/ Romansa / Gadis Kesayangan Tuan Adrian / Mata Uang yang Beredar

공유

Mata Uang yang Beredar

작가: Nooraya
last update 최신 업데이트: 2026-01-05 17:54:49

(Pov Adrian)

Gosip adalah mata uang paling murah di sebuah perusahaan, tidak terkecuali di Hartono Group. Dan seperti mata uang lainnya, nilainya justru melonjak ketika dibiarkan beredar tanpa klarifikasi.

Itulah yang sedang kusiapkan saat ini. Sebuah mata uang bernama perselingkuhan, untuk diedarkan ke seluruh perusahaan.

Namun, rupanya ada satu variabel di luar perhitunganku.

Melati.

Ia tiba-tiba masuk ke dalam rencanaku.

Hari itu, Melati datang ke kantorku, tepat pada saat yang paling tidak seharusnya ia lihat, yaitu ketika aku dan Vanya sedang berciuman.

Aku terkejut oleh kehadirannya. Tatapan matanya masih kuingat dengan jelas. Kaget, kecewa, dan ada usaha keras untuk menelan sesuatu yang terlalu pahit, agar tidak tumpah di hadapanku.

Melati tidak marah. Tidak pula bertanya. Ia hanya pergi dengan permintaan maaf.

Aku ingin mengejarnya. Namun ... mata uangku belum selesai kubuat.

Tidak lama setelah itu, Danu datang bersama salah satu sekretarisku, orang pertama yang akan mengedark
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gadis Kesayangan Tuan Adrian   Saat Hati Tersayat Pelan

    Saat semua makanan selesai dikemas, aku menatap kotak makan yang kali ini lebih besar dari biasanya. Aku mengambil satu kertas note dan kembali menuliskan pesan seperti hari-hari sebelumnya.Melalui pesan yang kutulis, aku memberi tahu Tuan Adrian bahwa makanan hari ini bukan hanya buatanku, melainkan ada tangan-tangan lain yang ikut bekerja.Ada ketulusan para nona yang mungkin tidak pernah Tuan Adrian lihat sebelumnya. Jadi, aku ingin ia bisa melihat dan merasakannya sekarang.“Jika Tuan masih belum mau memaafkan saya, tidak apa. Saya mengerti. Namun, tolong makanlah makanan ini. Bukan untuk saya, tetapi untuk para nona, untuk menghargai ketulusan mereka.”Aku berhenti menulis sejenak, lalu menambahkan satu paragraf terakhir. Kalimat yang sejak awal ingin kusampaikan.“Tuan, saya tidak meminta banyak. Saya juga tidak akan meminta Tuan mencintai saya sekarang juga. Cukup beri saya kesempatan saja, untuk membuktikan bahwa perasaan saya sungguh-sungguh kepada Tuan, dan di hati saya han

  • Gadis Kesayangan Tuan Adrian   Hidangan untuk Hati yang Diam

    (Pov Melati)Setelah kegiatan sarapan di Rumah Jelita selesai, semua nona pun memulai aktivitas mereka masing-masing. Hanya aku yang tidak memiliki kegiatan apa pun di rumah ini, sehingga ... kini aku hanya berdiri diam di tepi kolam renang sambil berpikir.Aku tidak bisa terus menunggu. Jika aku ingin menyelamatkan Tuan Adrian dari Nyonya Vanya, dari permainan kotor yang mengintai keluarga Hartono, dan dari kesepian yang ia bangun sendiri, maka aku harus bergerak lebih dulu.Pemikiran itu tidak datang dengan tiba-tiba. Ia lahir dari malam yang panjang sebelumnya. Buah dari kesadaran yang akhirnya muncul dari balik rasa takut.Kesadaran itu pun lantas menumbuhkan sebuah tekad yang kemudian membawaku menuju dapur, mengikat rambutku, mengenakan celemek, lalu mulai menyiapkan bumbu.Bukankah aku harus melakukan sesuatu? Jadi, mulai hari ini aku akan memulainya dengan memasak makan siang untuk Tuan Adrian.Aku akan merebut hatinya melalui apa yang masuk ke perutnya.Tanganku bergerak tanp

