Share

Chapter 6

last update publish date: 2026-05-18 17:27:09

Perlahan, Carlos mengusap atas dada Azalea. Menyentuhnya pelan-pelan, menelusuri lekuk tubuhnya. Tubuh Azalea menegang, saat jemari Carlos mulai memutari titik sensitifnya. Azaela bergetar. Air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja.

Suara isak terdengar dari bibir Azalea membuat Carlos langsung berhenti. Ia menatap Azalea yang menutupi matanya kedua tangannya. Gadis itu terlihat bingung, malu, sekaligus ketakutan dengan dirinya sendiri.

Carlos menghela napas panjang pelan. Tangannya perlahan menjauh dari tubuh Azalea, lalu ia duduk di sisi ranjang sambil mengusap wajahnya kasar.

Suasana kamar mendadak hening. Carlos melempar selimut untuk menutupi tubuh Azalea. Jemari Azalea gemetar saat memegang ujung selimut.

Carlos meliriknya sekilas sebelum akhirnya berkata pelan, “Sorry.”

Azalea tidak menjawab.

“Gue nggak maksud maksa kok,” lanjut Carlos.

Tidak ada nada menggoda atau permainan di sana. Carlos terdengar benar-benar serius. Azalea menggigit bibirnya menahan tangis.

Carlos kembali menghela napas lalu berdiri dari ranjang. Ia mengambil jas hitamnya yang tadi dilempar sembarangan ke sofa.

Tanpa banyak bicara lagi, Carlos langsung memakainya sambil berjalan menuju pintu kamar hotel.

Pintu tertutup pelan. Dan kini hanya tersisa Azalea sendirian di kamar besar itu. Tangisnya akhirnya pecah.

Azalea menutupi wajahnya dengan kedua tangan sambil meringkuk di atas ranjang. Dadanya terasa sesak oleh perasaan yang bahkan ia sendiri tidak mengerti.

Ia bingung.

Kenapa dirinya jadi seperti ini?

Sejak dulu Azalea selalu menjaga jarak dari laki-laki. Ia benci disentuh sembarangan. Bahkan pria yang mencoba mendekatinya saja selalu berhasil ia usir sebelum terlalu dekat.

Tapi tadi… saat Carlos mencium dirinya, tubuhnya justru melemah. Ia bahkan membalas ciuman itu. Hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bahkan membiarkan Carlos melepaskan pakaiannya dan menyentuh bagian tubuhnya yang sangat privasi.

“Bodoh…” lirih Azalea pelan sambil menangis.

Ia menarik napas gemetar lalu memakai pakaiannya lagi. Azalea tahu persis seperti apa Carlos. Playboy. Berpengalaman. Terbiasa membuat perempuan jatuh hati dengan mudah.

Dan yang paling menyakitkan Azalea sadar dirinya terlalu menyukai Carlos. Perasaan yang ia simpan diam-diam sejak kecil membuat pertahanannya runtuh begitu saja hanya karena sedikit perhatian dan godaan dari pria itu.

Carlos bahkan belum benar-benar serius. Tapi Azalea sudah hampir kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Ia membenci kenyataan itu.

“Menyebalkan…” gumamnya pelan dengan mata yang terus basah.

Azalea menatap kosong ke arah pintu kamar yang tadi dilewati Carlos. Entah kenapa, bagian kecil dalam dirinya justru merasa kecewa saat Carlos pergi. Dan hal itu membuat Azalea semakin kesal pada dirinya sendiri.

***

Lampu club malam itu berkelap-kelip memenuhi ruangan dengan suara musik keras yang memekakkan telinga. Carlos duduk di depan bar dengan wajah kusut sambil memutar botol bir di tangannya.

Sekali teguk.

Bir itu langsung habis.

Carlos menghembuskan napas kasar sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi tinggi. Kepalanya dipenuhi bayangan Azalea beberapa menit lalu.

Wajahnya yang menangis. Tubuhnya yang gemetar. Dan bagaimana Azalea tetap membalas ciumannya meski terlihat takut.

Carlos mengusap wajahnya frustrasi.

“Kenapa gue malah berhenti?” gumamnya pelan.

Ia mengacak rambutnya sendiri kasar. Harusnya itu gampang. Selama ini nggak pernah ada masalah buat dia. Perempuan datang dan pergi begitu saja. Nggak pernah ada yang bikin dia mikir dua kali.

Tapi Azalea berbeda. Dan itu justru bikin Carlos kesal.

“Hanya karena dia nangis?” Carlos tertawa kecil tanpa humor. “Gila.”

