Compartilhar

bab 246

Autor: Addarayuli
last update Data de publicação: 2026-04-23 20:00:22

Nozela meremas tanganya sendiri ketika berada di ruangan yang cukup luas namun terasa menyesakkan dada, dia mendongak menatap lampu yang menerangi ruangan itu dengan tatapan takut. Pandangannya kembali menatap kesembarang arah, dia sendirian di ruangan itu dengan penerangan yang cukup minim.

Kriet.

Pintu ruangan terbuka, muncul lah dua orang yang langsung duduk dihadapan Nozela dan satu orang berdiri disampingnya. Jantung Nozela semakin berdetak kecang saat dua orang itu menatap

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (5)
goodnovel comment avatar
FERTINA BAKTI
ikutin aja alur ceritanya, gaya pemikiran pengarang atau penulis pintar tapi goblok biar tidak mudeng pembaca setia. kalau pengarang yang pintar pasti tau situasinya umpamanya tempat kuliah tau permasalahan Clarissa berbuat jahat sama teman kuliah. ini tidak ada masalah di tempat kuliahnya. penulis
goodnovel comment avatar
Arj Sure
Dendam & cinta melulu yg diurusin, cla... Kuliahmu emang becus ya... IP udah 3 keatas kah? Kuliah kok yg dipikirin cinta2 terus... Aq dulu kuliah sibuk tugas, kuis, dll... Ini kuliah kok nganggur banget... Lagian Ada mahasiswi kena kasus gitu masa pihak campus gak tau... Biasanya masuk berita kan...
goodnovel comment avatar
Arj Sure
Aneh ya... Biasanya kan yg dimintai keterangan, ntah itu tersangka/saksi/korban, didampingi kuasa hukumnya... Jadi gak bener2 sendirian gitu... Apalagi ini korban pelecehan yg trauma psikologis... Mending clarisa ending nya gila & hamil anak drake... Kalo dipolisikan percuma, bisa bebas pake jaminan
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Gairah Sahabatku   Extra Chapter

    Bruk!Nozela menatap tumpukan kertas pada mejanya, dia menghela nafas panajang sambil menatap sekretarisnya dengan datar."Maafkan saya nona, ini dari tuan Andito."Ctak!Nozela meletakan pulpennya dengan kasar ke meja kerjanya, dia melepaskan kacamatanya kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. Seharian ini dia sangat tak bisa menikamati waktunya karena terus berkerja, bahkan untuk makan siang saja dia berada diruanganya karena saking banyaknya pekerjaan.Ana, sekretaris Nozela merasa kasihan pada bosnya yang terus-terusan bekerja tanpa henti selama seminggu ini. Mereka bahkan sampai lembur karena harus segera menyelesaikan berkas yang harus diberikan pada Andito."Nona mau saya belikan kopi?" tanya Ana.Nozela menggelengkan kepalanya, dia memejamkan matanya sebentar lalu menghela nafasnya kasar dan berdiri dari duduknya."Anda mau kemana nona?""Jangan halangi aku Ana, aku mau menghadap tuan Andito yang terhormat itu." jawab Nozela sambil berjalan keluar dari ruanganya."Tapi nona, t

  • Gairah Sahabatku   bab 250

    1 Tahun kemudian..."Enghh."Nozela membuka matanya, dia terkejut dan seketika bangkit dari tidurnya. Dia menatap jam di ponselnya yang sudah menunjukkan hampir jam tujuh pagi. Nozel membelakan matanya, dia lekas menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Nozela mandi dengan cepat lalu masuk ke walk-in closet lalu memakai baju yang sudah dari semalam dia siapkan. Nozela memakainya dengan cepat lalu segera keluar dari ruangan itu dan mulai mengeringkan rambutnya. Dia melakukan semuanya dengan buru-buru karena waktu terus berjalan, di tak ingin terlambat di acara penting ini.Selesai mengeringkan rabutnya, Nozela kemudian merias wajahnya dan mencatok rambutnya yang sudah panjang. Selesai merias wajahnya dia tersenyum menatap pantulan wajahnya yang di depan cermin, Nozela berdiri dari duduknya kemudian berputar-butar untuk mengecek penampilannya."Selesai."Nozela tampak cantik dengan balutan d

