공유

86. Bodoh!

작가: NARA
last update 최신 업데이트: 2025-07-11 16:52:10

Lio selalu serius dan fokus jika sudah berbincang soal pekerjaan, terlebih malam ini Tuan Mark sedang membahas proyek besar yang melibatkan perusahaan mereka berdua. Suasana pesta ulang tahun Tuan Mark di ballroom hotel bintang lima itu terasa gemerlap, penuh tawa, denting gelas sampanye, dan obrolan bisnis. Namun bagi Lio, tak ada yang lebih penting daripada memastikan proyek kerjasama ini berjalan mulus.

"Jadi, apa minggu depan kamu akan pergi ke luar kota melihat proyek kita?" tanya Tuan Mark sembari menepuk pelan punggung tangan Lio. Suaranya rendah, namun terdengar jelas di telinga Lio.

"Tentu," jawab Lio mantap, menegakkan tubuhnya. "Kalau bukan aku yang pergi, aku akan menyuruh Romi yang pergi. Tapi aku rasa, lebih baik aku sendiri."

"Bagus." Tuan Mark mengangguk puas. "Semoga proyek ini benar-benar melipatgandakan keuntungan kita."

Lio mengangguk, meski pikirannya sudah mulai melayang. Pandangan matanya beralih ke arah meja di seberang, tempat tadi ia meninggalkan Lili. Wajah
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
norsuzaima kadir
Harap2 lily tidak melalui lg peristiwa seperti neraka seperti dulu. Huhuhu
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waw cepat lio temukan lily kasihan dia
댓글 모두 보기

최신 챕터

  • Gairah Sahabat Suamiku   290. Kekuatan

    Sepulangnya dari rumah orang tuanya, Leo memilih mencari keberadaan dari Damian. Karena ini hari weekend, tidak mungkin sang suami berada di kantor.Membuatnya memutuskan untuk pergi ke apartemen yang pernah ia tinggali dengan Damian, berharap suaminya memang berada disana.Tentu saja Leo tidak akan kecewa, jika nanti tidak mendapati Damian berada disana. Setelah mendapat petuah dari orang tuanya.Setelah tiba di depan pintu unit apartemen sang suami, Leo segera menekan bel pintu.Satu kali dua kali, hingga tiga kali. Tidak ada tanda-tanda jika pintu tersebut akan di buka.Leo menghela nafas panjang. "Harusnya tadi aku pergi ke rumah kayu itu. Pasti Damian berada disana, ngapain juga kesini." ucapnya, ia juga tadi memiliki opsi lain mencari keberadaan dari sang suami, yaitu rumah kayu. Tempat yang begitu nyaman untuk Leo. "Apa aku harus ke sana ya? Tapi jauh, aku belum berani membawa mobil jauh, dengan rute jalan yang begitu terjal."Leo terus menimbang apakah ia akan pergi ke rumah k

  • Gairah Sahabat Suamiku   289. Siklus Percintaan

    Leo memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya. Tentu saja dengan perasaan kesal.Lili dan juga Lio yang mendapati putrinya datang dengan wajah cemberut, langsung menginterogasinya."Sayang, ada apa? Datang wajah di tekuk gitu." Tanya Lio pada sang putri, saat mereka duduk di ruang keluarga.Sedangkan Lili, memeluk tubuh putrinya dari samping. "Berantem dengan Damian?" tanyanya."Nanti juga berantem di atas kasur," sahut Lio dari tempatnya."Sayang jangan ngomong begitu." protes Lili."Itu sudah siklus percintaan, sayang. Dari benci nanti jadi bucin akut. Lihat saja nanti," ujar Lio yang masih mengira hubungan sang putri dengan suaminya masih belum selayaknya suami istri yang penuh cinta.Lili kembali fokus pada putrinya. "Kamu ada masalah dengan Damian sayang?" Tanyanya ingin tahu.Leo menggelengkan kepalanya. "Tidak."Mendengar jawaban dari sang putri, membuat Lio langsung menatapnya. "Tidak?" tanyanya penasaran. "Terus apa yang membuat kamu murung seperti ini?""Semalam Damian ti