Ia memesan bir lagi lalu langsung meminumnya cepat seolah mencoba membuang semua pikirannya.

Carlos nggak mau terlalu memikirkan itu.

Ini cuma efek karena mereka baru menikah. Karena Azalea terlalu lugu. Karena dia belum terbiasa disentuh pria.

Cuma itu.

“Nggak usah dibikin ribet,” gumamnya sendiri.

Di saat itu, seorang wanita dengan dress hitam ketat mendekat lalu duduk di kursi sebelah Carlos. Aroma parfum manis langsung tercium samar.

“Tumben sendirian?” tanyanya sambil tersenyum genit.

Carlos melirik sekilas tanpa minat.

Wanita itu tetap tersenyum lalu menyentuh pelan lengan Carlos. “Dari tadi keliatan kesal banget. Kenapa sayang?”

Carlos diam beberapa detik. Lalu tanpa peringatan, ia menarik tengkuk wanita itu dan langsung mencium bibirnya.

Wanita itu sempat terkejut kecil, tapi detik berikutnya langsung membalas ciuman Carlos dengan antusias.

Tangan wanita itu naik memegang pundak Carlos, sementara musik club terus berdentum di sekitar mereka.

Namun anehnya… Carlos tidak merasakan apa-apa. Tidak ada debar aneh seperti saat mencium Azalea. Tidak ada rasa gugup. Tidak ada perasaan hangat yang membuat pikirannya kacau.

Semuanya terasa biasa. Carlos perlahan membuka matanya di tengah ciuman itu. Dan sialnya… Yang muncul di kepalanya justru wajah Azalea lagi.

Carlos langsung menghentikan ciuman itu mendadak.

Wanita di depannya terlihat bingung. “Hey, kenapa?”

Carlos menghembuskan napas kasar lalu menjauh sedikit.

“Nggak jadi,” gumamnya pendek.

Ia mengambil dompetnya lalu melempar beberapa lembar uang ke meja bar. Wanita itu langsung meraih lengan Carlos saat pria itu hendak pergi.

“Hey, jangan pergi gitu aja,” rengeknya sambil mencoba menarik tubuh Carlos kembali mendekat.

Namun Carlos yang sudah setengah mabuk justru terlihat makin kesal. Rahangnya mengeras, sementara tatapannya berubah dingin.

“Lepas,” katanya rendah.

Wanita itu masih mencoba tersenyum genit. “Kan tadi masih—”

Carlos tiba-tiba mengangkat tangannya seolah ingin melayangkan pukulan ke wanita itu. Gerakannya membuat wanita tersebut langsung terkejut dan mundur refleks.

“Aaa!” pekiknya ketakutan.

Carlos berhenti tepat sebelum tangannya mengenai apa pun. Napasnya kasar. Tatapannya tajam penuh emosi yang bahkan ia sendiri tidak mengerti.

“Jangan bikin gue kesel,” ucapnya dingin.

Suasana di sekitar mereka langsung terasa canggung. Carlos mengusap wajahnya frustrasi lalu berjalan keluar dari club malam itu.

***

Esok paginya, Azalea sama sekali tidak bisa tidur. Semalaman pikirannya kacau memikirkan kejadian tadi malam dan kepergian Carlos yang belum juga kembali.

Dengan wajah lelah, Azalea akhirnya mengganti piyamanya dengan kaos oversize serta celana panjang santai. Ia berniat pulang ke rumah karena merasa sesak berada di hotel sendirian.

Namun langkahnya langsung terhenti begitu sampai di depan lobby hotel. Mobil Carlos terparkir tidak jauh dari sana dalam keadaan pintu sedikit terbuka.

Azalea mengernyit bingung lalu mendekat perlahan. Dan di sana… Carlos tertidur di kursi kemudi dengan kepala bersandar ke jendela. Kemejanya masih kusut seperti semalam, sementara wajahnya terlihat lelah.

Begitu Azalea mendekat, aroma alkohol langsung tercium kuat.

“Carlos…” Azalea mengetuk pelan kaca mobil.

Carlos bergerak kecil lalu perlahan membuka matanya. Tatapannya masih kosong beberapa detik sebelum akhirnya fokus pada sosok Azalea di depannya.

Carlos langsung terlihat terkejut.

“Azalea?” suaranya serak karena baru bangun.

Azalea menghela napas panjang, “Kenapa tidur di sini sih?” tanyanya pelan.

Carlos mengusap wajahnya kasar lalu duduk lebih tegak. Rambutnya berantakan, sementara matanya masih terlihat lelah akibat alkohol semalam.

“Ketiduran aja,” jawabnya singkat.

