Inicio / Mafia / Gadis Tawanan sang Mafia / 47. Anya Ingin Pergi

Compartir

47. Anya Ingin Pergi

Autor: rindiyoon
last update Última actualización: 2026-02-16 08:56:54

Hari berganti begitu cepat. Anya masih berada di mood yang tidak jelas. Terkadang Anya baik, terkadang juga Anya terlihat jahat.

Leon bingung dengan perubahan Anya yang seperti itu, tapi Leon tetap bisa mengimbangi selagi Leon tidak dibuat emosi yang berlebihan.

"Aku ingin pulang!"

Entah sudah yang keberapa kalinya Anya selalu mengatakan itu didepan Leon. Namun, Leon tidak pernah menanggapi.

"Mau pergi ke mana hari ini?" tanya Leon dengan menyodorkan jus alpukat pada si gadis.

Anya tidak meneri
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gadis Tawanan sang Mafia   55. Hampir Memukul

    [Varell: Sampai kapan kau akan menyembunyikan Anya di sana? Kau tau kalau Bima ingin membayar hutangnya dan mengambil Anya!]Leon hanya tersenyum sinis setelah membaca pesan itu, dan Leon segera menghapus pesan itu, pesan yang menurutnya tidak penting."Dia selalu ikut campur pada hidup orang lain," gumam Leon.Leon kembali memikirkan ruangan kosong untuk kamar buah hatinya, karena Leon tidak ingin anaknya akan menganggu momen berdua dengan Anya.Haduh, dasar Leon. Padahal anaknya adalah bukti buah cinta mereka, tapi Leon tidak ingin diganggu."Sepertinya ruangan disamping kamar Anya cocok untuk kamar anak kami," ucap Leon setelah berpikir.Leon mulai mencari keberadaan Rehan, dan ternyata Rehan ada di ruang kerja. Leon mulai mendiskusikan tentang kamar calon anaknya nanti pada Rehan, dan Rehan hanya menjadi pendengar yang baik untuk saat ini.***Keesokan harinya. Pukul 10 pagi. Leon dan Rehan baru saja tiba di rumah sakit.Leon masuk ke kamar VVIP yang berada di rumah sakit tersebu

  • Gadis Tawanan sang Mafia   54. Leon Marah

    Tidak ada respon apapun dari Leon."Sudahlah, aku akan menggugurkan kandungannya saja."Anya ingin pergi. Namun, Leon kembali menarik lengan Anya. Kali ini Leon marah."Kamu boleh menghina aku yang buruk, tapi jangan sampai kamu mengeluarkan anak kita yang tidak tau apa-apa!" Suara Leon bergema di ruangan.Anya terkejut."Aku tau kamu membenciku, tapi biar bagaimanapun, anak ini tidak salah!" Leon menunjuk perut gadis itu.Anya kembali menangis. Ia tahu ia salah, nggak seharusnya ia mengatakan itu.Leon sadar, ia mulai marah. Leon segera memeluk Anya."A ... Aku nggak seharusnya mengatakan ini.""Jangan bicara ini lagi, aku nggak mau anak kita dengar semua ini."Anya mengangguk. Leon masih memeluk Anya dan membawa Anya dalam dekapan yang hangat.Leon tahu jika Anya hanya takut, tapi Leon akan selalu berusaha menjadi lebih baik lagi."Aku mencintaimu, Anya," bisik Leon."Aku juga mencintaimu," balas Anya.Di tempat lain. Rehan duduk termenung. Rehan sedang duduk di ruang tengah dengan

  • Gadis Tawanan sang Mafia   53. Ingin Menggugurkan

    Hari berganti begitu cepat. Perubahan mood Anya semakin jelas. Anya selalu mengubah mood sesuka hati membuat Leon kesal.Namun, Leon selalu menahan kekesalan itu supaya tidak membuat Anya takut. Leon akan selalu bersikap baik pada Anya.Apa lagi saat ini Anya sedang mengandung anak Leon membuat Leon harus memperlakukan Anya dengan sangat baik. Namun, begitulah Anya terkadang menguji kesabaran Leon."Sekarang apa lagi?" tanya Leon pada gadis yang ada didepannya.Anya sedang membaringkan tubuhnya dengan mulut yang kotor akibat makan es krim."Aku mau es krim lagi.""Udah dong, masa sehari makan es krim bisa sepuluh kali."Leon keberatan saat Anya meminta es krim lagi."Nyebelin!"Anya membalikkan tubuhnya. Ia membersihkan mulut kotornya dengan kasar.Leon segera menggendong Anya ke kamar mandi. Anya berontak, tapi apalah daya Anya yang sulit melawan Leon."Jangan jadi gadis jorok, masa sehari mandi cuma sekali doang."Kali ini Leon akan memandikan Anya, karena semenjak hamil, Anya hanya

