Home / Romansa / Sentuhan Panas Sahabat Suamiku / Bab 373. Atur Ulang Resepsi

Share

Bab 373. Atur Ulang Resepsi

Author: Kak Gojo
last update Last Updated: 2026-01-24 16:38:13

Sesampainya di rumah, Sean dan Elyssa dikagetkan dengan mobil Charlie yang sudah terparkir rapi di halaman.

"Loh, Papa sama Mama datang? Kok kamu gak kasih tau aku, Sayang?" tanya Sean bingung sambil mematikan mesin mobil.

Elyssa hanya mengedikkan bahu, sama bingungnya. "Aku juga gak tau, Mas. Mereka gak ngabarin aku sama sekali.”

Karena ingin memastikan, Elyssa mengambil ponsel dari dalam tasnya. Ia menggigit bibirnya. Merasa tidak enak. “Astaga, ternyata se-jam yang lalu Mama ada chat aku, ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 15. Kenzi Ketahuan

    Pintu terbanting terbuka, membentur dinding dengan suara keras yang memecah keheningan malam. Cahaya redup dari koridor langsung menyeruak masuk, membelah kegelapan kamar Kenzi.Kenzi tersentak hebat. Ia melempar ponselnya ke sembarang arah di atas kasur dan menarik selimut hingga menutupi dadanya dengan gerakan panik. Napasnya masih memburu, namun kali ini bukan karena gairah, tapi karena terkejut melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Kenza berdiri di sana dengan wajah yang luar biasa dingin. Tangannya masih memegang kenop pintu, sementara matanya menyapu ruangan sebelum akhirnya terkunci pada wajah pucat Kenzi."Kenza! Kamu apa-apaan sih?! Masuk gak ketuk pintu!" teriak Kenzi, suaranya melengking tinggi.Kenza tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan tenang dan langsung menyalakan lampu. Cahaya terang seketika menyengat mata.“Za, kenapa dinyalain sih? Silau tau!” gerutu Kenzi. Matanya dibuat mengerjap, seolah-olah ia baru saja terbangun

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 14. Suara Desahan

    Sore itu, di halaman belakang, Siren menghampiri Bi Sumi yang sedang duduk beristirahat sambil memijat kakinya yang tampak bengkak."Nek..." panggil Siren pelan. Ia duduk di samping neneknya, meremas jemarinya sendiri.Bi Sumi menoleh, tersenyum tulus meski wajahnya tampak sangat lelah. "Kenapa, Nduk?”Siren menghela napas, suaranya nyaris berbisik. "Tadi di sekolah... guru bilang minggu depan ada ujian praktikum kimia dan biologi. Siren harus bayar biaya alat dan bahan, Nek. Paling lambat lusa."Gerakan tangan Bi Sumi terhenti. Wajah senjanya seketika berubah muram. Ia menunduk, menatap telapak tangannya yang kasar. "Berapa, Nduk?""Tiga ratus ribu, Nek."Bi Sumi terdiam cukup lama. "Nduk... Nenek belum pegang uang sebanyak itu. Kita kan baru kerja di sini, gak enak kalau Nenek mau kasbon sama Pak Sean atau Bu Elyssa. Tabungan Nenek yang kemarin juga sudah habis.”Siren menggigit bibir bawahnya. Ia sudah menduga jawaban itu, tapi tetap saja rasanya sesak.Bi Sumi kembali menambahkan,

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 13. Mulai Berfantasi

    Malam semakin larut, sudah saatnya Siren mengerjakan tugas dari Kenzi. Ia menoleh ke samping, dilihatnya Bi Sumi sudah benar-benar terlelap dengan napas yang terdengar berat dan teratur.Dengan gerakan pelan, Siren pun beranjak dari kasur dan duduk di kursi kayu depan meja belajar kecil di sudut ruangan.Ia menyalakan lampu belajar yang memancarkan sinar redup kekuningan. Siren lalu memasang headset ke telinganya agar suara film nanti tidak mengusik tidur neneknya, kemudian ia menyalakan ponsel pemberian Kenzi.Begitu video pertama diputar, Siren tertegun. Awalnya semua tampak normal, seperti film romantis biasa; sepasang kekasih sedang bercanda mesra di sebuah apartemen mewah. Namun, baru berjalan dua menit, adegan itu berubah drastis. Sentuhan dan ciuman di layar ponsel mulai terasa terlalu kasar dan sangat intim.Siren terbelalak. Wajahnya seketika terasa terbakar. "Ini bukan film romantis..." bisiknya dengan suara tercekat.Saat adegan di video itu melangkah semakin jauh ke arah y

