Share

D-Construction & Co

Author: Weena Young
last update publish date: 2026-09-15 19:03:19

"Helena Paramita?" panggilan seorang staf wanita berpotongan rambut pendek memecah riuh rendah bisik-bisik di ruang tunggu lantai belasan gedung pencakar langit itu.

Helena seketika berdiri dari kursi empuknya, mengulas senyum ramah yang memikat seraya merapikan letak blazer biru dongkernya. "Saya."

"Silakan masuk ke Ruang Wawancara Tiga. Tim pewawancara Anda sudah menunggu di dalam."

"Baik, terima kasih banyak."

Helena membasahi bibirnya yang mendadak kering, mencoba meredakan debar jantung ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (20)
goodnovel comment avatar
Liss02
Tapi gaji di perusahaan Casey besar loh
goodnovel comment avatar
Liss02
Helena kamu kerja ei perusahaannya Caseyy. Kalo Melody tau gimana yaa
goodnovel comment avatar
Tyas Ratih
bisa bisa nanti Helena jadi mata mata buat melody 🫣
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kiss

    "Kau pikir aku sudi melayanimu setelah semua ancaman dan kesewenang-wenanganmu?!" desis Melody tajam, berusaha memalingkan wajahnya dari hembusan napas panas Casey yang berburu di dekat lehernya.Suaranya gemetar oleh perpaduan antara rasa marah yang membakar dan kelelahan emosional yang amat sangat. Jemari tangannya mengepal erat, berjuang menahan gejolak perasaan yang campur aduk di dalam dadanya. Sentuhan Casey yang terampil dan hangat selalu berhasil memancing respons tubuhnya, namun akal sehat Melody menolak keras untuk kembali menyerahkan dirinya begitu saja pada pria yang dengan angkuh mengklaim kepemilikan atas hidupnya.Casey terkekeh rendah, suara tawa yang begitu tenang namun sanggup menggetarkan pertahanan Melody. Ia tidak merasa tersinggung sedikit pun dengan penolakan sengit itu. Jemari tangannya yang panjang justru bergerak naik, mengusap lembut rahang Melody sebelum akhirnya mengunci tengkuk wanita itu dengan tekanan yang pas, memaksa Melody untuk menatap lurus ke dala

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Saham

    "Maksudku sederhana, Melody," sahut Casey tenang seraya merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada kepala tempat tidur, melipat kedua tangannya di atas dada.Kini kilatan amarah destruktif yang beberapa saat lalu menguasai iris matanya telah berganti menjadi tatapan tajam nan tenang khas seorang pebisnis ulung. Perubahan aura yang begitu drastis itu membuat Melody tertegun sejenak. Ia ikut menarik tubuhnya mundur, merapatkan punggung ke ujung tempat tidur sambil memeluk kedua lututnya, menjaga jarak dari pria di hadapannya."Kau menghabiskan begitu banyak energi untuk memikirkan berita murahan di media dan mencemaskan status kita, sementara musuh-musuhmu di luar sana sedang tertawa puas melihatmu terpojok," lanjut Casey, suaranya terdengar berat dan memikat. "Kau sibuk emosi dan menarik diri dariku, sampai tidak sadar bahwa Arthur dan Gwen sedang membuat kelompok besar dan mereka berusaha merangkak pelan-pelan untuk menggerogoti sisa aset milik almarhum ibumu. Apakah kau mau merek

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Berfikir Maju

    "Lepaskan aku, Casey! Aku membencimu!" jerit Melody seraya meronta liar saat tubuhnya terhempas ke atas kasur empuk nan luas di dalam kamar utama tersebut.Sprei sutra berwarna gelap yang dingin seketika menyapa kulit punggungnya yang terbuka dari gaun merah marun yang dikenakannya. Belum sempat Melody menyusun tenaga untuk bangkit atau merayap menjauh, bayangan tubuh tegap Casey sudah lebih dulu melingkupinya, mengunci pergerakannya dengan dominasi mutlak yang tak memberi celah sedikit pun untuk melarikan diri.Casey menindih tubuh Melody dengan berat tubuhnya yang terkendali, sementara kedua tangannya mengunci pergelangan tangan wanita itu di sisi kepalanya. Sorot mata pria itu menyala oleh kegelapan yang pekat, seolah kemarahan, cemburu, dan rasa memiliki yang tertahan sekian lama telah melebur menjadi satu ledakan emosi yang tak terbendung lagi."Bencilah aku sepuasmu, Melody," bisik Casey dengan suara rendah yang amat dalam, napas panasnya berhembus kasar menerpa ceruk leher Melo

