Home / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 300. Resmi cerai

Share

300. Resmi cerai

Author: Harucchi
last update Last Updated: 2026-01-27 22:44:00

Keesokan harinya—Senin, adalah hari yang sudah lama ditunggu-tunggu Karina.

Hari sidang perceraian.

Pagi tadi, Dimas menawarkan diri untuk mengantar dan mendampingi Karina. Namun Karina tahu bahwa pria itu sebenarnya harus merelakan tanggungan pekerjaannya di kantor. Maka, dia meyakinkan Dimas dengan berkata,

“Aku nggak apa-apa pergi sendiri, Dim. Kamu masih harus tangani anak baru pengganti Revan kan?”

Kala itu, Dimas terdiam. Matanya menatap Karina dalam-dalam. Dan dari reaksi Dimas itu Kari
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Ibu Kos Cantik   337. Gombalan maut

    “Duh, jantungku kayak sound horeg.” Agus mengusap dadanya pelan. Senyumnya ditahan kuat-kuat saat dia lihat Caca sedang menuang bumbu mie instan ke dalam mangkuk.Di kamar, Jimmy berseru pada layar ponsel yang melakukan panggilan telepon dengan Agus dalam mode loudspeaker.“Lo pasti bisa Gus. Tenang, jangan panik. Jangan ketauan kalo lo gue bisikin. BHAHAHA!”Dimas di sebelah Jimmy mengernyit, semakin merasa ini bukan ide yang bagus.“Udah sana lo masuk!” perintah Jimmy.Di depan dapur yang terbuka itu, Agus merapikan rambut dan kaosnya sebentar. Lalu melangkah ragu-ragu mendekati Caca.“H-hai.” bisiknya malu-malu.Caca menoleh sekilas. Hanya sekilas. Kuncir kudanya bergoyang kecil saat dia bergerak. “Hai, Mas.” sahutnya, sedikit tak acuh. Mungkin karena lagi sibuk masak, pikir Agus.“Mau pakai kompor ya? Ini tungku sebelahnya kosong, Mas.” ucap Caca lagi, tanpa menatap Agus.“Bukan. A-anu.” Agus meneguk ludah. Jarinya saling bertaut. Baru saja Jimmy bersuara di headset—mendiktenya se

  • Godaan Ibu Kos Cantik   336. Pantau Agus ngegombal

    Jimmy menunduk melihat tumpahan air panas di baju pria berbadan besar itu. Jakunnya naik turun. Zaki, si mantan narapidana kasus pembunuhan itu menarik bagian leher kaos Jimmy, tinggi-tinggi. Air panas yang dipegangnya seketika tumpah dan jatuh berkelontang ke lantai. “A-ampun bang! Maaf nggak sengaja! Beneran nggak sengaja!” Jimmy memelas. Wajahnya memucat. Telapak tangannya menyatu dengan gemetar. Dimas tersentak dan bergegas mendekat. “Mas, tenang Mas. Dia nggak sengaja.” Zaki menoleh cepat ke arah Dimas dan seketika matanya memicing sengit. Tepat detik berikutnya, tubuh Jimmy didorong keras hingga pria kurus itu terduduk menghantam lantai. Tak ada suara apa pun dari mulut lelaki bernama Zaki itu. Kecuali hanya geraman rendah dan tatapan penuh kebencian. Itu bukan tatapan normal seseorang pada orang yang baru dikenal. Terlepas dari betapa kacaunya pertemuan pertama ini. Seolah … Ada kebencian mendalam yang tertanam di sana. Apa maksud tatapan pria ini? Dimas tak ge

  • Godaan Ibu Kos Cantik   335. Dapur gelap dini hari

    “Gue mau minta tolong, Gus. Coba, lo deketin Caca. Bikin dia nyaman dan gali informasi pelan-pelan.”Agus dan Jimmy saling menatap heran satu sama lain. “Ini … soal permintaan tolong lo kemaren?” Jimmy bertanya sambil meletakkan mangkuk ke lantai.Dimas mengangguk. “Bener.”Sementara itu, Agus terdiam sejenak, lalu membuka suara, “Gali informasi apa ya Mas?” “Kemarin gue minta tolong sama kalian, buat selidiki seluruh penghuni kos ini. Salah satu di antara mereka, ada pelaku yang bikin gue dan Karina kemarin kecelakaan.” Dimas memejamkan mata kuat-kuat sejenak, “Dan selama pelakunya masih berkeliaran, bukan mustahil dia akan menyerang lagi. Karina dan gue sangat mungkin akan kembali dia serang.”Dimas memindahkan pandangan pada Agus. “Jadi, Gus. Gue minta, lo deketin Caca. Pancing dia untuk cerita soal gue.”Agus tampak meneguk ludah. “Sa-saya Mas?”“Dim, kalo Agus nggak mau, gue juga mau kok Dim!” Jimmy menunjuk dadanya sendiri. Matanya membeliak penuh semangat bagai ditawari segepo

