Home / Romansa / GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA / Menunggu Kabar Darimu.

Share

Menunggu Kabar Darimu.

Author: Handira Rezza
last update Petsa ng paglalathala: 2022-09-18 14:53:52

"Saya sudah mendapatkan informasi yang bapak minta," balas Angga.

"Katakan yang jelas!" tegas Angga.

Angga tampak ragu mengatakannya, ia melirik Amanda yang berada di samping Carlos. Melihat ekspresi Angga lalu Carlos mengajaknya menjauh dari Amanda sebentar agar leluasa mengatakannya.

"Ada seseorang yang menemui teman kerja Amanda sebelum mengajak minum di bar," ucap Angga sembari memberikan potret yang di ambil dari tangkap layar cctv.

"Sudah aku duga seperti ini," balas Carlos melihat seseorang yang ada dalam potret.

"Apa Anda mengenal wanita dalam potret itu, pak?" tanya Angga.

"Iya, kamu simpan saja bukti-bukti seperti ini. Satu lagi minta karyawan itu menemuiku besok senin," jawab Carlos.

"Aku akan memberinya pelajaran karena mencelakai orang. Apalagi sampai melibatkanku seperti ini," imbuh Carlos.

Angga mengangguk mengerti. Setelah memberikan informasi Angga pergi karena tidak mau mengganggu kencan bosnya.

Sebelum pergi Angga menatap ekspresi bosnya yang sedang mengobrol dengan Amanda. Sepertinya raut wajahnya sangat bahagia.

"Carlos, apa yang terjadi? Apakah ada masalah serius?" tanya Amanda sambil menikmati es kelapanya.

"Tidak apa-apa, hanya masalah kecil. Oh iya saat kamu mabuk di bar, dengan siapa saja kamu datang? Kamu terlihat sendirian saat bertemu denganku," ucap Carlos.

Amanda menyodorkan kepala muda segar untuk di minum Carlos sebelum menjawab pertanyaannya, "Minumlah dulu Carlos, udara sangat panas kamu pasti haus,"

Amanda mencoba mengingat kembali siapa saja yang bersamanya saat minum di bar.

"Bersama empat teman kerjaku. Kami satu divisi di perusahaan, hubungan kami baik-baik saja. Mana mungkin mereka mencelakaiku," jawab Amanda.

"Aku hanya bertanya saja. Dari empat orang itu kenapa tidak ada satupun yang bersamamu malam itu," ucap Carlos.

"Aku juga tidak tahu. Yang aku ingat mereka sudah di jemput keluarga atau kekasihnya malam itu," balas Amanda.

Carlos menyeringai tipis. Mana ada sekumpulan wanita minum di bar sampai sedikit mabuk tapi meninggalkan temannya sendirian. Sudah pasti ada yang tidak beres.

"Aku hanya mengingatkanmu, jangan terlalu percaya pada orang lain. Apa kamu mengerti!" tegas Carlos.

"Apa kamu mencurigai teman-teman kerjaku?" tanya Amanda yang sedikit ragu.

Carlos menggelengkan kepalanya, "Bukannya aku mencurigai teman kerjamu. Tapi hanya mengingatkanmu. Orang yang dekat juga bisa membahayakan," ucap carlos sambil memgelus rambut Amanda.

Amanda mengangguk pelan. Menurutnya apa yang dikatakan Carlos ada benarnya. Terlalu percaya pada orang juga tidak baik. Bisa saja mereka menusuk dari belakang dan mencelakai.

"Carlos, jika kamu sudah mengetahui informasi yang aku minta. Tolong beri tahu aku, ya," pinta Amanda.

"Pasti akan aku beritahu kamu. Kita nikmati saja liburan di tepi pantai ini berdua," balas Carlos sambil menyendok es kelapanya.

Carlos sudah mengetahui ada yang tidak beres dari salah satu teman kerja Amanda. Tapi dia perlu menyelidiki lebih lanjut sebelum mengatakan padanya.

"Aku memang mau liburan di pantai ini sampai sore menghilangkan penat. Tapi kamu bukannya nanti malam harus bekerja?" tanya Amanda.

"Hari ini aku mau menemanimu liburan melepas penat. Jadi aku akan libur kerja," jawab Carlos.

Carlos masih belum menjelaskan siapa dia sebenarnya kepada Amanda. Menurutnya itu tidak penting. Bisa menikmati waktu dengan santai bersama Amanda seperti saat ini membuat Carlos nyaman tanpa harus memandang identitas aslinya.

