LOGIN"Besok mama sama papa mau pergi lagi, kamu nggak papa kan di rumah sendiri?"
Nozela menghentikan gerakan tangannya yang hendak memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dia menoleh ke arah orang tuanya yang sedang makan bersama di sebuah restoran.
"Jadi kalian ajak Ojel makan di luar karena mau pergi lagi?"
"Bukan seperti itu sayang, kami memang kangen saja moment makan di luar seperti ini." jawab Andito.
"Sama aja." gumam Nozela kemudian memasukkan makanan ke dalam mu
Brak!Drake tersenyum miring melihat Clarissa yang baru saja datang sambil melemparkan tasnya dengan kasar ke atas meja, jangan lupakan tatapan mantan kekasihnya yang tajam bak sebilah pedang yang siap menghunus siapapun yang menghalangi.Pria tampan dengan gaya rambut sedikit panjang dan diikat itu menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Clarissa, dia mengambil gelas yang berisi es batu kemudian menuangkan minuman beralkohol sedikit demi sedikit."Minum."Drake memberukan gelas itu pada Clarissa namun Clarissa hanya diam saja sambil menatap pria itu dengan tajam."Apa mau lo sebenarnya, Drake?" desisi Clarissa.Drake menjauhkan gelasnya, dia menyadarkan tubuhnya ke sofa sambil tersenyum smrik. Ditatapnya sang mantan kekasih yang malam ini tampil begitu menawan dengan gaun hitam yang sangat cocok dengan tubuhnya."Jaga mata lo sialan""Clam down baby, gue udah lihat semuanya."Clarissa menatap Drake dengan rahang meng
William menghela nafas pelan, dia menoleh ke arah Nozela yang juga sedang menatapnya dengan tatapan bingung, perlahan kepalanya mengangguk kemudian kembali menatap ke langit-langit kamar Nozela. William menghela nafas lelah, dia tak tahu apakah harus menceritakan semuanya pada Nozla.Namun disela pikirannya tentang Clarissa, dia teringat pertanyaan Nozela tentang bagaimana sedandainya jika Clarissa selingkuh. Seketika William mulai mengabungkan kejadian tadi malam di apartemen Clarissa. Saat dia melihat bekas kissmark itu, dia yakin bahwa bekas itu masih baru karena belum ada tanda-tanda hilang sama sekali."Lo kalo ada masalah bisa cerita sama gue."William menoleh. "Tentang pertanyaan lo kemarin, maksudnya apa?"Nozela mengerutkan keningnya. "Pertanyaan yang mana?""Kalo Clarissa selingkuh.""O-Oh i-itu...em...itu cuma asal ngomong aja sebenernya gue."Seketika Nozela merasa gugup, dia lupa jika tak akan memberithau William se
Nozela meminum jus kelengkeng yang baru saja dibuatkan oleh asisten rumah tangganya, dia duduk di meja pantry sambil memainkan ponselnya. Dia mendapat beberapa notifikasi dari akun sosial medianya, karena penasaran dia pun lekas membukanya. Sudut bibir Nozela terangkat, dia melihat beberapa story fotonya dan smooky diakun sosial media Drake yang menandai dirinya.Namun seketika senyumnya pudar, Nozela mengelengkan kepalanya palan saat menyadari apa yang baru saja dia lakukan. Dia hanya menyukai story itu kemudian mematikan ponselnya. Nozela pun kembali meminm jusnya hingga habis."Ah...."Nozela memegangi lehernya yang terasa lega setelah meminum jus."Gue kenapa sih? Jangan sampai gue suka sama Drake." gumam Nozela.Tak lama setelah itu, dari pintu samping Nozela melihat William masuk ke dalam rumah. William berlalu begitu saja melewati Nozela membuat gadis itu bingung. William pergi menaiki anak tangga membuat Nozela lekas bangkit dari duduknya.