  • Godaan Ibu Kos Cantik   334. Misi pedekate

    “Sampe lo nipu, gue hancurin hidup lo!” jerit Zee, kemudian kembali menyeret motor.Dimas mendenguskan tawa miris, campuran kesal yang dia tahan dan rasa tak percaya. Bisa-bisanya ada perempuan setidak tahu terima kasih ini? Hampir Dimas mengabaikan teriakan itu ketika dia melihat sesuatu yang membuatnya tercengang.Tato di bagian tengkuk Zee.“Waduh, galak e pol.” Agus bersungut.“WOY! SANTAI KALI!” teriak Jimmy. “Ditolongin malah gak tau diri lo.” Sementara itu, Dimas terpaku. Matanya menyipit, menelisik lekat bentuk tato yang tercetak di tengkuk Zee. Tidak terlalu jelas bentuk apa coretan hitam itu. Namun karena sosoknya telah menjauh, ditelan gelapnya cahaya remang di pekarangan kosan, Dimas tak bisa menebak secara persis.Ini semakin menjadi pertanyaan. Kalau memang benar Zee adalah orang di balik kecelakaan itu, apa motifnya?Dimas mengangkat ponsel yang masih dia genggam, mengetik pesan ke nomor Rudi.[ Rudi, cek ulang semua riwayat penghuni kos bernama Zee. Saya lihat, dia pu

  • Godaan Ibu Kos Cantik   333. Perempuan rasa laki-laki

    Tok! Tok! Tok! Tok!Seseorang mengetuk pintu.Tok! Tok! Tok! Lagi, dan ketukan terakhir terasa bagai siraman air es yang membekukan ketegangan seketika.Keduanya terpaku, saling menatap dengan napas memburu. Sepasang mata Dimas yang sebelumnya menggelap karena gairah, kini tajam dan penuh waspada.“Mbak … Mbak Karina …!”Mengenali suara pria yang khas itu, Dimas menghembuskan napas lega.Jimmy.Masih menatap Karina lekat, satu tangan Dimas menangkup sisi wajah wanita itu.“Aku cek dulu ke depan.” Satu kecupan kilat mendarat di bibir Karina. “Kamu, segera pakai baju. Istirahat.”Namun ketika Dimas hendak berdiri, Karina seperti tak memberi ruang untuknya bergerak. Alih-alih bangkit, wanita itu malah menahan tangan Dimas, seolah mencegahnya pergi.“Dim ….” Karina bergumam lirih. Ekspresinya murung, seperti belum rela jika hal yang tadi mereka lakukan akhirnya terjeda. Melihat reaksi itu, sebelah sudut bibir Dimas naik.“Aku temui Jimmy dulu, sebelum dia dobrak pintu.” ucapnya pelan, la

  • Godaan Ibu Kos Cantik   332. Dim, lakukan lagi

    “Awas!” Buru-buru Dimas menarik pinggang Karina. Namun lagi-lagi sialnya, Dimas yang berencana menarik Karina berdiri malah ikut terseret dan jatuh berdebum di lantai dengan posisi ….Karina kini berada di atasnya, hanya dalam balutan handuk yang nyaris lepas.Sejenak, hanya terdengar suara tetesan air dari pipa bocor yang mengisi hening.Napas keduanya saling bertemu di udara. Tatapan mereka saling bertemu, mengilatkan beragam makna dalam satu waktu : kaget, bingung, dan juga ….Gelegak ‘dahaga’ yang selama beberapa waktu terakhir tertahan.Aroma harum khas selepas mandi dari rambut dan tubuh Karina yang masih basah menguar samar, menggelitik penciuman Dimas untuk menghirup lebih. Gundukan kembar milik wanita itu nyaris berada persis di hadapan wajahnya, menyedot perhatiannya secara total. Dimas meneguk ludah, merasakan bagian dalam dirinya di bawah sana mulai meronta.Tangan Dimas yang melingkar protektif di pinggang Karina bergeser turun, hendak membiarkan Karina mengubah posisi ag

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status