Azalea menatap Carlos beberapa detik sebelum akhirnya membuka pintu samping lalu masuk ke kursi penumpang.

Carlos langsung meliriknya bingung. Azalea akhirnya bicara tanpa menatap Carlos.

“Sorry.”

Carlos mengernyit kecil.

“Harusnya gue nggak nangis cengeng kayak gitu semalam.”

Carlos langsung menoleh penuh kebingungan.

“Maksud lo?” tanyanya pelan.

Azalea menggigit bibir bawahnya sebentar lalu menunduk.

“Gue cuma… kaget aja.” Suaranya mengecil. “Lo pasti jadi ngerasa gue aneh.”

Carlos diam memperhatikan wajah Azalea yang terlihat malu sendiri.

“Jadi ... lo nggak keberatan?” tanya Carlos penasaran. Azalea menoleh menatap dengan mulut yang terbuka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (248)
goodnovel comment avatar
Razi Maulidi
duhhh nih cerita sensor gitu ya.... tapi tetap seru...
goodnovel comment avatar
Manissss
seru banget.. tapi sampe sini dlu.. besok lanjut lagi...
goodnovel comment avatar
mayasaryi246
bab ini sukses membuat pembaca semakin penasaran dengan kelanjutan kisah mereka
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 68

    Di sebuah mall yang cukup ramai, Azalea berdiri di dekat salah satu pintu masuk area kafe sambil sesekali melihat sekeliling.Tangannya menggenggam tali tas, matanya agak gelisah menunggu seseorang. Tidak lama kemudian, Mike muncul dari kejauhan.Di tangannya ada sebuah rangkaian bunga kecil yang sederhana, tapi rapi. Azalea langsung terdiam saat melihatnya.“Lo beneran bawa bunga?” tanyanya kaget begitu Mike mendekat.Mike mengangkat bunga itu sedikit, lalu tersenyum santai.“Kenapa? Berlebihan ya?”Azalea langsung menggeleng cepat. “Bukan… cuma… gue nggak nyangka aja.”Mike tertawa kecil, lalu menyerahkan bunga itu ke Azalea.Azalea menerimanya dengan ragu, lalu menatapnya sebentar. “Terima kasih…”Mike memasukkan tangan ke saku jaketnya.“Jadi, sekarang kita mau ke mana?”Azalea berpikir sebentar. “Ada tempat yang peng

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 67

    “Carlos…”“Kenapa lo selalu beda?” suara Carlos kali ini lebih rendah. Hampir seperti retakan. “Kenapa cuma lo yang bikin gue… puas?”Azalea mencoba mendorongnya.“Gue bilang lepasin.”Tapi Carlos justru menahan lebih erat. Azalea mendongak, dan di saat itu ia melihatnya. Mata Carlos. Tidak seperti biasanya.Ada sesuatu yang basah di sana sesuatu yang hampir jatuh tapi ditahan sekuat mungkin. Dan itu membuat tangan Azalea berhenti.Seluruh kekuatannya seperti hilang begitu saja. Carlos menunduk sedikit, suaranya lebih pelan.“Jangan pergi lagi tanpa bilang gue.”Azalea terdiam.Tangannya yang tadi mendorong perlahan jatuh di sisi tubuhnya. Tatapan mereka saling bertemu, lalu Carlos pun langsung mencium bibir Azalea tanpa ijin. Tangannya meremas lengan Azalea dengan erat seolah takut kehilangan.Azalea tak

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 66

    Pagi itu cahaya matahari masuk dari celah tirai apartemen Carlos, jatuh langsung ke wajahnya yang masih setengah tertidur.Namun yang pertama ia rasakan bukan ketenangan. Tapi rasa tidak nyaman. Karena di sampingnya, Angel masih berada dalam pelukannya.Carlos membuka mata perlahan, lalu langsung menarik tangannya dari tubuh perempuan itu. Tatapannya berubah dingin dalam sekejap.Angel yang masih setengah tertidur langsung terbangun.“Carlos?” suaranya pelan, bingung.Carlos duduk di tepi ranjang, tanpa menoleh lama.“Lo bohong sama gue,” katanya datar.Angel langsung menegang. “Apa maksud kamu?”Carlos akhirnya menatapnya. Tatapannya tajam, seperti sudah membaca semuanya tanpa perlu penjelasan.“Gue tau mana yang masih virgin dan mana yang nggak,” ucapnya dingin. “Gue udah tidur sama ribuan wanita. Jangan pikir lo bisa mainin gue.”Wajah Angel langsung p

