Teilen

Tegang

last update Veröffentlichungsdatum: 23.08.2026 15:55:39

"Semuanya baik-baik saja, Arthur? Wajahmu tampak tegang sekali."

Suara Melody mengalun penuh perhatian saat Arthur melangkah kembali ke meja mereka. Mata wanita itu menatap polos, memperlihatkan raut cemas yang begitu rapi terpancar dari paras cantiknya. Di dalam hatinya, Melody bersorak puas menyaksikan guratan frustrasi yang tak bisa disembunyikan dari garis wajah tunangannya.

Arthur berdeham pelan, buru-buru menyunggingkan senyum menenangkan seraya menarik kursi kayu berukir itu untuk duduk
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (25)
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Yang ngikutin mah bukan dari Gwen tapi dari Casey yang posesif nya tingkat dewa wkwkwk
goodnovel comment avatar
Mbak Mantan😉
semudah itu ternyata mempermainkan Arthur yah Mel , andai saja dri dlu kmu bermain cantik sprti ini
goodnovel comment avatar
Mbak Mantan😉
nah lho pawang mu pasti menahan cmburu lagi tuh Mel ,,...... kmu pasti akan dibuat kewalahan lagi nnti membujuknya ......
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Impas

    "Anak kamu... kritis di ICU?" bisik Melody lirih.Kata-kata itu menghantam kesadaran Melody tepat di ulu hatinya. Tangisan pilu Siska yang bersujud memeluk kakinya seketika menjelma menjadi gema yang sangat menakutkan di dalam kepala Melody. Isakan keputusasaan seorang ibu yang rela mengorbankan apa saja demi menyambung nyawa anaknya terasa begitu familier, begitu dekat, hingga membuat napas Melody tertahan di tenggorokan.Tangan Melody refleks bergerak ragu menuju perut bagian bawahnya. Di balik kain gaun longgar yang ia kenakan, ada kehidupan kecil yang baru berusia empat minggu. Kehidupan yang membuat Melody rela membuang harga dirinya, pura-pura patuh, dan pasrah dikurung di dalam rumah megah yang bagaikan penjara berpagar emas ini.“Bukankah aku dan Siska sama saja?“ bisik Melody dalam hati meratap. “Kami sama-sama ibu yang rela melakukan hal bodoh demi menyelamatkan anak kami...” imbuhnya"Nona Melody, tolong saya..." ratap Siska lagi dengan napas memburu. Air matanya sudah memb

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Ratusan

    "Casey, kenapa kamu membawa Siska ke sini?" tanya Melody dengan raut wajah bingung, matanya bergantian menatap Casey dan sosok Siska yang gemetaran di bawah apitan dua pengawal bertubuh tegap."Dominic, bawa dia masuk," perintah Casey dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari Melody.Casey melangkah makin dekat. Sebuah senyum tipis penuh misteri terukir di bibir tegasnya, berpadu dengan tatapan mata yang begitu tajam dan mengintimidasi. "Bukankah dia orang yang sudah menyusahkanmu, Melody? Orang yang membuatmu tersandung masalah hak cipta hingga butikmu hampir gulung tikar?"Siska yang kini diseret melangkah masuk ke dalam ruangan mewah itu langsung meluruh berlutut di atas lantai marmer. Tubuhnya menggigil hebat, air mata membasahi wajahnya yang pucat pasi."Nona Melody... maafkan saya, Nona! Saya mohon maafkan saya!" ratap Siska histeris seraya menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. "Saya khilaf melakukannya, Nona... Saya benar-benar kepepet uang!"Melody melongo, terteg

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kiss

    "Aku beneran nggak apa-apa, Len. Masalah butik udah selesai kok. Sekarang aku cuma mau fokus istirahat dulu," ketik Melody lambat, berusaha menyusun kata sehati-hati mungkin."Yaudah kalau gitu. Pokoknya kalau ada apa-apa, kamu harus cerita ya! Nanti pas jadwal libur aku main ke rumah kamu!"Melody mengulum senyum hambar membaca balasan Helena sebelum mengunci layar ponselnya. Rumah? Pikirnya ironis. Tempatnya berada saat ini bahkan bukan rumah yang bisa ia bagikan alamatnya kepada siapa pun.Tok! Tok! Tok!Pintu kamar terdorong pelan. Mbok Nah berdiri di ambang pintu dengan senyum ramah khasnya. "Nona Melody, makan siang sudah siap. Nona mau makan di meja makan lantai bawah atau diantar ke atas saja?"Jantung Melody berdesir pelan. Bayangan harus duduk di meja makan luas lantai bawah, berhadapan dengan tatapan para pelayan dan pengawal, membuat nyalinya ciut. Apalagi kondisi perutnya yang mulai rentan mual akibat kehamilan mudanya, ia tak mau ada orang rumah yang curiga jika ia tiba-

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Hamil?

