공유

46. Perubahan

작가: rindiyoon
last update 게시일: 2026-02-15 07:13:55

Tiba-tiba saja Anya menangis. Leon bingung, ia segera memeluk Anya. Namun, Anya menolak.

Anya mendorong tubuh Leon dengan sekuat tenaga, akhirnya Leon sedikit menjauh dari Anya.

Leon tidak mengerti dengan perubahan Anya seperti ini. Leon merasa jika Anya memiliki dua kepribadian, Anya terkadang baik dan terkadang jahat.

"Kamu mau jalan-jalan sekarang?" tanya Leon.

"Ya," jawab Anya dengan singkat.

"Tapi udah mau malam."

Anya diam.

"Besok aja jalan-jalannya setelah jam makan siang, oke?" Leon men
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gadis Tawanan sang Mafia   90. Penuh Kebahagiaan

    Sebulan berlalu. Setelah Leon melihat musuh bebuyutan masih hidup. Leon sudah tidak mendengar kabar dan melihat apapun lagi.Namun, Leon tetap waspada dengan sekitarnya. Leon tidak ingin keluarganya menjadi sasaran dari musuh bebuyutannya lagi.Leon ingin melindungi keluarganya, dan membahagiakan keluarganya."Sayang, lama banget dandannya?" Leon langsung memeluk tubuh Anya dari belakang. Saat ini posisi Anya sedang berdiri didepan cermin besar."Sebentar lagi, karena ini adalah ulang tahun Tasya, aku harus cantik," ucap Anya."Cantik kamu hanya untukku!""Iya sayang."Leon masih saja posesif. Leon tidak memperbolehkan Anya terlalu cantik jika keluar rumah."Mama, ayo!" Nathalie masuk ke kamar."Iya sebentar."Leon langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Anya memilih tas yang akan dibawa. Leon pergi mengambil handphone yang ada di atas meja rias."Papa, di bawah ada Om Rehan," kata Nathan yang baru saja masuk ke kamar orang tuanya."Oke." Leon melangkah keluar."Yeay, ada Om Re

  • Gadis Tawanan sang Mafia   89. Jangan Menganggu!

    "Sebentar lagi makan," jawab Leon dengan senyuman.Tangan Leon mengusap-usap kepala Anya, dan Anya mengangguk tanpa banyak pertanyaan.Sesekali Nathan menatap Leon, Nathan yakin jika Leon sedang memikirkan kejadian tadi, tapi Nathan tidak ingin banyak bicara.Walaupun Leon tidak meminta Nathan untuk tutup mulut tentang kejadian tadi, tapi Nathan tidak mudah membicarakan apapun pada orang-orang. Nathan mampu menyembunyikan rahasia."Papa, terima kasih, makanannya enak sekali!" Sudah cukup banyak Nathalie mencicipi menu makan malam."Sama-sama." Leon tersenyum manis.Leon senang saat mengetahui Nathalie menyukai makanan yang ada di restoran tersebut. Leon pastinya akan memberikan makanan yang lezat dan bergizi untuk istri dan anak-anaknya.Handphone Leon berdering, ada panggilan masuk, dan Leon meminta izin untuk menjawab telepon itu.Anya mengizinkan. Leon bangun dari duduknya dan menjauh dari meja untuk menjawab panggilan itu, dan Anya tidak menaruh kecurigaan apapun pada Leon."Janga

  • Gadis Tawanan sang Mafia   88. Ternyata Masih Hidup

    Pukul 7 malam. Leon, Anya, Nathan, dan Nathalie makan malam di luar.Leon melakukan reservasi makan malam di restoran mewah yang ada di kotanya. Leon tentunya akan menuruti keinginan istri, dan anak-anaknya.Walaupun hari ini Leon pulang agak terlambat, tapi Leon sudah melakukan reservasi sebelum pulang ke rumah, dan pastinya Leon akan selalu mendapatkan apa yang diinginkan."Terima kasih, Papa!" Nathalie sangat senang."Sama-sama." Leon tersenyum.Leon mengusap-usap kepala Nathalie dengan lembut, dan Nathan sibuk dengan iPad, Nathan sedang bermain game.Leon sudah memilih menu makan malam untuk keluarganya, kini mereka hanya bisa menunggu hidangan disajikan di atas meja.Anya dan Leon saling menatap satu sama lain. Anya tersenyum lebar dan sangat bahagia, begitu pula dengan Leon.Setiap hari mereka merasakan kebahagiaan yang tiada henti. Namun, ada ketakutan yang Anya pendam.Anya takut apa? Entah, beberapa hari ini Anya mimpi buruk.Namun, Anya tidak cerita pada Leon. Anya takut jik

