แชร์

bab 108

ผู้เขียน: Addarayuli
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-10 20:02:56

Cup.

William mnegecup lembut hidung Nozela yang sedikit mancung, dia tersenyum saat melihat perubahan wajah Nozela yang perlahan memerah karena malu. Tangan William memegang pipi Nozela lalu mengelusnya, dia merasa terhibur dengan wajah sahabatnya saat ini.

"Malu, hem?"

"Liam."

Nozela menolehkan wajahnya ke samping, dia tak bisa lagi menahan rasa malu dan salah tingkahnya. Wajahnya semakin terasa panas dengan senyum yang tak bisa lagi dia tahan.

William terk

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Gairah Sahabatku   bab 341

    "Pak, bisa anterin aku pergi sebentar nggak?""Mau kemana non? Udah izin tuan sama nyonya belum?"Clarissa mendengus sebal. "Udah, anterin aku ke rumah William."Supir keluarga Clarissa itu mengangguk, dia lekas membukakan pintu untuk Clarissa kemudian membiarkan anak dari majikannya masuk. Setelah Clarissa masuk, dia lekas masuk ke kursi kemudi kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah.Dikursi belakang, Clarissa masih terus mencoba menghubungi William. Dia kesal karena sejak pagi William sama sekali tak mengangkat panggilannya dan merspon pesan yang dia kirim. Clairssa berdecak kesal saat nomor William kini tidak aktif."Liam kemana sih?" kesal Clarissa.Calrissa lekas menyimpan ponselnya kemudian memfokuskan pandangannya pada jalanan, kilas cerita tentang rencananya yang gagal mulai mengusik pikirannya. Dia tersenyum miring, meski rencananya gagal namun dia berhasil membuat Nozela seperti orang gila sekarang."Ya, setidaknya l

  • Gairah Sahabatku   bab 340

    Tok...tok...tok..Ceklek."Silakan masuk tuan nyonya.""Terima kasih sus."Tiara dan Andito lekas masuk ke ruangan dokter yang menangani Nozela."Selamat siang, silakan duduk tuan nyonya." ucap dokter."Terima kasih dok." ucap Andito kemudian duduk duduk."Ada yang bisa saya bantu?"Tiara mengangguk. "Ini masalah perkembangan putri kami dok."Dokter mengangguk, dia kemudian meminta asistenya untuk mengambilkan catatan medis milik Nozlea. Setelah menerimanya, dokter psikolog itu lekas membaca catatan milik Nozela."Sejauh ini sudah ada perkembangan, Nozela sudah mau merspon meski tidak sering.""Ada yang ingin saya tanyakan dok." ucap Tiara."Silakan.""Semalam Nozela kambuh lagi, tapi dia jsutru mau disentuh oleh sahabatnya. Sedangkan bersama kami dia tak bisa disentuh. Itu bagaimana ya dok?"Dokter mengangguk. "Boleh saya tahu siapa sahabatnya? Atau mungkin kedekatan mereka saat pasien

  • Gairah Sahabatku   bab 339

    "Clarissa nggak mau dipenjara pah, tolong keluarin Clairssa dari sini.""Daddy, daddy sayang kan sama Cla. Tolong Cla, daddy."Cleo dan Fahmi saling tatap saat putri mereka memohon dengan mata yang sembab karena menangis. Cleo menghela nafas kasar, dia dan pengacaranya sudah berusaha agar penahanan Clarissa ditangguhkan namun sampai sekarang masih belum ada kabar.Dua hari Clarissa berada di sel sedangkan Drake sudah keluar sejak kemarin saat pengacaranya berhasil mengeluarkan Drake dengan jaminan."Daddy, jangan cuma diam aja dong. Cla nggak suka disini dad, Cla mau keluar dari sini.""Kamu tenang dulu Clairssa, semoga hari ini ada hasilnya." ucap Fahmi."Tapi Cla udah nggak betah pah, Cla pengen pulang." rengek Clarissa sambil menangis."Selamat pagi tuan Cleo tuan Fahmi."Mereka yang sedang duduk menoleh saat pengacara Cleo datang menghampiri mereka."Bagaimana?" tanya Cleo.Pengacara Cleo mengagguk sambil ters

  • Gairah Sahabatku   bab 338

    William memejamkan matanya saat sampai di dalam mobil, dia menyandarkan tubuhnya ke jok mobil sambil memijit pangkal hidungnya. Kepalanya terasa pusing dan sakit karena efek alkohol yang dia konsumsi, William membuka matanya kemudian mengambil ponselnya lalu menyalakannya."Jam sebelas."Dia segera memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan basement apartemen Lego. Dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah sakit.Meski tadi siang sudah ke rumah sakit untuk mengunjungi Nozela namun dia sudah merindukan sahabatanya. Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk William sampai di rumah sakit. Dia lekas turun dari mobil kemudia pergi ke gedung khusus yang ada di rumah sakit itu.William masuk ke lobi yang suh sepi, dia berjalan sendirian dikoridor dengan aroma yang khas rumah sakit yang menusuk hidung. Dia masuk ke dalam lift kemudian menuju kantai atas dimana ruangan Nozela.