    "Ayo masuk, Bi," sapa Melody lembut, membuka pintu kamar lebih lebar dan membiarkan aroma gurih bubur ayam serta keharuman teh hangat menguar memenuhi ruangan.Bi Ani melangkah masuk dengan nampan kayu di tangannya. Matanya melirik sekeliling kamar yang begitu luas dan serba mewah itu dengan binar takjub bercampur canggung. Ia perlahan meletakkan nampan tersebut di atas meja kecil dekat sofa."Non, ini sebenarnya rumah siapa?" Tanya Bi Ani menatap ke arah Melody."Ini rumahnya Casey, Bi. Inget, kan? Sepupu nya Melody yang papa mama nya kecelakaan?" Tanya Melody."Loh! Iyakah?""Iya, Bi.""Soalnya bibi kira orangnya sombong, soalnya kan di bilang katanya monster kejam atau apalah. Tapi buktinya dia yang bawa non Melody kesini.""Iya, Bi. Dia yang bantuin Melody.""Syukurlah, Non. Bibi jadi tenang dengerinnya. Pantes orang-orangnya ramah banget, bibi ngerasa nyaman tinggal di sini..."Melody melangkah mendekati sofa, mengulas senyum tipis untuk menenangkan pengasuhnya. "Udah ngobrol tad

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Pindah

    "Mbok Nah, kamar Non Melody di sebelah mana ya?" tanya Bi Ani seraya memegangi lengan Melody yang masih terasa dingin dan agak gemetaran.Mbok Nah tersenyum amat sopan, memiringkan tubuhnya untuk memberi jalan. "Kamar utama ada di lantai dua, Bi. Mari saya antarkan. Seluruh fasilitas sudah disiapkan langsung atas instruksi pribadi Tuan."Langkah kaki mereka bergema halus di atas lantai marmer impor yang mengilap. Rumah dua lantai itu terasa sangat luas, megah, namun sunyi mencekam. Tidak ada pajangan foto keluarga atau ornamen hangat khas rumah tinggal. Setiap sudutnya dirancang dengan estetika modern minimalis bernuansa hitam, abu-abu, dan putih, mencerminkan selera Casey yang dingin, rapi, dan tak terjangkau.Saat pintu kayu berukuran besar di lantai dua dibuka, mata Melody disambut oleh kamar tidur super luas yang langsung menghadap ke balkon pribadi. Cahaya matahari pagi menerobos masuk dari balik tirai tipis, menerangi ranjang berukuran besar dengan merk ternama Amerika yang tert

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Pulang

    "Jangan menyamakan posisiku denganmu, Melody. Apa yang kulakukan adalah urusan penting, sementara kau sibuk bermain api dengan pria lain di belakangku."Pipi Melody memerah padam. Emosi yang tertahan di dadanya meluap, membakar seluruh rasa takut yang sempat menghantuinya sepanjang malam. Jemarinya yang gemetar mengetik balasan dengan penuh amarah."Bermain api? Maksud mu aku?" Ketik Melody cepat, lalu dia kembali mengetik dengan cepat. "Kamu yang sama cewe lain, bisa-bisanya kamu tuduh aku! Aku bukan barang yang bisa diperlakukan sesukamu!" Hening sejenak di seberang sana. Luapan emosi di kepala Melody belum juga mereda ketika ponselnya tiba-tiba bergetar panjang. Sebuah panggilan suara masuk dari nomor pribadi.Melody menelan ludah dia tahu pasti itu Casey. Ia melirik Bi Ani di sampingnya yang sedang memandang keluar jendela dengan raut cemas. Melody menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya tanpa bersuara."Kau berani menaikkan nadamu padaku, Melody?" suara b

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status