Share

Dasar Binal!

Author: Weena Young
last update publish date: 2026-08-18 21:14:35

Ruang keluarga yang temaram mendadak membeku kaku. Puluhan pasang mata yang semula tertuju pada khidmatnya peringatan kini berpindah penuh ke arah ambang pintu utama.

Melody berdiri tegap di sana, memancarkan pesona dingin yang teramat memikat sekaligus intimidatif. Gaun sutra hitam pekat yang membalut tubuh indahnya tampak begitu serasi dengan suasana duka, namun polesan lipstik merah menyala di bibirnya seolah menjadi panji perlawanan yang terang-terangan.

Tatapan mencemooh dari para paman, b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Milikku!

    Suara tamparan keras itu memecah keheningan ruang keluarga bagaikan sabetan cambuk di tengah malam. Tamparan telak Kakek Alexander menghantam pipi kiri Melody hingga wajah cantiknya terlempar ke samping. Pipi mulus yang semula seputih porselen itu seketika memerah hebat, membekas telapak tangan tua sang kakek.Namun Melody tidak terhuyung jatuh. Ia mengepalkan kedua tangannya erat-erat, menahan rasa panas yang membakar di pipinya.Dengan gerakan lambat nan anggun, wanita muda itu memutar kepalanya kembali. Ia menyapu sudut bibirnya yang sedikit berdarah dengan ibu jari, lalu menatap Kakek Alexander tanpa ada sedikit pun genangan air mata di matanya. Hanya ada ketenangan dingin yang menakutkan."Beraninya kau!" bentak Kakek Alexander dengan suara membahana yang dipenuhi kemurkaan puncak. Dadanya naik turun dengan napas memburu kasar, matanya membelalak kaku hingga urat-urat di leher tuanya menonjol keluar. "Heh! Anak bau kencur! Asal kau tau, ya! White Niew Company itu di besarkan ole

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Dasar Binal!

    Ruang keluarga yang temaram mendadak membeku kaku. Puluhan pasang mata yang semula tertuju pada khidmatnya peringatan kini berpindah penuh ke arah ambang pintu utama.Melody berdiri tegap di sana, memancarkan pesona dingin yang teramat memikat sekaligus intimidatif. Gaun sutra hitam pekat yang membalut tubuh indahnya tampak begitu serasi dengan suasana duka, namun polesan lipstik merah menyala di bibirnya seolah menjadi panji perlawanan yang terang-terangan.Tatapan mencemooh dari para paman, bibi, serta saudara-saudara sepupunya sama sekali tidak membuat langkah kaki Melody bergetar. Wanita muda itu melangkah maju dengan tenang, ketukan sepatu hak tingginya berdentang teratur di atas lantai marmer yang dilapisi karpet tebal. Setiap detik langkahnya membawa ketegangan baru yang merayap di dada seluruh anggota keluarga besar Whitney.Gwen yang berdiri di sebelah mamanya menyipitkan mata rapat-rapat. Jemari tangannya meremas kipas renda hitam yang ia pegang hingga persendian tangannya m

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Bukti Foto

    Gwen melangkah keluar dari area apartemen dengan sorot kemenangan yang menyala-nyala di balik matanya. Rencana yang ia susun bersama sang mama mengalir bagaikan racun yang siap melumpuhkan posisi Melody di keluarga besar.Gwen merogoh ponsel pintarnya, jemarinya menari-nari lincah menyunting unggahan media sosial Melody. Ia mengambil tangkapan layar foto sprei bernoda darah segar, lalu menggabungkannya dengan foto bekas kecupan merah di leher Melody.Tanpa membuang waktu, Gwen menghubungi seorang pria suruhan."Aku mengirimkan beberapa bukti foto," bisik Gwen dingin. "Kirimkan ini langsung ke Sekretaris Hans sekarang juga. Buat seolah-olah berita ini sudah meluas di kalangan atas. Lakukan dengan bersih.""Baik, Nona Gwen. Semuanya akan beres dalam hitungan menit," sahut suara berat di seberang sana."Apapun yang terjadi, jangan pernah bawa namaku." Tegas Gwen "Nama anda di jamin bersih, Nona. Bayaran ini cukup untuk membungkam kami semua." Tegas pria di seberang membuat Gwen tersenyu

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Aku Tunanganmu!

