilang Riris kamu harus bangkit untuk dirimu sendiri Laras... kamu harus punya masa depan yang baik... Mungkin dengan kehilangan adikmu Tuhan memberikan peluang untukmu agar kamu mencintai dirimu sendiri... Semangat ya Laras...
goodnovel comment avatar
Liss02
Semangat yaa Laras kamu harus bangkit dari keterpurukan ini.... kamu jangan bersedih terus... kamu harus semangat menjalani kehidupan tanpa Bayu... Aku yakin kamu pasti bisa bangkit...
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • From Your Eyes Only   145: Pernikahan adalah perjalanan panjang menuju versi terbaik dari dua jiwa yang saling belajar untuk bertumbuh.

    Epilog Setahun kemudian, di sore hari Minggu yang cerah, dua stroller dari merek Nuna dan empat orang tampak berjalan perlahan memasuki pemakaman di Karet Kuningan tempat Bayu dimakamkan. Laras menaruh bunga di makam kedua orang tuanya, lalu beralih ke nisan putih bertuliskan nama Bayu Prasetyo. Ia berjongkok, membelai lembut nisan itu, sementara Julio dan Ario mencabut rumput liar yang tumbuh di atas tanah makam. Di dekat mereka, Riris berdiri di samping stroller Nuna BMW X yang ditempati Raihan dan satunya seri Nuna Triv yang berisi Ayuna, kedua bayi lucu yang kini menjadi pusat dunia mereka. Suara Laras terdengar lembut saat ia mulai berbicara, “Bayu...Hari ini ulang tahunmu. Selamat ulang tahun adikku. Hari ini kakak datang bersama keponakanmu. Namanya Raihan. Entah kenapa, wajahnya mirip sekali dengan kamu, Bayu. Senyumnya, matanya, bahkan cara dia tertawa, semuanya mengingatkanku padamu. Tapi aku bahagia, Bayu. Karena lewat Raihan, rinduku padamu terasa lebih ringan.” Laras

  • From Your Eyes Only   144 : Tuhan mengambil satu hal untuk memberi seribu alasan baru agar manusia tetap bersyukur, sebab setiap kehilangan sejatinya hanyalah jalan pulang menuju cinta yang lebih besar

    Laras POV Aku sedang menyusui bayiku yang besok genap berusia satu bulan ketika Julio masuk ke kamar kami. Ia baru pulang dari Labayo, tempat yang kini tumbuh pesat, meskipun belum satu tahun beroperasi . Tapi karena permintaan pasar terus meningkat, maka kami uda menambah kapasitas produksi jadi dua ribu donat per hari, dan kami menambah enam orang mitra pemasaran baru juga pekerja yang membantu di dapur dari SMK Tata Boga. Melihat wajahnya yang lelah tapi berbinar, hatiku menghangat. Suamiku sudah bekerja sangat keras dan aku bangga padanya.Raihan tertidur pulas di pelukanku. Ya, Raihan Anindra Wicaksono nama yang kami pilih dengan penuh perdebatan di rumah sakit saat aku masih di rawat dan Raihan masih di inkubator. Julio mulanya ingin nama yang mengandung unsur “Bayu”, katanya sebagai bentuk terima kasih pada adikku tercinta yang sudah menuntunnya bertemu denganku. Tapi aku menolak. Aku ingin nama Bayu tetap menjadi milik Bayu bagian dari kenangan yang utuh, tak tersentuh.

  • From Your Eyes Only   143 : Ternyata kebahagiaan itu sederhana. hanya butuh dua hal: orang yang kita cintai bernapas dengan selamat, dan tangis kecil yang menandakan hidup baru dimulai

    Julio POV Jeritan kepanikan Laras dan Riris bersahutan. Ario pun ikut panik, suaranya meninggi, “Ayo, Ris! Kita harus ke Bidan Aini sekarang!” “Kita ke rumah sakit aja!” seruku cepat. “ Pak Narto ada di depan, biar sekalian sama Laras. Ketuban Laras pecah! Kita harus cepat ” Ario menatapku, wajahnya tegang. “Kamu aja yang ke rumah sakit bawa Laras. Aku bisa ke puskesmas aja bareng Riris!” Aku tidak mau berdebat. Aku langsung menuntun Laras keluar, memeluk bahunya agar bisa berjalan lebih cepat. Pak Narto sudah siap di depan pintu mobil untung tadi dia parkir di lapangan bola agar Laras tak perlu berjalan jauh sampai ke tempat biasa aku parkir mobilku di samping mall Ambasador. Tapi langkahku terhenti ketika suara Laras memanggil lirih, “Ris… boleh nggak kamu bareng aku ke rumah sakit? Aku takut, Ris. Ketuban pecah di usia tujuh bulan itu bahaya, kan?” Suaranya bergetar, hampir menangis. Riris menatapnya, meski wajahnya menahan sakit, bibirnya tersenyum tipis. “Iya, iya, Ra…

  • From Your Eyes Only   142 : Kadang kebahagiaan bukan datang dari hal besar, tapi dari perhatian kecil yang diulang setiap hari

    Laras POV Sinar matahari menembus tirai jendela, mengenai wajahku yang baru saja terbangun. Aku melirik jam di meja kecil di samping tempat tidur, Sudah jam delapan. Ya, kalian nggak salah dengar, jam delapan pagi, dan aku baru bangun. Sejak masuk trimester kedua , rasa malas datang tanpa permisi. Kalau dulu aku biasa bangun jam dua dini hari untuk mengadon donat, sekarang jangankan jam dua, jam tujuh pun rasanya seperti tengah malam. Anak dalam perutku ini benar-benar manja dan sepertinya, dia ingin aku ikut manja juga. Setelah drama flek dan bed rest total di trimester pertama, dokter Dea akhirnya menyatakan aku “bebas tahanan rumah”. Anakku sudah cukup kuat, katanya. Aku boleh beraktivitas asal tidak terlalu capek dan tidak boleh berdiri lama tentunya aku senang bukan main.Tapi di hari pertama aku niat kembali ke Labayo, rencanaku berantakan karena aku tidur lelap sekali , dan Julio suami paling lembut dan penyayang sejagat raya, tidak tega membangunkanku. “Ra, kamu tidur nyenya

