Share

Hasrat CEO Yang Mengancam
Hasrat CEO Yang Mengancam
Author: Rayana Lovely

Prolog

Author: Rayana Lovely
last update publish date: 2021-08-02 19:05:59

Ringkasan Cerita 👇

Grizelle Lasmaya, tidak menyangka akan terpenjara pada gairah laki-laki dewasa yang ingin memperistrinya. Adalah Tristan Satria Adinata, seorang pria mapan yang merupakan CEO di perusahaan, memaksa Grizelle agar mau menikah dengannya.

Awalnya Tristan mencoba untuk bersikap baik kepada Grizelle. Ia ingin membuat Grizelle mencintainya tanpa paksaan, meski dari sudut pandang Grizelle, sikap baik Tristan tetap saja terlihat menyeramkan. Namun, ketika ia tahu Grizelle telah mempunyai kekasih, Tristan murka luar biasa. Kelembutan yang selama ini ia tunjukkan seketika lenyap.

Tristan kembali bersikap semena-mena dan acapkali mengancam gadis tersebut. Kemarahannya semakin memuncak tatkala Grizelle dengan serta-merta menolak keinginannya agar mau menikah dengannya. Sejak saat itu, Tristan benar-benar kembali pada sikap arrogannya. Setiap hari hanya ada kemurkaan yang terpancar dari raut wajahnya. 

Tristan melakukan berbagai cara agar dapat memiliki Grizelle seutuhnya. Termasuk dengan mengancam kedua orang tua Grizelle. Tristan bersikukuh akan mengusir mereka jika Grizelle tetap tidak mau diperistri olehnya. Ia juga meminta agar semua uang yang pernah mereka pinjam secepatnya  segera dikembalikan, berhubung karena Tristan merupakan investor dari usaha kecil yang mereka geluti.

Dan atas dasar itu, Grizelle tidak dapat lagi menolak keinginan Tristan untuk menikahinya. Sebab ia dan keluarganya tidak memiliki uang untuk membayar semua tagihan yang dilayangkan Tristan.

"Kau adalah pria yang egois!" cela Grizelle disuatu kesempatan.

"Kau yang membuatku seperti ini!" balas Tristan tegas dan lantang. Berdiri kokoh di hadapan gadis yang sengaja menemuinya di suatu tempat. 

"Dengar, kau hanya perlu mengikuti apa yang ku mau. Jika kau bersikap baik kepadaku, aku juga akan memperlakukanmu dan keluargamu dengan baik. Tapi jika kau berbuat sebaliknya ...." 

Tristan diam sesaat. Menatap mata Grizelle yang menyala karena memendam sebuah kemarahan. Berharap gadis itu bisa menebak apa yang akan dia katakan selanjutnya. Tetapi, karena Grizelle tak merespon, Tristan kembali melanjutkan apa yang ingin dia sampaikan.

"Aku rasa kau tau bagaimana perlakuanku kepada orang-orang yang menentangku! Kau masih ingin melihat keluargamu bahagia tanpa terbebani hutang kan?"

Kedua tangan Grizelle terkepal. Rahangnya mengeras, sebab dia sedang menahan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun. Namun, apalah daya. Grizelle tidak dapat menolak keinginan Tristan, karena selain Tristan adalah pemilik semua aset perusahaan, laki-laki itu juga merupakan investor dari usaha yang digeluti orang tuanya. Maka dengan alasan itu, Tristan berhasil menguasai hidup Grizelle. Mereka menikah di suatu tempat.

"Kau boleh menyentuhku asal dengan satu syarat!" ucap Grizelle di suatu malam saat mereka baru saja selesai mengikat tali pernikahan.

"Apa itu?" tanya Tristan antusias. Memandang wajah Grizelle dengan penuh gairah. Malam ini adalah malam pertama mereka. Dan gadis yang dia kagumi itu tengah terbaring di bawah kungkungannya.

"Jangan paksa aku untuk mengandung anakmu!" lontar Grizelle  dengan suara parau. Sebab ia sedang berusaha memendam rasa takut dan juga menahan tangis.

Tristan melayangkan tatapan elang. Tatapan yang membuat seluruh tubuh Grizelle bergetar hebat.

"Aku tidak mau punya anak darimu. Aku tidak akan pernah sudi melahirkan keturunan seperti dirimu!" sembur gadis itu. Kali ini dengan nada yang cepat dan lantang. Ada bulir bening di sudut matanya.

Tristan terdiam. Kedua manik matanya mengunci retina mata Grizelle dengan tajam. Tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanitanya itu. Sungguh dia tidak senang mendengar syarat yang diajukan Grizelle. Ini penghinaan baginya. Dia ingin marah, tapi dia tahan amarahnya. Sebab Grizelle adalah gadis yang dia ingini sejak dulu. Terbit seringai tajam dari sudut bibir laki-laki sangar itu. Membuat Grizelle menutup kelopak matanya karena takut dengan tatapan Tristan yang mengancam.

