Compartilhar

Bab 140.

Autor: Ellea Neor
last update Última atualização: 2026-01-23 23:04:26
Tiara membeku, ia terpaku. Wajahnya tampak sayu. Semangat yang semula membara, kini seketika memudar. Bahunya seketika merosot ke bawah.

“Kenapa?” tanya Tiara lirih.

“Aku akan pergi sendiri. Bukankah Mama menyuruhmu untuk mengurus masalah rumah?” ujar Erland.

Tiara terdiam, ia sudah bekerja keras sejak pagi tadi. Ia bahkan tidak berangkat ke kantor hanya untuk belajar mengurus masalah rumah. Dan kini ia hanya ingin sedikit bersantai, sekedar menemani Erland ke sebuah acara, tetapi pria itu malah melarangnya. Apa seperti ini yang dirasakan oleh Esther.

“Tapi, Kak Erland. Bukankah biasanya aku yang menemanimu?” tuntut Tiara. Tahun sebelumnya, Erland bahkan tidak membawa Esther, tetapi dirinya.

“Tapi malam ini kau tidak perlu pergi, aku akan pergi sendirian. Kau beristirahatlah,” ucap Erland.

Tiara terdiam. Ia tampak berpikir, Esther adalah salah satu desainer di Majestic Gems. Apa karena itu Erland tidak mengajaknya.

“Apa karena Kak Esther?” Tiara akhirnya mengutarak
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 144.

    Semua orang menoleh ke arah sumber suara. Nampak papan dengan nomor 35 terangkat tinggi. Semua nampak heran sekaligus terkejut tatkala melihat sosok renta yang memegang papan terkejut. Namun, di sisi lain mereka tidak heran saat mengetahui siapa sosok itu. “Tuan Daxton?” Pria yang namanya disebut segera bangkit dengan bantuan tongkat di tangan. Pria tua yang terlihat sehat itu sangat percaya diri dengan menampakkan senyum lebarnya. Esther tampak terkejut. Bingung sudah pasti. Untuk apa Daxton menawar sebuah perhiasan? Lebih tepatnya untuk siapa perhiasan itu diberikan? Mengingat Daxton tak lagi memiliki istri. Sementara hal yang sama juga dipikirkan oleh Arion maupun Erland. Kedua bersaudara itu tampak tak percaya ketika mendengar Daxton menawar dengan harga jauh di atas perkiraan. Dan dengan begitu maka tidak akan ada yang bisa mengalahkannya. “1 miliar. Apa ada yang ingin menawar di atasnya?” tanya pembawa acara. Ruangan hening tanpa suara. Semua tamu undangan bungkam seribu b

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 143.

    Esther menahan napas tatkala tatapannya bertemu dengan dua bola mata hitam milik Erland. Esther nyaris kehilangan gaya, namun dengan cepat ia memutuskan kontak mata itu dan segera bersikap bagaimana mestinya. “Aku tidak akan terpengaruh,” batin Esther. Ia lantas menyapu seisi ruangan dengan tatapannya, nampak beberapa tamu penting termasuk Daxton. Lalu tatapannya terhenti pada Arion. Saat itu ia melihat Valencia berada di dekat pria itu. Meski kesal, Esther tidak akan menampakkannya. Ia justru merasa lega karena akan menghilangkan kecurigaan Erland. Melihat semua tatapan mengarah pada dirinya, Esther segera membungkukkan badannya sejenak, kemudian menyingkir ke sisi kanan supaya para tamu undangan dapat melihat hasil karya miliknya. Satu tangannya terbuka, menunjuk ke arah etalase kaca berisi satu set perhiasan dengan batu safir berwarna biru, senada dengan gaun yang ia kenakan saat ini.“Wah…indah sekali!” “Elegan!” Suara gumaman terdengar dari arah penonton yang tampak kagum de

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 142.