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kamar

    "Berhenti menyentuhku, Casey! Aku bukan mainanmu." pekik Melody seraya meronta sekuat tenaga, memutar tubuhnya demi melepaskan diri dari cengkeraman Casey yang terasa makin menghimpit di dalam kabin mobil yang sempit.Napas Melody berburu cepat, dadanya naik turun meluapkan kekesalan yang sudah membubung tinggi. Namun, bukannya melonggarkan pegangannya, Casey justru makin mempererat kunci jemarinya di pergelangan tangan Melody. Sorot mata pria itu meredup, menyisakan kilatan dingin yang membahayakan. Amarah yang sejak tadi tertahan di dadanya kini benar-benar berada di puncak.Gosip panas yang beredar luas di berbagai media sejak kemarin tentang kebersamaan Melody dengan Harvey di parkiran Apartement Melody, dimana dalam video amatir yang di ambil oleh fans memperlihatkan aktor papan atas yang tengah berada di puncak popularitas itu tampak begitu dekat dengan Melody, dan berita itu sudah cukup membakar emosi Casey hingga ke ubun-ubun. Ditambah lagi dengan penolakan mentah-mentah dari

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Tanggung Jawab

    "Pria yang jauh lebih hebat?" sahut Kakek Whitney, memecah keheningan yang sempat tercipta. Pria tua itu tertawa canggung, berusaha menjaga suasana agar tidak kembali memanas. "Tentu saja, Casey. Keluarga kita juga tidak ingin Melody mendapatkan pria yang sembarangan. Tapi soal kamu yang mau mengambil alih tanggung jawab Melody... bukankah itu agak berlebihan? Bagaimanapun, dia masih punya ayah dan keluarga besar di sini." Ayah Melody yang merasa mendapatkan sedikit dukungan dari Kakek langsung membetulkan posisi duduknya. "Benar kata Kakekmu, Casey. Om paham kamu peduli pada sepupumu ini. Tapi Melody punya hak waris dan tanggung jawab di Whitney Group. Pembatalan pertunangan dengan Arthur saja sudah berdampak pada beberapa kerja sama bisnis kita. Kamu tidak bisa begitu saja mengambil keputusan atas hidupnya." Casey tidak langsung menjawab. Ia mengambil cangkir teh di meja, menyesapnya perlahan, lalu meletakkannya kembali tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Gerakannya yang tenang

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kehangatan Casey

    "Siapa berani menyentuh Melody!!"Gema suara dingin itu menggelegar di seluruh aula. Tangan ayah Melody yang tadinya sudah melayang di udara seketika membeku. Seluruh keluarga Whitney mendadak merinding dan langsung menoleh ke arah pintu yang terkulai rusak.Di sana, Casey berdiri tegap dengan jas hitamnya yang rapi. Tatapannya sangat tajam dan dingin. Di belakangnya, empat pengawal berbadan tegap berseragam hitam masuk dengan cepat dan mengepung area aula.Melihat Casey berdiri nyata di depan matanya, otak Melody langsung berputar keras. "Kenapa Casey ada di sini? Bukannya dia sedang bermesraan dengan wanitanya di luar negeri biar gak aku ganggu? Ngapain dia sok baik datang membelaku?" bisik Melody dalam hati penuh curiga.Melody memperhatikan setiap langkah Casey yang makin mendekat. Tanpa ragu, Casey langsung merangkul pinggang Melody dengan cepat dan erat."Maaf aku terlambat..." bisik Casey pelan di dekat telinga Melody.Melody yang masih kesal berusaha sekuat tenaga melepaskan c

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status