"Aku bukan pria yang bisa menerima permintaan dengan terpaksa! Apalagi permintaan itu sangat tidak masuk akal bagiku! Aku tidak dapat mentolerirnya!" balas Tristan tegas.

Pernyataan Tristan barusan berhasil membuat kelopak mata Grizelle kembali terbuka. Mata indah itu sudah dipenuhi oleh genangan air asin. Namun, si pemilik mata mencoba untuk menahannya agar tidak jatuh.

Jari jemari Tristan bergerak menyusuri wajah Grizelle. Menari-nari di pipi hingga ke lehernya.

"Kau istriku! Aku berhak atas tubuhmu. Dan di tubuhmu inilah aku akan menanam benihku! Tidak ada yang dapat mencegahku termasuk kau, meski kau sendiri adalah si pemilik badan!" 

Dan air mata Grizelle pun jatuh satu-satu. Mengalir begitu deras menuju telinganya. Sebab gadis itu sedang berbaring dan tengah berada di bawah kungkungan suaminya. Bersiap untuk menerima sentuhan selanjutnya yang sudah pasti akan diberikan Tristan kepadanya meski sebenarnya, Grizelle tidak siap dengan semua tugas baru yang akan dia hadapi ke depan. Ia tidak menyangka akan menjadi istri dari pria yang usianya jauh di atas usianya. Istri dari pria yang sangat dibencinya.

Malam itu, Tristan menaklukkan gairah yang selama ini menekan kejiwaannya. Pria arrogan itu sama sekali tidak mempedulikan perasaan istrinya meski wanita itu menangis dan merintih pilu karena menahan sakit akibat perlakuan kasar dari dirinya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yeni Istiyanti
Keren si ini, nagih banget ceritanya. Ditunggu next chpternya Kak...
goodnovel comment avatar
Eneng Susanti
Semoga happy ending. Kebaikan akan berbalas kebaikan, demikian juga kejahatan. Ini antagonis pasti diharapkan jadi protagonis, kan? Semoga dia dapat hidayah. Eh ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Bab 30

    “Zel, kenapa wajahmu jadi murung seperti itu?” Tian melangkah mendekati Grizelle yang baru saja keluar dari ruang operasi. Gadis itu baru saja melihat kondisi ayahnya yang selesai menjalani tindakan medis. Meski operasi telah usai, raut wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan kelegaan. Sorot matanya kosong, sementara langkah kakinya terasa berat seolah seluruh tenaganya telah terkuras. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Grizelle berjalan menuju bangku panjang yang berada di lorong rumah sakit. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sana dan menundukkan kepala. Kedua telapak tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan, seakan berusaha menahan segala kegelisahan yang terus bergolak di dalam dada. Tian mengamati gadis itu dengan penuh perhatian. Ia dapat merasakan ada sesuatu yang mengusik pikiran Grizelle. Perlahan, ia ikut duduk di samping gadis tersebut dan memberinya ruang agar Grizelle tidak merasa tertekan. “Zel, ada apa?” tanyanya lembut. “Apa kondisi Ayah memburuk?” G

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Bab 29

    Ditengah-tengah kesibukan mengerjakan tugas kantor, tiba-tiba pintu ruang kerja Tristan diketuk dengan sangat pelan. “Masuk!” Tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop di hadapannya, Tristan tetap melanjutkan pekerjaannya. Jemarinya masih bergerak lincah di atas papan ketik, sementara beberapa berkas penting terhampar rapi di atas meja kerjanya. Namun, beberapa detik kemudian, gerakan jemarinya perlahan terhenti. “Selamat siang, Tuan Tristan,” Lelaki itu mengangkat kepala. Sedikit terkejut mendengar suara yang tidak asing baginya. Ia sangat mengenali suara itu. Kedua alis Tristan sedikit bertaut ketika mendapati sosok wanita paruh baya berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan saling menggenggam gelisah. “Why?” gumamnya bertanya pada diri sendiri. Nada suaranya terdengar datar, tetapi jelas menyiratkan keterkejutan. Selama ini, perempuan paruh baya itu tidak pernah datang ke ruangannya tanpa alasan yang berkaitan dengan pekerjaan. Biasanya, ia hanya masuk ketik

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Bab 28

    Di ruang kerja yang luas, Tristan berdiri menghadap dinding kaca sambil menikmati secangkir kopi hitam. Ia menatap lurus ke bawah sana, ke jalanan kota yang sudah biasa terlihat sibuk di siang hari seperti ini.Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pada pintu kaca ruang kerja Tristan. Kaca itu hanya tembus pandang dari sisi dalam, sedangkan dari luar, bagian dalam ruangan tidak dapat terlihat. “Masuk!” seru Tristan dari dalam Pintu terbuka perlahan. Menampilkan sosok lelaki yang tidak asing bagi Tristan. Miko melangkah masuk sambil membawa beberapa map berisi laporan perusahaan. Senyum tipis langsung menghiasi wajah Miko. Melihat sahabatnya telah kembali dan memutuskan untuk menetap lagi di Indonesia membuatnya happy. “Selamat siang, Tuan Tristan. Terima kasih telah kembali ke negara ini,” ucap Miko bergurau. Tristan menoleh sekilas. “Kau kerasasukan setan apa sampai mengatakan hal menjijikan seperti itu?” Miko terkekeh pelan. “Maaf, aku ingin terbiasa memanggilmu d

