Share

Pelukan Hangat

Penulis: Weena Young
last update Tanggal publikasi: 2026-10-18 17:16:24

Tatapan tajam Casey menembus pertahanan Melody, seolah pria itu ingin melihat seberapa jauh informasi gelap yang telah meresap ke dalam benak istrinya.

Tidak ada sisa kehangatan dari candaan mereka sebelumnya yang tersisa di udara hanyalah ketegangan mencekam yang siap meledak kapan saja.

Dominic yang berdiri tepat di belakang sang tuan besar menunduk dalam-dalam, gestur tubuhnya menyiratkan rasa bersalah yang teramat besar karena telah membiarkan rahasia inti perusahaan dan keluarga bocor ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
mulai sekarang berbagi cerita Casey, jngn semua d pendam sendiri kmu
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
benar sekali, saling menguatkan ya kalian berdua
goodnovel comment avatar
thoriq fikri
yang namanya suami istri harus saling terbuka, saling membantu, tidak masalah melody tahu .
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Pelukan Hangat

    Tatapan tajam Casey menembus pertahanan Melody, seolah pria itu ingin melihat seberapa jauh informasi gelap yang telah meresap ke dalam benak istrinya. Tidak ada sisa kehangatan dari candaan mereka sebelumnya yang tersisa di udara hanyalah ketegangan mencekam yang siap meledak kapan saja.Dominic yang berdiri tepat di belakang sang tuan besar menunduk dalam-dalam, gestur tubuhnya menyiratkan rasa bersalah yang teramat besar karena telah membiarkan rahasia inti perusahaan dan keluarga bocor ke telinga yang salah."Keluar, Dominic," perintah Casey datar tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun dari wajah sang istri."Baik, Tuan," sahut Dominic cepat sebelum melangkah pergi dengan tergesa-gesa, meninggalkan pintu perpustakaan tertutup rapat kembali demi privasi nyaman di antara pasangan suami istri itu.Begitu deru langkah Dominic memudar, keheningan di dalam perpustakaan terasa semakin menyesakkan. Melody meremas ujung gaunnya erat-erat, jemarinya dingin dan gemetar. Ia membuka bibir

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Rahasia

    “Kalau kamu diam berarti boleh dong?” rengek Casey dengan senyum usil yang tersungging di bibir tegasnya.Melody spontan mendengus geli campur sebal. Ia mendorong pelan dada suaminya yang kian mendekat. “Modus saja kerjamu! Sana, katanya tadi ada urusan penting dengan jajaran direksi. Jangan buang-buang waktu di sini.”Casey terkekeh rendah. Sebelum benar-benar beranjak berdiri dari sofa ruang keluarga, ia menyempatkan diri mendaratkan satu kecupan singkat di Pipi Melody yang merona merah. “Iya, Sayang. Aku pergi sebentar ke ruang kerja. Jangan ke mana-mana, tunggu aku selesai.”“Aku mau kemana juga, udah jelas di rumah ini mana mungkin bisa kemana-mana.”Setelah bayangan Casey menghilang di balik pintu ruang kerjanya yang kokoh, Melody menghela napas panjang. Suasana rumah utama kembali tenang. Namun, sisa-sisa percakapan di makam tadi pagi dan rasa penasaran luar biasa mengenai bisikan Casey tentang “mengusut semuanya” mendesak-desak pikirannya.Rasa penasaran itu mengalahkan rasa

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Canda Siang

    Bisikan penutup Casey yang terucap di hadapan pusara kedua orang tuanya seketika meninggalkan gema misterius di kepala Melody. Dahi wanita itu berkerut tipis. Tatapannya beralih menatap profil samping suaminya yang masih lurus memandangi batu nisan marmer hitam tersebut.“Casey janji, akan mengusut semuanya, Ma…Pa…”Kalimat itu berputar ulang di benak Melody. Mengusut apa? Apakah kematian kedua orang tua Casey di masa lalu bukanlah kecelakaan murni seperti yang selama ini keluarga besar ketahui? Pertanyaan itu mendadak mengusik nuraninya, memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran baru di tengah kerapuhan hatinya yang baru saja mereda.Belum sempat Melody membuka mulut untuk menanyakan maksud dari bisikan tersebut, Casey sudah lebih dulu menoleh. Pria itu menangkap raut bingung di wajah istrinya, lalu tersenyum tipis seraya mengusap lembut puncak kepala Melody."Ayo kita pulang, Sayang. Hari sudah semakin siang, dan kamu tidak boleh terlalu lama terkena angin terbuka," ajak Ca