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 12. Melapor ke Sean

    Sore itu, udara terasa gerah saat Siren baru saja menginjakkan kaki di rumah setelah pulang sekolah.Tanpa membuang waktu, ia bergegas mengganti seragamnya dengan pakaian rumahan yang lebih santai, lalu menghampiri Bi Sumi yang tampak sibuk menyiram deretan tanaman di halaman samping."Biar aku saja, Nek," ujar Siren lembut sambil mengambil alih selang air tersebut.Bi Sumi mengangguk, memberikan senyum tipis sebelum berjalan masuk untuk mengerjakan tugas rumah yang lain.Belum lama Siren menyiram tanaman, mobil Sean terlihat memasuki halaman rumah.Jantung Siren seketika berdegup kencang. Ia berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk ngomong.Meski ancaman Kenzi terus membayangi pikirannya, Siren merasa tidak sanggup lagi memikul rahasia itu sendirian.Baginya, Sean dan Elyssa wajib tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putri mereka, apa pun risikonya nanti.Siren pun mematikan air dan menyusul masuk ke dalam rumah.Ternyata Sean hanya mampir sebentar untuk mengambil dokumen yang te

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 11. Ada yang Janggal

    Tak butuh waktu lama bagi Kenzi untuk menyempurnakan penampilannya.Begitu siap, ia bersama Siren langsung turun dan bergabung di meja makan.Sepanjang sarapan berlangsung, Siren yang duduk di ujung terus memperhatikan Elyssa dan Sean secara bergantian. Pikirannya berkecamuk.Setiap kali melihat wajah majikannya itu, Siren merasa beban rahasia di pundaknya makin berat. Tatapannya seolah-olah berteriak ingin membocorkan kelakuan Kenzi di club semalam.Kenzi, yang sedang memotong rotinya, menyadari tatapan gelisah Siren. Ia menangkap kegelisahan itu sebagai sebuah ancaman.Rasa panik mulai merayap di dada Kenzi. Ia takut jika Siren tiba-tiba kehilangan kontrol dan bicara jujur di depan orang tuanya.Kenzi akhirnya meletakkan garpunya dengan bunyi denting yang cukup keras dan buru-buru menyudahi sarapannya. "Ayo berangkat sekarang," ucapnya tiba-tiba.Elyssa menatap anak perempuannya dengan bingung. "Kok buru-buru, Zi? Masih ada waktu loh. Habiskan dulu sarapannya," tegur Elyssa lembut.

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   (S-2) Bab 10. Hasutan Kenzi

    Pagi itu, Siren sudah sibuk di dapur membantu Bi Sumi menyiapkan sarapan. Walaupun begitu, matanya terus memperhatikan Sean yang sedang duduk di meja makan seraya perlahan menyesap kopi hitam miliknya.Tak lama kemudian, Elyssa pun muncul dengan pakaian ala wanita karir-nya, dan ikut bergabung di meja makan.Siren menghela napas panjang, tampak berpikir keras. ‘Aku harus melapor soal Non Kenzi. Mereka harus tau kalau tingkah anaknya sudah diluar batas. Tapi… aku ngomongnya gimana ya?’Setelah semua hidangan siap, Siren dan Bi Sumi mengantarkannya ke meja makan dengan gerakan cekatan."Siren, tolong panggilkan si kembar ya. Suruh turun sarapan," ujar Elyssa lembut tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya."Baik, Bu," jawab Siren sopan.Siren pun melangkah menaiki tangga menuju lantai dua. Jantungnya mulai berdegup tidak karuan saat kakinya sampai di depan pintu kamar Kenza.Kejadian semalam masih membekas jelas, membuatnya ragu untuk sekadar mengetuk pintu.Siren menarik napas panjan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status