Drake mengajak Nozela untuk mengambil anjing mereka di tampat penitipan hewan, Nozela tersenyum saat melihat smooky. Dia lekas mengambil alih smooky yang berada didalam kandangnya."Terima kasih kak.""Sini biar aku bawain." taraw Drake."Nggak usah, kamu kan udah bawa rocket juga biar smooky aku aja yang bawa."Drake mengangguk, mereka pun segera keluar dari sana menuju mobil Drake. Drake meletakkan kedua anjing itu ke bagasi kemudian membukakan pintu mobil untuk Nozlea."Masih mau mampir kemana dulu nggak?" tanya Drake sambil memasang sabuk pengamannya.Nozela menatap jam dilayar poonselnya, dia pun segera mengeleg."Nggak usah deh, udah petang juga.""Oke, kita langsung pulang."Nozela mengangguk sebagai jawaban, Drake pun segera mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat penitipan hewan unutuk mengantarkan Nozela pulang.Sepanjang jalan mereka tak ada yang bersuara sama sekali, Drake fokus pada mengemudinya sed
"Makasih ya udah ajakin aku ke sini."Drake mengangguk sambil tersenyum, dia mengangkat tangannya kemudian hendak menyuapkan french fries pada Nozela. Namun Nozela tidak menerima suapan itu melainkan mengambilnya lalu memakannya sendiri."Selamat ya bisa menang di acara fashion show tadi."Nozela terkekeh pelan sambil meundukkan kepalanya, dia tidak percaya bahwa akan membawa salah satu piagam untuk anjingnya diacara festival tadi."Aku juga nggak nyangka sih bakal menang."Saat ini keduanya berada di restoran makanan cepat saji, kedua anjing mereka berada di tempat penitipan hewan yang lokasinya tak jauh dari restoran tempat mereka makan. Drake tak ingin Nozela merasa kerepotan mengurus anjingnya."Makasih ya Zel udah mau dateng ke sini sama aku."Nozela menganggukkan kepalanya. "Nggak masalah, aku juga kebetulan lagi free."Mereka kembali memakan makanan dihadapan mereka, Nozela merasa sedikit canggung saat mereka hanya berdu
"Tha."Thalia menoleh ketika ada yang memanggilnya, dia tersenyum kemudian mematikan kompor."Aku bikin kopi, kak Fela mau?"Fela menggelengkan kepalanya, dia duduk di meja makan sambil menunggu Thalia selesai membuat kopi. Fela menatap Thalia yang berdiri memunggunginya, ditariknya nafas dalam kemudian dihembuskannya panjang. Kesempatan kali ini akan dia gunakan sebaik mungkin untuk mencari informasi tenang sesuatu yang selama beberapa minggu ini menghantuinya.Fela menundukkan kepalanya sambil memainkan kedua tangannya di atas meja, meski merupakan tetangga kost namun mereka jarang bertemu karena kesibukan kuliah dan pekerjaannya yang mengharuskan Fela pergi malam dan pulang pada dini hari.Thalia meletakkan panci ke washtafel lalu berjalan ke meja makan, dia mengerutkan keningnya bingung ketika melihat Fela yang seperti sedang dalam masalah. Thalia pun segera duduk di hadapan Fela kemudian meletakkan kopinya ke atas meja.Mencium bau uap
"Gimana, diangkat nggak?" tanya Lego.Archen menghela nafas pelan, dia menjauhkan teleponnya dari telinga lalu menggeleng pelan. Lego ikut menghela nafas kasar, mereka sudah beberapa kali mencba menghubungi sahabatnya namun William tak mengangkat panggilan mereka.Archen menyimpan p
"Tck, Ojel kemana sih dari tadi nggak angkat telepon gue."Thalia terus menggerutu saat panggilannya sma sejali tak mendapat jawaban dari sahabatnya."Apa jangan-jangan dia kesiangan lagi?"Thalia menghentikan langkahnya didepan gedung fakultasnya, padahal tadi malam ke
"Kelas saya akhiri sampai disini. Dan untuk ketua kelas, saya mau tugas Nozela sudah ada dimeja saya sebelum jam sebelas siang.""Baik Prof.""Selamat pagi.""Aku harus nemuin Nozela sekarang, bagaimana pun caranya aku nggak mau putus sama dia." batin Leon.Setelah dos
"Jel."Nozela membelakan matanya ketika mendengar suara yang sangat familiar memanggilnya, padahal dia sudah sengaja lewat koridor yang jarang dia lewati karena jaraknya lebih jauh menuju kelasnya. Tak lama terdengar suara sepatu yang mendekat ke arahnya, dia pun bingung harus bagaimana.