  • Gairah Sahabatku   bab 337

    "Tante titip Nozela sama kalian ya, kalau ada apa-apa segera hubungi kami.""Iya tante, tante bisa percayakan Ojel sama kita, pokoknya om dan tante harus banyak istirahat dan jangan banyak pikiran dulu, Ojel aman disini sama kita. Kita bakal jagain Ojel.""Benar om tante, besok siang atau sore kalian bisa kesini lagi. Yang jelas kalian harus istirahat dulu."Tiara menatap kedua teman putrinya penuh haru, sejak dia mengenal Thalia, Thalia memang anak yang baik. Bahkan dia sudah menganggap Thalia seperti putri keduanya."Terima kasih ya kalia sudah mau membantu kami menjaga Nozela." ucap Andito.Thalia mengngguk. "Sama-sama om."Tiara menatap putrinya yang masih terdiam, dia melangkahkan kakinya mendekat ke arah putrinya. Tiara sangat ingin memeluk Nozela sebelum dia pulang, namun dia sangat takut sentuhan tangannya bisa menyakiti putrinya lagi."Jel, mama pulang dulu ya. Malam ini kamu ditemani Thalia sama Fela dulu, besok mama p

  • Gairah Sahabatku   bab 336

    Gluk.Gluk.Gluk.Archen menatap sahabatnya yang meminum alkohol dari botolnya dengan rakus, dia menghela nafas panjang kemudian menyesap minumannya.Tak.William meletakkan botol minuman bralhokol itu dengan kasar diatas meja, mata serta wajahnya sudah memerah, dia mengelap bibirnya dengan tangannya lalu menundukkan kepalanya."Lo mau habisin berapa botol lagi, Liam?" tanya Lego.Meja dihadapan mereka ada tiga botol kosong dan dua botol yang masih utuh, dan William lah yang sudah menghabiskan tiga botol itu dalam waktu kurang dari 2 jam. Mereka saat ini berada di apartemen Lego karena ajakan William. Baik Archen maupun Lego memilih mengiyakan ajakan William karena mereka tahu saat ini William sangat membutuhkan dukungan atas kesedihan yang dia alami.Lego menuangkan minuman ke gelasnya dan milik Archen, tatapannya menatap ke arah William yang masih menundukkan kepalanya. Dia merasa kasihan pada sahabatnya, saat ini pasti

  • Gairah Sahabatku   bab 157

    "Lo jangan asal ngomong Tha." ucap Nozela sambil melirik ke kanan kiri takut ada yang mendengar ucapan Thalia barusan.Thalia menghela nafas panjang. "Terus apa dong? Gue jadi makin penasaran tahu nggak.""Mending lo cerita sekarang aja." sambung Thalia."Tck, takut ada yan d

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Gairah Sahabatku   bab 160

    Mona menatap putranya yang terlihat tak berselera makan, sejak tadi William hanya makan sedikit demi sedikit namun makanan dipiringnya tidak berkurang sama sekali. Putra pertamanya terlihat lebih banyak diam dan melamun sejak mereka duduk di ruang makan."Apa masakan mama nggak enak, Liam?

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Gairah Sahabatku   bab 158

    Nozela berlari menaiki anak tangga menuju lantai empat, meski nafasnyasedikit ngos-ngosan namun tak menghentikan langkah kakinya menuju kelas. Dia mengusap keningnya yang mengeluarkan butiran keringat kecil, dengan rasa penasaran yang tinggi dia terus berlari hingga sampai pada sebuah kelas yang

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Gairah Sahabatku   bab 35

    William mengeluarkan tangan Clarissa dan melepaskan celananya, kini William berdiri tanpa mengenakan pakaian sedikit pun. Clarissa menggigit bibirnya, perlahan mulai melepaskan sisa pakaiannya sendiri. William terus memperhatikan gerakan lembut dan penuh makna dari Clarissa di depannya.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status