"Aku takut mami mu akan marah karena kamu tidak bekerja malam nanti," ucap Amanda.

"Dia tidak akan pernah marah. Aku ini seorang primadona, jika dia marah malah akan rugi sendiri. Karena aku tidak mau bekerja lagi kalau dia tidak memberiku libur," balas Carlos masih melakukan sandiwara.

"Kamu seorang primadona di kalangan tante-tante pasti hargamu mahal permalamnya. Maaf aku tidak bisa membayarmu mahal," ucap Amada yang tidak enak hati.

Carlos tertawa lepas mendengar ucapan Amanda itu. Baru kali ini dia bertemu wanita yang bodoh seperti Amanda, "Amanda kamu apakah benar tidak mengenali wajahku yang tampan ini. Kamu punya ponsel yang bisa di pakai untuk main internet apa yang kamu lihat?" tanya Carlos.

"Aku main ponsel melihat serial drama yang aku sukai. Mana mungkin aku melihat situs dewasa," jawab Amanda.

Mendengar jawaban Amanda. Carlos tertawa lagi. Amanda memang benar mana mungkin dia melihat situs dewasa. Tapi setidaknya ada akun gosip yang mencatut namanya di kaitkan dengan selebritis papan atas.

"Ya sudahlah kalau tidak tahu siapa aku. Aku sudah senang kamu tahu siapa namaku. Kedepannya kita adalah teman. Tapi aku berharap kamu bisa menjadi kekasihku," ucap Carlos.

"Apa tidak bisa diganti dengan kerja sama yang lainnya saja? Misal aku bisa menjadi tukang masak di rumahmu. Aku cukup pandai memasak," pinta Amanda.

Carlos menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin dia membawa Amanda ke rumah untuk memasak karena banyak koku di rumahnya. Dia hanya ingin Amanda menjadi kekasihnya.

"Pinjam ponselmu," ucap Carlos sembari menengadahkan tangannya.

"Buat apa ponselku?" tanya Amanda.

"Kemarikan ponselmu. Jangan takut karena aku akan mengetik nomorku di ponselmu," jawab Carlos.

Amanda memberikan ponselnya dan Carlos mengetik nomor teleponnya. Ia berharap agar Amanda bisa menghubunginya memberi jawaban atas penawaran kerja sama yang diajukan olehnya.

"Amanda, aku bari kamu waktu untuk memikirkan penawaran kerja sama kita selama satu minggu. Aku harap kamu menghubungiku karena nomor teleponku sudah tercatat di ponselmu," ucap Carlos dengan percaya diri.

"Baik, satu minggu aku akan memberi kamu jawaban," balas Amanda.

"Aku tunggu jawaban yang pasti darimu. Amanda," ucap Carlos sembari mengecup pipi Amanda.

Mereka melanjutkan mengobrol kemudian berjalan menikmati senja di pinggir pantai. Angin sepoi-sepoi menambah romantis hari ini. Carlos merasa senang bisa menikmati rasanya jatuh cinta lagi.

"Aku tidak ingin waktu cepat berlalu," gumam Carlos. Ingin rasanya ia terus bersama Amanda sepanjang malam.

Amanda cukup senang bisa melepas penat dan sedih hari ini. Dia berharap Carlos dapat membantunya menemukan kebenaran tentang kejadian malam saat dia mabuk di bar.

"Carlos, sepertinya waktu sudah sangat larut. Aku harus pulang karena besok aku harus bekerja," ucap Amanda.

"Biar aku antar kamu pulang. Aku juga ingin tahu dimana tempat tinggalmu," balas Carlos.

"Aku bisa pulang sendiri. Aku takut merepotkanmu," ucap Amanda.

Carlos memaksa Amanda mau diantar pulang olehnya. Dia tidak akan tenang kalau tidak memastikan sendiri Amanda pulang dengan selamat.

"Kamu seorang wanita mau naik apa malam-malam begini pulang ke rumah?" tanya Carlos.

"Aku bisa pulang naik angkot atau ojek. Aku biasa kok lembur di perusahaan dan pulang sendiri naik ojek kalau angkot sudah tidak ada," jawab Amanda.

"Hari ini tidak biasa karena ada aku. Jadi aku harus mengantarmu pulang," bujuk Carlos.

Amanda akhirnya mau diantar pulang oleh Carlos. Dia tidak mau berdebat dan menjadi tontoran banyak orang, nanti di kira pasangan kekasih yang sedang bertengkar di pantai dan di viralkan di sosmed.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang. Hati-hati kamu baliknya ya," ucap Amanda.

