Accueil / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 196. Sebagai Manager Pemasaran

Partager

Bab 196. Sebagai Manager Pemasaran

Auteur: Andy Lorenza
last update Date de publication: 2026-06-17 22:43:28

Sekitar lebih kurang 15 menit kemudian sampai lah kami di tempat parkiran sebuah kantor perusahaan yang terbesar di Kota P itu, Eva dan aku pun segera menuju dan masuk ke dalam kantor setelah dipersilahkan oleh security di sana, bahkan salah seorang security di kantor itu mengantar kami hingga depan pintu ruangan pimpinan perusahaan.

Pintu ruangan Direktur perusahaan itu pun diketuk oleh Eva, seorang wanita tak kalah cantik dan tak jauh beda usianya dengan Eva membukakan pintu.

“Jeng Eva..! Rya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 198. Gadis Sopan Dan Sederhana

    Karena hari sudah semakin sore, kami pun sama-sama ingin pulang ke kediaman kami masing-masing, terlihat kami saling bersalaman saat tiba di depan mall menuju tempat parkir kendaraan, Rido yang saat itu diajak salaman oleh ku nampak murungkan wajahnya, seolah-olah bocah laki-laki itu tidak ingin berpisah dan masih ingin bermain-main dengan ku.Untuk menenangkan hatinya, aku pun sempat kembali menggendongnya dengan bujukan suatu saat akan menemuinya lagi, akhirnya Rido dapat dibawa Dola dengan wajah yang kembali ceria ke tempat Guru cantik itu memarkirkan mobilnya. Kami pun berpisah di halaman mall itu, Dola kembali ke rumahnya sementara aku diantar Eva kembali ke kos-kosan.Hanya Bi Lastri yang tahu jika nama putra Dola itu di ambil dari nama ku dan Nyonya nya itu sendiri, hanya saja Dola tak mungkin juga menulis nama putranya dengan Rydo yang berarti Ryan dan Dola, meskipun huruf Y diganti dengan I namun makna nama Rido itu jelas-jelas Dola tunjukan pada ku dan dirinya sendiri, hal i

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 197. Bertemu Dola Di Mall

    Tak disangka saat Eva dan aku ke luar dari salah satu ruangan di dalam mall, kami berpapasan dengan Dola yang tengah membimbing bocah laki-laki berusaha 3 tahun, tentu saja momen itu membuat kami kaget sekaligus gembira karena sudah lama sekali kami tak pernah bertemu satu dengan yang lainnya.Eva dan aku mengajak Dola serta Bi Lastri yang saat itu menemaninya ke sebuah ruangan tempat minum-minum dan bersantai di dalam mall itu, dan di sanalah kami terlibat obrolan.“Dola, ini putramu?” tanya Eva mengawali obrolan.“Iya Eva, namanya Rido.” jawab Eva.“Wah, tampan sekali! Udah berapa usia Rido sekarang?” tanya Eva lagi.“Udah masuk 3 tahun.” jawab Dola.Aku yang duduk di sebelah kiri Dola ulurkan tangan pada Rido, bocah laki-laki itu terlihat senang saat aku mengoyang-goyang kaki bocah itu dengan tangan ku. Bahkan kedua tangan bocah itu sempat ia rentangkan agar aku menggendongnya, melihat hal itu tentu saja aku langsung merespon sambil meminta ijin pada Dola untuk menggendong Rido. Do

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 196. Sebagai Manager Pemasaran

    Sekitar lebih kurang 15 menit kemudian sampai lah kami di tempat parkiran sebuah kantor perusahaan yang terbesar di Kota P itu, Eva dan aku pun segera menuju dan masuk ke dalam kantor setelah dipersilahkan oleh security di sana, bahkan salah seorang security di kantor itu mengantar kami hingga depan pintu ruangan pimpinan perusahaan.Pintu ruangan Direktur perusahaan itu pun diketuk oleh Eva, seorang wanita tak kalah cantik dan tak jauh beda usianya dengan Eva membukakan pintu.“Jeng Eva..! Ryan...! Mari silahkan masuk!” seru wanita cantik itu yang tidak lain adalah Clara begitu gembiranya menyambut kami.“Makasih jeng.” ucap Eva lalu ia dan aku pun masuk ke dalam ruangan direktur perusahaan itu.Sebelum kami duduk Clara terlihat menelpon seseorang, sekitar 5 menitan duduk di ruangan itu seseorang yang tadi ditelpon Clara pun datang ke sana sambil membawa beberapa gelas minuman segar, setelah minuman-minuman itu diletakan di meja di hadapan kami, pelayan kantor itu pun segera meningga