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Makam

    Pagi hari menyapa dengan hembusan udara sejuk yang membawa ketenangan di kediaman Whitney. Sinar matahari tipis menembus gorden, menyiram ruang kamar utama dengan pendar keemasan.Setelah kehangatan yang tercipta semalam, Casey bangkit lebih awal. Pria itu sudah membalut tubuh tegapnya dengan kemeja hitam lengan panjang yang digulung rapi hingga siku dan celana kain berwarna senada. Begitu Melody terbangun dan mengusap matanya yang masih berat, Casey mendekat, lalu mendaratkan kecupan lembut di kening istrinya."Selamat pagi, Sayang," bisik Casey hangat. Tangannya terulur mengusap pipi Melody yang masih merona halus. “Gimana tidurmu semalam, lebih nyenyak bukan di pelukanku?” Bisik Casey menggoda.Melody mencibir kesal. “Ngarang aja kamu!”“Aku nyenyak banget tidur dekat kamu, udah lama banget gak ngerasain tidur se nyenyak ini…” bisik Casey manja.“Gombal! Pinter banget mulut kalo mau ngibul…” gerutu Melody.“Aku ga pernah ngibul, Sayang. Aku serius…”Melody masih memasang tampang k

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Baikan

    Casey memandu pandangannya ke atas, menatap lekat-lekat manik mata Melody yang berkaca-kaca. Dalam posisi berlutut di hadapan istrinya, pria yang biasanya memegang kendali penuh di dunia bisnis itu tampak begitu tulus dan berserah diri. Kebenarannya ada di sana, telanjang tanpa polesan, tersirat dalam setiap hembusan napas dan getaran di jarinya yang mengusap lembut perut datar Melody.Melody menghela napas panjang. Udara malam yang hening terasa seolah terdorong keluar oleh gelombang hangat yang perlahan memenuhi dadanya. Tangannya yang semula gemetar terangkat pelan, lalu jemarinya menyusup di antara selipan rambut hitam Casey yang sedikit acak-acakan."Berdirilah, Casey," bisik Melody lirih. "Jangan berlutut seperti ini."Casey tersenyum tipis, sebuah senyuman lega yang sanggup meluluhkan garis tegang di rahang kokohnya. Ia mengecup lembut perut Melody sekali lagi sebelum bangkit berdiri. Dengan gerakan yang sangat berhati-hati, Casey menarik Melody mendekat, melingkarkan lengan k

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Berlutut

    Mobil sedan klasik berwarna hitam yang membawa Kakek Whitney perlahan melaju meninggalkan pekarangan rumah, lalu menghilang di balik gerbang utama. Kehangatan canda tawa yang sempat menghidupkan suasana ruang keluarga seketika memuai, meninggalkan helaan napas panjang di udara sore.Melody yang sejak tadi memajang senyum manis di depan sang kakek mendadak menghentikan sandiwaranya. Tanpa menoleh atau mengucap sepatah kata pun pada pria di sampingnya, ia melepaskan genggaman tangan mereka dengan dingin. Melody berbalik badan, melangkah tergesa-gesa menaiki anak tangga menuju lantai dua."Melody..." panggil Casey rendah, melangkah cepat menyusul istrinya.Melody tak mengacuhkan panggilan itu. Begitu tiba di dalam kamar utama, ia langsung menutup pintu kayu tebal itu dan memutar kait kunci slot dari dalam. Klek. Ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu, menghembuskan napas yang terasa sesak. Pengakuan Kakek tentang utang nyawa, rahasia keluarga Sinclair, hingga kehangatan cerita tentang a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status