  • From Your Eyes Only   141: Penebusan tak selalu datang dalam kata ‘maaf’, tapi dalam tindakan kecil yang tulus, yang perlahan menjahit robekan antara masa lalu dan masa kini

    Julio POV Siang itu, sekitar pukul sebelas, aku bersiap pulang ke rumah mama untuk menemani Laras makan siang. Semua pekerjaan di Labayo sudah rampung. Hanya Ario yang masih sibuk membetulkan satu motor listrik yang ngadat sejak pagi. Untungnya waktu awal membuka usaha, aku membeli tujuh unit motor listrik. setidaknya kalau satu rusak, operasional tetap bisa jalan. “Ar, aku balik dulu ya, ke rumah.” Ario mengangguk tanpa menoleh, tangannya masih memegang obeng dan kabel. “Oke. Nanti aku nyusul pas siangan, sekalian jemput Riris yang mau jenguk Laras.” Aku menatapnya sebentar. “Riris udah berangkat ke dokter?” “Udah, baru jam sembilan tadi dia jalan.” “Ke dokter Dea, kan?” “Nggak,” jawab Ario sambil nyengir. “Katanya mau ke puskesmas dulu biar dapet buku ibu hamil. Dia keukeuh pengen pakai BPJS, katanya sayang udah bayar iuran tapi nggak pernah dipakai.” Aku menghela napas, separuh gemas, separuh kagum pada kesederhanaan Riris. “Aduh… udah kubilang, biaya itu akan ditang

  • From Your Eyes Only   140 : Kadang, Tuhan tidak mengirim malaikat bersayap untuk menolongmu. Ia mengirim sahabat dengan tawa yang tulus, tangan yang hangat, dan hati yang tak pernah menilai

    Riris POV Aku dan Ario berdiri di depan pintu pagar rumah, menyaksikan Julio berpamitan kepada Arumi, Wanita yang hampir jadi mertuanya, ibu dari Erika. Tadi ia datang bersama wanita ini dan mengatakan bahwa Arumi akan menyewa kamar kontrakan yang dulu ditempati Ario dan Julio . Ibuku tentu saja senang, apalagi Julio membayar sewanya langsung untuk satu tahun penuh tidak bulanan seperti penyewa lainnya. Setelah berpamitan kepada Arumi, yang kemudian menutup pintu kamarnya , Julio berjalan mendekati kami sambil berkata. “ Besok pagi ,tolong bantu tante Arumi untuk bekerja di Labayo. Saat kalian berangkat , ajak dia sekalian ya. Aku tadi udah bilang padanya, berangkat jam 1.45 pagi.” Kata Julio, kali ini kata-katanya bukan sebagai teman tapi sebagai boss kami. “ Emang dia bisa bangun Liyo?” Tanya Ario “ Bukannya katamu dia terbiasa jadi putri atau tepatnya ratu seperti anaknya, si Erika itu ” sambungnya lagi. “ Mau tidak mau, dia harus bisa bangun, sekarang dia bukan ratu lagi. Suami

  • From Your Eyes Only    95 : Seperti energi yang terus terisi ulang, cinta selamanya tumbuh kembali setiap kali hati saling bertemu(21++)

    Warning Trigger : Konten Dewasa Hanya untuk yang sudah berumur 21 ++ tahun . Julio POV Bercinta di pagi hari memang selalu membuatku segar, energi ku seperti kembali di recharge. Bercinta bersama Laras sungguh memabukkan , karena dia wanita pertama yang kunikmati secara utuh dengan segel yang masi

  • From Your Eyes Only   94 : Pernikahan bertahan bukan karena tanda tangan di atas kertas, tapi karena dua hati yang terus memilih untuk tetap saling mencinta(21++)

    Warning Trigger : Full mature content 21 ++ Laras POV Aku terbangun dalam dekapan Julio yang masih terlelap. Dada bidangnya naik turun dengan damai, napasnya hangat di leherku. Boxernya sudah tidak menempel di tubuhnya, begitu pun G-string yang kemarin kupakai. Kami berdua tidur tanpa sehelai ben

  • From Your Eyes Only   93 : Kenikmatan bisa membuat banyak lelaki lupa diri, tapi cinta sejati membuatnya rela menahan dir(21++)i

    Warning trigger : Adult Content 21 ++ Julio perlahan berlutut di depan kaki Laras yang terbuka, dia lalu membungkuk dan bertumpu di ke dua tangannya sambil mencium bibir Laras dengan penuh perasaan “ Sayang.. Rileks ya, aku akan pelan-pelan. Kalau sakit bilang aku, aku akan berhenti" “ Muat ka

  • From Your Eyes Only   91: Cinta yang tulus adalah saat dia memastikan kamu merasakan indahnya cinta lebih dulu, sebelum dirinya sendiri larut dalam kenikmatan (21++)

    Warning Trigger : Bab 21 ++ yang sangat hot. Jadi harus dewasa dulu sebelum membuka bab ini Julio POV Aku menelan ludah ketika pintu kamar mandi perlahan terbuka, dan Laras muncul dengan langkah malu-malu. Siluetnya, dalam temaram cahaya lampu meja, tampak begitu memikat. Ia hanya berbalut lingeri

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status