Share

BAB 11

Author: DLaksana
last update publish date: 2025-06-30 21:38:46

Falsya meringis mendengar pertanyaan dari suaminya itu. “Bukan apa-apa, kok, Mas.” Ia pun beranjak dari ranjang ingin menghindari tatapan suaminya.

Namun, lengannya lebih dulu dicekal kuat. Terpaksa membuat ia menghentikan langkahnya.

“Bukankah, aku sudah memberimu uang? Kenapa kamu harus bingung seperti tadi?” tanya Rendra menelisik.

Falsya menelan saliva di tatap seperti itu. “I-ya, Mas. Uangnya masih, kok.”

“Bukan maksudku seperti itu. Gunakan saja uang pemberianku. Jika habis, aku a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 29

    Kata-kata Rendra menggantung di udara seperti asap beracun yang perlahan menyusup ke paru-paru Falsya. Ia menatap suaminya dengan mata membelalak, berharap—berdoa—bahwa apa yang baru saja ia dengar hanyalah kesalahan. Bahwa Rendra salah membaca pesan itu. Bahwa Bastian salah mengirim informasi. Bahwa semuanya hanya mimpi buruk yang akan segera berakhir."Mas ... kamu tidak mungkin ..." suara Falsya tercekat. "Ibu? Ibu kandungmu sendiri?"Rendra menunduk. Kedua tangannya masih menggenggam ponsel dengan erat, seolah benda itu adalah bukti kehancuran yang tidak bisa ia ingkari. "Bastian mengirimkan bukti transfer. Rekening atas nama seseorang yang bekerja di kediaman ibuku. Uang sejumlah lima ratus juta ditransfer ke rekening Lira—teman kerjamu itu—tiga hari sebelum kejadian malam itu."Falsya merasakan kepalanya berputar. Ia membuka pintu mobil dengan tangan gemetar, lalu melangkah keluar. Udara basement yang lembap dan dingin menyapu wajahnya, tapi tidak cukup untuk membuyarkan kekacau

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 28

    Mobil melaju pelan menyusuri jalanan Jakarta yang mulai lengang. Lampu-lampu jalan berkelebat seperti bintang jatuh yang tak sempat diraih. Falsya menatap ke luar jendela, membiarkan angin malam menyapu wajahnya yang masih terasa hangat oleh sisa air mata. Di sampingnya, Rendra mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap menggenggam jemari Falsya erat—seolah takut istrinya itu akan menghilang jika ia melepaskan."Kamu masih sering memikirkan apa yang terjadi malam itu?" tanya Rendra tiba-tiba, suaranya pelan namun cukup untuk memecah keheningan.Falsya menoleh. "Malam yang mana?"Rendra terdiam sesaat. "Malam pertama kita. Di hotel itu."Pertanyaan itu membuat Falsya menegakkan punggungnya. Jantungnya berdegup lebih cepat. Selama ini, topik itu seperti luka yang belum sepenuhnya mengering—mereka berdua tahu keberadaannya, tapi enggan menyentuhnya karena takut memperparah rasa sakit."Kenapa tiba-tiba bertanya soal itu, Mas?"Rendra menghela napas panjang. "Karena aku

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 27

    Tepat di depan mata, Rendra berdiri dengan raut wajah yang sulit dibaca. Bukan marah, bukan pula sedih. Hanya ada kehampaan yang justru lebih menusuk daripada amarah. Falsya membeku di ambang pintu, tangannya masih bertahan di gagang pintu seolah menemukan keberanian untuk tetap berdiri.“Mas? Kamu ... datang ke sini?” suara Falsya serak, berusaha menutupi getaran yang menjalari dadanya.Rendra tidak menjawab. Ia hanya menatap Falsya dengan sorot mata yang dalam, seperti sedang mencari sesuatu yang hilang. Setelah beberapa detik yang terasa seperti abad, akhirnya ia beringsut masuk melewati Falsya yang masih terpaku di tempat. Langkahnya terukur, tenang, namun ada beban yang terasa di setiap pergerakannya.“Bi Imah di mana?” tanyanya akhirnya.“Di kamar, istirahat.” Falsya menutup pintu perlahan, lalu berbalik menghadap suaminya. “Mas, ada apa? Kenapa tidak bilang mau ke sini?”“Aku tidak perlu bilang untuk menemui istriku sendiri, kan?” sahut Rendra, nadanya datar, tanpa emosi.Fa