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Bab 27

    Koridor rumah sakit dipenuhi aroma obat-obatan dan langkah kaki para tenaga medis yang berlalu-lalang tanpa henti. Setiap langkah orang-orang di tempat itu tentu memiliki peranan dan artinya masing-masing. Bu Ambar duduk dengan kedua tangan saling menggenggam erat. Matanya terus menatap pintu ruang operasi yang sejak satu jam lalu belum juga terbuka. Di sampingnya, Stella berusaha tegar meskipun wajahnya tidak mampu menyembunyikan kepanikan. Bu Ambar terdiam termenung di depan ruang operasi dengan mata sembap. Berkali-kali perempuan paruh baya itu mengusap air matanya menggunakan ujung kerudung. Tak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang operasi. “Keluarga Bapak Adi?” Ibu dan anak itu tersentak dan segera berdiri. “Iya, Dok,” jawab Bu Ambar dengan suara bergetar. Ia dan Stella berjalan mendekati dokter. Dokter melepaskan masker dari wajahnya. “Kondisi pasien sudah harus segera ditangani malam ini. Operasi tidak dapat ditunda lagi, Bu.” Bu Ambar dan Stella s

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Bab 26

    Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Waktu terus berjalan tanpa pernah menunggu siapa pun. Tiga tahun telah berlalu sejak berbagai peristiwa yang pernah mengguncang kehidupan Grizelle. Kini, gadis yang dahulu dikenal sebagai penjaga kantin sekolah itu telah tumbuh menjadi seorang perempuan muda yang anggun. Grizelle Lasmaya genap berusia delapan belas tahun. Ia baru saja menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas dan bertekad melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Impian itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, di sela-sela waktu luangnya, Grizelle masih membantu ibunya bekerja demi menambah penghasilan keluarga. Wajahnya yang mungil dengan pesona baby face seolah tidak berubah dimakan waktu. Bahkan, kecantikannya kini semakin terpancar, memancarkan kesan lembut sekaligus menawan. Tak sedikit pria yang berusaha mendekatinya. Ada yang mengirimkan bunga, mengajaknya makan malam, hingga terang-terangan menyatakan perasaan. Namun, tidak

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Bab 25

    “Zel, tadi Ibu melihatmu duduk bersama Tuan Miko. Ada apa sebenarnya?” tanya Bu Ambar setelah selesai mengantarkan secangkir kopi pesanan Miko ke meja yang ditempatinya. Grizelle yang telah berganti pakaian kerja sedang merapikan tali celemek ke belakang pinggangnya. Jemarinya bergerak pelan, sementara ia menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawab. “Tidak ada apa-apa, Bu,” ucapnya berusaha terdengar tenang. “Tuan Miko hanya menanyakan bagaimana perkembangan kafe ini. Dia hanya ingin tahu apakah kita mengalami kendala selama bekerja di sini atau ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Dia bilang, masukan dari kita akan menjadi bahan pertimbangan agar perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman buat para karyawan lainnya.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Grizelle. Ia sengaja menyembunyikan isi percakapannya dengan Miko yang sebenarnya. Bukan karena ingin membohongi ibunya, melainkan karena ia belum siap menjelaskan semua hal yang baru saja terjadi. “O

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Chapter 7

    Kantin sudah tutup. Grizelle, Stella dan dua orang pekerja lainnya bersiap-siap untuk pulang."Dek!" Stella menyapa Grizelle di tengah-tengah kesibukannya merapikan tas."Ya, Mbak?" sahut Grize

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Chapter 3

    Grizelle masih saja mencibir. Bahkan ketika dia sudah tiba di dapur kantin, gadis itu masih saja mengumpat dengan mulut yang berkomat-kamit tak jelas. Bu Ambar yang menyaksikan gerak-gerik anaknya mengerutkan kening.

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Chapter 2

    "Grizeeeelle ...."Teriakkan seorang wanita paruh baya berpenampilan sederhana itu memekik telinga. Tersenyum melihat gadis yang sedang sibuk mengilap satu persatu meja dengan selembar kain di ta

  • Hasrat CEO Yang Mengancam   Chapter 1

    "Rekapitulasi data pengeluaran dan pemasukan perusahaan sudah aku selesaikan. Kau hanya tinggal menandatangani ini!"Pria berjas hitam bernama Miko itu memberikan map yang beris

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status