"Amanda. Jangan lupa waktumu hanya satu minggu dan aku harap kamu mengabari aku. Karena sudah tahu nomor teleponku," ucap Carlos mengingatkan Amanda.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Tamat

    "Mama sudah perjalanan ke rumahmu untuk menginap, pulanglah tepat waktu kita makan malam bersama," jawab Nyonya William. Carlos mengiyakan apa yang mamanya katakan. Selesai rapat nanti dia mungkin akan segera pulang untuk berkumpul bersama keluarganya. jarang sekali berkumpul makan malam bersama keluarga semenjak pisah rumah. Dia akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. "Bos, rapat akan dimulai lima menit lagi," ucap Angga. "Apa semuanya sudah siap, kalau sudah ayo ke ruang rapat dan segera mulai rapatnya," balas Carlos. "Baik," jawab Laila dan Angga bersamaan. Mereka sudah berada di ruang rapat lalu rapatpun dimulai lebih dari satu jam rapat berjalan. Carlos tampak puas dengan hasil laporan keuangan yang ada saat ini. Perusahaannya semakin maju semenjak dia menikah mungkin ini adalah rejeki setelah berkeluarga. "Rapat selesai, aku akan memberikan bonus untuk kalian bulan ini," ucap Carlos. "Terima kasih bos," jawab mereka serempak. Usai rapat Carlos segera menuju rumahnya untu

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Ada yang memperhatikan

    Amanda mengangguk lalu tersenyum kepada kedua orang tua Carlos. Dia sudah lama tidak serumah dengan orang tua yang lengkap, mungkin dengan adanya mereka dia bisa merasakan kasih sayang yang sempurna dari orang tuanya. "Aku setuju ayah dan mama tinggal di sini beberapa hari," ucap Amanda. "Kalau begitu kami akan datang lagi nanti sore, kami akan mengambil beberapa pakaian dan kebutuhan mandi kami, sekalian pamit dengan adik iparmu kalau akan menginap di sini," balas Tuan William. "Ayo kami antar dulu ke mobil," ajak Carlos. Mereka mengantar kedua orang tua itu ke mobil sebelum pergi meninggalkan rumah Carlos dan Amanda. Pasutri itu kembali ke dalam rumah, usai makan siang Carlos menyodorkan vitamin ibu hamil untuk Amanda. "Minumlah, ini demi kamu dan bayimu agar tetap sehat," pinta Carlos. "Terima kasih, kamu sudah mengingatkanku," balas Amanda. Carlos semakin protektif kepada Amanda saat Dokter mengatakan tekanan darahnya rendah. Dia sangat khawatir kalau akan mempengaruhi jani

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Periksa kehamilan

    Amanda menyunggingkan senyuman kepada mertuanya yang baru sampai. Dia menyambutnya dengan hangat karena akan mengantar pergi kontrol kandungan. Mereka sangat antusias mungkin karena ini adalah cucu pertama mereka yang akan dijaga dengan penuh perhatian. "Aku sampai lupa kalau hari ini harus kontrol kandungan," keluh Carlos. "Ma, pa, silahkan duduk dulu, saya konfirmasi ke Dokter dulu jam berapa jadwal hari ini," balas Amanda. "Baiklah, Carlos kamu bisa bekerja dulu, biarkan Amanda bersama kami," pinta Nyonya William."Istriku akan kontrol kandungan untuk apa aku bekerja hari ini," ucap Carlos. Seperti biasa mereka akan berdebat tak mau kalah, Siapa yang mengandung siapa pula yang heboh mau ikut periksa memilih barang ini dan itu untuk calon buah hati. Amanda selesai menelpon adminitrasi rumah sakit, dia mendapatkan kabar kalau Dokter akan praktek jam dua siang nanti. "Baiklah kalau begitu aku akan bekerja dulu, nanti jam dua belas akan pulang," ucap Carlos. "Ayah dan mama juga a

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Kelebihan Amanda.