  • Gairah Sahabatku   bab 249

    "Selamat sore Nozela, gimana perasaan kamu hari ini?""Sore dok, saya seharian ini agak nggak mood dok." jawab Nozela."Loh, kenapa? Ada sesuatu yang menganggu kamu?"Nozela melemahkan bahunya. "Saya pengen kuliah lagi dok, saya jenuh dan bosen di rumah terus. Saya kangen main sama temen-temen, padahal saya udah baik-baik aja dok saya juga udah bisa bersentuhan lagi sama orang-orang." jelas Nozela.Dokter perempuan yang memiliki name tag bernama Teresa itu tersenyum, dia pun tiba-tiba menyentuh tangan Nozela membuat Nozela menoleh ke arahnya."Bagaimana ketika saya menyentuh kamu tiba-tiba?"Nozela menggelengkan kepalanya. "Saya tidak merasakan apa-apa lagi dok.""Benarkah?" tanya dokter dengan senyum merekah."Iya dok, itu berarti saya sudah sembuh kan dok?"Dokter melepaskan cekalan tangannya dari tangan Nozela, dia merasa senang karena salah satu pasiennya sudah sembuh. Dia pun segera menuliskan resep o

  • Gairah Sahabatku   bab 248

    "Menyatakan terdakwa, saudara Drake Alexander dan saudari Naomi Clarissa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelecehan seksual berencana sebagaimana dalam dakwaan primair."Tok!Tok!Tok!Palu diketuk tiga kali setelah putusan hakim selesai diucapkan, sidang dinyatakan selesai.Cleo, Marisa dan Fahmi segera menghampiri Clarissa yang sedang m

  • Gairah Sahabatku   bab 247

    "Hari ini sidang putusan atas kasus Nozela akan dilaksanakan, apa kamu mau datang?" tanya Jimmy pada putranya.William mengelengkan kepalanya pelan. "Tidak, selesai kualiah nanti Liam mau nemenin Ojel terapi, kebetulan hari ini jadwal dia terapi.""Baiklah, nanti biar Robi yang urus semuanya."William menganggukkan kepalanya, alasan dia tak mau hadir disana adalah tak ingin melihat para pelaku yang sudah menyebabkan Nozela trauma. Dia takut kehilangan kendali saat melihat mereka apa lagi ada Clarissa juga disana.Meski Clarissa sudah melakukan kesalahan yang fatal, namun mereka sudah bersama cukup lama hingga tak mudah begitu saja dia melupakan kenangan itu. Masih ada sedikit rasa iba dihati William jika dia melihat Clarissa di persidangan, dan itu bisa membuatnya ragu.Sambil menghabiskan makanannya, Jimmy melihat wajah putaranya yang tampak murung, dia melirik istrinya yang juga saat ini sedang menatap ke arahnya."Mau tambah lagi?"

  • Gairah Sahabatku   bab 246

    Nozela meremas tanganya sendiri ketika berada di ruangan yang cukup luas namun terasa menyesakkan dada, dia mendongak menatap lampu yang menerangi ruangan itu dengan tatapan takut. Pandangannya kembali menatap kesembarang arah, dia sendirian di ruangan itu dengan penerangan yang cukup minim.Kriet.Pintu ruangan terbuka, muncul lah dua orang yang langsung duduk dihadapan Nozela dan satu orang berdiri disampingnya. Jantung Nozela semakin berdetak kecang saat dua orang itu menatapnya dengan intens, dia merasaka keringat menetes melewati lehernya. Kedua tangannya sudah basah karena keringat dingin."Selamat siang." ucap polisi.Nozela tersentak dari lamunannya, matanya bergerak gelisah ke kanan kiri."Anda tidak perlu takut nona, kami hanya akan meminta sedikit keterangan dari anda." ucap polwan yang berdiri disamping polisi.Gluk.Nozela menelan ludahnya kasar. "B-Baik.""Baik, bisa kita mulai?"Nozela menganggukkan kepala

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status