Share

Panti Asuhan

Author: Miss Wang
last update Last Updated: 2025-10-01 17:45:04
“Baguslah jika gadis buta itu akan menikah, setidaknya dia tak kan melakukannya sendiri, sebelum dia meninggalkan dunia ini.” Senyum sinis mengembang terukir di wajahnya yang dingin.

Empat jam telah berlalu, tapi keheningan antara Alexa dan Arsenio seolah menebal tanpa terpecahkan. Mereka masuk ke pintu belakang mobil, duduk bersebelahan dengan jarak yang begitu dekat. Mobil melaju pelan, sementara mata Arsenio tak pernah beranjak dari sosok Alexa di sisinya — pandangan itu tajam, penuh pertanyaan dan rahasia yang belum terungkap.

‘Kenapa gadis ini bisa buta? Dia banyak bicara, tapi tak pernah membicarakan tentang penyebab kebutaannya,’ batin Arsenio tiba tiba penasaran.

"Pak, antar aku ke tempat biasa, ya!” pinta Alexa kepada supirnya yang sudah tua itu.

"Baik, Nona,” sahut sang supir singkat.

Dahi Arsenio berkerut, hatinya penuh tanda tanya, ‘Kemana dia akan pergi? Apakah dia akan pergi memeriksa aset-asetnya? Bagus… Dengan begitu aku akan segera tau, dan aku akan segera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Riska Risdiyanita
deeuu ilah pake di liatin melulu si arsen ah , jangan lupa kedip tuh tar kelilipen mata nya haha
goodnovel comment avatar
Elis Sahadati
ya harus lah kak...
goodnovel comment avatar
Miss Wang
harus ya ............
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Ditikam

    Hujan belum juga reda saat mobil yang ditumpangi Dania dan Kelvin melaju meninggalkan bangunan tua itu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu kota, seperti serpihan kenangan yang tak mau padam.Mereka duduk diam di kursi belakang, wajahnya pucat, matanya kosong. Tangannya menggenggam erat ponsel—di dalamnya tersimpan rekaman suara Ny. Kelly. Rekaman pengakuan. Rekaman yang bisa menyelamatkan… atau menghancurkan segalanya.Ia memejamkan mata.Dadanya sesak.Ia tidak menangis. Air matanya sudah habis.Sementara itu, di sisi lain kota, Alexa mondar-mandir gelisah di ruang kerja mansion. Arsenio berdiri di dekat jendela, menatap gelap dengan rahang mengeras."Kenapa dia nekat? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya," ucap Alexa pelan, tapi penuh kecemasan. “Seharusnya dia menghubungi kita.”Arsenio meraih ponselnya lagi, menelpon. Tidak aktif. Ia menekan nomor Kelvin, tak aktif juga. “Ini tidak benar,” gumamnya. “Dia ingin menemui wanita itu. Seharusnya aku melarang sejak awal.”Alexa m

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Bertemu

    Di kantor pusat perusahaan AJ, suasana berubah mencekam.Karyawan berbisik-bisik. Saham turun drastis. Media berkumpul di gerbang."Tuan Arsenio! Apakah benar Anda melindungi pelaku penculikan?”“Benarkah Ny. Eli mengambil anak secara ilegal untuk kepentingan keluarga Anda?”“Apakah yayasan hanya kedok?”Satu pertanyaan lebih tajam dari yang lain.Di ruang rapat, para direksi bersitegang.“Ini serangan sistematis,” ujar salah satu petinggi. “Ada pihak yang menginginkan perusahaan jatuh. Mereka tahu kelemahan Anda ada pada sisi kemanusiaan.”Arsenio menghela nafas panjang.“Mereka menyentuh hal yang paling sensitif,” katanya pelan. “Anak. Masa lalu. Dan rasa bersalah.”Sementara itu, di sudut lain kota, Dania terkunci di kamarnya.Ia membaca berita demi berita, tangannya gemetar.'Dugaan eksploitasi anak oleh keluarga konglomeratPerempuan bernama Dania diduga korban penculikanNy. Eli dan Arsenio terancam proses hukum'Dania menjatuhkan ponselnya.“Kak Arsen..., ini karena aku...," b