    “Woahh…!” Esther tertegun untuk beberapa saat. Ruangan itu luas dan tertata sangat rapi. Dinding-dindingnya dilapisi bahan anti lembab berwarna gading, dirancang khusus untuk menjaga kualitas perhiasan dari perubahan suhu dan kelembapan. Pendingin ruangan bekerja nyaris tanpa suara, menjaga udara tetap stabil dan dingin. Lantai dilapisi karpet tebal berwarna abu-abu muda yang meredam setiap pijakan, menciptakan suasana hening dan sunyi. Di tengah ruangan berjajar deretan lemari kaca berbingkai logam perak, masing-masing terkunci rapat dan diterangi lampu sorot kecil di bagian dalam. Cahaya itu memantul di permukaan berlian, zamrud, dan safir yang tertata di atas bantalan beludru gelap. Kalung-kalung beruntai halus, cincin-cincin bermata besar, serta bros-bros antik dengan ukiran rumit tampak berkilau anggun, seolah memamerkan kemewahan yang tersimpan di balik keheningan.Di sudut ruangan, terdapat meja panjang dari kayu mahoni dengan permukaan kaca, dipenuhi berkas-berkas katalog,

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 141.

    Arion menatap nama Valencia yang terus muncul di layar ponselnya. Ia mendecak lantaran aktivitasnya berbalas pesan dengan Esther pun terganggu. Sementara Esther yang menunggu balasan dari Arion, tak kunjung muncul. Akhirnya ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas tangan. "Apa dia marah?" gumam Esther.Beberapa menit berlalu, kendaraan yang ditumpangi oleh Esther akhirnya tiba di tempat tujuan terlebih dahulu. Sebelumnya, Harvey memang sudah berpesan supaya Esther masuk ke dalam gedung melalui jalur khusus yang digunakan untuk seluruh orang yang terlibat dalam acara ini kecuali para tamu undangan. Sementara Arion memutuskan untuk masuk melalui pintu depan layaknya tamu undangan pada umumnya. Meski begitu ia tetap memberikan pengawasan terhadap Esther melalui orang suruhannya.Tak lama kemudian, sebuah kendaraan berhenti tepat di dekat mobil milik Arion. Pria itu mengernyit, merasa tidak asing dengan kendaraan tersebut. Pintu mobil bagian belakang terbuka. Sepasang kaki jenjang

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 140.

    Tiara membeku, ia terpaku. Wajahnya tampak sayu. Semangat yang semula membara, kini seketika memudar. Bahunya seketika merosot ke bawah. “Kenapa?” tanya Tiara lirih. “Aku akan pergi sendiri. Bukankah Mama menyuruhmu untuk mengurus masalah rumah?” ujar Erland. Tiara terdiam, ia sudah bekerja keras sejak pagi tadi. Ia bahkan tidak berangkat ke kantor hanya untuk belajar mengurus masalah rumah. Dan kini ia hanya ingin sedikit bersantai, sekedar menemani Erland ke sebuah acara, tetapi pria itu malah melarangnya. Apa seperti ini yang dirasakan oleh Esther. “Tapi, Kak Erland. Bukankah biasanya aku yang menemanimu?” tuntut Tiara. Tahun sebelumnya, Erland bahkan tidak membawa Esther, tetapi dirinya. “Tapi malam ini kau tidak perlu pergi, aku akan pergi sendirian. Kau beristirahatlah,” ucap Erland. Tiara terdiam. Ia tampak berpikir, Esther adalah salah satu desainer di Majestic Gems. Apa karena itu Erland tidak mengajaknya. “Apa karena Kak Esther?” Tiara akhirnya mengutarak

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 139.

    Esther berdiri di depan lemari pakaian yang besar, deretan gaun malam tergantung rapi di sana. Jari-jarinya menyusuri setiap kain dengan penuh pertimbangan, hingga akhirnya ia berhenti pada sebuah gaun yang tampak paling sesuai untuk acara pelelangan perhiasan malam itu. Harvey telah mengirimkan foto perhiasan yang dibuat dengan hasil desain miliknya. Terdapat sentuhan berlian dengan warna biru safir. Maka Esther akan memilih gaun dengan warna yang sama. Gaun tersebut berpotongan panjang menjuntai hingga mata kaki, dibuat dari satin sutra berwarna biru safir yang berkilau lembut saat tersentuh cahaya.Bagian atas gaun itu membentuk garis leher V yang anggun, menonjolkan siluet leher dan bahu Esther dengan kesan elegan tanpa berlebihan. Lengan gaun dibuat tanpa penutup, memperlihatkan kulitnya yang halus. Sementara pinggangnya dipertegas dengan detail lipit halus yang membentuk tubuhnya tampak ramping. Pada bagian rok, kain jatuh berlapis-lapis dengan belahan kecil di sisi kanan, mem

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status