Share

Tegang

Author: Weena Young
last update publish date: 2026-09-26 14:00:37

"Seumur hidup?" Melody terkekeh sinis, matanya menatap tajam kegelapan kamar di depannya. "Jangan menipu dirimu sendiri, Casey. Jangan berakting seolah kamu benar-benar menginginkan komitmen denganku."

Genggaman tangan Casey di pinggang Melody seketika memadat. Pria itu memiringkan kepalanya sedikit, merapatkan helaan napas hangatnya tepat di belakang telinga Melody hingga membuat bulu kuduk wanita itu meremang.

"Aku tidak pernah berakting, Melody," bisik Casey rendah, suaranya terdengar begitu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (17)
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
ish... pokoknya tetep jengkel dech melody, apa sh yg d sembunyikan Casey tentang Catherine? bahaya apalagi Hb d hadapi melody?
goodnovel comment avatar
Tina Lova
bahaya apa memangnya... meskipun itu melindungi tapi rasanya cuma disuruh menurut tanpa tau apa alasannya itu menyebalkan. Rasanya itu seperti disepelekan
goodnovel comment avatar
Tina Lova
ya elah nggak mau menjelaskan lagi siapa itu Catherine padahal Melody sudah bilang berbagai macam kalimat kaya percuma aja jadinya ngomong
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Tegas

    "Sebenarnya..." Melody menggantungkan kalimatnya, suaranya menciut dan sarat akan rasa bersalah. Ia menunduk, tak berani menatap langsung mata jernih milik pria di sampingnya. Ada rasa penyesalan yang mendalam membakar dadanya karena selama ini telah menyembunyikan identitas aslinya dan berpura-pura menjadi sekadar penjahit biasa. "Ehm... kenapa, Vey?" tanya Melody ragu-ragu, mencoba membaca respons pria di sebelahnya. Harvey tersenyum tipis, mengibaskan tangannya dengan santai seolah hal itu bukanlah masalah besar. "Ya enggak masalah, Mel. Dari awal kita ketemu, aku nggak peduli kamu anak konglomerat atau bukan. Mau kamu cuma penjahit biasa atau cucu klan ternama, buat aku sama saja. Lagi pula... kekayaanku juga sudah lebih dari cukup kok cuma buat sekadar menghidupi kamu nantinya." Mendengar kata-kata yang mengalir begitu santai namun sarat makna itu, Melody secara refleks menoleh ke arah Harvey. Namun, ia lupa betapa dekatnya posisi duduk mereka sejak sibuk memandangi layar pons

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   X

    Dunia maya bergolak dalam skala yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam hitungan jam, nama "Melody" melesat cepat menembusi ribuan algoritma, merajai puncak papan atas mesin pencarian Google, tren teratas TikTok, hingga deretan trending topic X.Kata kunci seperti #MelodyHarvey, #WanitaBlazerPutih, hingga #KekasihRahasiaHarvey dicari oleh puluhan juta pasang mata. Foto-foto Melody yang beredar di internet, mulai dari gayanya yang anggun menenteng tas hingga raut wajah cantiknya yang berkelas saat berjalan di samping Harvey, diulas secara masif oleh puluhan akun gosip bercentang biru dan portal berita nasional.Di sebuah gedung pencakar langit perusahaan di pusat kota, Helena membelalakkan matanya menatap layar laptop yang menampilkan data statistik pencarian nama sahabatnya yang meningkat tajam hingga ribuan persen."Gila! Ini sih bukan sekadar viral biasa!" seru Helena heboh seraya menggebrak meja kerjanya, lalu cepat-cepat menekan nomor Melody. "Mel! Kamu tahu nggak, nama kam