  • Gadis Tawanan sang Mafia   52. Positif Hamil

    Dokter Ana mengulas senyum, ia benar-benar gemas dengan kepolosan pasiennya.Tidak salah jika Leon menyukai Anya, karena Anya memang sepolos itu."Nona Anya, positif hamil," ucap Dokter Ana.Anya melotot, ia tidak percaya jika perutnya sedang mengandung seorang anak dari Mafia.Anya menoleh pada Leon yang saat ini terlihat senang. Anya geleng-geleng kepalanya sendiri."Akhirnya apa yang ku lakukan tidak sia-sia," kata Leon.Leon mengatakan itu dengan lantang, ia tidak merasa malu saat mengetahui Anya positif hamil, karena tujuan Leon mengambil keperawanannya adalah itu.Membuat Anya hamil, dan sekarang sudah terbukti. Namun, Anya terlihat gelisah."Ini beberapa obat untuk Nona Anya."Dokter Ana memberikan beberapa obat dan vitamin untuk Anya. Dokter juga meresepkan beberapa obat yang harus dibeli di apotek lain, karena ia tidak memiliki obat itu.Sejenak Anya memikirkan kapan terakhir ia haid, dan sepertinya itu sudah lama sekali, mungkin hampir dua bulan lalu atau sebulan lebih.Anya

  • Gadis Tawanan sang Mafia   51. Pemeriksaan

    "Ih, ngidam apaan, sih!"Anya menatap kesal pada Leon."Ya itu, dari tadi pengen banyak makan ini dan itu.""Itu tuh bukan ngidam, masa gitu aja dibilang ngidam!"Anya masih kesal dengan Leon."Ya sudah." Leon enggan bertengkar dengan Anya. Leon memeluk Anya dan mengecup pucuk kepalanya dengan lembut."Kamu kenapa seneng banget ciumin kepala aku?" Anya protes."Kepala kamu wangi," ucap Leon, jujur."Ini shampoo yang dibeliin kamu.""Kalau gitu, aku bakalan stok shampoo itu dengan banyak.""Oke.Anya manggut-manggut.Anya dan Leon sangat random, mereka selalu membicarakan banyak hal.Mulai dari ngidam, makanan, shampo, dan lainnya.Sungguh mereka sangat random, dan terkadang mereka juga seperti anak remaja yang sering bertengkar hanya karena hal sepele. Ya maklumi saja mereka memang seperti itu.**Di tempat lain.Bima terkena omelan dari ibunya, Tina. Bima diharuskan membawa Anya dalam waktu seminggu. Namun, Bima belum mampu."Dasar anak bodoh!"Tina menghina anaknya sendiri, bahkan

  • Gadis Tawanan sang Mafia   50. Telat Haid

    Anya melepaskan tangan Leon."Anya!" Leon berteriak."Emang apa salahnya minum jus? Jus juga bagus buat kesehatan!"Kali ini Anya benar-benar keras kepala membuat Leon ingin sekali membiusnya."Terserah!"Leon lelah jika harus berdebat. Leon melangkah pergi ke kamar. Namun, langkahnya terhenti."Dasar pria aneh, nggak peka, nyebelin banget!" Anya menggerutu tidak jelas. Sekilas Leon tersenyum tanpa diketahui Anya, karena posisi Leon membelakangi Anya."Awas aja kalau nanti tidur sama aku!"Anya mengancam Leon. Anya kembali melangkah menuju dapur. Namun, Leon berhasil memeluk Anya dari belakang."Sayang, jangan marah-marah dong," bisik Leon."Diam, aku nggak mau bicara sama kamu!"Anya melepaskan lengan Leon yang memeluk tubuhnya dari belakang. Namun, pelukan itu semakin erat membuat Anya sulit melepaskannya.Drama Anya dan Leon kembali dimulai. Rehan meminta para pelayan dan bodyguard pergi dari sana.Leon membalikkan tubuh Anya dan mengecup bibir Anya, kali ini Anya tidak menolak ti

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status