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 26

    Di seberang sana, Falsya menatap layar ponselnya yang gelap. Padahal dia sudah sengaja pulang ke apartemen untuk berbicara dengan Rendra. Namun, jawaban sang suami di luar ekspektasinya.Hembusan kecil pun dia keluarkan untuk meredam emosi dan juga kecewa.“Segitu marahkah, sampai beralasan pulang larut malam?”Falsya lagi-lagi bergeming menatap langit yang kini mulai mendung. Jika saja bi Imah tak menyuruhnya untuk pulang, mungkin dia tidak akan berada di balkon apartemen yang sepi.Falsya tak ingin membuang waktunya hanya berdiam seorang diri. Dia pun berbalik dan masuk ke dalam apartemen untuk mengambil tas yang berada di sofa tengah.Falsya memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Mungkin menunggu sebentar tidak akan lama, tetapi hatinya cukup keras untuk mengalah. Toh, alasan dia bekerja juga untuk melunasi uang yang dia pakai membayar hutang.Langkah kakinya berhenti di depan pintu saat melihat Rendra yang kini berdiam menatap ke arahnya. Falsya meletakan kembali tas ke atas mej

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 25

    “Kenapa kamu memotong pembicaraanku?!” hardik Rendra saat tangan kanannya dihempas oleh Falsya. “Apa karena ini?” lanjutnya sembari memperlihatkan barang bukti ke hadapan sang istri.Falsya bergeming, tubuhnya seketika melemas tiba-tiba. “Aku bisa jelasin, Mas.” Dia berkata sembari memohon.Namun, tangan kanan Rendra lebih dulu terangkat seakan tak meminta untuk dijelaskan.“Mas Rendra?” panggil Falsya lagi dengan suara pasrah.Rendra yang begitu kecewa meninggalkan istrinya seorang diri di lorong rumah sakit yang sepi.Falsya tak mengejar, lagi pula dia tahu ini konsekuensi atas apa yang dia lakukan.Langkahnya cukup berat saat berjalan kembali ke ruangan. Bi Imah yang kebetulan sedang menonton televisi pun dibuat bingung oleh wajah kusut ponakannya.“Kamu baik-baik saja, Sya?” tanyanya penasaran.Falsya tersenyum tipis, lalu mengambil tempat duduk di samping brankar sembari memeluk bi Imah.Sontak hal itu membuat bi Imah semakin penasaran dibuatnya.“Mas Rendra sudah tahu, Bi. Dan d

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 24

    Falsya kini kembali ke ruangan tempat bi Imah seorang diri. Dia meninggal Rendra dengan menghiraukan panggilan sang suami berulang kali. Andai sikap Rendra tak sebrutal itu, mungkin sikap Falsya juga akan mengerti kecemburuannya.“Mana Den Rendra, Sya?” tanya bi Imah saat melihat pintu terbuka.Falsya hanya tersenyum samar. “Mas Rendra langsung pulang, Bi. Dia besok pagi ada rapat dadakan katanya,” jawabnya berbohong.“Oh, begitu. Ya, sudah kamu makan. Bibi mau melanjutkan tidur lagi.”Falsya mengangguk pelan sebagai jawaban. Dia pun berjalan ke arah sofa berwarna abu-abu sembari meletakkan makanan pemberian sang suami di meja. Seketika rasa laparnya hilang, dia pun hanya merebahkan tubuhnya di sofa tanpa menyentuh makanan itu.Sementara itu, Rendra sendiri yang masih berada di mobil menggerutui dirinya atas tindakan bodohnya.“Tidak seharusnya aku bersikap kasar padanya,” gumamnya pelan dengan frustasi.Tangan kanannya hendak membuka pintu mobil, namun dia urungkan. Dia tidak ingin m

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 15

    Meski tak mendapatkan jawaban dari istrinya tentang hubungannya. Namun, Rendra yakin jika istrinya juga akan melakukan hal seperti yang ia lakukan. Memutuskan hubungan. “Mas, kita mau ke mana lagi ini?” tanya Falsya saat merasa asing ke tempat yang kini ia injaki. “Ikut saja, pasti kamu senang,

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 5

    Rendra meyakinkan Falsya jika keluarganya akan menerima kehadirannya. Namun, dugaannya salah besar. Setelah sampai di kediaman keluarga besar Khasif. Falsya langsung dicecar habis-habisan. “Apa-apaan kamu, Rendra. Datang-datang kamu bilang mau menikahi wanita ini!” pekik Sahara, yang tak lain ibu

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 4

    Kini Falsya berjalan pulang ke arah rumahnya menggunakan angkot. Saat sudah mendudukkan bokongnya di dalam angkot dan mengatakan ke pak sopir turun di dekat pasar Induk. Tiba-tiba ia tersentak oleh suara ponselnya yang berdering. Saat melihat nama layar yang tertera, ia segera menggeser tombol hi

  • GADIS LUGU KEPUNYAAN CEO TAMPAN    BAB 3

    “Di mana aku?” Falsya terkejut menatap ke sekelilingnya. “Kamu di rumah sakit,” ucap seorang wanita paruh baya. Falsya melengos ke arah suara itu. “Apa yang terjadi, Bu? Kenapa aku bisa ada di sini?” tanyanya dengan kebingungan. Wanita paruh baya itu pun menceritakan kejadian di dalam bis.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status