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Reaksi

    "Dicintai ugal-ugalan seorang Harvey, ya?" bisik Harvey membaca salah satu komentar netizen yang tertera di layar ponsel Melody. Pria itu menoleh, menatap samping wajah Melody yang masih membatu, lalu terkekeh pelan. "Tapi jujur ya, Mel... netizen juga nggak sepenuhnya salah kok." Melody tersentak kaget. Ia refleks menoleh cepat, membuat tatapan mereka langsung beradu dalam jarak yang begitu dekat. "Vey, kamu... ngomong apa sih?" "Aku serius, Mel," potong Harvey lembut, tanpa ada keraguan sedikit pun di bola matanya yang jernih. "Selama ini aku cuma tahu kamu itu cewek penjahit yang rendah hati dan selalu nolak tiap kali diajak jalan. Tapi makin ke sini, aku makin sadar kalau rasa penasaranku ke kamu itu bukan sekadar kagum. Aku beneran suka sama kamu." Dada Melody berdesir hebat mendengar pengakuan jujur itu. Di tengah badai pengkhianatan Arthur, keculasan Gwen, dan luka dingin yang baru saja digoreskan Casey, kehangatan tulus yang ditawarkan seorang superstar papan atas di hadapan

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   VIRAL

    "Mel, kalau kamu butuh orang buat bawain koper super berat begini tiap hari, kayaknya aku siap pensiun jadi aktor terus mendaftar jadi asisten pribadi kamu deh." Harvey terkekeh pelan seraya menaikkan koper besar milik Melody ke bagasi belakang mobil MPV mewahnya. Kacamata hitamnya sengaja ia turunkan sedikit di pangkal hidung, memperlihatkan binar mata jahil yang berniat mencairkan suasana tegang. Melody, yang berdiri di samping mobil sambil menenteng paper bag serta tas sandangnya, tak tahan untuk tidak tersenyum. Duka dan beban tegang yang menghimpit dadanya sejak pagi seakan sedikit terangkat oleh humor renyah pria di hadapannya ini. "Mana sanggup aku bayar gaji bintang papan atas kayak kamu, Vey?" sahut Melody santai. "Bisa-bisa hasil jual penthouse tadi langsung ludes cuma buat bayar gaji kamu sebulan." "Tenang aja kali, khusus buat kamu aku kasih diskon sembilan puluh sembilan sembilan koma sembilan puluh sembilanpersen, Mel. Aku cukup dibayar pakai masakan kamu aja…" balas

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Sold!

    "Nona Melody, calon pembeli sudah tiba di lobi. Apakah saya bisa mengarahkan Beliau untuk langsung naik ke unit penthouse Anda?"Suara agen properti di seberang telepon memecah keheningan siang yang tegang. Melody, yang sedang berdiri di depan cermin besar seraya merapikan kerah blazer putihnya, menghela napas panjang. Wajahnya masih memancarkan rona pucat akibat rasa mual yang melanda sejak pagi, namun matanya memancarkan keteguhan yang makin tajam."Bawa Beliau naik sekarang, Pak," jawab Melody dingin dan lugas. "Semua dokumen dan kuncinya sudah saya siapkan."Setelah mematikan telepon, Melody melangkah mendekati meja kaca tempat koper besar dan sebuah tas jinjing berisi dokumen penting berada. Penthouse mewah ini satu-satunya aset murni atas namanya sendiri sebentar lagi akan berpindah tangan. Demi melunasi utang lima belas miliar rupiah kepada Casey dan membeli kebebasannya sendiri, Melody rela melepaskan kenangan terakhir yang tersisa. Ia menolak bergantung pada pria mana pun, ap

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   JUAL

    "Mundur! Siapa pun yang berani mengikutiku satu langkah saja, aku pastikan mata kalian yang akan jadi taruhannya!"Suara tegas Melody menggema dingin di sepanjang koridor kediaman utama Whitney. Dua pengawal bertubuh tegap yang semula berniat membuntutinya dari belakang ruang kerja Kakek langsung menghentikan langkah. Mereka saling pandang dengan raut ragu, terkejut melihat perubahan drastis pada diri Nona Muda yang biasanya lembut, penurut, dan selalu pasrah pada perintah keluarga.Melody menatap kedua pria itu dengan pandangan tajam tanpa kedip. "Kakek menyuruhku pulang untuk bersiap-siap menghadapi ujian besok malam, bukan mengurungku di bawah pengawasan kalian. Laporkan kepada boss kalian begitu. Mengerti?!"Tanpa menunggu jawaban, Melody memutar tubuhnya dengan anggun. Tumit sepatu hak tingginya berdetak nyaring, meninggalkan kediaman megah yang terasa makin memuakkan itu. Tak ada lagi lelehan air mata atau pundak yang terkulai lesu. Keputusannya sudah bulat: ia tidak akan pernah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status