    Amanda pernah mengingat bahwa suaminya itu pernah mengatakan kalau dia memilih Amanda karena ada hal yang berbeda dari dirinya. Amanda sangat percaya diri pada kemampuannya sendiri untuk mencari uang dan tidak mau mengandalakan lelaki. "Apa itu sebuah kelebihan. Itu bukan kelebihan tapi keterpaksaan karena tidak ada orang yang menopangku," jawab Amanda."Tapi bahkan saat kamu sudah mempunyai suami kaya sepertiku kamu masih saja mencari orang dari membuat konten," ucap carlos. "Itu karena aku sudah terbiasa, aku tidak mau bergantung lebih padamu untuk mengantisipasi kalau kamu akan tergoda dengan wanita lain dan melupakanku," balas Amanda. Carlos jadi terkekeh sendiri karena mendengar istrinya yang masih saja tidak mempercayainya soal pernikahan mungkin karena memang pernikahannya baru seumur jagung jadi Amanda masih waspada jika terjadi hal yang buruk dikemudian hari. Itu hal yang bagus karena dia pandai melihat peluang bisnis. "Aku sangat senang mempunyai istri yang pintar sepert

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Istri yang taat suami

    Carlos agak kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Amanda, dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Bukankah barusan Dokter sudah memperbolehkannya untuk melakukan hubungan suami istri kenapa harus menunggu lagi. Lima bulah itu waktu yang lama tidak menyentuh istrinya. "Aku tidak sanggup lagi Amanda, sebentar saja ya," ucap Carlos. "Lakukan pelan saja ya," balas Amanda.Mereka akhirnya melepas puasa selama lima bulah, bagaikan menahan kerinduan akhirnya Carlos melepas semua kerinduan yang ada di dalam hatinya untuk Amanda."Terima kasih ya, Amanda," ucapnya sembari memeluk Amanda erat setelah melakukan itu. "Aku mau tidur dulu ya, aku lelah," balas Amanda. "Baiklah, aku akan ke perusahaan karena ada rapat penting," ucap Carlos lalu mengecup kening Amanda. Carlos usai mandi langsung bergegas ke perusahaan, melihat Amanda yang masih terlelap tidur dia tidak membangunkannya. Dia hanya berpesan pada pelayan kalau saat Amanda bangun harus menyediakan makanan sehat untuknya. ***"Bos, par

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Carlos Demam

    Amanda mengernyitkan dahinya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Carlos barusan. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba pandangannya menjadi sayu seperti itu. "Melakukan ritual malam pengantinkah maksudmu, aku tidak berani untuk saat ini," jawab Amanda seraya menyilangkan kedua tangannya. "Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, aku ingin melakukan itu," ucap Carlos. "Bersabarlah, aku tidak ingin menyakiti calon buah hatiku saat ini," balas Amanda seraya mengelus perut yang ada janinnya. Carlos terlihat sayu dan lesu dia langsung memeluk Amanda karena sudah merindukan dapat menyalurkan hasrat seperti biasanya. Tapi tidak untuk saat ini dia harus menahannya karena ada sang buah hati di dalam perut Amanda. "Aku harus mampu bersabar, aku sendiri yang menanam benih di perutmu jadi aku harus sabar menerima kenyataan ini," ucap Carlos. "Aku tahu perasaanmu, ayo kita tidur besok kamu harus bekerja," ajak Amanda. Carlos menahan rindu, baginya tidak menjamah tubuh Amanda membuatnya ada yang

  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Kalian ini hanya bisa iri

    Amanda menggelengkan kepalanya karena tidak tahu lagi harus berbuat apa. Temannya ini kenapa pikirannya selalu buruk tentangnya. Tidak pernah sama sekali berpikir baik."Tidak ada yang dispesialkan di sini. Aku juga sama seperri kalian. Kalau salah akan kena tegur atasan. Siapa bilang aku tidak perna

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Bersamamu

    Carlos menyeringai tipis tentu saja dia mendapatkan rekaman cctv siapa yang menguntitnya di perusahaan. Dia adalah bos harus tahu segalanya."Tentu saja, aku juga tahu ada orang yang hampir saja mencelakaimu lagi," jawab Carlos."Aku sudah menduganya. Mulan datang ke ruang produksi berusaha menghancur

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Orang Tua Amanda

    "Kamu sudah lama tidak pulang ke rumah. Pulanglah apa kamu tidak merindukan Ayah dan Ibu?" tanya Ibu Amanda. "Tapi aku belum bisa cuti dalam waktu dekat. Mungkin dua minggu lagi baru bisa pulang," jawab Amanda. Ibu Amanda terus mengoceh dan ingin Amanda segera pulang karena merindukannya. Amanda tet

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH DI PERTEMUAN PERTAMA   Tidak bisa hidup tanpamu

    Carlos menggelengkan kepalanya dia belum pernah datang ke rumah keluarga Amanda. Dia berada di bali itu merantau untuk mencari pekerjaan. Orang tuanya berada di kampung halaman tidak berada di sini. "Aku belum pernah bertemu mereka karena tinggal di kampung. Mungkin dalam waktu dekat aku ingin ikut

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status