Share

10. Sia-sia?

Author: NARA
last update Huling Na-update: 2025-05-29 08:57:09

Akhirnya, Lili pulang diantar oleh Lio. Sepanjang perjalanan, sunyi menyelimuti mereka berdua. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Lili, meskipun beberapa kali Lio mencoba mencairkan suasana dengan obrolan ringan. Namun, Lili hanya menatap kosong ke luar jendela, matanya berkabut oleh penyesalan yang mendalam.

Bayangan kejadian di kamar hotel tadi masih membekas jelas di benaknya. Bagaimana tubuhnya menyerah pada bujukan dan rayuan Lio, sahabat suaminya sendiri. Semua itu terjadi hanya karena satu hal, yaitu uang. Ia merasa hina, kotor, dan yang paling menyakitkan, ia telah mengkhianati Zian, suami yang selama ini selalu percaya padanya.

Mobil yang dikendarai Lio akhirnya berhenti di tepi jalan depan rumah Lili. Mesin dimatikan, tapi keheningan masih terasa menyesakkan.

Sebelum membuka pintu, Lili menoleh, memandang Lio dengan sorot mata yang tak bisa menyembunyikan kegundahannya. "Aku mohon padamu, apa yang telah terjadi antara kita, akan menjadi rahasia kita. Sampai kapa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Melissa See
seru nihh pastiinyaaa
goodnovel comment avatar
Juhaina R
hayoOk apa alasan sekarang...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Sahabat Suamiku   144. Aku Mohon

    Mendengar kabar bahwa Lili dibawa kabur oleh Zian, mantan suaminya, membuat mama Feli benar-benar dilanda kekhawatiran yang tidak ada habisnya. Menantu yang begitu ia sayangi, yang sudah ia anggap seperti anak kandung sendiri, kini hilang entah di mana. Bayangan wajah Lili terus membayangi pikirannya, membuat hatinya tidak tenang sedikit pun.Mama Feli tidak tinggal diam. Ia turun tangan langsung mencari keberadaan Lili. Segala cara ia tempuh, mulai dari menghubungi kenalan hingga menyewa orang bayaran yang lebih berpengalaman dalam melacak orang. Ia tahu situasi ini tidak bisa hanya bergantung pada polisi saja, meskipun mereka tentu ikut turun tangan.Bersama dengan kedua orang tua Lili, papa Renan dan mama Rina, mama Feli menyusuri berbagai tempat yang dulu sering dikunjungi Lili saat masih bersama Zian. Mereka mendatangi kafe-kafe kecil, vila-vila tersembunyi di pinggiran kota, hingga rumah-rumah kerabat yang mungkin masih berhubungan dengan Zian. Namun, semua upaya itu tidak membu

  • Gairah Sahabat Suamiku   143. Habisi Saja

    Lio benar-benar geram. Nafasnya memburu, dadanya naik turun menahan amarah yang nyaris meledak. Bagaimana tidak? Ia kehilangan jejak Zian, pria keparat yang berani-beraninya menyeret Lili, istrinya, pergi secara paksa. Perasaan Lio bercampur aduk antara marah, takut, dan frustasi. Ia meninju setir mobil dengan keras, berusaha menenangkan pikirannya agar tetap jernih, meski nyatanya pikirannya sudah kalut.Setibanya di rumah Zian, Lio langsung mendobrak pintu dengan brutal. Dentuman pintu yang terbuka paksa bergema di rumah yang ternyata kosong melompong. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Zian, apalagi Lili. Dengan penuh emosi, Lio menendang pintu itu hingga berderit keras."Bajingan!" geramnya. Suaranya menggema di dalam rumah yang gelap dan sepi.Lio melangkah mondar-mandir di ruang tamu, matanya liar menyapu setiap sudut, berharap ada petunjuk kecil yang bisa mengarahkan ke mana Zian membawa istrinya. "Sayang, dimana kamu?" bisik Lio lirih, suara yang tadinya penuh kemarahan kini ber