  • Gadis Kesayangan Tuan Adrian   Sore Itu

    (Pov Adrian)Pukulan datang tanpa peringatan, menghantam rahangku dengan keras. Kepalaku terpelanting dan tubuhku terhuyung beberapa langkah ke belakang. Rasa nyeri menyambar cepat, disusul rasa logam di lidah.Aku mengangkat wajah, melihat siapa yang memiliki tenaga begitu kuat dan berani melakukannya padaku.Arga.Pria itu menatapku tajam dengan napasnya yang memburu. Seluruh tubuhnya tegang seperti tali yang ditarik terlalu keras, sementara tangannya masih mengepal di samping tubuhnya.“Dasar berengsek kau, Adrian.”Aku menyeka sudut bibirku dengan punggung jari. Darah menempel di kulitku.Belum sempat aku membuka mulut, suara lain menyela tajam dan panik. “Arga!”Vanya melangkah cepat ke arah kami, meraih lengan Arga dan menariknya mundur. “Apa yang kau lakukan?”Dia lantas berdiri di antara kami, seolah menghalangi sang adik agar tidak kembali mendekatiku. Wajahnya terlihat memucat, tetapi aku yakin itu bukan karena terkejut, melainkan takut jika keributan kami menarik perhatian

  • Gadis Kesayangan Tuan Adrian   Mata Uang yang Beredar

    (Pov Adrian)Gosip adalah mata uang paling murah di sebuah perusahaan, tidak terkecuali di Hartono Group. Dan seperti mata uang lainnya, nilainya justru melonjak ketika dibiarkan beredar tanpa klarifikasi.Itulah yang sedang kusiapkan saat ini. Sebuah mata uang bernama perselingkuhan, untuk diedarkan ke seluruh perusahaan.Namun, rupanya ada satu variabel di luar perhitunganku.Melati.Ia tiba-tiba masuk ke dalam rencanaku.Hari itu, Melati datang ke kantorku, tepat pada saat yang paling tidak seharusnya ia lihat, yaitu ketika aku dan Vanya sedang berciuman.Aku terkejut oleh kehadirannya. Tatapan matanya masih kuingat dengan jelas. Kaget, kecewa, dan ada usaha keras untuk menelan sesuatu yang terlalu pahit, agar tidak tumpah di hadapanku.Melati tidak marah. Tidak pula bertanya. Ia hanya pergi dengan permintaan maaf.Aku ingin mengejarnya. Namun ... mata uangku belum selesai kubuat.Tidak lama setelah itu, Danu datang bersama salah satu sekretarisku, orang pertama yang akan mengedark

  • Gadis Kesayangan Tuan Adrian   Hujan di Luar Gemuruh di Kepala

    Aku kembali ke kamarku, mengurungkan niat untuk makan malam. Tubuhku terasa lelah, tetapi pikiranku terlalu gaduh untuk sekadar berbaring. Aku duduk di tepi tempat tidur, menatap jendela yang masih basah oleh sisa hujan.Hujan di luar memang sudah mulai reda. Namun di dalam diriku, kegelisahan justru semakin pekat.Sosok Kak Arga kembali terlintas di benakku. Raut wajahnya saat pergi tadi, cara ia menahan diri, semua itu menekan dadaku pelan-pelan. Rasa bersalah masih ada, dan mungkin akan selalu ada. Namun, aku tahu, membiarkannya pergi adalah pilihan yang paling jujur.Aku tidak bisa membiarkannya berharap padaku. Aku tidak sanggup menjadi seseorang yang memberinya harapan palsu, lalu menghancurkannya perlahan.Akan tetapi, semakin aku mencoba menenangkan diri dengan pikiran itu, semakin jelas satu nama lain mendominasi kepalaku.Tuan Adrian.Hubunganku dengannya tidak bisa terus seperti ini, dingin, penuh jarak, dan dipenuhi kesalahpahaman yang dibiarkan menggantung. Aku tidak taha

  • Gadis Kesayangan Tuan Adrian   Saat Aku Tidak Memilihmu

    Hujan turun deras sejak sore tadi, memukul atap Rumah Jelita tanpa jeda. Langit di luar sudah gelap dengan cahaya dari kilatan petir, seolah ikut menekan suasana.Aku turun dari kamar dengan niat ikut makan malam bersama nona yang lain. Namun, sebelum sempat mencapai meja makan, suara ribut terdengar dari arah depan rumah. Suara itu terlalu keras untuk diabaikan.“Ada apa itu?” Nona Amara yang baru saja menginjakkan kakinya di lantai satu pun lebih dulu melangkah ke depan. Wajahnya mengeras saat mendengar keributan tersebut.Aku mengikutinya dari belakang.Begitu sampai di ruang depan, pemandangan di sana membuat langkahku terhenti.Kak Arga?Aku melihat Kak Arga memasuki Rumah Jelita, menerobos masuk dengan tubuh basah oleh hujan. Rambut dan pakaiannya berantakan, sedangkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.Beberapa pengawal tampak berusaha menghentikannya, tetapi Kak Arga tetap melangkah maju, seolah tidak peduli pada siapa pun yang mencoba menghalanginya.Matanya menyapu ruangan d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status