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 195. Surprise Buat Ku

    Sore itu juga aku memutuskan untuk datang ke cafe, kalau-kalau di sana nanti aku bakal mendapatkan informasi tentang yang aku resahkan mengenai sikap Eva yang tak seperti biasanya itu. Setibanya di cafe perasaan ku semakin tak enak, karena cafe itu sangat sepi tak seperti biasanya pula.“Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa cafe ini sepi, pada ke mana teman-teman di sini? Jika memang cafe ini tak dibuka, kenapa menu-menu terlihat lebih lengkap di tempat biasanya!” pikir ku dalam hati, aku pun duduk di sebuah kursi sembari terus memikirkan keanehan yang terjadi itu.Di tengah-tengah aku terpaku dengan rasa keterheranan serta kecemasan, tiba-tiba dari dalam ruangan yang biasa ditempati Eva ke luar sekelompok orang yang tentunya tak asing lagi bagi ku.“Hore..! Selamat Wisuda..!” seru mereka menghampiri ku bersama-sama.Aku sangat kaget dan merasa surprise, karena memang Eva serta semua karyawan cafe itu ternyata telah mempersiapkan kejutan itu untuk menyambut kedatangan ku. Ruangan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 194. Acara Wisuda Ku

    “Ah, Mas Ardi terlalu memuji. Di kota ini banyak rumah yang lebih megah dan lebih besar dari rumah ini Mas,” ujar Om Ramlan.Ayah dan keluarga pun dipersilahkan duduk di ruang tengah, kami kembali lanjutkan obrolan sembari menunggu para pembantu menyediakan minuman dan makanan ringan.“Tempat kosmu jauh ya dari rumah Om mu ini, Ryan?” tanya Ibu.“Lumayan jauh Bu, butuh 2 kali naik angkot.” jawab ku.“Lalu kampusmu itu dari kos-kosan berapa jauh lagi?” kali ini Ayah ku yang bertanya.“Nggak jauh kok Ayah, hanya berjarak 150 meteran.” jawab ku.“Mas dan Mbak nggak perlu kuatir, besok pagi kita berangkat ke sana dengan mobilku. Jadi palingan hanya 20 menitan kita udah sampai di kampus tempat digelarnya acara wisuda Ryan,” tutur Om Ramlan.“Nggak terasa ya Mbak, Ryan udah wisuda aja. Rasanya belum lama Ryan berada di kota ini,” ujar Tante Dewi pada Ibu.“Iya Dewi, kami juga merasa begitu dan kami nggak menduga Ryan bisa juga melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Dulunya kami

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 193. Bercak Darah Di Seprei

    Berbeda dengan Rini yang juga telah wisuda tahun yang lalu, ia sama sekali tak memperdulikan apa kata orang-orang terhadap ku, baginya aku tetap sosok yang paling ker dan menyenangkan dalam bergaul. Meskipun sejak awal bertemu dan kenal dengan ku, ia tak bisa memungkiri hatinya jika dirinya mencintai ku.Rasa itu Rini pendam dalam-dalam karena ia tahu aku yang pernah merasa sakit akan kegagalan hubungan ku dengan mantan Guru ku, akan sulit untuk diharapkan melabuhkan perasaannya di hati pria yang seakan membeku seperti batu itu. Namun sebelum ia wisuda dan meninggalkan kampus kembali ke daerah tempat tinggalnya, Rini berhasil juga mendapatkan sesuatu yang akan menjadi kenangan terindah antara dirinya dan aku.Waktu itu malam minggu dua hari sebelum acara wisudanya, entah kenapa ia berhasil mengajak ku jalan, dan berlabuh di sebuah hotel. Padahal awalnya kami hanya duduk santai di tepian pantai sambil menikmati makanan dan minuman segar, yang tersedia di tempat kami duduk itu berupa ca

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 27. Terasa Hambar

    Apa yang selama ini tidak membuatnya terlalu curiga pada Deni, saat mendengar Riko sahabat mereka bercerita melalui sambungan telepon kabel, kalau Deni suaminya itu tengah terlibat jalinan cinta terlarang dengan seorang wanita karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dola seakan tidak percaya deng

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 25. Lani Merasa Senang

    Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 24. Ketulusan Lani

    “Nggak ada apa-apa,” ujar ku.“Lalu kenapa berhenti?”“Aku rasa kita udah bertindak terlalu jauh, buat aku sih nggk akan jadi masalah tapi buat kamu nantinya bisa jadi masalah besar yang tentu akan menjadi sebuah penyesalan,” jawab ku menahan semua hasrat yang tadi sulit aku bendung, Lani kembali d

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 23. Di Dalam Bioskop

    “Eh, aku sampai lupa malah ngemil sendiri. Nih ambilah!” Lani memberi sebungkus besar jajajan berupa kacang goreng, serta sebotol air mineral yang ia keluarkan dari bungkusan kresek. Aku pun menerima uluran jajanan itu lalu ikut serta ngemil sambil menonton.“Filmnya bagus ya, Ryan? Ceritanya itu l

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-20
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status