Home / Romansa / From Your Eyes Only / What Doesn't Kill You Make You Stronger

Share

What Doesn't Kill You Make You Stronger

Author: Netganno
last update Last Updated: 2025-08-13 07:22:05
Laras POV

Sehari lagi, aku menjalani hidup tanpa Bayu. Adik kecilku. Adik yang menjadi alasanku bertahan hidup selama ini. Alasanku bangun setiap hari pukul dua pagi. Alasanku bekerja tanpa henti. Mengorbankan masa remaja, sekolah, dan pertemanan semua demi hidup kami berdua.

Bayu lahir saat aku berumur 10 tahun. Kami bukan keluarga berada. Ayahku seorang guru SMP. Gajinya? Tidak lebih dari beberapa ratus ribu, kadang tak dibayar berbulan-bulan. Ibuku seorang ibu rumah tangga yang menerima pesanan kue untuk hajatan. Kami hidup dalam kesederhanaan cukup dan tetap bahagia.

Rumah kecil kami adalah peninggalan almarhum kakek, yang juga seorang guru, lalu ayahku mewarisi profesi itu bagaikan DNA di keluarga kami. Aku dulu juga pernah bercita-cita jadi guru seperti ayah, tapi semua cita-cita itu harus ku pendam dalam-dalam sejak kematian ibuku saat melahirkan Bayu dan ayahku menyusul 5 tahun kemudian karena stroke . Saat ayahku meninggal, aku akan naik kelas dua SMA. Aku ditinggal
Netganno

Apakah kalian menangis?? Aku masih aja menangis saat membaca part tentang Laras yang kehilangan Bayu. Oh ya, sistem tentang jualan donat dgn menitipkannya di warung2, saya pelajari dari salah satu kolega guru disekolahku yang berjualan donat buatannya dengan sistem titip jual seperti yang dilakukan Laras. Donatnya di taruh di kotak putih persegi, satu kotak berisi 10 danat, teman2 pernah liatkah, kotak donat di warung-warung di dekat rumah kalian?

| 25
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (51)
goodnovel comment avatar
aya
benar apa yang riris bilang. mungkin ini saatnya kamu hidup untuk dirimu sendiri. selama ini kamu sudah bekerja keras untuk bayu. sekarang waktunya kamu bangkit untuk dirimu sendiri ras. semangat Laras
goodnovel comment avatar
aya
selalu bercucuran airmata baca part Laras. nyesek banget gimana dia yang kehilangan sosok yang selama ini membuat dia kuat dalam menjalani hidup. memang ini gak mudah Laras, tapi relakan kepergian bayu Laras, supaya dia tenang disana.
goodnovel comment avatar
Dita Akyas
mungkin waktu nya Bayu adik kecilmu sampai disini saja .. pengorbanan mu g sia2 Laras.. sekarang kamu harus hidup buat kebahagiaan dirimu sendiri .. coba iklas Laras meskipun berat kasian bayi disana g akan tenang lihat kamu kaya gt.. yo Yo kamu bisa bangkit Laras pagi2 udah bikin nyesek bgt ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • From Your Eyes Only   23 :  Jodoh berjalan di lintasan tak terduga dan saat semesta menginginkannya, tak ada yang bisa memisahkan dua hati yang terikat.

    Di depan Kantor Polisi Kuningan, Laras berdiri kaku di balik pagar. Panggilan telepon dari penyidik beberapa jam lalu masih terngiang di telinganya - permintaan untuk menghadiri reka ulang kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya, Bayu. Langkahnya berat saat memasuki kantor itu dan hatinya berdetak tak beraturan.Saat Laras melangkah perlahan melewati halaman parkir kantor polisi, langkahnya tiba-tiba terhenti. Matanya menangkap sesuatu, benda usang yang begitu akrab, seolah menyimpan gema masa lalu yang belum sempat dia tutup. Sepeda tua dengan setang bengkok, catnya pudar dan roda yang penuh debu, berdiri sendiri di sudut tanah berkerikil itu. Terlupakan. Tersisih.Itu sepeda peninggalan ayah mereka. Sepeda yang menjadi sahabat setia Bayu, menemani setiap perjalanan kecilnya, menyusuri pagi saat mengantar donat , mengejar senja saat pulang sekolah sambil mengambil kembali donat-donat yang tidak terjual , membawa mimpi-mimpi Bayu untuk memperbaiki hidup mereka berdua . Sepeda yang s

  • From Your Eyes Only   22 : Perempuan tak perlu saling menjatuhkan, karena hanya kita yang tahu, betapa beratnya menjadi kita

    Susan’s POVAku menutup telepon setelah berbicara dengan Pak Hutabarat. “Saya sendiri yang akan mendampingi Tuan Muda Julio, Bu Susan. Saya akan berangkat sekarang ke Polsek Kuningan,” katanya dengan suara tegas dan logat Batak yang kental.“Pastikan Julio tidak dijadikan tersangka ya, Pak…” ucapku, menahan kegelisahan yang sedari tadi mendera.“Tenang, Bu. Saya akan pastikan semuanya aman. Ibu tidak perlu khawatir.”Telepon berakhir. Aku menarik napas panjang lalu melangkah cepat ke lobby rumah sakit untuk menunggu Pak Narto, sopirku. Aku harus segera kembali ke kantor, hari ini Johan, suamiku, akan bertemu salah satu pemilik perusahaan Jepang yang akan menyerahkan pembangunan pabrik Casing Laptop pada perusahaan kontraktor Wicaksono milik kami. Kontrak bernilai jutaan dolar itu akan segera terealissai. Tapi sejujurnya, pikiranku sama sekali tidak di sana. Saat ini semua pikiranku berputar di Julio. Tentang mata barunya. Tentang kecelakaan itu. Tentang kemungkinan dia dijadikan