  • Gairah Sahabat Suamiku   288. Buah Simalakama

    Jam menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Damian belum kunjung pulang. Hal itu membuat Leo merasa cemas, karena suaminya itu tidak memberitahu akan pulang terlambat seperti biasanya."Kenapa Damian belum pulang ya?" tanya Leo sambil menatap layar ponselnya yang ada ditangannya. Tidak ada pesan masuk, atau panggilan dari Damian seperti biasa.Meskipun begitu, Leo tidak ingin menghubungi sang suami lebih dulu. Karena ia ingin memberi kejutan pada Damian.Dari sore Leo sibuk mempelajari beberapa resep masakan, sampai akhirnya ia memanggil salah satu asisten rumah tangga orang tuanya untuk datang ke rumah, dan mengajarinya memasak.Hingga akhirnya beberapa menu masakan yang menggugah selera tersaji di atas meja makan. Itulah kejutan yang akan ia persembahan untuk sang suami, memasak sendiri menu makan malam.Dalam kecemasan, Leo kembali menatap makanan yang ada di atas meja makan. "Aku yakin, Damian akan menyukai semua ini." ucapnya, dan tersenyum untuk menetralisir rasa cemas yang melan

  • Gairah Sahabat Suamiku   287. Balas Budi

    "Apa dengan kamu menghabisi dirimu sendiri, kamu bisa menyelamatkan mereka, tidak!" Luna tersenyum mengejek ketika Damian mengarahkan pisau pada lehernya sendiri. Damian terdiam mendengar apa yang Luna katakan, kemudian ia melempar pisau yang ada ditangannya, benar apa yang Luna katakan. Percuma ia mengakhiri diri sendiri, toh semua akan sama saja, sang istri tercinta dalam bahaya."Dan aku ingatkan padamu, jangan pernah katakan semua ini pada kedua mertua kamu, paham!" ujar Luna.Membuat Damian segera menatap wanita yang ia kira baik, karena telah menjadikannya seperti sekarang. Tapi ternyata wanita tersebut begitu jahat. Dan Damian merasa menjadi orang yang paling bodoh karena pernah mengiyakan keinginan Luna."Dengar, aku Damian! Kamu tidak boleh mengatakan semua pada orang tua Isrti kamu." Luna mengingatkan Damian kembali.Namun, Damian memilih diam. Ia yang dulu hanya di suruh menghabisi Leo tanpa ada penjelasan. Jadi penasaran kenapa Luna menginginkan Leo mati. "Berikan alasan

  • Gairah Sahabat Suamiku   286. Biar Aku Yang Mati

    Damian terdiam cukup lama setelah mendengar usulan Diana. Otaknya bekerja keras, menimbang risiko dari setiap keputusan yang akan ia ambil. Wajahnya terlihat tegang, rahangnya mengeras, sementara jemarinya mengepal di sisi tubuh."Sebelum semuanya terlambat, cepat temui kedua orang tua Leo, Damian," pinta Diana lagi, suaranya terdengar lebih mendesak. Ia mengenal sepupunya itu dengan baik. Jika Damian sudah seperti ini, berarti masalahnya jauh lebih besar dari yang terlihat."Tidak sekarang," jawab Damian akhirnya, datar namun tegas. Keputusan itu keluar begitu saja dari mulutnya, meski hatinya sendiri bergejolak."Damian, jangan bercanda. Ini masalah besar," Diana memperingatkan. Ia melangkah mendekat, mencoba menatap mata Damian agar sepupunya itu sadar.Damian menoleh perlahan. Tatapannya penuh konflik dan penyesalan. "Diana, ini bukan saatnya mereka tahu. Kamu tidak mengerti, sebelum aku mencintai Leo seperti sekarang, aku pernah berniat menghabisinya." Suaranya melemah di akhir

  • Gairah Sahabat Suamiku   285. Usulan

    Damian sama sekali tidak mampu memusatkan perhatiannya pada layar laptop di hadapannya, semua pekerjaannya begitu kacau.Kedatangan Luna secara tiba-tiba ke kantornya tadi, membuat pikirannya kacau, dadanya terasa sesak, dan kepalanya berdenyut nyeri.Bayangan wajah Luna yang dingin dan penuh ancaman kembali terlintas jelas di benaknya. Wanita itu tidak datang untuk berbasa-basi. Ia datang menagih janji keji yang pernah Damian sepakati dalam kondisi terdesak. Janji untuk menghabisi Leo, istrinya sendiri, sesuai kesepakatan awal mereka."Arghhhh!" Damian bangkit dari kursinya dan memukul meja kerja sekuat tenaga hingga beberapa berkas berhamburan ke lantai. Napasnya memburu, rahangnya mengeras menahan amarah dan putus asa. Ia merasa seperti binatang yang terjebak dalam perangkapnya sendiri."Tidak, aku tidak akan menghabisi istriku. Tidak!" teriak Damian dengan suara parau. Tangannya gemetar, dadanya naik turun dengan cepat. Leo adalah cahaya dalam hidupnya, satu-satunya alasan ia

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status