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Dendam Masa Lalu

    Pagi itu, berita menyebar lebih cepat daripada angin.Nama Dania mendadak ramai dibicarakan—bukan karena pernikahannya yang megah, bukan pula karena statusnya sebagai istri Kelvin, melainkan karena satu isu yang menggemparkan:“Wanita yang mengaku ibu kandung Dania—keluarga Arsenio Alvier muncul kembali.”Seseorang telah membocorkan informasi itu.Dan tidak butuh waktu lama hingga gosip berubah menjadi tuduhan.Di ruang keluarga mansion, suasana mencekam.Alexa berdiri di depan televisi yang menampilkan berita daring. Judulnya menyala terang:“Kontroversi Keluarga Elite: Ibu Kandung Muncul Setelah Puluhan Tahun Menghilang? Nama Arsenio Alvier terseret dalam kasus ini. Tangan Alexa gemetar saat membaca.“Siapa yang membocorkan ini?” suaranya pecah.Arsenio berdiri kaku, rahangnya mengeras. “Tidak mungkin kebetulan. Mereka ingin menghancurkan aku. Ini pasti pesaing bisnis.”***Kelvin yang baru datang dari kantor langsung mematikan televisi. “Ini gila. Mereka mengorek luka lamamu. Dan

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Terkuak

    Hujan kembali turun malam itu, lebih deras dari sebelumnya, seolah langit pun tak sanggup lagi menahan rahasia yang selama puluhan tahun terkubur.Arsenio berdiri di depan meja kerjanya, mata terpaku pada tumpukan berkas yang berserakan. Tangannya gemetar saat membuka map terakhir—map yang baru saja ia dapatkan dari seorang kenalan lama di kepolisian.Isinya membuat dadanya serasa dihantam berkali-kali.Dokumen lama. Laporan kebakaran. Catatan psikiater. Dan… satu surat tulisan tangan yang mulai pudar tintanya.Nama di sudut kertas itu membuat nafasnya tercekat.Eleanor Widjaja.Nama muda Ny. Eli.Dan di bawahnya, tertulis satu nama lagi.Kelly Widjaja.“Jadi… kalian saudara…” gumam Arsenio lirih.Ia membaca dengan seksama.Tahun demi tahun mulai tersusun seperti kepingan puzzle yang kejam.Kelly dan Eli adalah sepupu. Tumbuh bersama. Besar di lingkungan yang sama. Namun hidup memilih jalan berbeda untuk mereka. Kelly—cantik, lembut, penuh kasih—jatuh cinta pada seorang pria yang sam

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Mulai Terkuak

    Malam semakin larut ketika hujan akhirnya reda, meninggalkan jejak basah di dedaunan dan aroma tanah yang menyengat. Di luar mansion, lampu taman menyala redup, seolah ikut menjaga rahasia yang semakin berat tersimpan di dalam rumah itu.Namun, Ny. Eli sudah tidak berada di mansion malam itu.Ia telah kembali ke tempat yang selama puluhan tahun menjadi dunianya—panti asuhan kecil di pinggir kota. Bangunan tua bercat krem itu tampak sepi, hanya diterangi satu lampu di ruang tengah. Di sanalah ia duduk sendirian, di kursi kayu tua yang telah menemaninya melewati puluhan tahun kehidupan.Tangannya gemetar saat membuka laci kecil di meja kerjanya.Dari dalamnya, ia mengeluarkan sebuah kotak besi berkarat.Kotak itu berat—bukan karena isinya, tapi karena kenangan yang terkunci di dalamnya.Dengan nafas bergetar, ia membukanya.Foto-foto lama berserakan. Beberapa sudah menguning. Di antaranya, ada satu foto yang membuat matanya langsung berkaca-kaca.Seorang wanita muda berdiri sambil mengg

  • Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin   Penyelidikan

    Malam semakin larut.Di balik pagar tinggi mansion yang menjulang, bayangan wanita itu menghilang perlahan, menelan dirinya ke dalam gelap. Senyumnya masih terukir samar, seperti janji yang belum ditepati—atau ancaman yang menunggu waktu.***Keesokan paginya, udara terasa berbeda.Dingin dan berat.Seolah sesuatu yang lama terkubur mulai bangkit ke permukaan.Di ruang kerja Arsenio, suasana tegang tak terucap. Berkas-berkas lama terhampar di meja. Foto-foto usang, laporan medis, arsip kepolisian, bahkan potongan berita kebakaran dua puluh tahun lalu.Arsenio berdiri dengan tangan bertumpu di meja, menatap satu foto yang paling membuat dadanya sesak.Seorang wanita muda tersenyum samar, menggendong bayi kecil berbalut selimut putih.Nama di bawah foto itu membuat rahangnya mengeras.Kelly Winata.“Ada yang tidak beres…” gumamnya.Alexa berdiri di belakangnya, memeluk lengannya. “Kamu yakin ini tidak kebetulan?”Arsenio menggeleng pelan. “Terlalu banyak yang cocok. Waktu, usia, lokasi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status