  • Gairah Sahabat Suamiku   142. Cari Mati

    Sepanjang perjalanan mengantar Romi yang mabuk berat pulang, Lio terus menggerutu sambil sesekali melirik pada sang sahabat yang duduk di bangku penumpang tepat di samping kursi pengemudi dimana dirinya berada. Suara musik yang Lio putar bahkan tidak mampu menutupi nada kesal dalam gerutuan Lio."Dasar bodoh, udah punya Devi. Masih ngejar-ngejar Lona, laki-laki macam apa," ucap Lio, nada suaranya penuh emosi. Tangannya mencengkeram kuat kemudi mobil, seolah ingin menyalurkan rasa jengkel lewat genggaman itu. "Udah tahu pernah disakiti, masih aja nyari penyakit. Apa kamu tidak kasihan sama Devi sedikit pun Rom."Namun, tentu saja Romi yang mabuk berat tak peduli. Matanya setengah terpejam, kepalanya bersandar miring ke jendela, sesekali bergumam tak jelas. Bau alkohol begitu menyengat di dalam kabin mobil, membuat Lio semakin muak. Ia menarik napas panjang, mencoba mengendalikan diri, meski dalam hati ia sudah ingin sekali berteriak. Dan ingin memukul kepala sahabatnya tersebut.Mobil

  • Gairah Sahabat Suamiku   141. Milikku!

    Pak Budi tidak tinggal diam ketika melihat majikannya, Lili, dipaksa keluar dari mobil oleh Zian. Dengan segera ia keluar dari kursi kemudi, menutup pintu dengan terburu-buru, lalu berlari menghampiri keduanya.Tangannya langsung mencengkeram lengan Zian dengan kuat yang masih menarik tangan Lili."Lepas!" Pinta Pak Budi tegas, suaranya bergetar menahan amarah.Zian sempat menatapnya dengan tatapan dingin. Namun, seolah tidak ingin menimbulkan keributan di hadapan Lili, ia pun melepas tangan yang masih mencengkeram erat pada lengan mantan istrinya tersebut. Tapi justru setelah itu, dengan tiba-tiba, Zian menghantamkan kepalan tangannya ke perut Pak Budi."Ugh!" Pekik Pak Budi, tubuhnya terhuyung lalu jatuh tersungkur ke atas aspal yang dingin."Pak!" jerit Lili panik, matanya membesar melihat supir pribadinya meringis kesakitan diatas aspal.Tidak puas sampai di situ, Zian berjongkok di hadapan pak Budi, lalu meninju kepala Pak Budi dengan sekuat tenaga. Hingga pukulan tersebut membua

  • Gairah Sahabat Suamiku   140. Beri Aku Kesempatan

    Zian masih terus menatap pagar rumah menjulang tinggi, dari balik kaca mobilnya yang terparkir tak jauh dari pintu gerbang tersebut. Malam gelap tanpa bulan dan bintang, seakan ikut menyaksikan kegelisahan yang menguasai dirinya. Entah sudah berapa lama ia duduk di dalam mobilnya, menunggu dengan sabar namun penuh kegundahan. Seharian ini ia memang sengaja mengikuti setiap langkah Lili, mantan istrinya. Dan kini, ia mendapati kesempatan yang selama ini sulit sekali ia dapatkan. Setelah belakangan ini terus mengikuti Lili diam-diam.Biasanya, Zian tak pernah senekad ini. Ia tahu, membuntuti Lili bukanlah hal bijak, apalagi setelah wanita itu resmi menjadi milik orang lain. Namun, malam ini hatinya mendorongnya untuk terus bertahan. Ia tahu, Lili datang ke rumah tersebut seorang diri, tanpa ditemani Lio. Dan hal itu sudah cukup menjadi alasan baginya untuk yakin, ia pasti bisa bertemu dengan Lili, sekadar menyapa atau bahkan mengajaknya makan malam seperti dulu.Zian melirik arlojinya.

  • Gairah Sahabat Suamiku   139. Bodoh

    Romi benar-benar dibuat frustasi. Hatinya terasa hampa, seakan semua yang ia perjuangkan selama ini tidak ada artinya lagi. Setelah memasti kembali, bahwa Wilona, satu-satunya perempuan yang ia cintai, satu-satunya yang masih mendiami hatinya, kembali lagi pada mantan suaminya, dan itu benar-benar membuat masa depan Romi begitu suram.Bagaimana mungkin Wilona bisa kembali pada pria yang jelas-jelas pernah menyakitinya? Pertanyaan itu berulang kali menggema di kepala Romi, menambah sakit yang sudah terlalu dalam di hatinya. Romi ingin berteriak, tapi yang keluar hanya helaan napas berat yang bercampur dengan rasa getir.Untuk melupakan rasa frustasinya, Romi kembali menenggak minuman beralkohol seperti semalam, dan semalam, karena pengaruh minuman itu pula, ia kehilangan kendali hingga tanpa sengaja menjamah Devi, istrinya sendiri. Perempuan yang ia nikahi bukan karena cinta, melainkan karena keadaan. Dan kini, rasa bersalah itu menambah beban pikirannya.Di salah satu kafe elit kota,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status