  • From Your Eyes Only    21. Dalam Setiap Jantung Ibu, Ada Doa Yang Tak Pernah Lelah Menyebut Nama Anak

    Susan POVAku dan Julio melangkah keluar dari ruang konsultasi dr. Yvonne. Rasanya separuh beban di dadaku terangkat. Syukurlah, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi transplantasi mata Julio berjalan baik. Tak ada komplikasi berarti, hanya penyesuaian tubuh terhadap organ baru.Perubahan-perubahan aneh yang Julio rasakan, dari pola tidur yang berubah, selera makan yang mendadak suka pempek, hingga munculnya gambaran samar wajah perempuan, semuanya dijelaskan dengan tenang oleh dokter. Ia menyebut perubahan itu mungkin karena cellular memory, memori sel yang kadang ikut terbawa dalam organ donor. Katanya, meski belum terbukti secara medis , kasus seperti ini pernah terjadi di berbagai belahan dunia.Aku mengangguk, seolah cukup dengan penjelasan itu. Tapi di dalam hati, aku menyimpan keyakinan lain yang tak akan aku utarakan pada Julio. Tentang roh yang masih tinggal di dunia selama empat puluh sembilan hari, menuntaskan urusan yang belum selesai. Mungkin setelah itu, semua keanehan

  • From Your Eyes Only   20. Ada Hal-Hal Di Dunia Ini Yang Tidak Bisa Dijelaskan Dengan Logika, Cukup Dirasakan & Biarkan Hati Yang Memahami

    Julio POVPagi ini aku dijadwalkan check-up di Rumah Sakit MMC. Janji temuku dengan dr. Yvonne pukul sembilan tepat. Sejak menjalani transplantasi mata, ada satu kebiasaan baru yang terus terjadi: aku selalu terbangun pukul dua dini hari dan anehnya, tubuhku langsung aktif, seperti sudah cukup tidur semalaman.Tapi itu bukan satu-satunya perubahan. Sejak operasi itu, ada banyak hal yang terasa berbeda. Dulu aku cenderung menghindari makanan kaki lima, perutku sensitif, terlalu “kelas atas,” kata Ario. Tapi sekarang? Aku jatuh cinta pada bubur ayam Mas Edi. Bahkan kemarin, saat Ario membelikan nasi goreng seharga dua puluh ribuan di samping apartemenku, aku ikut memesan juga, dan ternyata... rasanya lebih nendang daripada nasi goreng buatan chef pribadi di apartemen ini.Sikapku juga berubah. Aku jadi lebih murah hati, lebih punya empati, terutama ke Ario. Dan aku yakin, sifat itu bukan milik ‘Julio ’ yang dulu. Lalu ada satu hal aneh lagi. Kemarin malam, saat mendengar podcast tentang

  • From Your Eyes Only   19: Setiap Kata Baik dan Harapan Tulus Adalah Doa Yang Diam-Diam Mengetuk Langit

    Laras POVMelihat wajah Riris yang sedih, aku tahu , ada sesuatu yang membebani pikirannya. Riris selalu seperti itu, dia adalah sahabatku sejak SD, rumah kami bertetangga, dia selalu tahu bagaimana menghiburku dan katanya aku juga selalu tahu bagaimana menghiburnya.“Ris... kamu kenapa? Ada masalah?” tanyaku lirih “Jangan takut karena aku lagi sedih.Aku tetap akan mendengar kalau kamu ada masalah. Cerita aja. Apa toko kamu benar-benar tutup? Kalau kamu kehilangan pekerjaan, bantuin aku aja. Kan aku udah bilang, kamu bisa ikut jualan donat.”Riris memandangku , tangannya meremas ujung bajunya, tapi dia tetap diamAku menatapnya lebih dalam dan mengulang pertanyaanku padanya“Ris... ada apa?”Aku melihatnya menghela nafas berat sekali lagi , lalu dia berkata tapi suaranya terdengar liriih“ Ra… tadi pagi Bossku bilang… kalau toko kami di Mall Ambasador akan dia tutup karena dia nggak kuat lagi bayar sewanya sedangkan pemasukannya kadang minus. Untuk bayar gaji ku aja dan satu orang r

  • From Your Eyes Only   18. Sahabat Sejati Tak Selalu Menarikmu Berdiri, Tapi Akan Duduk Menemanimu Hingga Kamu Siap Bangkit

    Riris POVDari tempat kerjaku di salah satu toko yang menjual baju anak di Mall Ambasador, aku berjalan kaki lewat jalan pintas di samping mall yang hanya bisa dilewati motor, sepeda atau pejalan kaki untuk mencapai rumah sederhana milik orang tuaku yang bertetangga dengan rumah sederhana milik Laras. Aku akan ke rumah Laras dulu karena ada berita yang harus kusampaikan. Aku belum tahu, ini akan jadi kabar baik atau justru menambah luka Laras yang masih belum sembuh setelah kehilangan adiknya, Bayu.Sudah hampir seminggu, aku menemaninya, tidur di rumahnya ,bangun jam dua membantunya membuat donat, bahkan tiga hari lalu, aku sengaja minta cuti dari bossku hanya untuk mendorong dia kembali ke dapur. Sejak Bayu pergi, Laras seperti kehilangan jiwanya. Menangis. Menatap foto Bayu. Berteriak ke langit seolah menggugat Tuhan. “Kenapa Tuhan sejahat ini?”Aku mengerti mengapa dia marah, aku mengerti mengapa dia sedih, tapi kan Laras ngak boleh berlarut-larut berkubang dalam kesedihan. Saa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status