  • Gadis Tawanan sang Mafia   87. Anya Baik-baik Saja

    "Aku mau beli ramen, tadi katanya mau ramen.""Beli online aja." Anya tidak ingin ditinggal sendirian."Baiklah." Leon tidak memiliki pilihan lain.Anya tidak ingin ditinggal sendirian, dan Anya terlihat manja sekali."Selain ramen mau apa lagi?" Leon kembali bertanya dengan tangan yang masih menggenggam ponselnya."Aku mau pilih sendiri."Anya merebut handphone Leon, dan Leon tidak keberatan dengan itu, lagi pula Leon tidak pernah menyembunyikan apapun dari Anya, jadi Leon tidak pernah takut jika Anya merebut ponselnya."Aku mau ini, ini, ini." Anya memilih banyak menu makanan.Leon tidak mempedulikan itu karena yang terpenting Anya makan banyak sebelum melakukan operasi, karena kondisi Anya juga harus stabil sebelum melakukan pengangkatan rahim.Sejujurnya Leon sedih dengan hal ini, tapi Leon mencoba kuat didepan Anya. Leon tidak ingin membuat Anya sedih.Leon yakin setelah ini tidak akan ada hal apapun lagi. Leon akan selalu membuat Anya bahagia, Leon sangat mencintai Anya. Anya ad

  • Gadis Tawanan sang Mafia   86. Pengangkatan Rahim

    Anya tertawa kecil mendengar ucapan Nathan."Sudahlah, aku ke bawah dulu." Leon izin."Oke." Anya manggut-manggut dan mengizinkan.Leon keluar dari kamar untuk menemui Rehan di lantai bawah, dan Nathan masih menemani Anya."Ke mana Papa?" tanya Nathalie saat dirinya keluar dari kamar mandi."Ke bawah ketemu ...," jawab Anya yang belum selesai.Namun, Nathalie sudah berlari keluar kamar, tapi saat mendekati pintu kamar, Nathalie terjatuh.Nathalie tidak menangis. Ia segera bangun, dan berlari lagi menuju lantai bawah."Astaga, anak itu!" Anya geleng-geleng kepalanya.Anya tidak menyangka jika Nathalie sangat bersemangat bertemu dengan Rehan."Tuh, Mama liat sendiri, kan? Aku nggak bohong, dia genit banget kalau urusan Om Rehan," ucap Nathan dengan jujur.Anya tertawa lagi dan berkata. "Biarkan, mungkin Nathalie sudah menganggap Om Rehan sebagai kakak tertuanya.""Mana ada begitu." Suara Nathan sangat ketus, tentu ia tidak suka dengan sikap kembarannya yang genit.Anya hanya bisa tertaw

  • Gadis Tawanan sang Mafia   85. Akhirnya, Anya Sadar

    Seminggu berlalu. Anya sudah sadar. Keluarganya bahagia melihat Anya sudah membuka matanya. Namun, Anya masih terlihat linglung."Mama!" Nathan dan Nathalie memeluk Anya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit. Tiba-tiba saja air mata Anya menetes. Anya tahu saat ini dirinya ada di rumah sakit."Sayang!" Leon mengusap lengan Anya dan mengecup lengan itu berkali-kali.Dokter dan asistennya segera memeriksa keadaan Anya, dan akhirnya kondisi Anya sudah membaik. Namun, memang harus banyak istirahat karena baru bangun dari operasi.Anya masih belum membuka mulutnya, Anya belum berbicara sama sekali.Dinda, Luki, dan Tasya sedih yang bercampur bahagia melihat Anya sudah membuka matanya.***Beberapa hari setelah Anya sadar. Anya diizinkan pulang ke rumah, dan pastinya Leon langsung segera membawa Anya pulang ke rumah.Leon tahu jika Anya tidak suka berlama-lama di rumah sakit. Anya tidak mencium aroma rumah sakit yang memiliki khas tersendiri."Mama, aku buatkan teh hangat untuk mama

  • Gadis Tawanan sang Mafia   61. Doni Tidak Merestui

    Doni tertawa kecil. Leon mencoba menahan diri untuk bisa mendapatkan restu dari orang tuanya. Dinda hanya menatap sedih pada Leon.Dinda sebenarnya tidak terlalu memilih gadis seperti apa yang akan menikah dengan Leon. Dinda hanya ingin gadis itu bisa membuat Leon bahagia, itu saja.Namun, saat ini

  • Gadis Tawanan sang Mafia   60. Minta Restu

    Anya tersenyum."Anya. Kamu tau, aku ngga akan pernah menyakiti kamu." Suara Leon terdengar tulus. "Aku sangat mencintaimu, kalau aku nggak mencintaimu, aku nggak akan membiarkan kamu memiliki anak dariku."Anya masih tersenyum dan mengangguk. "Aku tau, kamu adalah pria yang baik."Anya menggenggam

  • Gadis Tawanan sang Mafia   59. Demam

    "Aku pengen ke kolam renang." Tiba-tiba saja Anya ingin ke kolam renang.Sepertinya keinginan Anya mudah berubah-ubah."Baiklah, biarkan Bibi menemani Nona.""Terima kasih.""Sama-sama." Bi Ina mengulas senyum.Bi Ina pastinya senang bisa menemani Nona Anya, apa lagi saat ini sang Nona sedang hamil

  • Gadis Tawanan sang Mafia   58. Mengidam

    "Kenapa kamu pengen ke kantor?" tanya Leon dengan mengernyit."Pengen aja," jawab Anya yang singkat.Leon terdiam, ia enggan mengatakan apapun lagi pada Anya. Leon lebih memilih untuk diam dari pada mood Anya kembali tidak baik."Nggak boleh, ya?" Suara Anya terdengar sedih.Anya menatap Leon denga

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status