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 65

    Azalea berjalan sendirian di trotoar yang sepi, langkahnya pelan tanpa arah jelas. Lampu jalan memantulkan bayangan panjang di aspal, tapi tidak ada satu pun yang terasa nyata baginya.Ia tidak tahu harus ke mana.Apartemen itu… terlalu sesak.Dan di saat yang sama, terlalu penuh untuk ditinggali lagi.Azalea berhenti di pinggir jalan, menatap mobil-mobil yang lewat. Beberapa detik kemudian ia mengangkat tangan dan menghentikan sebuah taksi yang melaju perlahan.“Ke pusat kota,” katanya singkat.Sopir hanya mengangguk dan mobil pun melaju.Sepanjang perjalanan, Azalea hanya menatap keluar jendela. Gedung-gedung tinggi, lampu neon, dan orang-orang yang masih berlalu-lalang di malam hari semuanya terlihat seperti dunia yang berjalan normal.Sementara dirinya… terasa terlepas dari semuanya. Setelah cukup lama, taksi berhenti di depan pusat kota.“Sudah sampai, Nona.”Azalea menga

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 64

    Azalea duduk di sofa apartemen dengan lampu ruang tamu yang hanya menyala setengah terang. Jam di dinding menunjukkan pukul 10 malam.Carlos belum pulang. Ia menatap layar ponselnya beberapa kali, lalu menghela napas pelan.“Pasti lembur lagi…”Azalea berdiri, berjalan pelan ke dapur untuk mengambil air minum. Saat membuka lemari kecil di samping dispenser, ia baru teringat sesuatu.“Ah…”Ia membuka laci kecil dan mengambil sebuah strip obat.Pil KB.Tanpa banyak pikir, ia membuka satu butir dan hendak meminumnya, tapi tiba-tiba terdengar suara pintu apartemen terbuka.Klik.Azalea menoleh sedikit.“Carlos?”Azalea langsung menaruh obat pil itu lagi dan lupa untuk meminumnya, ia segera berjalan keluar dapur, hendak menyambutnya.Namun langkahnya terhenti. Di ruang tamu. Carlos berdiri di sana bersama seorang wanita.Angel.Mereka sedang

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 63

    Lampu club malam itu berwarna redup dengan dominasi ungu dan biru yang berputar di langit-langit, sementara dentuman musik bass terasa sampai ke dada.Carlos duduk di sudut sofa panjang, gelas bir di tangannya sudah setengah kosong. Sudah gelas kedua… atau ketiga. Ia sendiri tidak terlalu peduli lagi menghitung.Ekspresinya datar, tapi matanya terlihat sedikit kosong seperti sedang memikirkan sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.Ia meneguk lagi birnya.“Kenapa gue jadi kayak gini…” gumamnya pelan, hampir tenggelam oleh musik.Tak lama kemudian, seseorang duduk di sebelahnya.“Bro.”Carlos menoleh sedikit.Alex.Baru muncul dengan jaket kulitnya, rambut sedikit berantakan seperti habis urusan kerjaan yang panjang.“Maaf ya, gue telat. Akhir-akhir ini bener-bener sibuk,” kata Alex sambil menepuk bahu Carlos.Carlos hanya mengangguk kecil tanpa banyak reaksi.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 5

    Carlos makin mendekatkan wajahnya. Tatapannya turun ke bibir Azalea yang langsung membuat Azalea salah tingkah sendiri. Jantungnya mulai nggak karuan. Entah kenapa, dia nggak tahu harus ngomong apa. Napas Carlos terasa dekat banget. Azalea bahkan tanpa sadar mulai memejamkan mata pelan. Tapi… Bukan

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 21

    Azalea mencoba mendorong kepala Carlos, tapi Carlos melepaskan dasinya dan mengikat tangan Azalea ke belakang.“Jangan hentiin gue!” katanya dengan mata penuh amarah, “lo udah bikin gue marah malam ini, sekarang ... terima hukuman dari gue,” lanjutnya sambil menggendong Azalea dan mereba

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 20

    Acara pesta masih berlangsung meriah dengan musik dan obrolan para tamu yang memenuhi ballroom.Namun karena waktu sudah cukup malam, Carlos akhirnya memutuskan untuk pulang lebih dulu bersama Azalea.Mereka berjalan keluar hotel bersama Mike yang ikut mengantar sampai depan lobby.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 7

    Azalea langsung nengok cepat. “Hah?”Carlos menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil. “Tentang semalam.”Bug!Azalea langsung mukul lengan Carlos cukup keras.“Tentu aja gue keberatan!” protesnya kesal. “Inget ya, kita nikah kontrak. Bukan berarti lo bisa nyentuh gue seena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status