    Pria itu adalah tunangan Melody yang memasang wajah penuh amarah. Matanya merah padam, napasnya memburu kasar, dan rahangnya mengeras begitu kaku menahan kemurkaan yang meledak ledak. Di belakangnya, Gwen berdiri dengan menyilangkan tangan di dada, memancarkan binar kegembiraan yang tersembunyi melihat kehancuran di depan matanya.Sebelum Melody sempat melangkah keluar atau mengucap sepatah kata pun, jemari tegap Arthur bergerak kilat meremas pergelangan tangan Melody dengan sangat erat. Cengkeraman itu begitu kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan di kulit mulusnya."Ikut aku!" bentak Arthur kasar, suaranya bergetar menahan amarah yang amat sangat."Lepaskan aku, Arthur! Kau menyakitiku!" seru Melody mencoba menarik tangannya.Namun Arthur tidak mempedulikan ringisan sakit calon istrinya. Pria itu menyeret Melody dengan paksa melintasi lobi hotel yang ramai, mengabaikan tatapan heran dan bisik bisik dari para pengunjung. Ia mencengkeram lengan Melody, mendorong wanita itu masuk ke

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Jalang Jahanam!

    "Berisik amat sih!" Melody melihat ponselnya bergetar, Melody tersenyum puas merasa kail nya di sambar oleh ikan.Melody dengan santai meneguk air mineral di dalam gelas, tanpa mengetahui di seberang sana. Telah terjadi perdebatan antara Gwen Arthur dan teman temannya di dalam kantor."Aku yakin Melody sengaja mengunggah itu agar aku terpancing untuk menidurinya, kalian lihat bukan wanita itu tidak sabar untuk aku tiduri." Ucap Arthur mencoba menyelamatkan harga dirinya meski dalam hati dia juga penasaran.Di dalam ruangan kantor yang luas itu, atmosfer mendadak berubah panas dan dipenuhi riuh tawa mengejek. Sahabat sahabat Arthur yang duduk mengelilingi meja sofa mengamati layar smart phone mereka dengan mata melotot. Di dalam unggahan foto tempat tidur berantakan yang dibagikan Melody, terdapat satu detail tersembunyi yang membuat napas semua pria di ruangan itu tercekat seketika. Sebuah noda merah keunguan berupa bercak darah segar membekas samar di atas sprei putih sutra yang kus

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   BAB 4. Malam Panas

    Pintu ganda berlapis kayu jati di lantai penthouse paling atas itu tertutup rapat, mengunci gemuruh hujan deras dan dinginnya dunia luar. Suasana kamar mewah itu seketika meremang, hanya diselimuti cahaya lampu hangat berisikan aroma yang memabukkan.Pria itu tidak sedikit pun melepaskan Melody dari dekapannya. Langkah kakinya yang tegap dan sarat akan dominasi membawa wanita itu langsung melayang ke atas ranjang mewah beralaskan kain sutra hitam.Ketika tubuh Melody mendarat di atas empuknya kasur, jas tebal milik Casey terlepas begitu saja dari bahunya. Kain gaun merah crimson yang basah dan menempel ketat di kulit Melody kini terekspos sempurna, membingkai lekuk pinggang, paha mulus, hingga belahan dadanya yang naik-turun memburu."Kau yakin dengan apa yang kau minta, Nona?" suara bariton pria itu berbisik rendah tepat di depan bibir Melody, serak dan amat berat, penuh dengan gelombang bahaya "Sekali aku mulai, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk mundur."Melody terkekeh para

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status